<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195</id><updated>2012-01-02T15:54:05.106-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Pemberitahuan'/><category term='Fiksi Mini'/><category term='Lirik Lagu'/><category term='Bahagiaku'/><category term='cerpen'/><category term='Kisah Nyata'/><category term='tafakur'/><category term='In Our Memory'/><category term='Kontes'/><category term='Persahabatan dan Award'/><category term='Munajat'/><category term='Curhat'/><title type='text'>T e l a g a k u</title><subtitle type='html'>Dikedamaiannya Kutuliskan Kisahku</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4853752731173457843</id><published>2010-11-17T06:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T11:53:56.497-08:00</updated><title type='text'>Mudahnya Ikhlas...</title><content type='html'>      Dua hari ini banyak yang mengangkat tema Idul Adha yang nota bene membicarakan Qurban. Jika diamati, hampir semua media mengangkat hal ini termasuk siapa saja dari tokoh-tokoh masyarakat yang berqurban hari kemarin dan tak ketinggalan berita tentang berjubelnya masyarakat dari kalangan yang lain mengantri untuk mendapatkan jatah daging hewan qurban tersebut. Tak jarang drama insiden terjadi semakin menyakiti rasa keadilan ini, melihat kaum wanita dan anak-anak yang seharusnya terlindungi terinjak-injak orang di kerumunan pengantri jatah daging hewan qurban tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Salah satu moment yang sudah menjadi rutinitas tahunan, namun nampakya telah kehilangan banyak maknanya di benak dan hati orang-orang yang merayakannya. Walaupun tak dipungkiri, jika melihat kuantitas, semakin banyak orang yang melaksanakan ibadah yang satu ini. Dari kalangan pejabat negara dan orang-orang ternama lainnya yang memiliki harta berlimpah seakan berlomba-lomba menyerahkan hewan Qurban dengan harga yang tinggi dan kualitas hewan yang terbaik. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hanya saja apakah semua ini adalah cermin dari keikhlasan seperti yang telah diteladankan oleh sang perintisnya yaitu sang kekasih Allah Nabi Ibrahim as. Jika jawabannya belum, tentu semua orang yang berqurban dapat memahami, namun adakah setiap orang yang berqurban juga mau dan bertekad untuk meneladani ? Inilah pertanyaannya. Dan jawaban dari semua ini tercermin dari kehidupan kita sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika dalam masyarakat yang masih diselimuti oleh kereligiusan ini masih berseliweran jiwa-jiwa yang korup, ini menjadi pertanda, bahwa keihlasan umat atas aktivitas berkehidupannya masih diragukan. Bagaimana dapat dikatakan ikhlas, jika walaupun dia bekerja di instansi yang mengatas namakan kepentingan masyarakat namun pada faktanya adalah tempat dirinya memperkaya diri sendiri dengan cara mencurangi hak-hak orang lailn.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kasus-kasus korupsi bermula pada telah hilangnya ikhlas dalam dada setiap pelakunya. Dia telah menjadikan kepentingan diri dan keluarganya satu-satunya alasan beraktivitas. Maka demi kepentingannya sendiri, dia rela bekerja habis-habisan, berkorban waktu dan tenaga, berkorban kebersamaan dengan keluarganya (yang dijadikannya tujuan), berkorban karena telah mempertaruhkan kehormatan dan masa depannya jika ketahuan korupsi dan sebagainya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bagaimana bisa dikatakan berqurban jika sepanjang hidupnya mengabaikan nasib orang lain dalam harta yang diamanahkan kepadanya untuk dia nikmati sendiri.  Bagaimana bisa dikatakan berqurban jika selama usianya tak perduli akibat perbuatannya atas kesengsaraan ribuan saudara sebangsanya gara-gara apa yang &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hati masih berharap banyak dengan fenomena ini, harus selalu ada rasa syukur mengiringi segala keironisan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena hakikat berqurban adalah keikhlasan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikhlas itu suatu keadaan dimana hati kita kosong dari segala sesuatu pada saat melakukan perbuatan yang baik,  kecuali yang ada hanyalah Allah sebagai maksud dan tujuannya&lt;/span&gt;. Maka adakah kita telah menjadikan Allah sebagai sebab dan tujuan dari ibadah qurban ini, adalah hanya Tuhan sendiri yang tahu, sedangkan kita sesama manusia hanya dapat menilai dari yang tersurat dan tersirat  &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berqurban aslinya adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan kita sendiri yang rakus, yang tak pernah puas dengan apa yang telah diberikan Tuhan sehingga bersedia untuk menyikut sana-sini demi kepuasan diri sendiri. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bicara Qurban sesungguhnya  bicara tentang keikhlasan, mempersembahkan yang terbaik yang kita miliki demi mengagungkan Tuhan semesta alam yang imbasnya adalah kebaikan untuk sesama makhlukNYA. Akan mudah sekali untuk merasakan ikhlas manakala kita telah berusaha memmbersihkan diri dari segala kepentingan  *walau hanya sebuah nama baik.*&lt;br&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4853752731173457843?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4853752731173457843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4853752731173457843&amp;isPopup=true' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4853752731173457843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4853752731173457843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/11/mudahnya-ikhlas.html' title='Mudahnya Ikhlas...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6211197301501356138</id><published>2010-10-16T04:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T08:53:34.583-07:00</updated><title type='text'>Memanja Rasa</title><content type='html'>    Dikasar raga mendenyut rasa &lt;br&gt;Menggerakkan nurani dan sanubari silih berganti&lt;br&gt;Sesekali menerbangkan bahgia&lt;br&gt;Sesekali  melayangkan lara&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kunikmati saja rasa yang ada&lt;br&gt;Memanja dengan temuan taqdirnya&lt;br&gt;Jika harusku menerima cinta&lt;br&gt;Maka kurenangi lautan geloranya&lt;br&gt;Jika harusku menelan duka&lt;br&gt;Kuberkhidmat di setiap sudutnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memanja rasaku sempurna&lt;br&gt;Mencicip setiap madu manisnya&lt;br&gt;Menelan setiap pahit getirnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun tak berhingga fakta berkata-kata&lt;br&gt;Ada lebih banyak cinta menyapa &lt;br&gt;Lembut memetik dawai peristiwanya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terbang di ketinggian lazuardy&lt;br&gt;Menabur sinar teduhnya pelangi&lt;br&gt;Membelai mengelus nurani&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di rasaku&lt;br&gt;Kau bertahta&lt;br&gt;&lt;br&gt;  &lt;br&gt; &lt;br&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="never"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vKusjhmJw70?fs=1&amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed allowscriptaccess="never" src="http://www.youtube.com/v/vKusjhmJw70?fs=1&amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/object&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6211197301501356138?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6211197301501356138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6211197301501356138&amp;isPopup=true' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6211197301501356138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6211197301501356138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/10/memanja-rasa_16.html' title='Memanja Rasa'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-2181353425837798754</id><published>2010-10-14T00:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:30:21.756-07:00</updated><title type='text'>Bunda By Melly Goeslaw [ENG SUB]</title><content type='html'>&lt;object style="background-image: url(&amp;quot;http://i4.ytimg.com/vi/7cVkApSGLgI/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7cVkApSGLgI?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7cVkApSGLgI?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-2181353425837798754?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/2181353425837798754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=2181353425837798754&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2181353425837798754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2181353425837798754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/10/bunda-by-melly-goeslaw-eng-sub.html' title='Bunda By Melly Goeslaw [ENG SUB]'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4512828426006014346</id><published>2010-10-13T17:33:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T21:33:12.763-07:00</updated><title type='text'>Curhat</title><content type='html'>Nggak tahu mau posting apa. Tapi begitu membuka &lt;a href="http://brotoadmojo.wordpress.com/2010/10/14/award-arti-sahabat/#comment-1402"&gt;blog teman&lt;/a&gt; yang didalamnya ada tanda persahabatan untukku, air mataku netes lagi. Terimakasih mas Sukadi atas awardnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku lelah dengan tulisan-tulisan yang bersuasana negatif di koran, facebook maupun blog. Dan setiap aku menerima kebaikan orang, walau cuma tulisan atau kata-kata pasti akan membuatku terharu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari-hari ini aku tanpa sadar selalu menyampaikan perasaan, perasaan sayangku kepada sahabat-sahabatku yang sudah seperti saudara, baik di dunia nyata maupun maya. Kadang-kadang hanya dengan mengomentari foto teman SMA-ku di fesbuk, pasti aku tambahkan :"Aku sayang kamu" kecuali kepada teman laki-laki &lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png"&gt;, tentu aku tidak sevulgar itu walaupun di dalam hati rasa sayang itu rata terbagi. Aku merasa, hidup ini terlalu berharga untuk kita pakai saling acuh dan abaikan sesama.  &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pengalaman hidupku, pernah berada dalam suatu organisasi yang tiada hari-harinya selain dari memusuhi pemerintah dan masyarakat di luar kalangannya membuatku merasa jengah. Walaupun organisasi itu berbasis agama, tetapi aku tahu (dengan pengetahuan yang mungkin cetek) bahwa agamaku tidak mengajarkan itu sesungguhnya. Agama yang kuyakini datang dari Tuhan semesta alam aku yakini sebagai pelita yang mencahayai hubungan kemanusiaan sesungguhnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat aku telah keluar dari lingkarannya, dan telah terlepas dari penjara aturan organisasi itu aku mengharap "atmosfir" kesejukan bisa kuhisap dalam-dalam di luar sana, dimana satu sama lain saling menghargai walau ada perbedaan diantara mereka. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun ternyata apa yang kudapat tak seindah yang kuharap. Ternyata, setelah menjadi "masyarakat biasa"pun tanpa diembel-embeli aktivis atau pejuang pun aku mendapati hal yang tidak berbeda. Mereka pun sama saling mencaci di luar kalangannya. Aku bergaul dengan anggota partai tertentu, darinya aku tahu ada perbedaan sikap dan perlakuan kepada orang-orang di luar anggota partainya dan diteruskan sikap itu kepada simpatisannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di dunia maya pun aku "membaca", tak kalah sengit sikap-sikap sumir, sindir-menyindir, keras bahkan  tajam sama ditujukan kepada orang-orang selain diri atau kelompoknya. Selalu ada alasan untuk menjelekkan dan menjatuhkan kehormatan orang lain, bahkan walaupun itu pemerintahnya sendiri, negaranya sendiri, dsb. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk diketahui, aku sama sekali tidak tertarik dengan politik, dan aku bukan pendukung para pelaku politik manapun. Bukan pendukung SBY, bukan pendukung lawan-lawan politiknya juga. Tak ada kepentinganku atas semua itu. Aku hanya ibu rumah tangga biasa yang sama perlu dengan apa-apa yang mereka teriakkan dan tuntut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tetapi tidak harus dengan kata-kata yang menghinakan untuk mengingatkan seseorang, sama sebagaimana kita tak ingin dihina orang. Kita hidup di negeri ini, makan minum di dalamnya, berjodoh beranak pinak di pelukannya,dan mungkin akan mati pun disana pula.&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa harus menanam kebencian untuk menuai kasih sayang. Mengapa harus menebarkan permusuhan untuk menghadirkan persaudaraan. Mengapa harus membuat kehancuran untuk mewujudkan keadilan ?&lt;/span&gt; &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya kira, jika kita bisa mengembalikan diri kita kepada fhitrah kita yang baik aslinya, kita tak akan seberingas ini mensikapi keadaan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Suatu hari (atau sudah kau temukan ???), akan terasa betapa sedikitnya waktu untuk bisa kita mengecap kebahagiaan bersama sesama kita. Bersama orang tua kita, bersama adik kakak kita, bersama suami atau istri kita, bersama teman-teman kita, bersama kerabat, tetangga dan masyarakat sekeliling kita. Bersama pemimpin kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Yang sedikit itu akan sangat terasa manakala kita merasa akan ditinggalkan oleh mereka yang kita sayang dan menyayangi kita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Entahlah....&lt;br&gt;Mungkin perasaan mello ini disebabkan berita mengejutkan sekaligus menyedihkan buatku kemarin sore. Mamaku sakit sahabatku. Mama orang yang aku sayangi sakit. Mamaku mengidap Leukemia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Persahabatan kita disini sudah sangat berharga buatku, tapi ada satu lagi yang aku minta dari pertemanan ini, yaitu do'a. Dengan kerendahan hati saya mohonkan do'a teman-teman untuk Mamaku. Semoga beliau bisa menjalani episode ini dengan sabar, tenang dan tidak kehilangan kebahagiaannya. &lt;br&gt;Allahumma aamiin...&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bogor 14 Oktober 2010&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4512828426006014346?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4512828426006014346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4512828426006014346&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4512828426006014346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4512828426006014346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/10/curhat.html' title='Curhat'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-5389438567088353898</id><published>2010-10-12T04:37:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T08:37:27.891-07:00</updated><title type='text'>Pelukan Untuk Izzabelita</title><content type='html'>&lt;br&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-5389438567088353898?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/5389438567088353898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=5389438567088353898&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5389438567088353898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5389438567088353898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/10/pelukan-untuk-izzabelita.html' title='Pelukan Untuk Izzabelita'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6190875087025445423</id><published>2010-09-16T15:46:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T01:42:19.531-07:00</updated><title type='text'>Ikuti Kata Hatimu</title><content type='html'>Pernah nonton film 'Three Idiots" ?  Disutradarai oleh Rajhkumar Hirani. Film yang menurutku cerdas jalan ceritanya dan sangat menginspirasi. Dulu nonton film India suka suntuk, apalagi kalo udah ada adegan cari-cari pohon sama tiang bendera buat dipake nyanyi dan nari, uhh repot banget. Sekarang sudah banyak film India yang bagus dan mendidik walaupun tetep senderan di pagar dan tembok masih ada kayaknya hehehe. Sudah terlambat membahas film bagus ini, dirilis akhir tahun 2009 lalu (walaupun ada beberapa adegan yang tidak baik untuk ditiru) aku ingin mengambil hikmahnya aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton film itu membuatku ingat dengan keponakanku. Dia bisa mendapatkan profesi sesuai dengan kata hatinya. Keponakanku Erin namanya, sangat suka dengan kucing sejak kecil. Orang tuanya (kakakku) penyayang binatang, ada banyak peliharaan di kebunnya, dan kucing ini termasuk peliharaan yang dibiarkan berkeliaran di dalam rumah. Erin dan kedua adik perempuannya semua sama mencintai binatang berbulu lebat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menduga, perjalanan hidup Erin membawanya pada profesi yang ia inginkan. Setelah lulus dari SMA di daerahnya ia melanjutkan pendidikannya ke jurusan peternakan di IPB Bogor. Dan menyelesaikan seluruh pendidikan kedokteran hewannya di UGM Yogya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagiaku untuknya, sekarang ia sudah menikah dan mengandung anaknya yang pertama, bersama suami dari bidang profesi yang hampir sama ia nampak sangat menikmati hari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TJMpSRn-LVI/AAAAAAAAA08/NmuMWDOYg6w/s1600/erin1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TJMpSRn-LVI/AAAAAAAAA08/NmuMWDOYg6w/s320/erin1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TJMpeqWF9dI/AAAAAAAAA1E/kuUVLIE6AAk/s1600/erin2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TJMpeqWF9dI/AAAAAAAAA1E/kuUVLIE6AAk/s320/erin2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Foto 1 : Erin yang pake kerudung hitam &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Foto 2 : Masih pake kerudung hitam, suaminya dibelakang mereka sedang asyik dg pasiennya &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari kita yang menjalani profesinya tidak sesuai dengan hati nuraninya, membuat pelakunya berat menjalaninya. Jangankan untuk bisa berdedikasi dan berintegritas, mau disiplin aja sulit. Makanya menurutku banyak kejadian diberitakan di TV seperti PNS ( yang bukan PNS juga banyak) sering bolos atau mangkir, pas jam kerja keluyuran di mall-mall, menurutku mereka adalah orang-orang yang kurang mencintai pekerjaannya. Hanya mengharapkan salarynya aja, nggak fair memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang aku "lihat" di film yang tersebut di atas bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, untuk mengikuti kata hati dalam memutuskan profesi apa yang akan kita pilih dalam kehidupan kita, sebelum kita menyesalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tua (mungkin termasuk kita sendiri) sering memaksakan kehendak kepada anak-anak kita, disadari atau tidak. Memasukkan mereka ke sekolah-sekolah tertentu untuk mengarahkan masa depan mereka. Menyuruh mereka les ini dan itu yang melelahkan otak dan hati mereka, karena belum tentu itu yang mereka suka dan inginkan walau dari "luar" mereka tampak enjoy-enjoy saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lebih menginginkan mempunyai anak yang otaknya jenius daripada anak yang berani menghadapi kehidupan dengan apa yang ia punya. Kita lebih menginginkan memilik anak yang terkenal daripada anak yang bahagia dengan masa kecilnya. Kita lebih menginginkan memiliki anak yang asal punya pekerjaan di masa dewasanya daripada anak yang berintegritas tinggi terhadap pekerjaannya apapun itu. Tak heran banyaknya koruptor di masa kini menurutku juga karena mereka tidak benar-benar mencintai pekerjaannya, hanya mengambil "manfaatnya" saja untuk memperkaya dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita lihat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat kita, jika bapaknya polisi cenderung akan mengarahkan anaknya jadi polisi juga, jika bapaknya tentara cenderung akan mengarahkan anaknya jadi tentara juga, orang tuanya guru maka anak-anaknya pasti ada yang menjadi guru juga, orangtuanya dokter maka anak-anaknya tidak akan jauh-jauh dari profesi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak salah jika orang tuanya seorang pengusaha menginginkan anaknya jadi pengusaha juga atau profesi-profesi lain. Tapi kita tidak boleh mengabaikan kata hati anak, mereka juga memiliki hak untuk bahagia dengan profesinya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua yang mencintai mereka kita bisa membaca apa minat mereka sejak kecil, apa saja kecenderungannya, apa yang mereka minati. Kemudian membantu memberikan gambaran  kepada anak-anak kita tentang apa yang disukainya dan kemungkinan-kemungkinannya di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, aku sendiri telah merasakannya, bagaimana memiliki profesi yang sesuai dengan minat dan bakatku sendiri. Aku dapat melakukan hobyku sekaligus mendapatkan bonusnya berupa salary yang cukup dalam pandanganku. Yang penting aku bahagia, dan ketika kita bahagia menjalani profesi kita, maka secara otomatis kita akan menyerahkan segala integritas kita dalam pekerjaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada quote menarik dalam film Three Idiots yang aku suka :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ikutilah kata hatimu, sebelum kau berbaring di ranjang kematianmu dan menyesali keputusanmu dahulu, percayalah all is well (maksudnya mungkin "everything is gona be okay").