This foto belong to AFSP Central Florida

Kamis, 18 Maret 2010

Ibu Dimana ?..........



Pada suatu pagi di TK Indria, ibu guru sedang bercerita tentang Keluarga Kelinci yang saling menyayangi. Semua anak terpesona dengan cerita gurunya yang menarik hati. Di akhir cerita, ibu guru itu lalu bertanya :"Anak-anak, coba sekarang Ibu ingin tahu, siapa orang di rumahmu yang paling kamu sayangi  ?. Anak-anak berebutan mengacungkan tangannya ingin menjawab pertanyaan ibu gurunya.

 Alfian:" Ibu Guru,aku sayang Mama".


Ibu Guru : " O ya? kenapa Alfian sayang Mama?"


Alfian: " Mama baik", Alfian menjawab singkat tetapi wajahnya tersenyum.


Ana: " Ibu Guru, aku paling sayang sama adekku, abis lucu". Ana yang cantik itu membayangkan wajah adiknya yang menggemaskan.


Andi: " Ibu Guru, Ibu Guru, kalo Andi sayang Bunda".


Mischa: " Aku sayang Papa".


Wida:"  Ibu Guru aku sayang Abel kucingku"


Ibu Guru tersenyum, semua anak berteriak-teriak sambil mengacungkan telunjuknya, menyampaikan siapa yang disayanginya. Tetapi senyum sang Guru terhenti saat melihat ada satu muridnya bernama Adinda yang asyik memainkan kertas origami di sudut kelas, ia tidak tampak tertarik dengan semangat teman-temannya. Dihampirinya anak itu, lalu bertanya :


"Adinda, siapa yang paling kamu sayangi di rumah?". Ibu guru berusaha bertanya dengan suara yang tidak mengejutkan Adinda namun masih dapat didengar teman-temannya. Adinda menatap sekilas ibu gurunya, lalu dengan santai ia menjawab sambil terus memainkan origaminya :

" Bibi".


Ibu Guru: "Bibi ?" Maksudnya Bi Tini yang suka mengantarmu ke sekolah? kenapa sayang?"


Adinda:" Abis Bibi baik, suka temenin Dinda sekolah, sama main".


Ibu Guru:"Kan Mama Dinda juga suka temenin Dinda"


Adinda: "Mama temenin Dinda cuman kalo ke Mall doang, sama jalan-jalan ke Bali. Kalo Bibi kan suka temenin Dinda kalo Dinda lagi sakit".



Ibu Guru tertegun, yang ia ketahui orang yang dipanggil Bi Tini ini adalah pembantu rumah tangga di keluarga Adinda. Setiap hari Bi Tini ini yang mengantar sekolah Adinda dan menjemputnya saat bubar sekolah. Ibu guru juga mengetahui, ibunda Adinda adalah seorang ibu rumah tangga, namun sangat sibuk. Hampir setiap hari pergi ke luar rumah untuk mengurus bisnis kecil-kecilannya. Ayah Adinda seorang pekerja kantoran yang setiap hari pergi pagi dan sampai ke rumah jika hari telah malam.


Melihat Adinda yang dengan polosnya menjawab pertanyaan-pertanyaannya, berkaca-kaca kedua mata sang Ibu guru. Rupanya, ada yang "tercatat dalam benak dan hati" gadis kecil itu.


Bahwa orang yang selama ini paling banyak memberi makna dalam hidupnya adalah orang yang selalu menemaninya dimanapun ia berada. Walaupun sedang sibuk mencuci baju keluarga mereka, Bibi akan memburunya saat ia menangis karena terjatuh dan kakinya lecet, lalu menggambilkan obat merah di lemari sambil menghiburnya.

Bibi yang mengetahui kapan ia sedang merasa lapar atau haus lalu menyuapinya di gendongannya, walau harus menunda pekerjaannya.

Bibi juga yang memandikannya pagi-pagi, lalu memasangkan baju seragam dan sepatunya, menyiapkan sarapan dan mengantarnya ke sekolah dekat rumah.

