This foto belong to AFSP Central Florida

Kamis, 17 Juni 2010

God Spot ; Menjadi hamba yang berkibar dengan Tuhannya

Bismillah

Berdesir hati saya saat membaca sebuah artikel yang bagi saya sangat "mencerahkan" akal budi dan kesadaran bathin. Artikel itu bertema 'God Spot' *Titik Tuhan* dimana selama ini orang memahami hal itu pusatnya berada di otak. Mungkin tidak sepenuhnya salah, namun penjelasan-penjelasan yang selama ini ada kurang detail.

Artikel itu mengangkat dua ayat dalam Al-Qur'an yaitu :
QS.Al-Anfal : 2
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebutkan Allah (nama Tuhan yang Al-Ghaib tetapi mutlak adaNYA) maka gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNYA bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal".

QS.Az-Zumar : 23
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur'an yang serupa (mutunya) lagi berulang-ulang. gemetarlah karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah".

Apa hubungannya kedua ayat diatas dengan God Spot yang dimaksud ?
Melihat ayat tersebut diatas dimana disebutkan gemetar kulit orang beriman jika disebutkan Nama Allah, dan ayat kedua menyebutkan menjadi tenanglah kulit dan hati orang yang mengingat sang Pemilik Nama Allah. Mengapa disebut dalam al-Qur'an kata 'Kulit'?
Dimulai dari otak yang menerima "sentuhan" dari panca inderanya lalu bereaksi yang menyampaikan pesan yang diterimanya keseluruh tubuh.hingga ke kulit ari sekalipun akan menerima akibat dari penerimaan otak tersebut.
Jika kita mampu mengiqra' hingga ke unsur yang paling halus berupa DNA manusia, maka kita akan melihat DNA itu selalu bergerak selalu bergetar yang jika didengarkan dengan alat yang sangat sensitif, maka kita akan mendengar getarannya berbunyi dan bunyinya seperti suara dzikir. Apabila kita berdzikir, suaranya akan monoton demikian pula dengan DNA. Hal ini membuktikan bahkan hingga unsur terkecil sekalipun, jagad ciptaan Allah ini selalu bergetar,  bergerak,  berdzikir. Belum lagi jika menyimak organ-organ manusia yang ukurannya jauh lebih besar dari DNA seperti jantung, ginjal, hati, paru-paru bahkan dagingpun selalu bergerak di jagad jasmaninya manusia yang masih hidup.

Dalam artikel itu disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang sangat sempurna . Apabila sel otak manusia aktif akan menunjukkan betapa hebatnya ciptaan Allah, bayangkan Malaikat saja sampai "minder" saat Nabi Adam as diberi ilmu pengetahuan oleh Allah (QS.Al-Baqarah 30-33) dan apabila kasasitas sel otak manusia aktif seluruhnya bakal terkuak seluruh rahasia alam ini. bahkan Al-Qur'an pun akan terkuak rahasianya. Disinilah kelemahan manusia selama ini yakni tidak memfungsikan akalnya sebagai baitul makmur yaitu bait/rumah tempat memakmurkan Dzat,Sifat dan Af'alNYA yang Al-Ghaib tetapi mutlak keberadaanNYA, yang Allah asmaNYA.

Saya termenung, sedangkan diri ini masih lebih "digetarkan" oleh hal-hal selain DiriNYA, pantaslah jika masih merasa lelah dengan kesibukan-kesibukan duniawi. Walaupun akan dianggap wajar kelelahan itu karena memang diri ini masih berjiwa raga, namun itu semua disadari karena jiwa raga yang lelah ini memang seringkali kosong dari dzikir, hampa dari tafakur, jauh dari  berkhalwat hanya dengan diriNYA.

Mengingat-ingatNYA, senantiasa mendzikiriNYA akan membuat setiap sel dari trilyunan sel yang ada dalam tubuh manusia bergerak, berputar, dinamis menajadi motor bagi sang insan untuk selalu bekerja berusaha hanya demi mensucikanNYA. DimampukanNYA mengelola garapan dunia semata-mata untuk memproses pensucian dirinya. Segala tingkah laku dan perbuatannya serta gerak gerik bathinnya sama sekali tidak diperintah oleh hawa nafsu dan watak 'aku'nya tetapi murni mengikuti kehendak Rabbnya.

Menjadi hamba yang senantiasa berkibar dengan Tuhannya.
Wallahu a'lam

13 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

suka templatenya.

Nurudin mengatakan...

Alam semesta ini senantiasa berzikir kepada Nya. Matahari, bulan , bintang , bumi, partikel, sel terlihat atau tidak semua berzikir kepadanya. Bertasbih kepada Allah apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Maha Perkasa Allah lagi Maha Bijaksana.

Winny Widyawati mengatakan...

@ mb.Fanny
Makasih mbak Fanny, aku juga hehe

@ Nurudin
Subhanallah, Maha Besar Allah yang Maha Agung

rizal mengatakan...

assalamualikum kunjungan perdana ka,,,,,
aku suka tema blognya,,tentang religi,,,
oea aku dah follow nih kak ,,follow balik yach,,,

Arif Chasan mengatakan...

hmmMMMmmmmMMmmm..... <<baca berulang-ulang biar ngerti

Winny Widyawati mengatakan...

@ Rizal
Alaikumsalam wrahmatullah, makasih ya, inshaAllah aku follow balik ya :)

@ Arif
hmmMMMmmmMMM....<<siapa dia yaa...hehehe

latifah hizboel mengatakan...

Mengingat-NYA senantiasa berdzikir...suatu kebutuhan rohaniah bagi hamba.

Punteun mba, telat mulu kalo kesini...:)

Winny Widyawati mengatakan...

Betul teh Latifah, dg berdzikir,hati menjadi tentram dan menambah power dahsyat utk bekerja lebih sungguh2 ya.
Gpp teh, biar lambat asal selamat hehe

yansDalamJeda mengatakan...

Menyejukkan! KalamNya, juga telaganya.

Winny Widyawati mengatakan...

@ yansDalamJeda
Terimakasih mas :)

Lone Fighter mengatakan...

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (ar-rahman:10-13)

Maha benar Allah dengan segala firman Nya...
lam knal yag...

bundadontworry mengatakan...

Subhanalllah, betapa sejuk dan indahnya kata2 yg tertulis disini.
Alhamdulillah, bunda menemukan pencerahan renungan jiwa yg sangat mendalam disini.
Terimakasih banyak winny krn telah berbagi hal indah ini
salam

Winny Widyawati mengatakan...

@ Lone Fighter
Subhanallah terimakasih share ayat-ayat indahNYA :)

@ Bundadon'tworry
Terimakasih Bunda, smg tdk bosan2nya singgah disini :)