&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So tunggu apa lagi, semangaatt....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6190875087025445423?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6190875087025445423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6190875087025445423&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6190875087025445423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6190875087025445423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/09/ikuti-kata-hatimu.html' title='Ikuti Kata Hatimu'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TJMpSRn-LVI/AAAAAAAAA08/NmuMWDOYg6w/s72-c/erin1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1574620458207969873</id><published>2010-08-24T19:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T23:03:59.137-07:00</updated><title type='text'>Yusnita Febri</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://zaffara.multiply.com/photos/hi-res/1M/466"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.zaffara.multiply.com/image/B5xvIGyTgIZTa+FIkxhtwg/photos/1M/300x300/466/IMGP0441.JPG?et=T9U%2CvqTB%2B19%2Cs4lU1KzGTw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1574620458207969873?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1574620458207969873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1574620458207969873&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1574620458207969873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1574620458207969873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/08/yusnita-febri.html' title='Yusnita Febri'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3631338414577316294</id><published>2010-08-09T22:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T02:11:36.328-07:00</updated><title type='text'>Nathan dan Mama</title><content type='html'>&lt;a href="http://zaffara.multiply.com/photos/hi-res/1M/279"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://zaffara.multiply.com/photos/hi-res/1M/280"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.zaffara.multiply.com/image/Po2ZG9EVkbRqVRcvDnopIQ/photos/1M/300x300/280/P10-08-10-15-591.jpg?et=kv2LOFbZPkeEWcXJMtGNeQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://zaffara.multiply.com/photos/hi-res/1M/279"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.zaffara.multiply.com/image/3W6yoo+g9SHa1vPlYm3H0A/photos/1M/300x300/279/P10-08-10-15-595.jpg?et=nxwVCH%2BzCvd%2CuM6MHufsAQ&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;Pake pensil anakku, moga-moga mbak Febbie nggak kecewa yaa...&lt;br&gt;*Eh diposting disini, abis yg bisa ngaplot foto kan yg aku tau cuma disini...gaptek-ku kumat mbak*&lt;br&gt;&lt;br&gt;O ya salam kenal buat Nathan yaaa....&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/smile.png"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3631338414577316294?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3631338414577316294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3631338414577316294&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3631338414577316294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3631338414577316294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/08/nathan-dan-mama.html' title='Nathan dan Mama'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7537517543206190563</id><published>2010-08-06T07:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T02:11:53.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Cintaku Untuk Indonesia</title><content type='html'>Kata orang....&lt;br /&gt;Perancis itu negeri&amp;nbsp; romantis&lt;br /&gt;Siapa yang datang kan terhipnotis&lt;br /&gt;Serasa jatuh cinta setiap waktu&lt;br /&gt;Menimpa siapa saja yang bertamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang...&lt;br /&gt;Spanyol itu negri indah tak terkata&lt;br /&gt;Pemilik&amp;nbsp; keelokkan di Andalusia&lt;br /&gt;Memecut hati orang terbang kesana&lt;br /&gt;Kota Granada membius jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang...&lt;br /&gt;India itu negeri yang kaya&lt;br /&gt;Beragam suku dan budaya&lt;br /&gt;Taj Mahl menjadi lambang cinta&lt;br /&gt;Negeri bertabur indahnya wanita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang...&lt;br /&gt;Amerika itu negeri yang hebat&lt;br /&gt;Tempat berkumpul para Teknokrat&lt;br /&gt;Menjadi raja menguasai dunia&lt;br /&gt;Siapa saja dapat diaturnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mengapa tetap saja...&lt;br /&gt;Di jiwaku hanya ada Indonesia&lt;br /&gt;Tanah tempat ibuku mencinta&lt;br /&gt;Air tempat masa kecilku bercengkrama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenda usiaku disetiap jengkal rerumputannya&lt;br /&gt;Merajut kenanganku disetiap jatuh air hujannya&lt;br /&gt;Tempat melihat ayahku berjuang menyekolahkanku&lt;br /&gt;Tempat melihat ibuku menjahit baju pengantinku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar indah negeri lain dikata orang&lt;br /&gt;Tak hendak aku mengejarnya&lt;br /&gt;Biar bobrok negriku dicerca orang&lt;br /&gt;Tak hendak aku meninggalkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kupuaskan pengabdianku&lt;br /&gt;Untuk membangun negriku&lt;br /&gt;Biarlah kuhabiskan kekuatanku&lt;br /&gt;Untuk menolong saudara sebangsaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi syukurku kepada Tuhanku&lt;br /&gt;Telah menyimpan jiwa ragaku&lt;br /&gt;Di negeri zamrud khatulistiwa&lt;br /&gt;INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis untuk mengikuti lomba &lt;a href="http://abdulcholik.com/2010/08/01/gelar-puisi-aku-cinta-indonesia/"&gt;Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia&lt;/a&gt; yang diselenggarakan &lt;a href="http://abdulcholik.com/"&gt;Blogcamp&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mencoba membuat puisi ala Pakde cholik, semoga yang punya hajat berkenan, amiin ^,^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7537517543206190563?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7537517543206190563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7537517543206190563&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7537517543206190563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7537517543206190563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/08/cintaku-untuk-indonesia.html' title='Cintaku Untuk Indonesia'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3144359462510151697</id><published>2010-07-31T06:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-31T06:08:22.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hening...</title><content type='html'>Telagaku hening.....&lt;br /&gt;Hanya sedikit angin menggoda dedaunan&lt;br /&gt;Sedang apakah katak di bentang teratai itu ?&lt;br /&gt;Adakah ia tengah diliput bahagia&lt;br /&gt;Kudengar ia melantunkan latansa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh telagaku sunyi....&lt;br /&gt;Hanya gemericik airnya kudengar resik&lt;br /&gt;Adakah bulan itu tersenyum padaku ?&lt;br /&gt;Sinarnya berpendar saat kutatap ia&lt;br /&gt;Mungkin ia malu mengungkapkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangku&amp;nbsp; bergelombang di air cerminmu telagaku....&lt;br /&gt;Ia meliukkan tarian magis disetiap kilaunya&lt;br /&gt;Seakan mengejekku yang terduduk beku&lt;br /&gt;Menanti amarahku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No...no.....no...!!!&lt;br /&gt;Tak bisa kau temukan murkaku hai bayanganku !&lt;br /&gt;Telah kubuang ia ke lumpur terhitam&lt;br /&gt;Dan kucampakkan ia ke negeri terjauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya senyuman nan kusimpan rapih&lt;br /&gt;Di kotak perhiasan kalbuku terdalam&lt;br /&gt;Dan kukunci ia dengan api emas&lt;br /&gt;Bertudung ikhlas sehalus pualam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telagaku sepi malam ini&lt;br /&gt;Hanya suara jengkrik berderik&lt;br /&gt;Mengiring symphony semesta telagaku&lt;br /&gt;Menuntun lagu rindu kecapiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telagaku hening......&lt;br /&gt;*suara air mengalir tenang.......*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3144359462510151697?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3144359462510151697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3144359462510151697&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3144359462510151697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3144359462510151697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/07/hening.html' title='Hening...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1393197983294233336</id><published>2010-07-25T07:17:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T12:33:17.116-07:00</updated><title type='text'>Ngaku = Lelah dan Capek = Nihil</title><content type='html'>Menjadi diri yang ikhlas itu tidak semudah mengucapkannya. Ia mensyaratkan kekosongan dari pamrih. Padahal banyak hal yang manusia sulit sekali untuk tak berpamrih jika tak cepat sadar akan hakikatnya diri yang sesungguhnya faqir, tak punya daya dan kekuatan jika tidak bersama Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pada zaman dimana dunia sudah penuh dengan hukum-hukum pro-nafsu. Yang tersurat maupun yang tersirat, tertulis maupun terjabarkan. Segala hal butuh pengakuan, bahkan pengakuan menjadi sumber rezeky. Merambah ke semua arah, segala profesi maupun non profesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ditelisik kemudian mengapa orang butuh pengakuan? apakah demi harga diri? ataukah agar supaya orang lain tahu hak-haknya? atau seperti diungkapkan pertamakali, karena disitu ada sumber penghasilan ? Jawabannya akan bergantung pada kejujuran hati nuraninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak fenomena saat ini dari pemberitaan-pemberitaan di berbagai media, dimana nampaknya orang-orang berani berjuang demi sebuah pengakuan bahkan walaupun harus berkorban harta, waktu bahkan nyawa. Banyak terjadi sengketa diantar anak bangsa hanya karena masalah ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah kita temukan bagaimana jika seseorang tersinggung dengan seorang lainnya maka akan melayang surat-surat somasi untuk orang yang telah menyinggungnya. Jika kebetulan orang itu public figure maka tidak cukup surat somasi, melainkan diadakanlah konferensi pers untuk memperjelas ketersinggungannya tak perduli apakah perso'alannya adalah perso'alan penting (untuk masyarakat) ataukah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita menyaksikan, bahkan pelaku-pelaku kejahatan pidana maupun asusila pun masih berusaha mencari celah untuk dirinya mendapatkan pengakuan itu, mengumpulkan alasan-alasan untuk mendapatkan pembenaran dari masyarakat atau setidaknya permakluman atas apa yang telah dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sedang membicarakan para artis ? Tidak sama sekali ! Kita sedang membicarakan diri sendiri. Apakah kita ini sekarang ? sebagai pemimpin perusahaan yang ingin dihormati ? lalu jika ada karyawan yang tak sependapat dengan kita maka kita akan membuat segala cara agar dia sefaham dengan kita atau memecatnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sebagai pejabat negara yang ingin diakui, maka segala kebijakan yang kita putuskan harus dibenarkan dan didukung ? Jika ada yang berani mempertanyakan bahkan menentang maka kita akan berusaha meredamnya bahkan memberangusnya dan menganggap mereka sebagai musuh negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sebagai ulama atau aktifis da'wah, yang ingin diakui, maka jika kita bicara sesuatu rasanya tidak afdhal jika tak menyitir kitab suci walau bagaimanapun, kapanpun dan dimanapun? dan karena yang disitir adalah kitab suci maka orang yang mendengar "tak pantas" untuk memiliki pendapat berbeda ? Lalu jika mereka tetap dalam perbedaan pemahamannya maka kita akan memutuskan bagi mereka kaum yang mufasiq, dzalim bahkan kafir seolah kita telah menjadi hakim ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sebagai seniman dan budayawan yang ingin diakui ? maka identitas kebudayawanan dan kesenimanan kita harus terjelaskan berupa kebijaksanaan, keberfihakkan, keorisinilan, kepintaran sekaligus kekhasan (kalau tidak bisa disebut ke-slengean). Karena yang menjadi bahan rujukan budayawan dan seniman itu filsafat kebenaran, maka siapa atau fihak manapun yang bersuara berbeda dengannya maka akan dianggap pecundang dimana gagasan-gagasan mereka dianggap pembodohan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita sebagai jurnalis kawakan dari media yang terpercaya yang ingin diakui maka segala pemberitaan kita harus menghebohkan, harus yang paling awal merilis, harus kontroversial, harus "terkesan tajam" dan "terkesan" berfihak kepada rakyat kecil ? Karena merasa pandai, tajam dan terpercaya  maka  seandainya ada media lain yang lebih cepat, lebih tajam, lebih akurat maka segala cara boleh dilakukan demi menaikkan popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hanya masalah pengakuan.&lt;br /&gt;Bahkan orang-orang kecil dan lemahpun butuh pengakuan. Berapa banyak orang-orang berdemo, mengandalkan jumlah kawan yang banyak untuk menebus kekurangan mereka dalam hal ekonomi ataupun pendiskriminasian, mengeluhkan ketidak adilan, menuntut perbaikan nasib, memaksa dilakukan perubahan hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah salah kita menuntut hak untuk sebuah pengakuan ? dengan kata lain :"Apakah 'Ngaku' itu salah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam khususnya, Nabi saw kita mengajarkan kepada kita untuk "mengambil" bagian dari dunia ini seperlunya, tidak berlebih-lebihan. Seperlunya kita hidup. Bahkan ada hadistnya yang berisi :"Makanlah dan minumlah kamu sekedar agar punggungmu tegak" (HR. Bukhary-Muslim). Terkait dengan masalah keperluan ragawi, seprti demikianlah yang dicontohkan.&lt;br /&gt;Maka jika telah melampaui keperluan,  dikhawatirkan telah jatuh pada sikap berlebihan. Itulah yang membawa orang kini sibuk sekali mengelola pekerjaan dan harga dirinya dimata umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan adalah hal lain diluar keperluan hidup sesungguhnya, yang walaupun orang kini  berjuang keras mendapatkannya. Untuk apa pengakuan itu jika saja kita mau menyadari bahwa jangankan untuk bisa berfikir, bekerja, meraih prestasi-prestasi, mengembangkan sayap "kesuksesan" dan sebagainya sedang bernafaspun kita tidak bisa kecuali karena oleh dan bersama Tuhan saja yang Allah asmaNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sesederhana itu . Tidak sulit sesungguhnya untuk tidak mengaku atau merasa paling pintar sendiri, paling benar sendiri, paling kuat sendiri. Diri ini akan asyik "memandang" kepandaian, kebenaran dan kekuatan Tuhan saja. Dan segala yang ada di dunia ini tidak ada kecuali karena bersumber dari Pintar, Benar dan Kuatnya Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sulit itu justru kalau sudah ngaku atau "merasa memiliki" pintar, benar dan kuatnya. Hidupnya lelah mengejar-ngejar pengakuan orang lain, kalaupun ada harta yang didapat, ataupun sedikit penghormatan, maka itu semua tak akan dibawa mati yang mutlak/pasti kedatangannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka belajar untuk ikhlas, belajar sampai ajal tiba. Belajar menafikan segala yang fana ini, sambil terus menegakkan dzikir kepada Yang Maha Ada, Yang paling pantas untuk 'Ngaku', mengakui bahwa segala yang ada ini adalah CiptaanNYA, PerbuatanNYA, Maha KaryaNYA.&lt;br /&gt;Sambil terus berkarya, karena sebagai manusia karya kita akan menjadi pancatan yang kokoh untuk bisa sampai kepadaNYA jika dilakukan dengan IKHLAS.  &lt;br /&gt;&lt;div class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1393197983294233336?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1393197983294233336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1393197983294233336&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1393197983294233336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1393197983294233336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/07/ngaku-lelah-dan-capek-nihil.html' title='Ngaku = Lelah dan Capek = Nihil'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4439114813983437837</id><published>2010-07-19T03:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T03:45:58.567-07:00</updated><title type='text'>Do'a Anaku Di Sore Itu</title><content type='html'>Sore ini, aku baru&amp;nbsp; sempat mencuci bertumpuk baju keluargaku karena kesibukan hari kemarin hingga siang tadi. Saat aku hampir menyelesaikan pekerjaanku, muncul Fadly anak laki-lakiku. Terdengar di telingaku dia bergumam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;b&gt;" Kasian Umy, banyak pekerjaan. Umy capek ya ?".&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum kepadanya, Fadly anak laki-lakiku berusia 5.5 tahun yang paling sering membuat hatiku ketar-ketir karena tingkah polahnya yang sering membuat seisi rumah kesal dan marah. Tetapi Fadly juga anak yang paling sering menunjukkan empatynya kepada ibunya ini. Mendengar dia bertanya demikian, aku hanya tersenyum dan menjawab :"Adek do'ain umy ya". Tanpa kupinta lagi, dengan lancar ia berdo'a dalam bahasanya sambil berdiri di belakangku yang masih menjemur pakaian-pakaian basah itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;" Ya Allah, Umy jangan sakit ya Allah. Umy jangan diapa-apain. Pliiis ya Allah. Aku janji nggak nakal sama Neng ( Rahma adik bungsunya). Aku nggak jajan 2000 (maksudnya 2000 rupiah) lagi Ya Allah,&amp;nbsp; Suer SDA (Swear Sumpah Demi Allah). Umy sehatin ya Allah. Pliiis ya Allah Amiin "&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap membuka tanganku, diantara rasa haru dan geli, tetapi tetap kuamini dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terimakasih Ya Allah, setiap hari Kau anugrahkan "syurga" di hatiku melalui mereka anak-anakku &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4439114813983437837?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4439114813983437837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4439114813983437837&amp;isPopup=true' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4439114813983437837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4439114813983437837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/07/doa-anaku-di-sore-itu.html' title='Do&apos;a Anaku Di Sore Itu'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7902574195305979759</id><published>2010-07-12T04:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T04:39:12.276-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Persahabatan</title><content type='html'>Bismillahrrahmanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Nggak apa-apa dek, santai aja :)"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat yang membuatku lega. Kalimat itu datang dari seorang penulis "besar" yang telah menjadi teman kontak-ku bernama &lt;a href="http://anadia.multiply.com/"&gt;Asma Nadia &lt;/a&gt;di PMku di Multiply. Beliau membalas permohonan maafku atas terimportnya postingan-postinganku dari Blogspot ke Multiply yang aku khawatir akan memenuhi notifikasinya dan membuat beliau kurang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang lagi balasan dari mbak &lt;a href="http://wardatulmahabbah.multiply.com/"&gt;Wardatulmahabbah &lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;sudahlah ukhty..&lt;br /&gt;ndak usah terlalu dipikirkan&lt;br /&gt;itu hanya masalah  kecil&lt;br /&gt;yang terpenting kita tidak punya niatan untuk menganggu mereka&lt;br /&gt;dan  selalu berusaha untuk menjadi yg lebih baik&lt;br /&gt;luruskan niat ukh..&lt;br /&gt;berdo'a  sama Allah semoga diberi kemudahan dalam menghadapi tiap persoalan.&lt;br /&gt;lanjutkan  saja..&lt;br /&gt;jangan terlalu dimasukan dihati apa kata orang&lt;br /&gt;hidup  jangan hanya dengan memakai perasaan&lt;br /&gt;tapi pandang juga dengan realita  kehidupan&lt;br /&gt;jangan hatimu terlalu terluka&lt;br /&gt;oleh akibat tikaman kata  kata manusia&lt;br /&gt;lebih baik simpan hatimu untuk keindahan segala  karunia-Nya..:)&lt;br /&gt;ikhlas dan sabar ya ukh..:)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adalagi balasan PM dari mas &lt;a href="http://hwibntato.multiply.com/"&gt;Hendra Wibawa&lt;/a&gt; yang membuatku merasa lega dan merasa disambut dengan "kehangatan" di rumah tulisan baruku di Multiply.