Bibi akan menghiburnya saat temannya di dekat rumah tidak mau mengajaknya bermain, lalu seperti biasa akan mengeluarkan cara-cara lamanya yaitu menyanyikan lagu Kasih Ibu.

Sejak kehadiran adiknya setahun yang lalu, Adinda juga mulai tidur satu kamar dengan Bibi. Sehingga Bibi lah kini yang menemaninya jika Adinda ketakutan melihat bayangannya sendiri di kamar, atau yang mengantarnya ke toilet jika tengah malam ingin buang air kecil.

Adinda ingat Mamanya akan mengajak serta Bibi jika mudik ke Solo saat Lebaran tiba, supaya beliau tidak direpotkan oleh rengekannya di tengah jalan.


Di mata Adinda, orang-orang yang dipanggilnya Mama dan Papa adalah orang-orang baik yang akan memberinya uang jajan atau membelikannya dan adiknya baju dan sepatu baru. Yang sekali-kali mengajaknya pergi jalan-jalan atau nonton. Jika papanya tidak sibuk dan mengambil cuti, Adinda akan diajaknya bersama Mama dan adiknya liburan ke luar kota atau berenang bersama. Sementara Bibi,hanyalah orang yang "terlalu" rajin yang akan mencuci baju-baju kotor keluarganya, membereskan rumah mereka dan.......... menemani masa kecilnya.......


Mama dan Papa banyak menemaninya di saat-saat senangnya....

Sedang Bibi banyak menemaninya di saat-saat gelisah, sedih dan takutnya.....


------------------------------------------------------------------------*


Yaa Allah, betapa telah Engkau titipkan kepada kami, hamba-hamba kecilMU yang kami sebut mereka 'Anak kami' tetapi telah kami sia-sia kan tanpa kami sadari.


Betapa rindunya mereka ditemani.... baik di saat senang apalagi di saat sedih


Betapa rindunya mereka dihujani kata-kata lembut dan senyum ramah kami


Betapa rindunya mereka akan maaf dan keridhoan kami di saat mereka melakukan kesalahan


Betapa rindunya mereka melihat kami lebih melihat keberhasilan-keberhasilan mereka dan berbangga dengannya daripada menyesali dan mengomeli kekurangan-kekurangan mereka.

Betapa rindunya mereka mendengar nama mereka disebut-sebut  dalam do'a-do'a kami kepada Allah di penghujung malam.


Betapa rindunya mereka, disaat hari tua kami dan masa dewasa mereka,dengan mudahnya menyayangi dan mencintai kami karena tak sedikitpun cela dan keburukan kami kepada mereka yang mereka bisa ingat.


Wahai anak-anak kami....

Maafkan Umy Abymu, Mama Papamu, Ayah Bundamu, Bapak Ibumu.....Jika belum dapat menjadi orang tua yang baik.
Orang tua yang memiliki lautan maaf untuk kesalahan-kesalahan kecilmu.
Orang tua yang berusaha membagi waktunya yang terbaik untuk membahagiakanmu.
Orang tua yang memberikan samudra kelembutan dan senyuman yang akan menentramkan hatimu. Orang tua yang memahami kegelisahan dan kegundah gulanaanmu.
Orang tua yang membuatmu bangga memilikinya.
Orang tua yang kau rindukan saat kami wafat meninggalkanmu.........


Allahu Rabby, ampunilah kami yang belum dapat menjaga amanahmu sesuai KehendakMU...

Betapa  faqirnya kami dihadapanMU,wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.......


Bogor , 18 Maret 2010

Terinspirasi dari kisah sebuah keluarga di lingkunganku

Catatan :  Gambar ilustrasi saya ambil dari Google

2 komentar:

Carla كارلا Marlita mengatakan...

Assalamu'alaykum wr.wb...Subhanallah.bagus banget mba'tulisannya...terimakasih sudah berbagi cerita..salam ukhuwah..

Wassalam wr.wb

Anonim mengatakan...

Wah alhamdulillah,sy nyari komen mbak Carla di puisi "Ada Seribu Masjid" nggak tahunya ada di sini. Alhamdulillah mbak,semoga ada hikmahnya.Terimakasih sudah berkunjung ya mbak ^^,