This foto belong to AFSP Central Florida

Rabu, 21 April 2010

Titipan Tuhan....

                                                                          


Seekor burung melayang di angkasa yang jingga
Mengepak sayapnya yang berbulu keemasan
Bersama kawan saudara telah melampaui dua benua
Mencari dataran dimana musim telah menantinya

Melewati sebuah rumah megah beratap merah
Dihias batu dan taman yang indah
Terhampar rumput lembut dan kolam ikan
Disemat di sudutnya sebuah ayunan

Sang burung tersentak seiring silau di matanya
Apakah itu ?
sesuatu yang bercahaya datang dari jendela rumah itu
Ia mengembangkan sayap menukik mendekat
Kilau itu ternyata datang dari setetes air mata seorang anak

Gadis kecil berambut coklat
Bermata biru berteman kesedihan
Duduk di kasur empuknya
Dipeluk kesepiannya

"Hai anak...siapa kau ?.... ada apa dengan air matamu?"

"Aku anak yatim piatu. Air mataku tak bisa berhenti sejak aku dilahirkan"

"Kau anak yatim? Kasihanku untukmu. Ayah Ibumu telah tiada nak? dimanakah batu nisannya ?"

Sang anak menggelengkan kepalanya,ia menunjuk ke dalam rumahnya
"Ibuku ada di dalam kebingungan , ayahku ada di luar pelukan"

Sang burung terheran-heran
"Apa yang kau katakan nak?"

Ibuku disini tak bicara padaku
Ia hanya menegurku jika aku memecahkan vas bunganya
Ibuku disini tak bercanda denganku
Ia hanya memarahiku jika aku mengotori lantainya
Ibuku disini tak tersenyum padaku
Ia hanya membentakku jika aku terlambat bangun pagi

Aku tak punya Ibu yang dijanjikan Tuhan
Yang mengajakku lembut melihat dunia luar
Yang memelukku jika aku kedinginan
Yang tertawa bersamaku jika aku merasa senang

Ayahku disini tak berbincang denganku
Ia hanya memelotokan matanya jika aku lupa janjiku
Ayahku disini menepis tanganku tak menyambut pelukanku
Ia hanya menceramahiku mengeluh kelelahan
Ayahku disini tak bermain denganku
Ia hanya berteriak padaku menyuruh pergi ke kamarku

Aku tak punya ayah yang dijanjikan Tuhan
Yang mengajari aku jika aku kebingungan
Yang melindungi aku jika aku ketakutan
Yang mencium dan mendo'akanku jika aku ke pembaringan

Hiks...hiks..hiks
Burung...
Antarkan aku kepada Tuhan...
Akan ku cari Ayah Ibuku disana yang tertinggal...

Sang burung termenung risau
Entah apa yang akan dikatakan
Kepada kawan jika ditanyakan
Oleh siapa ia telah tertahan

Katakan saja wahai burung....kau telah tertahan....oleh seorang anak titipan Tuhan.....

-----------------------------------------------------------------------
Link Foto : http://picture-book.com/node/7938

8 komentar:

Achmad Edi Goenawan mengatakan...

Titipan Tuhan tidak boleh disiasiakan!

Salam persahabatan!

Winny Widyawati mengatakan...

@ Mas Ahmad, terima kasih sudah berkunjung. Betul mas, jangan sia-siakan anak titipan tuhan :)

PURNOMO SHIDIQ "Faza Fauzi Akbar" mengatakan...

benar mas achmad, titipan tuhan jangan disia-siakan. anak adalah amanah....

Latifah hizboel mengatakan...

Sebuah catatan yang menggugahku, indah sekali untaian katanya mba...Sebuah titipan harus kita jaga dengan baik hingga sang pemilik mengambilnya kembali.

Winny Widyawati mengatakan...

@ M.Shidiq, sering tak sadar, karena kesibukan,anak yang seharusnya diutamakan malah tersakiti, astaghfirullah

Winny Widyawati mengatakan...

@ Mbak Latifah, Bunda saya mengagumi kesabaran mbak Latifah, memiliki anak2 dalam sebuah keluarga besar tentu tidak mudah.Sy ingin belajar mbak :)

Sukadi mengatakan...

aku adalah milik-Nya, dan hidupku adalah hak-Nya.... posting yg menarik..salam kenal aja, udah tak follow balik lho....tq

Winny Widyawati mengatakan...

@ Mas Sukadi, sebetulnya sy tdk pamrih lho. Tp kl ikhlas follow balik, terima kasiiiih :)