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah sahabat ? Semua ungkapan diatas adalah kebahagiaan pertamaku di Multiply setelah kejadian tereksportnya postingan-postinganku di Blogspot ke Multiply telah membuat beberapa sahabat di MP kurang nyaman dan keluhan-keluhan mereka membuatku merasa tidak enak sebagai new comer sudah membuat "masalah". Bagaimanapun kehadiran ditempat yang baru adalah sebuah "curious" sekaligus kegembiraan ditambah kebingungan. Maka munculnya teman-teman baru yang mengulurkan keramahan dan permakluman atas kekurangan kita sebagai pendatang baru sangatlah mengesankan. Oleh sebab itu dengan cepat nama-nama mereka menjadi akrab dan terasa "hangat" di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian itu aku belajar untuk berusaha menjadi teman&amp;nbsp; yang baik sesama MPers dan tentu saja demikian pula dimanapun baik di Blogspot maupun situs-situs lainnya. Sebagai pendatang&amp;nbsp; harus memperhatikan kebiasaan baik di tempat yang baru, jangan sampai kehadiran kita di tempat itu membuat "onar/ heboh" yang mengusik ketenangan dan kenyamanan mereka. Demikian pula jika kita menjadi "penghuni lama" akan menjadi rahmat kehadiran kita itu apabila jika datang pendatang baru kita sambut dengan baik penuh keramahan walau dengan gayanya sendiri-sendiri. Memberi tahu dengan cara yang baik apabila terlihat sang tamu kurang memahami aturan-aturan main di tempat barunya itu (sebagaimana yang aku alami&amp;nbsp; di blogspot ini saat seorang sahabat baikku mbak &lt;a href="http://sabarya.blogspot.com/"&gt;Latifah Hizboel&lt;/a&gt; dengan sabar mengajariku memasang link ataupun award dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bergaul di dunia internet pun tidak berbeda aku kira aturannya dengan bergaul di dunia nyata dimana agama mengajarkan untuk saling menghormati, saling menyayangi, saling mendukung dalam kebaikan.Oleh sebab itu semoga kehadiranku dimanapun mendatangkan manfaat bagi sahabat-sahabatku dan diriku sendiri. Apabila terdapat kekurangan atau kekhilafanku sudilah kiranya untuk memaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah sekali persahabatan jika dinaungi dengan saling menyayangi satu sama lain karenaNYA.&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7902574195305979759?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7902574195305979759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7902574195305979759&amp;isPopup=true' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7902574195305979759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7902574195305979759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/07/indahnya-persahabatan.html' title='Indahnya Persahabatan'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-276226696943064337</id><published>2010-07-10T13:32:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T13:36:27.520-07:00</updated><title type='text'>Diantara misykat dan resahnya...</title><content type='html'>Dia bahagia...&lt;br /&gt;Begitu kata orang...&lt;br /&gt;Melihatnya ceria ditengah kesibukannya&lt;br /&gt;Tak salah orang menilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ada seonggok sesal di sudut jiwanya&lt;br /&gt;Menemaninya disetiap hiatusnya&lt;br /&gt;Mengapa hanya secuil&amp;nbsp; yang dimilikinya&lt;br /&gt;Disaat ia merasa mampu merengkuhnya dengan seluruh dekapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepasrahan dari sebuah&amp;nbsp; keterpaksaan&lt;br /&gt;Ketika keadilan tak diperuntukkan bagi dirinya&lt;br /&gt;Bagaimanapun ia mencoba bertahan&lt;br /&gt;Terpuruk juga pada akhirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia gembira...&lt;br /&gt;Begitu kata orang...&lt;br /&gt;Melihatnya riang ditengah aktivitasnya&lt;br /&gt;Tak salah orang menilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ada gundah di relung hatinya&lt;br /&gt;Mengiringinya disetiap diamnya&lt;br /&gt;Mengapa Tuhan memilihkan ini untuknya ?&lt;br /&gt;Disaat ia merasa mampu menjadi yang selainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya setangkup do'a terjabarkan&lt;br /&gt;Terbuka segala rahasia perso'alan&lt;br /&gt;Membiarkan kembali syukur menelisik dada&lt;br /&gt;Kembali mencari misykat nan bercahaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-276226696943064337?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/276226696943064337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=276226696943064337&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/276226696943064337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/276226696943064337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/07/dia-bahagia.html' title='Diantara misykat dan resahnya...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7679399466608521358</id><published>2010-06-26T09:49:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T09:49:48.470-07:00</updated><title type='text'>Aku....</title><content type='html'>Inilah Aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kau akan memperumpamakanKU ?&lt;br /&gt;Sedang Aku bukan segala yang dapat kau jelaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak datang kepadamu, karena Aku tidak jauh &lt;br /&gt;Aku pun tiada pergi darimu, karena Aku tidak berjarak&lt;br /&gt;Jika Aku begitu dekat maka dekatKU tak menyesakkanmu&lt;br /&gt;Jika Aku begitu lekat maka lekatKU tak menyempitkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan penunggu dari masa yang lalu&lt;br /&gt;Aku bukan pendatang dari masa yang baru&lt;br /&gt;Aku tak didahului &lt;br /&gt;Aku tak diakhiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berada dimanapun&lt;br /&gt;Aku tak terdinding ruang&lt;br /&gt;Aku berada kapanpun&lt;br /&gt;Aku tak dihalangi waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergerak sesukaKU&lt;br /&gt;Dan bergerak adalah SifatKU&lt;br /&gt;Aku berkehendak semauku&lt;br /&gt;Dan berkehendak adalah KhasKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meliputimu&lt;br /&gt;Aku menyertaimu&lt;br /&gt;Aku menunggumu&lt;br /&gt;Dalam pintu nuranimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat CahayaKU&lt;br /&gt;Kau akan mendapatkan isyaratKU&lt;br /&gt;Datanglah padaKU&lt;br /&gt;Disitu kebahagiaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Aku...&lt;br /&gt;Berkehendak agar kau pulang kepadaKU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7679399466608521358?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7679399466608521358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7679399466608521358&amp;isPopup=true' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7679399466608521358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7679399466608521358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/aku.html' title='Aku....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6688077420373643270</id><published>2010-06-23T01:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T01:46:53.240-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Aku Tak Tahu....</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="tower" style="color: white;"&gt;Tercekat aku di sudut kebisuanku&lt;/div&gt;&lt;div class="tower"&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Menyaksikan bencana dan durjana semakin mengakar mengurat nadi&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Meraja lela di pelosoknya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Mewabah di setiap lorong-lorong&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Menghantui rumah-rumah si lemah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Telah tak memandang siapa&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Kawan, sahabat ataupun saudara&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Orang tua ataupun anak mendapatkan aniaya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Lebih mulia binatang melata&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dibiarkan hidup sedang nyawa manusia tlah tak berharga&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Mengapa DIA  membiarkan ini semua terjadi ?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Rumah-rumah yang digusur tanpa ampun, ketimpangan sosial  yang memuakkan, bencana dan wabah penyakit yang bertubi-tubi, kerusakan  moral dari kalangan kanak-kanak hingga lansia, pelacuran terselubung  maupun terbuka, penyimpangan seksual, pemerkosaan, pembunuhan...???&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA  saat bayi-bayi tak bersalah itu dibunuh ibunya?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA saat  anak-anak tak bersalah itu diperkosa,disodomi, dibunuh pula?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA  saat anak-anak yang ditinggal orang tuanya bekerja menjadi arang,  terbakar hidup-hidup dirumahnya yang terbakar?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA saat para  istri tercabik-cabik hatinya luar biasa disaat suaminya memadu kasih  dengan wanita lain?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA saat para perampok menyatroni rumah dan  membunuh penghuninya tanpa rasa berdosa? Dimana DIA saat para penjajah  itu merangsek masuk ke negeri orang membantai membunuhi warganya? &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA saat si sakit meraung-raung tak bersuara menahankan penderitaan di tubuh lemahnya ?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana DIA ????&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Dimana  Allahku.....???&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Menangis........ &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Menangis aku dalam hatiku....&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt; Senyaap.......Heniing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;  Sesuatu mengetuk-ngetuk pintu kalbuku...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Melingkari  relungku dengan bias cahaya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Deg deg deg&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Huw Huw Huw&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Kurasakan  DIA amat dekat padaku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Tak dapat kutebak jarakNYA&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Namun NafasNYA menyelubungiku&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Membuatku  tenggelam di dalam RahasiaNYA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku  tersilau dalam MisykatNYA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Cahaya  di atas Cahaya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;&lt;span style="color: #444444;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Seketika membahana didalam akal dan merasuk kedalam  nuraniku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Tak usah kau  pertanyakan kebijakanKU &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Biarlah  AKU tetap menggenggam RahasiaKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;IlmuKU meliputi segalanya diseluruh CiptaanKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Dan tiada yang kau ketahui melainkan  amat sedikit &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Yakinilah !!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Kasih sayangKU melampaui murkaKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Maka  Bersyukurlah kepadaKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #20124d;"&gt;&lt;b&gt;Dan  tetaplah mengingatKU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Tiba-tiba aku menyadari kefaqiranku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Bahwa benar tiada  yang kuketahui kecuali sedikit dari apa yang diberikan Tuhanku&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Kehadiranku  sajapun di dunia ini dahulu tak kumengerti sebagai bayi merah tak  berdaya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku tak pernah memilih kehidupanku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Bahkan aku tak memilih ragaku sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku tak memilih ayah dan ibuku darimana aku lahir &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku tak mengetahui setiap sel dalam tubuhku bergerak di jagad ragaku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku tak mengetahui setiap detak jantungku mengetuk tanda kehidupanku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku tak mengetahui setiap hela nafasku menyambung setiap detik usiaku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Aku tak tahu....&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Sungguh aku tak tahu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Hanya DIA yang Maha Tahu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Sesungguhnya kita semua milikNYA, dan kita semua akan kembali kepadaNYA&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white;"&gt;Cukuplah Allah saja bagiku&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6688077420373643270?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6688077420373643270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6688077420373643270&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6688077420373643270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6688077420373643270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/aku-tak-tahu.html' title='Aku Tak Tahu....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4297811179776708472</id><published>2010-06-20T21:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T21:22:14.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kontes'/><title type='text'>Prasangka Buruk</title><content type='html'>setiap berkunjung ke blog itu, selalu terkesima.  Terkesima dengan kreativitas dan inovasi-inovasinya. (tolong terjemahkan apa perbedaan kreatif dan inovatif, jangan-jangan artinya sama nih ^;^). sesuatu yang tak terfikirkan, dimunculkan lagi oleh blog ini, yaitu menciptakan Peribahasa baru. selama ini yang kita tahu dan disuruh dihafal disekolah adalah peribahasa-peribahasa lama. Jadi lomba membuat peribahasa ini ide yang sangat brilian menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Dalam rangka menyambut atau mangayo bagyo RiRi ( Hari Berdiri ) BlogCamp yang pertama tahun 2010 ini, saya menggelar sebuah acara lagi bertajuk  &lt;a href="http://abdulcholik.com/2010/06/21/kontes-menulis-peribahasa/"&gt;“Kontes Menulis Peribahasa”&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TB7lvavxDaI/AAAAAAAAAvg/-TIv3DHwfvs/s1600/kontes+menulis+peribahasa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TB7lvavxDaI/AAAAAAAAAvg/-TIv3DHwfvs/s1600/kontes+menulis+peribahasa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Demikian sebagian isi ajakan penyelenggara kontes ini, semoga apa yang akan kubuat dengan peribahasaku ini, memiliki makna yang baik, setidaknya untuk diriku sendiri. Ini peribahasaku yang akan kuikutkan kontes :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Peribahasa : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jangan berteman dengan prasangka burukmu, ia akan membunuhmu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Arti dan Maksud :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: left;"&gt;Jika benak dan hati kita selalu dipenuhi dengan prasangka buruk kepada orang lain, apalagi orang-orang terdekat kita, maka selamanya kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Hari-hari kita akan selalu dipenuhi curiga dan syak wasangka yang akan mempengaruhi hubungan baik kita dengan orang lain bahkan memperburuk kesehatan jiwa dan raga kita, dan yang paling parah adalah jika kita mengikuti prasangka buruk itu dengan tindakan tercela, maka ia akan menjerumuskan dan jadilah kita orang yang celaka. Na'udzu billah. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange; text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Semoga kita tidak termasuk orang yang mudah berprasangka buruk, jadilah orang yang lapang dada, hati kita hanya penuh dengan dzikir dan keikhlasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4297811179776708472?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4297811179776708472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4297811179776708472&amp;isPopup=true' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4297811179776708472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4297811179776708472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/prasangka-buruk.html' title='Prasangka Buruk'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TB7lvavxDaI/AAAAAAAAAvg/-TIv3DHwfvs/s72-c/kontes+menulis+peribahasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total><georss:featurename>Bogor, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.589166 106.792999</georss:point><georss:box>-6.6744295 106.67626949999999 -6.5039025 106.9097285</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6634405432351879260</id><published>2010-06-18T11:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T16:09:19.161-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><title type='text'>Allah Knows</title><content type='html'>&lt;object height="364" width="445"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xIEoWSB63hI&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;border=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xIEoWSB63hI&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you feel all alone in this world&lt;br /&gt;And there's nobody to count your tears&lt;br /&gt;Just remember, no matter where you are&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you carrying a monster load&lt;br /&gt;And you wonder how far you can go&lt;br /&gt;With every step on that road that you take&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No matter what, inside or out&lt;br /&gt;There's one thing of which there's no doubt&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And whatever lies in the heavens and the earth&lt;br /&gt;Every star in this whole universe&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you find that special someone&lt;br /&gt;Feel your whole life has barely begun&lt;br /&gt;You can walk on the moon, shout it to everyone&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you gaze with love in your eyes&lt;br /&gt;Catch a glimpse of paradise&lt;br /&gt;And you see your child take the first breath of life&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you lose someone close to your heart&lt;br /&gt;See your whole world fall apart&lt;br /&gt;And you try to go on but it seems so hard&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You see we all have a path to choose&lt;br /&gt;Through the valleys and hills we go&lt;br /&gt;With the ups and the downs, never fret never frown&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRIDGE:&lt;br /&gt;Every grain of sand,&lt;br /&gt;In every desert land, He knows.&lt;br /&gt;Every shade of palm,&lt;br /&gt;Every closed hand, He knows.&lt;br /&gt;Every sparkling tear,&lt;br /&gt;On every eyelash, He knows.&lt;br /&gt;Every thought I have,&lt;br /&gt;And every word I share, He knows.&lt;br /&gt;Allah knows&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;Artist : Zain Bikha&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6634405432351879260?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6634405432351879260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6634405432351879260&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6634405432351879260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6634405432351879260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/allah-knows.html' title='Allah Knows'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-5133727898473266701</id><published>2010-06-17T21:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T21:59:54.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>God  Spot ;  Menjadi hamba yang berkibar dengan Tuhannya</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdesir hati saya saat membaca sebuah artikel yang bagi saya sangat "mencerahkan" akal budi dan kesadaran bathin. Artikel itu bertema 'God Spot' *Titik Tuhan* dimana selama ini orang memahami hal itu pusatnya berada di otak. Mungkin tidak sepenuhnya salah, namun penjelasan-penjelasan yang selama ini ada kurang detail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel itu mengangkat dua ayat dalam Al-Qur'an yaitu :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QS.Al-Anfal : 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebutkan Allah (nama Tuhan yang Al-Ghaib tetapi mutlak adaNYA) maka gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNYA bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;QS.Az-Zumar : 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: yellow;"&gt;&lt;i&gt;Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur'an yang serupa (mutunya) lagi berulang-ulang. gemetarlah karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya kedua ayat diatas dengan God Spot yang dimaksud ?&lt;br /&gt;Melihat ayat tersebut diatas dimana disebutkan gemetar kulit orang beriman jika disebutkan Nama Allah, dan ayat kedua menyebutkan menjadi tenanglah kulit dan hati orang yang mengingat sang Pemilik Nama Allah. Mengapa disebut dalam al-Qur'an kata 'Kulit'?&lt;br /&gt;Dimulai dari otak yang menerima "sentuhan" dari panca inderanya lalu bereaksi yang menyampaikan pesan yang diterimanya keseluruh tubuh.hingga ke kulit ari sekalipun akan menerima akibat dari penerimaan otak tersebut.&lt;br /&gt;Jika kita mampu mengiqra' hingga ke unsur yang paling halus berupa DNA manusia, maka kita akan melihat DNA itu selalu bergerak selalu bergetar yang jika didengarkan dengan alat yang sangat sensitif, maka kita akan mendengar getarannya berbunyi dan bunyinya seperti suara dzikir. Apabila kita berdzikir, suaranya akan monoton demikian pula dengan DNA. Hal ini membuktikan bahkan hingga unsur terkecil sekalipun, jagad ciptaan Allah ini selalu bergetar,&amp;nbsp; bergerak,&amp;nbsp; berdzikir. Belum lagi jika menyimak organ-organ manusia yang ukurannya jauh lebih besar dari DNA seperti jantung, ginjal, hati, paru-paru bahkan dagingpun selalu bergerak di jagad jasmaninya manusia yang masih hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel itu disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dalam kondisi yang sangat sempurna . Apabila sel otak manusia aktif akan menunjukkan betapa hebatnya ciptaan Allah, bayangkan Malaikat saja sampai "minder" saat Nabi Adam as diberi ilmu pengetahuan oleh Allah (&lt;b&gt;QS.Al-Baqarah 30-33&lt;/b&gt;) dan apabila kasasitas sel otak manusia aktif seluruhnya bakal terkuak seluruh rahasia alam ini. bahkan Al-Qur'an pun akan terkuak rahasianya. Disinilah kelemahan manusia selama ini yakni tidak memfungsikan akalnya sebagai baitul makmur yaitu bait/rumah tempat memakmurkan Dzat,Sifat dan Af'alNYA yang Al-Ghaib tetapi mutlak keberadaanNYA, yang Allah asmaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termenung, sedangkan diri ini masih lebih "digetarkan" oleh hal-hal selain DiriNYA, pantaslah jika masih merasa lelah dengan kesibukan-kesibukan duniawi. Walaupun akan dianggap wajar kelelahan itu karena memang diri ini masih berjiwa raga, namun itu semua disadari karena jiwa raga yang lelah ini memang seringkali kosong dari dzikir, hampa dari tafakur, jauh dari&amp;nbsp; berkhalwat hanya dengan diriNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat-ingatNYA, senantiasa mendzikiriNYA akan membuat setiap sel dari trilyunan sel yang ada dalam tubuh manusia bergerak, berputar, dinamis menajadi motor bagi sang insan untuk selalu bekerja berusaha hanya demi mensucikanNYA. DimampukanNYA mengelola garapan dunia semata-mata untuk memproses pensucian dirinya. Segala tingkah laku dan perbuatannya serta gerak gerik bathinnya sama sekali tidak diperintah oleh hawa nafsu dan watak 'aku'nya tetapi murni mengikuti kehendak Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hamba yang senantiasa berkibar dengan Tuhannya.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-5133727898473266701?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/5133727898473266701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=5133727898473266701&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5133727898473266701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5133727898473266701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/god-spot-menjadi-hamba-yang-berkibar.html' title='God  Spot ;  Menjadi hamba yang berkibar dengan Tuhannya'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-8044140588378663237</id><published>2010-06-16T02:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T02:56:34.082-07:00</updated><title type='text'>Yang Baru di Kedamaianku...</title><content type='html'>Takjub...? Atau aneh ?&lt;br /&gt;Hmmm mungkin berbeda-beda perasaan dan komentar orang melihat template baruku disini sekarang ya (^;^)&lt;br /&gt;Apa maksudnya dengan tampilan baru blogku ini saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak ada alasan apa-apa selain dari&amp;nbsp; tenang telaganya yang ingin dikesankan. Adapun latar belakang gedung-gedung dan cahaya lampunya hanya hiasan yang kuharap bisa menggantikan kerlip bintang di Telagaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan, aku duduk di pinggir telaga ini memandang gedung-gedung mempesona di seberang sana. Sebuah ironi yang ingin kupelajari maknanya. Aku disini dengan segala keterbatasanku dan lingkunganku sedang mereka dengan segala kenyamanan dunia yang melingkupinya. Tak ingin kubuat pemandangan ini menjadi sebuah sesalan. Bahkan kunikmati sebagai kesyukuran karena aku telah dijauhkan dari "tirai" yang dapat semakin menyamarkan "pandanganku kepadaNYA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya....tak ingin kubedakan, apakah gunung-gunung bisu atau gedung-gedung berkilauan. Semua setara hanya ciptaan Tuhan. Meski tetaplah manusia fana amat mencintai keindahan. Namun tak seharusnya kesempitan, kegelapan, kemiskinan, keburukkan menjadi musuh. Mereka bahkan teman yang akan selalu mengingatkan&amp;nbsp; akan keterbatasan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekedar template baru, berharap tamu-tamuku merasa nyaman didalamnya dan semakin mensyukuri keberadaanNYA.&lt;br /&gt;Adakah hubungannya ???&amp;nbsp; SANGAT ,,,tentu saja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati jamuan...sudah memasuki bulan Rajab, tak lama lagi mendekati bulan yang dirindukan. Semoga diizinkan, bertemu bulan Ramadhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-8044140588378663237?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/8044140588378663237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=8044140588378663237&amp;isPopup=true' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8044140588378663237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8044140588378663237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/yang-baru-di-kedamaianku.html' title='Yang Baru di Kedamaianku...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7303473712006590258</id><published>2010-06-13T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T03:54:37.244-07:00</updated><title type='text'>Menang atau Profesional ?</title><content type='html'>Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik Allah yang memberiku rasa senaaang hari ini  (mudah-mudahan nggak terlalu ya). Walaupun agak terlambat tapi syukurlah  akhirnya bisa tahu informasinya. Tulisanku yang diikutkan pada Kontes  Blog Berbagi Kisah Sejati yang diselenggarakan &lt;a href="http://anazkia.blogspot.com/2010/06/pengumuman-pemenang-kontes-blog-berbagi.html"&gt;mbak  Anazkia&amp;nbsp; &lt;/a&gt;dan disponsori oleh &lt;a href="http://denaihati.com/"&gt;Denaihati&lt;/a&gt;  beruntung mendapat peringkat ke-3 dari 89 peserta yang mengikuti kontes  ini. Judul kisah yang aku ikutkan di kontes itu adalah &lt;a href="http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/gerobak-untuk-anak-anakku.html"&gt;Gerobak  Untuk Anakku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lomba pertamaku yang mendapat penghargaan dari ajang festival atau  kontes tulisan, jadi buatku sangat berarti. Tapi, bagaimanapun, aku  tetap meyakini bahwa mungkin juga ini hanya so'al keberuntungan saja,  soal rezeky. Allah yang menggerakkan para juri itu menentukan  pilihannya, so aku berusaha untuk tidak terlalu senang jika mendapat kemenangan begitu  juga berusaha untuk tidak terlalu kecewa jika mendapatkan kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya satu kontes yang aku ikut terlibat di dalamnya, kuikuti  beberapa lomba lainnya seperti yang terakhir lomba Puisi Kocak-nya&lt;a href="http://just-fatamorgana.blogspot.com/"&gt; mbak Fany&lt;/a&gt; yang  ditemani &lt;a href="http://vixxio.com/"&gt;mbak Fanda&lt;/a&gt; dalam penjuriannya  atau lomba Pre-Review-nya mbak &lt;a href="http://rainaffair.blogspot.com/"&gt;Clara&lt;/a&gt;  tapi dalam lomba-lomba itu aku belum beruntung. Dalam keyakinanku,  Allah juga yang menggerakan para juri itu untuk tidak memilihku menjadi  pemenangnya dan juga peserta-peserta lain yang ber"nasib" sama denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah mengikuti lomba-lomba semacam itu sangat positif dan  besar manfaatnya untuk membuat kita lebih terpacu untuk berkarya dan  berkarya. Menjadikan tulisan sebagai media untuk kita bisa saling  menginspirasi, saling memotivasi, saling mendukung satu sama lain,  sebagai wujud persahabatan dan persaudaraan khususnya antar para  nara-blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masalah untuk menjadi pemenang ataupun tidak, walaupun motivasi  awalnya tentu saja para peserta lomba sangat mengharapkan kemenangan.  Namun kembali ke awal, semua hanya masalah rezeky dan masalah waktu yang  bisa jadi jalannya adalah masalah selera juri hehehe. Betul kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah selera ini memang sulit diganggu gugat, karena hal ini masalah  rasa yang setiap orang berbeda-beda ambang penerimaannya. Misalnya waktu  ada pengumuman lomba pemenang puisi kocak, yang menurut jurinya  diantara semua peserta yang menyertakan puisi kocaknya nyasulit sekali  menemukan puisi yang bisa membuat mereka sekedar mesem apalagi sampai  tertawa berguling-guling (hehe ini kutipan dari kata-katanya mbak Fanny  lho), padahal dalam penilaianku, saat aku berjalan-jalan membaca  puisi-puisi kocak peserta lomba itu banyak yang bikin aku ketawa-ketawa  sendiri kecuali puisi kocakku (lho...?) karena aku memang menyadari  dalam kehidupan sehari-hari aja susah bikin orang ketawa dari lawakankku  kecuali anak-anakku (itu juga sesudah &lt;strike&gt;diancam&lt;/strike&gt; dibujuk  harus ketawa,&amp;nbsp; kalo tetep cembeluut,&amp;nbsp; nggak akan dikasi donat kesukaan  mereka hihihi). Jadi, ternyata apa yang bisa bikin aku kayak orang GeJe  karena ketawa-ketawa sendiri (berdua deng sama monitor), ternyata belum  tentu bisa membuat para juri itu terangkat bibirnya walaupun cuma yang  sebelah kanaaan aja, apalagi sampai terpingkal-pingkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Mungkiiin, keberuntunganku kali inipun karena kebetulan aja tulisanku  agak-agak sesuai seleranya juri, padahal bisa jadi diantara peserta lain  yang baca kisahku itu berfikiran :"Masa' sih yang kayak begini bisa  dapet peringkat tiga?" atau "Yaah cuma segini aja, kira'in bagus"  hehehehehe.... bukannya su'udzan ya (berprasangka jelek kepada orang  lain) ini hanya ber mungkin-mungkin aja karena memang aku mengalaminya  juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa aku ambil hikmahnya adalah ketika kita memiliki satu  keterampilan berkarya dan sekaligus cita-cita besarnya akan hal  tersebut, maka harus diiringi keprofesionalan dan keikhlasan (tanpa  pamrih) sehingga bagaimanapun penghargaan orang atas karya kita, maka  tetaplah kita sebagai pemenangnya karena kita sudah berintegritas atas  usaha kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...keep try and be professional...&lt;br /&gt;Semoga apa yang kita usahakan disukai Allah, disukai juga  hamba-hambaNYA, aamiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Untuk mbak Anazkia dan Denaihati trimakasih banyak atas apresiasi dan hadiahnya, sangat berarti dalam hatiku (^;^)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7303473712006590258?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7303473712006590258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7303473712006590258&amp;isPopup=true' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7303473712006590258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7303473712006590258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/menang-atau-profesional.html' title='Menang atau Profesional ?'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3960779398954692867</id><published>2010-06-10T07:54:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T08:58:26.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahagiaku'/><title type='text'>Terimakasihku.......</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai tulisan ini dengan mengucap rasa syukurku kepada Rabb yang telah memberiku mau untuk menulis sesuatu yang kuharap akan menggugah lebih dalam lagi rasa syukurku. Menulis adalah salah satu kecintaan duniawiku, padanya aku menikmati memetik kata-kata merah ranum untuk kususun&amp;nbsp; menjadi secawan kalimat indah.&lt;br /&gt;Jika kecintaanku itu telah melukiskan banyak gambaran kehidupan di sekelilingku, maka alangkah pantasnya jika kugoreskan pula hal yang sama tentang orang yang kusayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun yang lalu, adalah harapan besarku untuk dapat memiliki rumah tangga dan keluarga yang baik. Baik dalam pandangan manusia, terlebih lagi baik dihadapan Tuhanku.&lt;br /&gt;Selalu kumintakan disetiap do'a-do'aku, kiranya Allah memberiku pasangan hidup yang baik bagiku&lt;br /&gt;Mencintaiku sebagai diriku apa adanya yang terlalu banyak kekurangan dan keterbatasannya.&lt;br /&gt;Dan akupun meminta kepadaNYA agar aku dapat mencintainya sebagai dirinya apa adanya yang tentulah bukan manusia maksum yang sempurna tanpa cacat dan cela.&lt;br /&gt;Aku memohon kepada Rabb-ku, cintaku bersih kepadanya karena Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat itu tiba....saat-saat dimana Allah mempertemukan kami dengan caraNYA yang tak terduga.&lt;br /&gt;Tak seperti biasanya pertemuan insan lainnya.&lt;br /&gt;Aku menerimanya dengan tanda tanya :"Adakah dia yang telah Allah pilihkan untukku, sebagai jawaban atas do'a-do'aku ?"&lt;br /&gt;Seperti Allah telah menjawab pintaku dengan cara "misterius"NYA, maka akupun tahu, aku harus mencari jawabannya sesuai dengan jalan yang dikehendakiNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku arungi kemudian hari-hariku didalam naungan orang yang kusebut suamiku.&lt;br /&gt;Sebagai Al-faqir, berdua menjalani beratnya mengendalikan perahu kecil kami ditengah ombak kehidupan&lt;br /&gt;Hingga Allah hadirkan bintang-bintang kecil yang mencahayai malam-malam kami&lt;br /&gt;Sinarnya datang satu persatu menghibur dan&amp;nbsp; menghalau penat&amp;nbsp; jiwa kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas tahun mendayungi perahu kecilku&lt;br /&gt;Tak sekalipun aku melihatnya berhenti mengasihiku&lt;br /&gt;Walau tak terucap dengan kata-kata&amp;nbsp; karena kesederhanaan cintanya&lt;br /&gt;Namun denyutnya dapat kurasakan dalam nadi perasaanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku dulu bukan siapa-siapaku dan mungkin tak pernah mengharapkanku&lt;br /&gt;Namun sejak tanggung jawab ditegakkan, dia tulus menjagaku dan anak-anakku&lt;br /&gt;Hari-harinya diberati beban besar untuk menanggung nafkah bagiku dan empat buah hatinya&lt;br /&gt;Sebelum kehadiranku, rezeki yang didapatkannya dengan susah payah tentu dapat membahagiakan orangtua dan saudara-saudaranya&lt;br /&gt;Namun kedatanganku sebagai istrinya tidak membuatnya merasa telah disempitkan rezekynya, walau dengan itu mungkin akan berkurang kemampuannya untuk membagi nafkahnya kepada orang tua yang dicintainya.&lt;br /&gt;Sungguh semua itu adalah kehormatan bagiku dan tak berhenti syukurku menerima kebaikannya disaat banyak wanita dinista pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamanahi empat anak bukanlah hal yang mudah bagi manusia lemah sepertiku&lt;br /&gt;Namun suamiku selalu menemani bahkan disaat-saat tersulitku&lt;br /&gt;Seluruh anak-anakku disambut kehadirannya di dunia ini dengan adzan dan iqamah yang dibisikkan suamiku di telinga mereka.&lt;br /&gt;Agar nama Rabb lah yang pertama kali dikenal di pendengarannya.&lt;br /&gt;Membersihkan kotoran dan mengganti popok mereka bukan hal yang tabu untuknya &lt;br /&gt;Menolongku mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumahpun&amp;nbsp; tak menjadi keberatannya &lt;br /&gt;Memijit kakiku yang lelah seharian mengurus anak-anak tak membuatnya mengeluh&lt;br /&gt;Dan setiap letihnya bekerja adalah murah harganya,ia tak meminta lebih selain dari secangkir teh hangat dan senyum anak-anakku.&lt;br /&gt;Sungguh suatu kesyukuran besarku menerima karunia manis yang membahagiakan ini, disaat banyak keluarga ditinggalkan nakhodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas tahun adalah waktu yang tak sedikit untuk hidup bersamaku dengan segala kefaqiranku&lt;br /&gt;Namun ia masih bertahan disisiku&lt;br /&gt;Ia bagai pakaian bagiku, menutupi segala aib dan hinaku&lt;br /&gt;Ia bagai malaikat bagiku, selalu ingin membantu kesulitanku&lt;br /&gt;Ia&amp;nbsp; teman hidupku yang pernah kuminta dahulu dalam setiap do'aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya bisa, ingin ku menjadi seperti Ainun bagi Habibie&lt;br /&gt;Seandainya bisa, ingin ku menjadi wanita sederhana yang penuh cinta bagi suaminya &lt;br /&gt;Namun aku hanya manusia biasa yang selalu luput dan khilaf&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TBELiTPSxHI/AAAAAAAAAs4/xJBOlkladVw/s1600/aby.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TBELiTPSxHI/AAAAAAAAAs4/xJBOlkladVw/s320/aby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya......&lt;br /&gt;Terimakasih Aby...untuk tetap menjadi suamiku...&lt;br /&gt;Maafkan , belum dapat menjadi istri seperti yang kau harapkan&lt;br /&gt;Semoga Allah berkenan&amp;nbsp; menaburkan Fadhal dan RahmatNYA untuk kita&lt;br /&gt;Aamiin.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3960779398954692867?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3960779398954692867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3960779398954692867&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3960779398954692867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3960779398954692867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/terimakasihku.html' title='Terimakasihku.......'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/TBELiTPSxHI/AAAAAAAAAs4/xJBOlkladVw/s72-c/aby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-917140167272190109</id><published>2010-06-07T00:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T04:19:19.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Di Ruang Tulisanku...</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini bukan cerpen, bukan puisi bukan pula sebutan-sebutan lainnya. Tetapi sama saja artinya bagiku, buah fikiran dan perasaanku. Tulisanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku fikir, Allah telah memberi salah satu yang terhebat (setidaknya buatku). Apakah itu?, jawabnya kecanggihan teknologi informasi semacam internet ini. Dan kukira, semua orang berfikir begitu juga saat menyadari apa yang bisa dia buat dengan media ini. Banyak sekali, tak usahlah kusebutkan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, sejak aku mengenal dunia maya ini, tak sadar aku digiring oleh kegemaranku menulis kepada banyak kejutan-kejutan yang memukau. Banyak hal yang tersingkap dari rahasia kehidupan yang seharusnya bisa kujadikan ibrah dan membuatku harus lebih baik menjalani kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak teman adalah sesuatu hal yang tidak kupercayai dapat kutemukan disini pada awalnya. Di ruang tulisanku. Walaupun aku menyadari internet adalah media informasi dan komunikasi, dan kamar-kamar kreasinya&amp;nbsp; merupakan ruang publik, contohnya seperti blog-ku ini. Namun tetaplah aku merasa nyaman menuangkan segala inspirasi yang singgah di akalku ke dalam bahasa pena dan kalamku. Dan yang paling menyenangkan adalah aku merasa disayangi dan mendapatkan teman-teman baru disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal mencengangkan bagiku (berlebihankah menurutmu kata ini ? menurutku ini yang sebenarnya) dari kegiatan menulisku di blog ini khususnya. Kutemukan banyak hikmah dari kisah hidup teman atau wataknya atau bahkan kisah cintanya yang bisa kuketahui melalui cara yang tidak terduga. Cara yang tak terduga namun tetap dalam bahasa tulisan, karena sebagian besar teman bloggerku adalah para penulis. Mulai dari penyampaian yang datar tentang kehidupan pribadinya seperti membahas aktivitas-aktivitas kecilnya disertai memajang foto-foto, ada pula yang menyampaikan dengan gaya penulisan yang cerdas tetapi sangat kocak hingga membuatku tertawa sendiri di depan monitorku, ada yang menumpahkan bahagianya karena sedang mengalami jatuh cinta, mengungkapkan kesyukuran hingga kisah pribadi yang menyakitkan dan mengharu biru perasaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah mengira....&lt;br /&gt;Jika aku merasa telah kehilangan teman berbicara, teman terakhirku adalah tulisan.....&lt;br /&gt;Namun disini....aku menemukan teman justru karena tulisan...dan demikian juga mereka...&lt;br /&gt;Semoga bukan sekedar pekerjaan sia-sia&lt;br /&gt;Bermain-main kalimat dan kata-kata&lt;br /&gt;Berharap menjadi amal shalih yang bermakna&lt;br /&gt;Menjadi bekal pulang ke asalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan telah menjadi tali persahabatan.....menyambung cinta dan  kasih sayang&lt;br /&gt;Dengannya silaturahmi dijalinkan.....semoga tetap  demikian adanya Bahkan Allah tambahkan dan tambahkan kebaikan disana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma aamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-917140167272190109?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/917140167272190109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=917140167272190109&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/917140167272190109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/917140167272190109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/di-ruang-tulisanku.html' title='Di Ruang Tulisanku...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1108676496409703505</id><published>2010-06-02T04:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T04:40:36.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><title type='text'>Bagai Ikan Dalam Samudra</title><content type='html'>Setiap lembar terbang daunMU&lt;br /&gt;Setiap percik jatuh hujanMU&lt;br /&gt;Setiap butir bergerak pasirMU&lt;br /&gt;Tiada yang diluar KuasaMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bisik suara makhlukMU&lt;br /&gt;Setiap titik pandang hambaMU&lt;br /&gt;Setiap desir rasa CiptaanMU&lt;br /&gt;Tiada yang diluar JangkauanMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu menyertaiku&lt;br /&gt;Selalu memelukku&lt;br /&gt;Selalu bersamaku&lt;br /&gt;Bagai ikan dalam samudra, KAU meliputiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada tabir perindu tuk bertemu &lt;br /&gt;Tiada tempat pendosa tuk sembunyi&lt;br /&gt;Tiada yang pantas tuk dicinta&lt;br /&gt;Selain DIA, yang Allah asmaNYA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1108676496409703505?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1108676496409703505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1108676496409703505&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1108676496409703505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1108676496409703505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/bagai-ikan-dalam-samudra.html' title='Bagai Ikan Dalam Samudra'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6120580547361207184</id><published>2010-06-01T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T06:57:39.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Apa Yang Paling.......................di Dunia</title><content type='html'>Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau  mengajukan beberapa pertanyaan:&lt;br /&gt;Imam Ghazali = Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?&lt;br /&gt;Murid 1 : Orang tua&lt;br /&gt;Murid 2 : Guru&lt;br /&gt;Murid 3 : Teman&lt;br /&gt;Murid 4 : Kaum kerabat&lt;br /&gt;Imam Ghazali :" Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan  kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti  akan mati (Surah Ali-Imran:185)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali :" Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"&lt;br /&gt;Murid 1 :Negeri Cina&lt;br /&gt;Murid 2 :Bulan&lt;br /&gt;Murid 3 : Matahari&lt;br /&gt;Murid 4 : Bintang-bintang&lt;br /&gt;Iman Ghazali :" Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling jauh adalah  MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak  akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga  hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang  sesuai dengan ajaran agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Ghazali :" Apa yang paling besar di dunia ini?"&lt;br /&gt;Murid 1 : Gunung&lt;br /&gt;Murid 2 : Matahari&lt;br /&gt;Murid 3 : Bumi&lt;br /&gt;Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah  HAWA NAFSU (Surah Al A’raf:179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu  kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMAM GHAZALI :" Apa yang paling berat di dunia?"&lt;br /&gt;Murid 1 : Baja&lt;br /&gt;Murid 2 : Besi&lt;br /&gt;Murid 3 : Gajah&lt;br /&gt;Imam Ghazali : "Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG  AMANAH (Surah Al-Azab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan  malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi  khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya  berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia  masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali :" Apa yang paling ringan di dunia ini?"&lt;br /&gt;Murid 1 : Kapas&lt;br /&gt;Murid 2 : Angin&lt;br /&gt;Murid 3 : Debu&lt;br /&gt;Murid 4 : Daun-daun&lt;br /&gt;Imam Ghazali :" Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan  sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita  atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali :" Apa yang paling tajam  di dunia ini?"&lt;br /&gt;Murid-murid dengan serentak menjawab : 'Pedang !"&lt;br /&gt;Imam Ghazali : "Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini  adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya  menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6120580547361207184?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6120580547361207184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6120580547361207184&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6120580547361207184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6120580547361207184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/06/apa-yang-palingdi-dunia.html' title='Apa Yang Paling.......................di Dunia'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-929976003210328505</id><published>2010-05-30T10:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T10:35:46.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Ikhlas karena Cinta....</title><content type='html'>Tiada yang lebih melegakan dan membahagiakan kecuali ikhlas  menyaksikan orang yang dicintai bahagia... Ketika sudah tersibak  hakikat...semua terlihat sama saja...&lt;br /&gt;Keberadaan diri sudah tak  dirasa...&lt;br /&gt;Semuanya hilang seperti ketidakpedulian....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifatnya ikhlas,&amp;nbsp; tak bisa menyakiti yang dicintai...&lt;br /&gt;Tak kuat menyaksikan yang disayangi tersiksa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau masih punya  cinta...&lt;br /&gt;Yang tersisa hanya ikhlas...&lt;br /&gt;Tidak ada kenapa Tuhan?....&lt;br /&gt;Tidak ada  seandainya....&lt;br /&gt;Hanya senyum....dan sedikit air mata...,karena  ternyata....diri ini masih al faqir ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-929976003210328505?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/929976003210328505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=929976003210328505&amp;isPopup=true' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/929976003210328505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/929976003210328505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/ikhlas-karena-cinta.html' title='Ikhlas karena Cinta....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-794423681009560636</id><published>2010-05-28T16:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T16:21:32.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi Mini'/><title type='text'>Cincin itu....</title><content type='html'>Meinar menyimpan payungnya di dekat tangga, walau demikian pakaiannya tetap saja basah terkena air hujan. Ia berlari menyusuri lorong&amp;nbsp; kampusnya yang telah sepi, dicarinya sesorang yang telah menyimpan pesan pendek di hand phone-nya satu jam yang lalu. Isi pesan itu terbaca di layar ponselnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mei, aku tak kuat lagi, I'm sorry for I've done to you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meinar mencari-cari ke setiap sudut ruang kampusnya, beberapa ruang masih dipenuhi oleh mahasiswa lain&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mengikuti kuliah kelas karyawan. Sedang hari semakin gelap, lampu-lampu ruangan dan taman kampus sudah dinyalakan, tapi Mei tetap belum berhasil menemukan orang yang dicarinya.Entah mengapa ia sendiri tak mengerti mengapa ia mencari sang pengirim pesan ke kampusnya, bukan ke tempat kostnya atau tempat lainnya. Ia hanya menuruti intuisinya saja tak ada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari ruang auditorium yang biasanya sudah terkunci jika malam hari. Meinar termagnet untuk segera mencari tahu apa yang terjadi disana. Dilihatnya orang-orang berkerumun mengelilingi sesuatu, Meinar mendekat dan ia terbelalak, terkejut tak terkatakan, dilihatnya Ratih tergeletak di lantai auditorium di dekat mimbar, matanya tertutup daannn.... tak ada detak jantungnya terdengar atau denyut nadi yang terasa. Meinar cemas, sangat cemas...dilihatnya jejak air mata di pipi sahabatnya itu masih menggenang dan sebuah inhaller tergeletak di samping tangan kanannya, obat yang selalu Ratih gunakan jika asmanya kambuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meinar meneteskan air matanya, ia teringat betapa Ratih amat menyesal telah membuat suatu berita&amp;nbsp; besar tentang dirinya yang pernah dinodai ayah tirinya di masa yang lalu. Berita itu disebarkan Ratih karena cemburu kepadanya atas hubungannya dengan Bara. Berita yang telah mempermalukannya membuat hubungannya dengan Bara kini retak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Ratih telah menyesal, dan perbuatannya telah membuat dirinya depresi dan semakin sering kambuh penyakitnya. Entah apa yang dilakukan Ratih di ruang auditorium saat itu Meinar hanya terpaku, menatap cincin yang dikenakan Ratih terukir nama kekasihnya 'Bara'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-794423681009560636?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/794423681009560636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=794423681009560636&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/794423681009560636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/794423681009560636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/cincin-itu.html' title='Cincin itu....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-5375552337474667943</id><published>2010-05-27T01:47:00.001-07:00</published><updated>2010-05-27T01:47:36.060-07:00</updated><title type='text'>Jebakan Tingkat  Tinggi</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tulisan Untuk Mengingatkan Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali pelajaran di sekeliling kita yang bisa kita petik  hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sering kita mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak harus mendengar dan taat kepada orangtuanya......KARENA ITU  KEHARUSAN&lt;br /&gt;Istri harus mendengar dan taat kepada suaminya.........KARENA ITU  KEHARUSAN&lt;br /&gt;Bawahan harus mendengar dan taat kepada atasannya.........KARENA ITU  KEHARUSAN&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Rakyat harus mendengar dan taat kepada pemimpinnya..........KAREN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;A ITU KEHARUSAN&lt;br /&gt;Murid harus mendengar dan taat kepada gurunya............KARENA ITU  KEHARUSAN&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Budak harus mendengar dan taat kepada majikannya..........KARENA&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt; ITU KEHARUSAN&lt;br /&gt;Yunior harus mendengar dan taat kepada seniornya.........KARENA ITU  KEHARUSAN&lt;br /&gt;Ummat harus mendengar dan taat kepada ulamanya.........KARENA ITU  KEHARUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selama yang didengar dan ditaati itu perihal kebenaran, maka tak ada  yang harus diperso'alkan, &lt;u&gt;just do it&lt;/u&gt;, kerjakan saja  tanpa  syarat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apakah hal itu akan berlaku juga apabila perihal kebenaran  itu disampaikan secara terbalik ? Jawabannya adalah &lt;b&gt;BELUM TENTU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita sering mendengar&lt;br /&gt;Orang tua  tersinggung jika diingatkan oleh anaknya&lt;br /&gt;Suami  tersinggung jika diingatkan oleh istrinya&lt;br /&gt;Atasan  tersinggung jika diingatkan oleh bawahannya&lt;br /&gt;Guru tersinggung jika diingatkan oleh muridnya&lt;br /&gt;Majikan  tersinggung jika diingatkan oleh budaknya&lt;br /&gt;Senior  tersinggung jika diingatkan oleh yuniornya&lt;br /&gt;Ulama  tersinggung jika diingatkan oleh ummatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika yang diingatkan itu adalah kebenaran. Seakan-akan kebenaran  itu seperti air, yang harus mengalir dari atas ke bawah. Bahwa pemilik  sah ilmu  itu hanya milik para Senior.&lt;br /&gt;Terlebih lagi, jika yang mengingatkan itu melakukannya dengan cara yang  tidak baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tidak semuanya memang dan tidak selalu.&lt;br /&gt;Jika IKHLAS telah dimiliki......tak sulit untuk menerima sebuah ingatan.  Tak berat untuk menerima sebuah kritikan.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya jiwa yang besar yang dapat menampung segala "masukkan" demi  kebaikannya sendiri. &lt;br /&gt;Memandang setiap teguran, yang sumbernya datang dari mana saja, baik  dari atas maupun dari bawah, dari yang miskin maupun yang kaya, dari  yang tua maupun dari yang muda, dari yang berpengalaman maupun yang  sedikit pengalaman....&lt;br /&gt;Semuanya sebagai  kasih sayang Tuhan, Rabb yang menciptakan kita semua  sama-sama anak cucu Nabi Adam as dan Siti Hawwa radiyAllaha-anHa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hakikatnya...&lt;br /&gt;Tak ada orang yang Pandai itu...kecuali karena Allah telah  meminjamkannya&lt;br /&gt;Tak ada orang yang Kaya itu....kecuali karena Allah telah meminjamkannya&lt;br /&gt;Tak ada orang yang Terhormat itu......kecuali karena Allah telah  meminjamkannya&lt;br /&gt;Tak ada orang yang berilmu itu.......kecuali karena Allah telah  meminjamkannya&lt;br /&gt;Bahkan tak ada orang yang hidup itu......kecuali karena Allah telah  meminjamkan KehidupanNYA&lt;br /&gt;Dan akan DIA cabut semua itu kembali pada saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana bisa kita berbuat sombong di bumi milikNYA ini, sedang  tak ada yang kita punya melainkan semuanya hanya PINJAMAN SANG  PENCIPTA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beruntunglah orang yang selalu menangisi aibnya diri dan berusaha  untuk selalu memperbaikinya&lt;br /&gt;Mengendalikan sekuatnya hawa nafsunya agar dapat pulang kembali dengan  selamat, bertemu dengan DirinNYA, yang Allah asmaNYA.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-5375552337474667943?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/5375552337474667943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=5375552337474667943&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5375552337474667943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5375552337474667943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/jebakan-tingkat-tinggi.html' title='Jebakan Tingkat  Tinggi'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-179891283481486542</id><published>2010-05-25T02:40:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T03:24:30.304-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas.....</title><content type='html'>Dunia menjadi sebuah tempat yang ambigu bagi manusia bergantung pada keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya....&lt;br /&gt;Hampir punah kebaikan-kebaikan di akhir zaman ini&lt;br /&gt;Tersiar kabar berita bahwa terjadi banyak kehancuran nilai kebaikan&lt;br /&gt;Orang telah tak perduli sesamanya bahkan walaupun terdapat ikatan saudara, sedarah maupun seagama&lt;br /&gt;Orang kini dengan mudahnya merusak dan merampas harta orang lain asalkan dilakukan beramai-ramai&lt;br /&gt;Orang kini dengan mudahnya menyakiti dan menyiksa asalkan terlampiaskan benci dan angkaranya&lt;br /&gt;Orang kini dengan mudahnya membunuh dan menganiaya asalkan terpenuhi cita-citanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit menemukan senyuman dikeseharian&lt;br /&gt;Sulit mendengar kata-kata yang santun di pergaulan &lt;br /&gt;Sulit mendapat pertolongan saat kesusahan&lt;br /&gt;Sulit tidak dighibahkan orang&lt;br /&gt;Sulit mendapatkan iba dan kasih sayang &lt;br /&gt;Sulit menerima ketentuan Allah yang Menciptakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tak seagama tak boleh ada cinta&lt;br /&gt;Jika tak senegara tak boleh ada kerukunan&lt;br /&gt;Jika tak sebangsa tak boleh ada kesetiaan&lt;br /&gt;Jika tak sedarah sekelahiran tak boleh ada kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai...&lt;br /&gt;Dimanakah kini keberkahan ?&lt;br /&gt;Tiadakah kini Keikhlasan...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya... &lt;br /&gt;Shalat itu mudah ditegakkan kepada Rabb yang Menciptakan, asal ada  keikhlasan &lt;br /&gt;Tersenyum itu mudah dihadiahkan kepada siapa yang kita kenal, asal ada keikhlasan&lt;br /&gt;Sedekah itu mudah diberikan kepada siapa yang memerlukan, asal ada keikhlasan&lt;br /&gt;Berkata-kata baik itu mudah diucapkan kepada saudara,sahabat dan teman, asal ada keikhlasan &lt;br /&gt;Berbaring mensyukuri&amp;nbsp; penyakit dari Tuhan itu mudah dilakukan, asal ada keikhlasan &lt;br /&gt;Berperang melawan kebhatilan baik bathilnya hawa nafsu maupun musuh yang menyengsarakan itu mudah dilaksanakan, asal ada keikhlasan&lt;br /&gt;Kesemuanya itulah makna membaca dan mengamalkan Al-qur,an, akan mudah diwujudkan, jika ada keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb...&lt;br /&gt;Jadikanlah kami hamba-hambaMU yang ikhlas, yaitu tiada yang lain memenuhi hati kami selain DIRIMU...&lt;br /&gt;Yang karenanya tiada kami bekerja dan bergaul sehari-hari melainkan karena untuk mensucikanMU&lt;br /&gt;Yang karenanya tiada kami diam ataupun berkata-kata melainkan karena untuk meninggikanMU&lt;br /&gt;Yang karenanya tiada yang kami lakukan melainkan yang menjadi keridha'anMU &lt;br /&gt;Yang karenanya tiada yang kami cita-citakan hanya pertemuan denganMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas...&lt;br /&gt;Kata itu mudah diucapkan tetapi berat untuk dibuktikan&lt;br /&gt;Semoga Allah pun berkenan, agar kami dapat menjadi pemiliknya&lt;br /&gt;Allahumma Aamiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-179891283481486542?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/179891283481486542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=179891283481486542&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/179891283481486542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/179891283481486542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/ikhlas.html' title='Ikhlas.....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4282232046757949917</id><published>2010-05-23T01:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T23:43:46.817-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiksi Mini'/><title type='text'>Fiksi mini di hari Minggu</title><content type='html'>Gadis itu menyembunyikan tetesan air di matanya dengan kibasan jemari di pipinya.&lt;br /&gt;Mencoba tak mengajak air matanya untuk turut merasakan gundahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia tak berhasil, air mata itu terus meluap mencari kepuasan di keelokan dagunya&lt;br /&gt;Gadis itu bangkit menutup jendela yang dihempas angin timur&lt;br /&gt;Lautan sedang bergelora kini, namun tak sehebat gejolak dihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan nampak bayangan yang ia kenal&lt;br /&gt;Bayangan itu seolah mengawasinya&lt;br /&gt;Bahkan ia melambaikan tangan ke arahnya&lt;br /&gt;Bayangan seseorang yang kemarin ia hadiri pemakamannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4282232046757949917?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4282232046757949917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4282232046757949917&amp;isPopup=true' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4282232046757949917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4282232046757949917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/fiksi-mini-di-hari-minggu.html' title='Fiksi mini di hari Minggu'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-2444205824531040822</id><published>2010-05-22T03:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T03:57:55.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Pembuat gelap tak sadar membuat gelap....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rabby.....&lt;br /&gt;Inilah bumiku....bumi tempat tinggalku....bumi tempat KAU hidupkan aku....&lt;br /&gt;Bumi yang semakin pesat kemajuan peradaban masyarakatnya tetapi semakin terpuruk kedalam jurang kehancurannya.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak...telah KAU izinkan kami memiliki dan menikmati kemajuan abad ini namun kami campakkan ni'matMU dengan kesombongan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Menangis cacing-cacing dalam tanah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Merintih burung-burung yang selalu bertasbih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Melihat perbuatan ummat manusia zaman ini yang semakin bergelimang dengan segala kealpaannya terhadap Rabbnya. Seluruh waktunya dihabiskan untuk melampiaskan hawa nafsunya kecuali sedikit (saja yang ditinggalkan untuk berbuat kebajikan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani menyakiti orang tuanya atas nama apapun bahkan atas nama agama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani menyiksa dan melukai anak-anak  darah dagingnya ataupun darah daging orang lain yang seharusnya dijaga  dan dilindungi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani melepas seluruh pakaiannya dihadapan yang bukan mahramnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani memuaskan syahwatnya pada tempat-tempat yang dibenci Tuhannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani menghina dan merendahkan martabat manusia lainnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani saling berperang tanpa hak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani mengambil paksa milik manusia lainnya yang bukan hasil jerih payahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani menuduh dan mendakwa orang lain berada di atas kesalahan sedang dirinya berada di atas kebenaran atas nama ideologi ataupun&amp;nbsp; agama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagaimana orang-orang semakin berani menjadikan nafsu sebagai tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tercenung aku dihadapan perkataan Guruku:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Pembuat gelap yang sama sekali tidak menyadari membuat gelap&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Yang diyakini malah telah berbuat padang dan terang benderang&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Yang diyakini telah berjalan di tempat yang benar dan diridhai Tuhan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Karena itu maka dibela habis-habisan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Padahal gelap yang dibuatnya itu telah nyata menggelapkan jagadnya sendiri dan juga jagadnya manusia dalam hidup dan kehidupannya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Berada di tempat gelap tetapi sama sekali tidak merasa berada di tempat yang gelap&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Hidup dengan nafsu yang sungguh gelap dan watak akunya yang gelapnya menghebat&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Lalu iblis dan tentaranya yang madangi (menerangi) dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Api itu telah benar-benar membakar habis kebenaran&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Maka cerdik pandainya, cerdik pandainya gelap dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Pakarnya, pakar gelap dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Kekuasaannya, kekuasaan gelap dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Ngaturnya, mengatur gelap dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Sistemnya, sistem gelap dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc; text-align: center;"&gt;Tujuannya gelap dengan api&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #fff2cc;"&gt;Yang diperoleh gelap dengan api di tempat sesat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seakan-akan bumi ini telah semakin lemah akan "beban yang semakin berat".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kerusakan yang dibuat umat manusia dengan "tangannya" akibat mempertuhan hawa nafsunya telah mengundang bencana dimana-mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bencana kapan saja dan dimana saja. Kerusakan alam dan wabah penyakit, banjir dan kebakaran, gempa bumi, angin taufan hingga Tsunami. Telah tak memilih korbannya laki-laki atau wanita, miskin ataupun kaya, anak-anak atau dewasa. Semua dilibasnya atas izin Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Rabby...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Seakan-akan mereka ingin mengabarkan... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bahwa Engkau telah dipersekutukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Engkau telah tak diperdulikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sedang DzatMU sangatlah Dekat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yang senantiasa menyertai dan meliputi setiap yang ada &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yang Al-Ghaib tetapi mutlak keberadaanNYA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yang amat menginginkan dikenali oleh hamba-hambaNYA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Oleh sebab itu Engkau telah mengutus para Rasul dan wakilnya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Agar menjadi pelita bagi semua hamba&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yang menginginkan keselamatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Yang merindukan pertemuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dengan kekasih tumpuan Harapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Allah sang Maha Rahman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Semoga Allah menjadikan kami hamba-hamba yang senantiasa ditunjuki dengan hidayahNYA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Allahumma&amp;nbsp; aamiin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-2444205824531040822?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/2444205824531040822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=2444205824531040822&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2444205824531040822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2444205824531040822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/pembuat-gelap-tak-sadar-membuat-gelap.html' title='Pembuat gelap tak sadar membuat gelap....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-5924900346600163959</id><published>2010-05-20T20:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-21T20:16:09.929-07:00</updated><title type='text'>Tenggelam</title><content type='html'>&lt;b style="color: #f4cccc;"&gt;Dia menutup kelopak matanya dan menggumam :"hmm.." Seketika!&amp;nbsp; ia tenggelam dalam rahasia yang selalu ia intai di kedalaman dzikirnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahaa...pengalaman baru. Membuat fiksi mini ternyata mengasyikkan juga. Lagi seneng ikutan lomba niih. &lt;br /&gt;Untuk Kontes Fiksi Mini yang diselenggarakan oleh &lt;a href="http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda"&gt;wi3nda&lt;/a&gt; yang punya blog&amp;nbsp;&lt;a href="http://harumhutan.wordpress.com/"&gt; -wi3nd-&lt;/a&gt; juga yang baca postingan ini boleh ikutan juga tuh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S_ZlxZb_dMI/AAAAAAAAAqQ/FLUj2iOjXLs/s1600/kontes1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="26" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S_ZlxZb_dMI/AAAAAAAAAqQ/FLUj2iOjXLs/s200/kontes1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menambah ilmu, menambah pengalaman, dan yang pasti menambah amal baik. Aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor 21 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-5924900346600163959?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/5924900346600163959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=5924900346600163959&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5924900346600163959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5924900346600163959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/tenggelam.html' title='Tenggelam'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S_ZlxZb_dMI/AAAAAAAAAqQ/FLUj2iOjXLs/s72-c/kontes1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7437297523747892336</id><published>2010-05-19T04:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T19:10:47.215-07:00</updated><title type='text'>Gerobak Untuk anak-anakku</title><content type='html'>&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Sebuah nostalgia dan pernah saya posting beberapa waktu yang lalu. Untuk keperluan Kontes Blog "Berbagi Kisah Sejati" maka saya posting ulang kembali. Dan atas perkenan &lt;a href="http://anazkia.blogspot.com/2010/05/kontes-blog-bermula.html"&gt;Mbak Anazkia&lt;/a&gt; sang penyelenggara dan sponsor yang telah sepenuh hati mendukung hal ini yaitu &lt;a href="http://denaihati.com/"&gt;Denaihati&lt;/a&gt;, saya haturkan terimakasih atas kesempatan ini.Semoga kisah berdasar pengalaman pribadi saya ini tidak mengecewakan. Alhamdulillah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #f4cccc;"&gt;Inilah kisahnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kepindahan keluarga kami dari kota Bandung, sudah sekitar dua  tahun lebih tidak melihatnya. Entah mengapa, sekarang aku teringat lagi  kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Seorang Bapak pemulung yang setiap hari memutari perumahan tempat kami  tinggal untuk memungut apa saja barang-barang dari tempat sampah warga  perumahan yang bisa ia jual kembali. Barang-barang bekas dari plastik  atau kardus yang telah menjadi sampah itu diletakkannya di dalam  gerobaknya yang ia tarik setiap hari kemanapun ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gerobak penuh barang-barang bekas itu duduk anak laki-lakinya  yang berusia sekitar 2 tahun (pada saat itu) 'anteng' bermain-main  dengan mobil-mobilan yang didapat ayahnya dari tempat mana lagi selain  tempat sampah orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dibelakang gerobak yang ditarik sang bapak, berjalan istrinya dengan  menggendong seorang bayi perempuan. Berjalan mengikuti kemana saja  suaminya pergi,sambil sesekali ia pungut juga sesuatu yang belum  terambil oleh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Demikian setiap hari, keluarga kecil itu beriringan berkeliling dari  satu rumah ke rumah yang lain, "menyulap" sampah orang untuk dijadikan  sebungkus nasi untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pemandangan yang menyentuh hati, menyaksikan ketabahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku sedang merawat tanamanku, atau menyapu halaman, kulihat dari  sudut mataku, sang bapak berdiri diam di pintu pagar rumahku. Tidak  mengatakan atau meminta sesuatu apapun kecuali menyapaku dengan  kata-kata yang kadang-kadang sulit kumengerti karena baru tersadari  bapak pemulung ini ternyata kurang fasih dalam berbicara sehingga  terkesan seperti sedang bergumam tapi aku tahu pasti dia berbicara dalam  bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah demikian, aku hanya tersenyum dan mengangguk saja. Awalnya  ada rasa 'takut', tetapi setelah melihat anak-anak dan istrinya, rasa  itu berganti menjadi iba. Jika ditawarkan sesuatu, makanan atau barang,  maka nampak mimik senang di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama aku dan keluarga mereka semakin "akrab". Keakraban yang  hanya bisa difahami oleh masing-masing hati kami, karena tidak pernah  ada obrolan panjang diantara kami. Istrinyapun bahkan tidak pernah  bicara, hanya mengggendong bayinya dan memperhatikan si sulung di dalam  gerobaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah selesai "urusan"nya di rumahku, maka mereka akan segera  melanjutkan perjalanannya ke gang-gang lain, dari satu pintu pagar ke  pintu pagar yang lain, mengais-ngais sampah di halaman orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka menjauh, dari belakang sering kuperhatikan keluarga itu.  Betapa hebatnya 'perumpamaan' yang Allah berikan melalui figur mereka.  Seluruh "dunia"&amp;nbsp; mereka hanya sepenuh gerobak yang ditarik sang  pemulung. Tak punya walau segubuk kumuh untuk tempat berteduh, tak ada  janji makanan apa yang bisa ditemukan hari ini untuk istri dan anak-anak  balitanya, tak ada ganti untuk pakaian kotor dan kumal. Betapa  menakjubkannya Allah Tuhanku, dimana mereka berteduh jika datang hujan  lebat?&amp;nbsp; kemana mereka pergi mendapatkan makan dan minuman? apakah  berhasil menemukan nasi, yang cukup untuk empat orang? bagaimana dalam  keadaan seperti itu, anak-anak mereka nampak gemuk dan sehat walau  terlihat kotor dan lusuh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit kubayangkan jika kucoba membandingkan dengan keadaanku, saat istri  pemulung itu hamil lalu melahirkan. Dimana bersalinnya dan siapa yang  menolongnya?&amp;nbsp; Apakah mereka mendapatkan barang sedikit popok atau kain  untuk bayinya?. Bagaimana jika salah satu atau kedua anak mereka sakit  atau demam ? Apakah mereka tahu dan bisa membeli obat penurun panas  untuk meredakan sakit anaknya? apakah mereka memiliki selimut untuk  menghangatkan tubuh buah hatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang Maha Agung&lt;br /&gt;Jika DIA memberikan rezekyNYA kepada cacing-cacing tak bermata dalam  tanah, atau belatung-belatung lemah dalam makanan busuk, atau dia  berikan rezekyNYA kepada Kecoa, Kelabang, Tikus di got-got. Maka tentu  telah DIA sediakan pula rezekiNYA yang Maha Luas bagi keluarga  ini.Karena sesunguhnya DIA lah Sang Maha Pemelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku telah tinggal di tempat yang jauh dari mereka. Tidak kusaksikan  lagi salah satu ayat Tuhan itu. Tidak pernah kudengar lagi berita  tentang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali pada suatu hari, alangkah gembiranya aku ketika mudik ke rumah  orang tuaku&amp;nbsp; dimana tidak jauh dari rumahku dulu. Allah pertemukan  kembali aku dengan mereka. Tidak berbeda dengan masa yang lalu, sang  Ayah menarik tali gerobaknya yang tersangkut di pundak dan tangan di  tiang gerobaknya. Hanya saja kala itu yang berada dalam gerobak bukan  hanya Sang Kakak yang telah tumbuh besar, tetapi juga sang adik  perempuan yang&amp;nbsp; telah berusia kira-kira dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada yang kurang....Dimana sang Ibu?&lt;br /&gt;Saat kutanyakan kepada bapak pemulung itu, dengan wajah murung ia  mengabarkan bahwa ibu anak-anak telah pergi entah kemana. Meninggalkan  suami dan anak-anaknya yang masih teramat kecil. Pergi karena tak kuat  menahan penderitaan kehidupan mereka. Tanpa kabar,tanpa berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap anak-anak itu di dalam gerobak sang pemulung, sedang asyik  bercengkrama. Tidak tahu kemana ibu mereka pergi. Hanya kepada Ayah  tempat mereka bergantung kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan anak-anakku sendiri. Rahma satu tahunku. Bagaimana  keadaannya jika tiba-tiba kutinggalkan pergi dan tak kembali. Sedang  sehari-hari 24 jam dia bersamaku, menikmati hari-harinya bersama orang  yang bisa dipanggilnya ibu. Bagaimana dengan mereka? anak-anak yang  sebaya dengan anak-anakku? anak-anak kita semua?&amp;nbsp; Mereka balita, sangat  polos dan lugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pertanyaan itu tak pernah terjawab, seiring berlalunya sang  pemulung. Membawa jauh seluruh "dunia"nya, barang-barang rongsokan dan  kedua buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu Melindungi mereka, Menyelimuti mereka dengan Kasih  dan SayangNYA, Membekalkan Ilmu ,&amp;nbsp; mengaruniakan kesehatan dan  kesejahteraan, serta menghadiahkan Keselamatan.&lt;br /&gt;Allahumma ya Rabby,Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Catatan : Terakhir menurut cerita tetangga lamaku yang masih tinggal di Bandung, sekarang sang Ayah kembali menarik gerobaknya tanpa kedua anaknya, entah apa yang terjadi...wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7437297523747892336?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7437297523747892336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7437297523747892336&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7437297523747892336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7437297523747892336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/gerobak-untuk-anak-anakku.html' title='Gerobak Untuk anak-anakku'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4974779569859201594</id><published>2010-05-18T23:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T23:30:30.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Munajat'/><title type='text'>Munajatku</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirrahiim &lt;br /&gt;Ya Rabb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika asaku mulai terangkat naik, menjangkau impian lama agar ku dapat berdiri tegak&lt;br /&gt;Masih saja ada aral yang menahan laju kakiku ini hingga kembali asaku harus terjerembab lagi&lt;br /&gt;Sedang kejaran waktu semakin menyesak dadaku tiada tempat menerimaku dapat berdikari&lt;br /&gt;Ingin melepas semua belenggu itu namun selalu ada akar yang melilitku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang kuinginkan melainkan agar dapat membuat banyak kebaikan&lt;br /&gt;Untuk dapat turut menegakkan cita-citanya Wasithah&lt;br /&gt;Aku meyakini jalanku dari Rabbku sesungguhnya terbentang lebar&lt;br /&gt;Namun belum kutemukan dimanakah tempatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika DIA melapangkan makhluk-makhluk lemah tak berakal dan orang-orang ingkar&lt;br /&gt;Tentulah DIA tak akan kikir kepadaku menahan sepercik dari isi "LumbungNYA" &lt;br /&gt;DIA Al Ghaniyu, DIA-lah Ar Rozzaq, DIA tak membutuhkan dan tak meminta makan minum kepada ku&lt;br /&gt;Melainkan akulah yang lemah dan sangat MembutuhkanNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA Rabb yang Maha Dekat dan Yang Mengabulkan segala pinta&lt;br /&gt;Mudahkanlah untukku perkaraku&lt;br /&gt;Jadikanlah mudah apa yang kini nampak sulit bagiku&lt;br /&gt;Jadikanlah ringan apa yang kini nampak berat bagiku&lt;br /&gt;Sibukkanlah aku denganMU Rabbku...&lt;br /&gt;Hanya denganMU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4974779569859201594?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4974779569859201594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4974779569859201594&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4974779569859201594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4974779569859201594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/munajatku.html' title='Munajatku'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4659743552581172378</id><published>2010-05-15T11:19:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T05:13:43.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>"Beragama"  Bukan  untuk  Menilai  Orang  Lain Tetapi Untuk Mengadili Diri Sendiri......</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, malam ini Allah izinkan saya menulis lagi. .Ditemani hujan yang suaranya mendamaikan hati membuat saya sangat menikmati malam ini. Hmmm, seruput teh hangat dulu....ahh Alhamdulillaah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja saya membaca catatan teman di situs jejaring sosial. Dan ini entah yang keberapa kali saya membaca catatannya di antara banyak sekali catatannya. Setiap membaca tulisan-tulisannya, saya sering tercenung. Dia seorang diantara beberapa orang yang menunjukkan "gelora keimanan" yang sangat kuat, seorang yang sangat bersemangat dengan "da'wahnya". Pengetahuannya atas "ilmu-ilmu agama" sangat mengagumkan teman-temannya yang jumlahnya beribu-ribu di situs tersebut (nampak dari komentar-komentar dan salut yang mengikuti catatannya itu). Sehingga seolah-olah dia itu seorang&amp;nbsp; fuqaha yang bertugas mengeluarkan fatwa. Walaupun ada juga sebagian yang rajin mengoreksi sikapnya yang sering dengan mudah memvonis orang lain sesama umat dengan sebutan fasik/dzalim/kafir karena hal-hal yang sebetulnya menurut saya banyak menyangkut hal furu'iyyah ataupun khilafiyah. Perbedaan pendapat sepertinya menjadi terlarang (nampak dari kerasnya tanggapan thp komentator yang berbeda pandangan). Barang siapa yang berbeda dengan sikapnya maka harus bersiap menerima "penilaiannya" karena dianggap telah melecehkan aqidah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merenungi semua itu....saya hanya bisa mengembalikan kepada Allah Sendiri sang Pemilik Kebenaran yang hakiki. Saya juga tidak ingin menyebut apa-apa atas teman saya itu karena saya tidak memiliki kapasitas dan kompetensi apa-apa apalagi Hak untuk itu. Tetapi saya juga manusia yang memiliki akal budi dan hati nurani, yang dengan semua "pembacaan" itu juga memiliki pendapat pribadi yang tidak perlu saya urai disini untuk menilai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin berlindung kepada Allah Azza wa Jalla untuk menetapkan saya di dalam DiinNYA, di dalam Kebenaran MilikNYA, di dalam "Pelukan" DiriNYA atas segala di luar DiinNYA,diluar KebenaranNYA, diluar "PelukanNYA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya manusia lemah yang tidak lepas dari penilaian dan anggapan orang lain tetapi biarlah Allah saja yang Menilai dan Menyaksikan, yang karenanya saya amat berharap saya berada di dalam BimbinganNYA sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, DIA lah Sang Maha Guru, yang akan menunjukkan saya kepada kebenaran yang hakiki melalui UtusanNYA yang Hak dan Sah di dunia ini karena Allah tidak mengejawantah/memperlihatkan Diri di dunia fana ini oleh sebab itu DIA mengutus RasulNYA dan WakilNYA untuk membimbing manusia kepada jalan keselamatan. Jalan yang dapat menghantarkan mereka agar dapat sampai bertemu kembali denganNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepadaNYA "beragama" yang dapat menunjukkan kepada saya dosa-dosa dan khilaf saya pribadi. Agar saya dapat cepat bertaubat dalam kesalahan-kesalahan saya. Agar  saya dapat memperbaiki diri dalam kekurangan-kekurangan saya.Bukan "beragama" yang kemudian membuat saya pandai menilai orang lain kurang aqidahnya, pandai menunjuk orang&amp;nbsp; ini fasik orang itu dzalim orang itu kafir,sedangkan&amp;nbsp; itu semua adalah Hak Allah dan RasulNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan kepada saya seorang Guru yang dapat memahamkan kepada saya betapa lemahnya diri, sehingga tak ada sedikitpun yang dapat disombongkan. Bahwa diri ini dan segenap semesta ciptaanNYA bagaikan daun salam yang terombang-ambing di tengah lautan, bergerak bukan atas kehendak dan tindakannya, melainkan semata-mata hanya karena Allah yang membuatnya demikian.Memahamkan bahwa manusia ini jangankan dapat berfikir dan berkarya, bahkan bernafaspun tidak bisa kalau tidak bersama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Saya mohonkan keharibaanNYA bahwa atas perkenanNYA saya dapat merasakan KehadiranNYA yang amat dekaat, senantiasa menyertai dan meliputi saya dimanapun dan kapanpun. Merasakan indahnya dapat selalu mengingat-ingat DiriNYA. Apalagi disaat-saat kematian mendekat, kiranya DIA sendirilah yang menjemput dan memeluk sehingga saat-saat itu merupakan saat-saat terindah bagi diri ini, dapat bertemu yang dirindukan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Saya berlindung kepada Allah dari segala ketakutan yang dialami segala&amp;nbsp; manusia. Ketakutan atas apapun dari dunia ini selainNYA. Takut lapar, takut miskin, takut sakit, takut gelap, takut sendirian, takut dibenci orang, takut tua, bahkan takut kematian yang pasti akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah segala kecamuk di luar diri ini bergelora seperti yang dikehendakiNYA di dalam taqdirNYA, namun kiranya Allah berkenan membiarkan saya tenggelam dalam kebahagiaan bersamaNYA, selalu...sampai saat-saat pertemuan itu tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu semakin beranjak naik, Hujan diluar telah berhenti, jam di monitorku menunjukkan angka 01.15.&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang senantiasa menyertaiku dan anda semua sampai detik ini.&lt;br /&gt;Semoga kita semua dapat menjadi hamba-hambaNYA&amp;nbsp; yang pandai bersyukur. Allahumma Aamiin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4659743552581172378?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4659743552581172378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4659743552581172378&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4659743552581172378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4659743552581172378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/beragama-bukan-untuk-menilai-orang-lain.html' title='&quot;Beragama&quot;  Bukan  untuk  Menilai  Orang  Lain Tetapi Untuk Mengadili Diri Sendiri......'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3003728846439782855</id><published>2010-05-10T23:52:00.001-07:00</published><updated>2010-05-11T23:01:15.272-07:00</updated><title type='text'>Negeri  di  Ujung  Pelangi</title><content type='html'>Ada suatu negeri...&lt;br /&gt;Siangnya teduh...Malamnya bercahaya...&lt;br /&gt;Penduduknya santun, keadaannya bersahaja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kebencian disana&lt;br /&gt;Hanya damai dan gelak tawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bunganya wangi semerbak&lt;br /&gt;Jika disentuh memancarkan sinar dan warna&lt;br /&gt;Burung dan ikan dapat berbicara&lt;br /&gt;Angin dan hujannya mengalun-alunkan&amp;nbsp; nada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai tentramnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri itu senyuman bertebar dimana-mana&lt;br /&gt;Setiap hari adalah hari raya&lt;br /&gt;Sapa dan salam&amp;nbsp; selalu ditaburkan&lt;br /&gt;Kepada siapa saja menjadi sahabat dan saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua insan nampak belia&lt;br /&gt;Menabur sayang memercikkan cinta...&lt;br /&gt;Indahnya pemandangan di mimpi&lt;br /&gt;Tentang negeri di ujung pelangi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3003728846439782855?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3003728846439782855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3003728846439782855&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3003728846439782855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3003728846439782855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/negeri-di-ujung-pelangi.html' title='Negeri  di  Ujung  Pelangi'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4805665595409752005</id><published>2010-05-09T09:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T10:28:34.690-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Mendengar Tapi Tak Bisa Mengenal Suara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca sebuah artikel hari ini dari detikHealth tentang sesuatu yang baru saya dengar, tetapi membangkitkan ingatan lama saya tentang sesuatu. Artikel itu berjudul sama dengan judul postingan saya (karena memang saya mengutipnya, ^_*). Isi artikel itu diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;i&gt;* Manusia dikaruniai kemampuan untuk membedakan suara tiap orang. Dengan  kemampuannya itu, suara anak, suara ibu, suara suami, suara teman mampu  diidentifikasi dan dibedakan. Ketika ada suara orang bicara bukan di  depannya, manusia mampu menebak suara siapa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana  jadinya jika sepanjang hidup, seseorang tidak pernah bisa membedakan  suara, termasuk suara anggota keluarganya yang sehari-hari di dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus  itu dialami wanita pengusaha asal Inggris yang sejak kecil tak mampu  mengidentifikasi suara orang. Perempuan berinisial KH yang berusia 62  tahun itu tidak tuli. Dia mampu mendengar suara tapi di otaknya semua  suara adalah sama sehingga tidak bisa mengenali ciri suara masing-masing  orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmampuan mengenali suara itu dalam dunia medis  dikenal dengan istilah &lt;i&gt;phonagnosia.&lt;/i&gt; Kasus ini pertama kali  diteliti oleh ilmuwan University College London (UCL) yang telah  diterbitkan dalam jurnal&lt;i&gt; Neuropsychologia&lt;/i&gt; tahun 2008.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="color: #fff2cc;"&gt;KH juga mampu menikmati musik tapi tidak pernah tahu siapa yang  bernyanyi. KH bahkan tidak pernah bisa mengenali suara anaknya, sampai  dia harus berhadapan dengan si anak kalau itu yang bicara adalah  putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling menakutkan baginya adalah ketika  menerima telepon. Sampai-sampai dia harus membat jadwal khusus siapa  saja yang akan menelpon pada jam tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scan otak yang  dilakukan terhadap KH mengungkapkan bahwa bagian otak sebelah kanan yang  dikenal sebagai daerah temporal suara ternyata bekerja kurang aktif,  sementara aktivitas otak bagian kiri normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan ini  menunjukkan bahwa dalam otak manusia, sisi kanan lebih penting dalam  pengenalan suara sementara kiri digunakan untuk memahami kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh  ini&lt;em&gt; Phonagnosia&lt;/em&gt; diketahui karena adanya gangguan lesi otak di  belahan kanan setelah stroke atau kerusakan otak. Namuan dalam kasus KH,  scan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan otak di daerah yang terkait  dengan suara atau persepsi pendengaran dan kemampuan pendengarannya  ditemukan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor Belin Pascal, ilmuwan syaraf  kognitif di Universitas Glasgow, mengidentifikasi suara adalah hal  penting bagi seseorang terutama ketika ditelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita bisa  menebak siapa orang di telepon tapi orang dengan&lt;em&gt; phonagnosia&lt;/em&gt;  tidak mampu melakukan ini," katanya seperti dilansir dari &lt;em&gt;telegraph.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak  manusia juga mampu mengenali suara berdasarkan ciri dari orang tersebut  seperti suara serak, kasar, cempreng, merdu atau yang lainnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran untuk saya. Bagaimana jika ternyata kejadian atau kelainan serupa telah terjadi pula kepada saya khususnya dan mungkin juga pada kebanyakan kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pada peristiwa-peristiwa&amp;nbsp; yang terjadi dalam kehidupan kita, kita selalu mendengar suara-suara seperti suara anak menangis , suara pengemis menghiba, suara suami menasehati, suara istri mengungkapkan isi hati, suara orang tua mengungkapkan kerinduannya, suara kucing mengeong meminta makan, suara daun-daun di pepohonan berdesir saat ditiup angin sepoi, suara ombak menghempas karang hingga suara tsunami yang mengguncang, suara adzan berkumandang, suara orang berdzikir seperti suara lebah, suara hujan gerimis hingga curahnya menderas, suara petir dan guntur menggelegar, suara gemuruh gempa dan gunung meletus, suara presenter di televisi, suara orang sedang bernyanyi, suara tangis orang yang ditinggal wafat keluarganya dan ribuan suara lainnya di dunia ini.&lt;br /&gt;Kita mendengarnya setiap hari, dan hampir tak memperdulikannya lagi karena telah terbiasa memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya ternyata, kita punya telinga....Namun tak bisa mengenali hakikatnya "suara siapakah" semua itu sebenarnya...&lt;br /&gt;Karena bahkan pendengaran bathin kita pun telah terhijab oleh semua yang bisa terlihat oleh mata lahir ini. Kita mengira sudah berakhir segala yang terdengar ini hanya sampai disitu saja. Sehingga jika yang kita dengar itu "enak" maka kita habis-habisan menyimaknya, menikmatinya. Dan jika yang kita dengar itu "tidak enak" maka kita pun mati-matian menjauhinya, menutup telinga tak ingin menangkap suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua suara-suara yang kita dengar oleh pendengaran kita yang sangat lemah ini hakikatnya adalah "Suaranya Tuhan". Suara yang yang mengiringi kita dalam perjalanan kehidupan ini. Kita tak pernah mengira sesungguhnya semua suara itu adalah "SuaraNYA" yang memberi kabar kepada kita tentang keberadaanNYA. Bahwa DIA itu ada, hadir dan senantiasa menyertai dan meliputi kita. "SuaraNYA" membimbing kita seperti mercusuar yang membimbing kapal-kapal di lautan di perjalanan malam tak berbintang. "SuaraNYA"&amp;nbsp; menuntun kita seperti menara pengawas di Bandara menuntun pesawat-pesawat yang akan lepas landas atau mendarat. "SuaraNYa menyinari" langkah kita agar dapat pulang kembali kepadaNYA dengan selamat sehingga sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang...&lt;br /&gt;Jika mempunyai telinga tapi tak bisa mendengar&lt;br /&gt;Tetapi lebih menyesal&lt;br /&gt;Jika bisa mendengar tetapi tak bisa mengenal &lt;br /&gt;Maha Besar Allah yang Maha Mendengar segala "suara" hamba-hambaNYA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4805665595409752005?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4805665595409752005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4805665595409752005&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4805665595409752005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4805665595409752005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/mendengar-tapi-tak-bisa-mengenal-suara.html' title='Mendengar Tapi Tak Bisa Mengenal Suara'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-5519354380049170021</id><published>2010-05-06T19:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T19:58:15.853-07:00</updated><title type='text'>My First Tag...</title><content type='html'>Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesempatan untuk saya menghirup keberadaaNYA di bumiNYA ini, sehingga masih dapat membuat banyak hal diantaranya melakukan hal yang kusukai yaitu menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menulis, aku juga merasakan menjadi banyak teman yang semoga dengan banyaknya ini menambah keberkahan. Bukan banyak teman yang hampa dari rahmat Tuhan. Terimakasih ya Allah sejauh ini telah Engkau anugrahkan bagiku kawan-kawan yang baik, yang menambah ilmuku tentang kebesaranMU.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam al-Adab  al-Mufrad, Abu Ya’la dalam Musnad-nya, an-Nasa’i dalam al-Kuna, dan Ibnu  Abdil Bar dalam kitab at_tahmiid. Al-Iraqi berkata: "Hadist ini  sanadnya baik" Ibnu Hajar berkata dalam kitab al-Talkhish al-Habir,  "Sanadnya hasan", ia berkata Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: magenta;"&gt;" Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan  saling mencintai"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya kira bentuk-bentuk saling memberi hadiah di dunia blog ini juga sangat mengagumkan buat saya, saling memberi award dan tag merupakan kebiasaan yang baik untuk menjaga silaturrahmi. Walaupun kita tidak saling mengenal di luar dunia internet ini, tapi perasaan saling bersaudara merekatkannya. Semoga orang yang pertama mengenalkan cara ini di dunia blog mendapatkan pahalanya, dan kita semua juga mendapat keberkahannya. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih&amp;nbsp; untuk mas Sukadi yang telah berbaik hati membagi tag ini salah satunya kepada saya semoga menjadi suatu amal shaleh. So beginilah kira-kira tagnya yang bisa saya isi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Siapakah diri anda di rumah ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seorang istri dan ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Siapakah diri anda menurut teman-teman anda ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Waah harus nanya dulu nih sama teman-temanku ya, kalau dalam pandanganku sendiri aku orang yang harus banyak dido'akan sama kalian semua supaya jadi orang yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Sebutkan 5 benda yang diidamkan tetapi belum tercapai ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Mmm...benda ya, Kamera digital aja deh, karena aku suka fotografi dan bagiku itu udah serasa 5 benda&amp;nbsp;&amp;nbsp; hehehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Siapakah nama pasangan anda ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elan Suherlan Karnadimadja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Ceritakan 5 hal yang paling anda suka tentang pasangan anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sederhana, nggak neko-neko&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Romantis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemurah alias nggak pelit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akrab sama anak-anaknya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setia&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Kapan anda menikah ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Serasa baru kemarin, padahal 13 Mei 1999 di Bandung&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Apa kenangan pahit anda bersama pasangan anda ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saat kami pernah berpisah kota karena sesuatu hal sehingga jarang bertemu&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;8. Lagu tema cinta anda ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalau saling sayang, nggak usah pake lagu sudah bahagia kali yaa hehe.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kami punya lagu yang kita suka sama-sama yaitu lagu lawas "Till The End" dari Earl Grant. Pengen pasang lagunya disini di postingan ini tapi gimana caranya ya... &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Perubahan apa yang ingin  anda  lihat dari pasangan anda ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa yaa.....mungkin mengurangi merokok, untuk kesehatannya :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Tag ke teman yang lain.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oke aku ingin bagikan tag ini untuk sahabat-sahabatku yang semoga nggak dibuat repot dengan tag ini yaaa, diantaranya&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://wiedesignarch.blogspot.com/"&gt;Wiwied&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://h35ti.blogspot.com/"&gt;H35ti&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://nuansapena.blogspot.com/"&gt;NuansaPena&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://cendrawasih11.blogspot.com/"&gt;A-Chen&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://arfisblog.blogspot.com/"&gt;Arfi's Blog&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kalau ada waktu silahkan mengisinya supaya kita bisa lebih akrab yaaa.....makasiih :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-5519354380049170021?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/5519354380049170021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=5519354380049170021&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5519354380049170021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5519354380049170021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/my-first-tag.html' title='My First Tag...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3493665923899112348</id><published>2010-05-06T00:11:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T00:11:11.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Romantika Ibu Sri Mulyani Indrawati...</title><content type='html'>Bismillahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm kasus bu Sri Mulyani Indrawati (SMI) sangat inspiratif. Terlepas  dari pro dan kontra yang ada, bagiku pribadi ada catatan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jelas-jelas tidak mengetahui dan tidak berhak menghakimi apakah  dalam kasus dana Baillout Bank Century, akhirnya Ibu SMI memiliki status  apa (walaupun jauuuhh dalam lubuk hati ini ada harapan besar dan  persangkaan baik bahwa beliau memang benar-benar orang berintegritas  tinggi/amanah dan benar-benar telah "menolong" kondisi Indonesia saat  itu). Saya hanya ingin mengulas tentang keberadaan Bu SMI dan "jagad"  disekitarnya dengan beraneka ungkapan pro dan kontra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa saya melihat berita-berita baik di TV maupun internet di satu  sisi oleh musuh-musuh politik fihak pemerintah dimana ia bekerja selama  ini beliau dihujat, sudah sampai pada fase dihina, dilecehkan  habis-habisan. Di kantor DPR maupun di tempat-tempat seminar yang  mengundangnya, beliau diboikot oleh sekelompok orang. Pada saat kehendak  para penentangnya telah dipenuhi yaitu diajukannya beliau ke ruang  hukum yaitu pemeriksaan oleh KPK (dan belum tentu statusnya akan  dinaikkan menjadi tersangka) para penentang yang sudah senang itu  kembali meradang karena KPK memeriksa wanita ini di kantornya (mereka  maunya Ibu Sri Mulyani diperiksa di kantor KPK). Dari sejak awal  dihembuskan isu, sampai terbentuknya Pansus Century beberapa anggota DPR  menunjukkan kehendak mereka agar Ibu SMI non-aktif namun belum  mendapatkan hasil yang diharapkan. Ibu SMI tetap aktif&amp;nbsp; mereformasi dan  melahirkan kebijakan-kebijakan restrukturisasi di tubuh Kemenkeu  termasuk di departemen&amp;nbsp; perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar dugaan semua fihak, termasuk saya yang bodoh ini ada berita  mengejutkan tentang rencana mundurnya Ibu SMI sebagai menteri keuangan.  Tadinya saya berfikir, "wah..Ibu SMI menyerah juga. Mungkin beliau lelah  dihujat terus menerus, diboikot, dihina oleh orang-orang yang dulu  notabene sudah ditolongnya saat menjadi menteri keuangan periode lalu".  Namun ternyata, kemundurannya ini membuat banyak mata terbelalak (walau  ada juga yang malu-malu mengakuinya), ternyata kemundurannya ini karena  ada tawaran dari lembaga internasional yang prestisius (setidaknya dalam  pandangan manusia, saya tidak bicara hakikat) yaitu World Bank, diminta  langsung oleh Presidennya sendiri &lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Robert B  Zoellick Saya baca di detikNews berbagai tema tentang Ibu SMI sehubungan  dengan pengangkatannya oleh Bank Dunia itu mendapat reaksi besar di  masyarakat. Begitu juga di Facebook, yang hasilnya &lt;b&gt;sebagian besar  mendukung Ibu SMI.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Subhanallah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Kalau baca komentar-komentar orang di DF  itu aduuh, menunjukkan bagaimana pandangan "rakyat" yang sesungguhnya  yang berada di luar gedung DPR. Komentarnya banyak yang frontal, keras  tapi nggak tahu kenapa juga saya banyak tertawa terpingkal-pingkal  bacanya, kebayang orang-orang ini ada di satu forum saling timpal,  saling celetuk, lucuu. Padahal udah tengah malam lho...yaa hitung-hitung  hiburan sekalian ronda aja deh :).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Kembali ke topik awal. Jadi segala badai  yang menerpa di luar dirinya, saya "melihat" Ibu SMI ini tetap dalam  ketenangannya. Biasanya kalau yang punya mental lemah, paling tidak ada  pernyataan-pernyataan bela diri lah di media untuk mengcounter sementara  pendapat para pengamat ekonomi dan politikus yang menentangnya itu.  Apalagi perempuan yang biasanya dikenal sebagai makhluk yang lemah dan  mudah tersakiti. Yang saya lihat di hari-hari itu bu SMI tetap "cool"  dan menjalankan aktivitasnya secara wajar yang mungkin itu hadir karena  beliau memiliki hujjah atas seluruh keputusannya selama ini, dan menurut  beliau segala keputusannya hari ini dan termasuk pada saat beliau  memiliki amanah di Kemenkeu dulu adalah undang-undang. Dan beliau  menyatakan diri siap untuk berdialog tentang hal itu.Walaupun akhirnya  mentok juga. Buktinya para anggota dewan yang "terhormat" itu sebagian  ada yang walk out karena menganggap beliau bermasalah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Nah peristiwa pengangkatan oleh World Bank  inilah seolah-olah ada peristiwa "Saved By the Bell" baik oleh lawan  politik maupun kawan politiknya dengan makna yang berbeda. Yang menarik  untuk saya adalah, apakah dengan datangnya tawaran dari institusi  bergengsi dunia ini Ibu SMI tergoyah? maksudnya apakah jiwa Ibu SMI  menjadi berubah? Segala kelebihan dan kekayaan jiwanya menjadi tereduksi  oleh tawaran ini? Saya kira sebagai saudara satu bangsa, satu tanah air  apalagi saudara satu agama pantas bagi kita untuk mendahulukan  berprasangka baik dan mengharap serta mendo'akan semoga kehadirannya di  lembaga dunia itu&amp;nbsp; membawa manfaat yang banyak untuk umat manusia  termasuk Indonesia. Saya tidak tertarik untuk membahas masalah teori  konspirasi dsb yang selalu dihembuskan para politikus atau dari sebagian  masyarakat. Justru saya mempunyai impian begini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;Sebagaimana yang telah terjadi di masa  Nabi. Nabi Yusuf as. masuk / inviltrasi ke dalam tubuh sebuah rezim  tiran masa itu atas izin Allah. Dan menunjukkan ayat-ayat Allah di  dalamnya lalu menjadi cahaya kebenaran di pusat kekuasaan sehingga  berbalik menjadi pengendali pemerintahan yang bersih dan diberkahi  Allah. &lt;b&gt;Nah untuk masuk ke dalam rezim itu kan butuh skill dan wawasan  yang bisa dibanggakan sehingga melahirkan kepercayaan mereka.&lt;/b&gt; Kalau  latar belakangnya tidak seperti Bu SMI mungkin World Bank juga males  mau ngangkat orang Indonesia menjadi salah satu direkturnya. Ambil sisi  positifnya aja. Bukankah dalam agama kita diwajibkan untuk berhusnuzhan.  Mencari-cari kesalahan sesama itu tidak diperbolehkan, apalagi orang  itu pernah banyak berjasa membuat banyak kebaikan bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="main" style="visibility: visible;"&gt;&lt;span id="search" style="visibility: visible;"&gt;&amp;nbsp;Kalau keberadaan Ibu SMI di World Bank itu  sebuah karunia dari Allah misalnya (setidaknya untuk Ibu SMI dan  keluarganya) ya kita do'akan semoga menjadi kebaikan juga untuk bangsa  ini bahkan lebih jauhnya masyarakat internasional yang masih hidup dalam  kemiskinan. Kalau masalah hukum ibu SMI di Indonesia belum selesai ya  semoga juga menjadi kebaikan, jangan menjadi penderitaan lagi yang  ditambahkan kepada masyarakat ini. Yang penting kita harus lebih banyak  "belajar" terutama belajar dari setiap kejadian dan mengambil hikmahnya  agar kita dapat selamat sampai kepadaNYA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3493665923899112348?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3493665923899112348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3493665923899112348&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3493665923899112348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3493665923899112348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/romantika-ibu-sri-mulyani-indrawati.html' title='Romantika Ibu Sri Mulyani Indrawati...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-8396552637039315099</id><published>2010-05-04T02:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T02:10:30.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahagiaku'/><title type='text'>Guruku...</title><content type='html'>Guruku mendo'akanku...&lt;br /&gt;Beliau mengucapkan&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&lt;br /&gt;Semoga keselamatan dan Rahmat Allah serta keberkahan bagimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada pemberian yang lebih berharga selain do'a&lt;br /&gt;Dan tiada do'a yang lebih berharga selain do'a yang diucapkan orang yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku menjengukku&lt;br /&gt;Beliau datang dari tempat yang jauh&lt;br /&gt;Untuk melepas dahaga rinduku&lt;br /&gt;Menatap kewibawaan dan kebijaksanaanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada silaturahmi yang lebih berharga selain saling berkunjung&lt;br /&gt;Dan tiada kunjungan yang lebih berharga selain kunjungan yang dilakukan orang yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku menasehatiku&lt;br /&gt;Beliau mengajarkan makna kehidupan&lt;br /&gt;Bahwa jasad ruh hati dan rasa hanya pinjaman&lt;br /&gt;Harus kembali sampai kepada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada ucapan yang lebih berharga selain nasehat kebenaran&lt;br /&gt;Dan tiada nasehat yang lebih berharga selain nasehat dari orang yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guruku menyayangiku&lt;br /&gt;Beliau selalu membimbing dan mendo'akanku&lt;br /&gt;Mengharapkan keselamatan dunia akhiratku&lt;br /&gt;Mengkhawatirkan kecelakaan di akhirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada perasaan sesama manusia yang lebih berharga selain kasih sayang&lt;br /&gt;Dan tiada kasih sayang yang lebih berharga selain kasih sayang yang ditaburkan orang yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Allah mencintaimu&lt;br /&gt;Dan karenaNYA akupun mencintaimu&lt;br /&gt;Biarlah air mata ini menjadi saksi&lt;br /&gt;Di setiap perjumpaan dan perpisahan&lt;br /&gt;Semoga DIA melindungimu selalu &lt;br /&gt;Wahai Guruku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mengenang setiap keindahan yang kurasakan setiap berjumpa Guru*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-8396552637039315099?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/8396552637039315099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=8396552637039315099&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8396552637039315099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8396552637039315099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/guruku.html' title='Guruku...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-2336047940097969595</id><published>2010-05-02T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T12:41:52.561-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Jangan Yang Tersisa .........</title><content type='html'>Sejak seorang ibu mengandung putra/i dalam rahimnya dan sang ayah menyadarinya, telah terkandung pula bersamanya tekad untuk memberikan yang terbaik. Ibu makan makanan yang bergizi, dia minum minuman yang bernutrisi.&amp;nbsp; Ayah siapkan bekal untuk kehadiran tamu istimewa ini. Dibelinya baju-baju untuk calon bayi yang terlucu yang bisa dia beli. Disiapkannya segala perlengkapan untuk memuliakan kehadiran sang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila waktu berjalan dan bayi dalam rahim Ibu semakin membesar, semakin bertambah cobaan di dalam diri. Mual dan pening setiap hari. Tidur telah tak nyenyak lagi. Sementara tugas sehari-hari tetap menanti. Seorang Ibu tak bisa barang sejenak berhenti dari kebaikan, apalagi jika ada anak-anak kandung&amp;nbsp; lain yang meminta diberi perhatian dan kasih sayang. Ayah yang pemurah tempat berbagi tanggung jawab, ia menjadi teman dalam kerisauan menghadapi hari-hari saat tiba hari kelahiran. Bersama Ayah, Ibu menghadapi setiap cobaan Tuhan. Berharap yang terbaik bagi sang jabang bayi yang dirindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya perih pedih di perut Ibu. Seribu sakit dan derita menjadi satu. Tak ada yang dapat turut merasakan nyeri di tubuh rapuh. Hanya kepada Allah tempat Ibu mengadu.&lt;br /&gt;Badan bergetar, sakit dan ngilu diseluruh badan, darah bersimbah mengiringi kelahiran. Terkadang Ayah harus mencari pertolongan agar Ibu dapat bertahan. Tak tertahan lagi taqdir dari Tuhan. Akhirnya sang bayi lahir di pangkuan. Disambut haru dan airmata bercucuran. Ayah mencium dan mengumandangkan Iqamah dan Azan. Agar Asmanya Tuhan yang pertama hadir di pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allaahu Akbar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari-hari melelahkan. Hari-hari penuh cobaan. Sekaligus hari penuh pahala dan keberkahan.&lt;br /&gt;Ibu merawat, menyusui dan menidurkan...&lt;br /&gt;Mencuci pakaian dari segala kotoran...&lt;br /&gt;Ayah bekerja menjemput harapan&lt;br /&gt;Agar dapat memberi yang terbaik untuk istri dan anak &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak telah dewasa, tak berhenti kasih sayang dan tanggung jawab diberikan&lt;br /&gt;Untuk&amp;nbsp; pendidikan terbaik sang anak, terkadang Ibu harus menjual perhiasan kesayangannya&lt;br /&gt;Jika anak terbaring sakit, terkadang Ayah harus mendatangi pintu orang mengharap uang pinjaman&lt;br /&gt;Jika anak menginginkan sesuatu "kelapangan dunia", Ayah dan Ibu rela menjadi "berkurang dan sempit dunianya" karenanya&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hayat dikandung badan&lt;br /&gt;Ayah dan Ibu akan selalu berjuang &lt;br /&gt;Diliputi do'a-do'a bertuah mereka&lt;br /&gt;Untuk sang anak tumpuan harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KINI TINGGALAH PERTANYAAN BESAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah telah berfirman&lt;br /&gt;Bahwa Ayah dan Ibu semua insan&lt;br /&gt;Telah menjadi yang kedua setelah Tuhan&lt;br /&gt;Tempat syukur setiap anak dipersembahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun keadaan tuan&lt;br /&gt;Baik kelapangan ataupun kesempitan&lt;br /&gt;Jangan yang tersisa yang kau berikan&lt;br /&gt;Kepada orang tua yang melahirkan membesarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada waktu dan tenagamu tersisa, baru kau luangkan untuk sekedar mengunjungi mereka &lt;br /&gt;Jika ada uang dan hartamu tersisa baru kau sisihkan untuk "jajan" mereka&lt;br /&gt;Jika ada ruang di rumahmu tersisa baru kau persilahkan menjadi tempat berteduh mereka&lt;br /&gt;Jika ada sedikit bakatmu tersisa baru kau tuliskan puisi sederhana untuk mereka&lt;br /&gt;Jika ada ingatanmu tersisa baru kau panjatkan do'a pendek untuk mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang selama hidup sejak kita dilahirkan , Ayah dan Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk kita &lt;br /&gt;Masa muda mereka telah habis untuk mencintai kita dan mewujudkannya&lt;br /&gt;Walau siapapun berkata itu telah menjadi kewajiban mereka&lt;br /&gt;Namun tetaplah kita tak lebih berharga dibanding jerih payah mereka telah menyayangi dan mencinta&lt;br /&gt;Seberapa besarpun kita berusaha menggantinya&lt;br /&gt;Tak pernah bisa kita membayar harga pengorbanan dan ketulusan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang Tuhan berikan  kesempatan untuk kita&lt;br /&gt;Bahagiakan Ibu dan Ayah kita&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Dengan yang  terbaik yang kita bisa&lt;br /&gt;Seperti yang terbaik yang kita beri untuk anak-anak&amp;nbsp; kita &lt;br /&gt;Serta menyertakan mereka selalu dalam  setiap do'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan beri yang tersisa dari yang kita punya&lt;br /&gt;Untuk insan yang berkorban nyawa dan harta&lt;br /&gt;Sebelum tiba masanya...&lt;br /&gt;Kita ingin memberi segala&lt;br /&gt;Namun telah tak bisa&lt;br /&gt;Karena mereka telah tiada.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #d9ead3;"&gt;"Rabbigfirly waaliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shagiiraa...'&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fff2cc;"&gt;"Wahai Tuhan kami ampunilah kami serta orang tua kami. Dan sayangilah orang tua kami sebagaimana mereka telah menyayangi kami..."&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #d9ead3;"&gt;Allahumma Aamiin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk orang tua kita semua, aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;(Catatan ini didedikasikan khususnya untuk orang tuaku tercinta Ibu Hj.Herawati dan Bpk H. Djadjang Koeryana serta&amp;nbsp; almh. Ibu Hj. Ayi Sumiati dan alm. Bpk H. Eman Masna Karnadimadja serta para orang tua di seluruh dunia)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-2336047940097969595?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/2336047940097969595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=2336047940097969595&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2336047940097969595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2336047940097969595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/05/jangan-yang-tersisa.html' title='Jangan Yang Tersisa .........'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7215939780958706661</id><published>2010-04-27T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T14:38:02.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Hujan jangan kau pergi.....</title><content type='html'>Bismillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan hujan di kotaku setelah beberapa hari tak setitik pun air menetes ke bumi kami.&lt;br /&gt;Hujan yang mendamaikan hati. Suara gerintisnya yang menepuk-nepuk tanah berdebu memberikan harapan. Bahwa masih ada orang di sekitar yang mau bertaubat, masih ada orang yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah-rumah kami silih berganti menjadi tempat orang mengaji&lt;br /&gt;Di mesjid kami ada saja orang datang untuk shalat berjama'ah&lt;br /&gt;Di dalam pergaulan kami masih ada shedekah&lt;br /&gt;Di orang-orang mampu kami masih banyak yang mau berangkat haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun siapa yang tahu dada orang yang ikhlas&lt;br /&gt;Siapa yang dapat melihat para pendosa bertaubat&lt;br /&gt;Dan siapa bisa menerka janji seorang yang setia&lt;br /&gt;Melainkan hanya disisi Tuhanlah rahasianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa Nabi....&lt;br /&gt;Hujan telah menjadi pertanda&lt;br /&gt;Ada rahmat Allah di tanah yang dibasahi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa para Shahabat dan Shalihin&lt;br /&gt;Hujan menjadi isyarat&lt;br /&gt;Ada ampunan Allah hendak dibagikan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di masa kini&lt;br /&gt;Orang telah tak perduli &lt;br /&gt;Apakah hujan akan pergi dan tak kembali&lt;br /&gt;Telah hilang mawas diri&lt;br /&gt;Tak takut kepada Ilahi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kini lebih takut pada tsunami&lt;br /&gt;Takut tak dapat membuat kenyang anak dan istri&lt;br /&gt;Sehingga dijamah segala yang terlarang&lt;br /&gt;Murka Tuhan sudah tak terbayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan jangan kau pergi&lt;br /&gt;Membawa rahmat Allah menjauhi kami&lt;br /&gt;Sampaikan air mata kami&lt;br /&gt;Kepada Al-Ghafuur yang Maha Tinggi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menanti di jendelaku.....&lt;br /&gt;Tetes-tetes air itu membasahi tanah dan hatiku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***********&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Alhamdulillah puisi tadi saya dedikasikan untuk sang Hujan ^,^ sebagai tanda syukur kepada Allah azza wa Jalla yang telah mengirimkan makhluknya itu di rumah kami.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Selanjutnya, rasa syukur saya pun meliputi pula ni'mat lain yaitu teman sesama bloger saya yaitu Mas &lt;a href="http://blogsukadi.blogspot.com/"&gt;Sukadi&lt;/a&gt;, yang telah berbaik hati menghadiahkan award kepada saya, sebuah award yang sangat &lt;i&gt;"cute".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S9n7iOQfzXI/AAAAAAAAAlk/jKKA97_P8ZY/s1600/award+dr+sukadi.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S9n7iOQfzXI/AAAAAAAAAlk/jKKA97_P8ZY/s320/award+dr+sukadi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya :)&lt;br /&gt;Award ini&amp;nbsp; saya bermaksud memberikannya kepada lima blogger yaitu : mbak &lt;a href="http://irmasenja.blogspot.com/"&gt;Irma Senja,&amp;nbsp; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://sabarya.blogspot.com/"&gt;Mbak Latifah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://terusbelajarmenulis.blogspot.com/"&gt;Mas Shidiq&lt;/a&gt;,&amp;nbsp; &lt;a href="http://elpa-aura.blogspot.com/"&gt;Elpa&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.akmakasim.blogspot.com/"&gt;Nur-Ma&lt;/a&gt;. Jadi jika sahabat yang akan saya bagi award ini sudah membaca postingan saya ini silahkan mengambilnya. Dari saya tanpa syarat. Ini tanda persahabatan kita di dunia blog :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dari saya semoga tidak ada kesalahan dalam hal award ini karena saya masih agak awam soal ini. apabila ada kekeliruan dalam penyampaiannya mohon dikoreksi. Terima kasih sudah berkunjung ya :)&lt;br /&gt;Wassalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7215939780958706661?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7215939780958706661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7215939780958706661&amp;isPopup=true' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7215939780958706661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7215939780958706661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/hujan-jangan-kau-pergi.html' title='Hujan jangan kau pergi.....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S9n7iOQfzXI/AAAAAAAAAlk/jKKA97_P8ZY/s72-c/award+dr+sukadi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6492433340105973767</id><published>2010-04-25T19:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T23:11:08.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Permata Sejati</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Untuk beberapa hari ini saya ingin menampilkan postingan-postingan lama saya berupa cerpen (cerpen baru masih digarap tapi kayaknya masih perlu waktu) so sambil nunggu cerpen baru, sahabat-sahabat mungkin berkenan membaca cerpen-cerpen saya terdahulu. Ini salah satunya, selamat membaca :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Angin laut masih berdesir, membelai-belai  dedaunan pohon-pohon kelapa di pesisir laut Jawa, ombak-ombak kecil dan  besar bergulung-gulung menghempas batu-batu karang, dan Yasmin pun masih  berdiri  disana, diatas kelembutan pasirnya. Kerudung putihnya  melambai-lambai dipermainkan angin, sesekali diperbaikinya tutup  kepalanya itu jika telah mengganggu pandangannya yang jauh ke tengah  laut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seakan-akan, nampak jauh  disana peristiwa dua tahun yang lalu, saat-saat di mana peristiwa itu  telah meninggalkan bekas di hatinya. Peristiwa yang tak pernah masuk di  dalam barisan do’a-do’anya dahulu,namun ternyata hati yang “besar” akan  sanggup menampung seberapapun kenyataan hidup,seperti yang dialaminya……&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin… Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;,  berasal dari Aceh. Tinggal merantau jauh dari orang tua, namun mampu  menjaga kehormatan dirinya, wanita muda yang anggun dan  sederhana,berkhidmat pada pesan kedua orang tuanya untuk  bersungguh-sungguh menuntut ilmu di “kampung” orang. Menyewa sebuah  kamar kost sederhana bersama kawan perempuannya satu fakultas Dista. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertemanan  mereka berkembang menjadi persahabatan. Satu sama lain saling membantu,  saling menolong, walau terkadang adakalanya terjadi perbedaan pendapat,  namun hal itu tidaklah mengganggu persahabatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pagi  itu seperti biasa, Yasmin telah berada di kampusnya untuk mengikuti  perkuliahan pagi dari dosennya. Tiba-tiba,dari arah belakang seseorang  menepuk pundaknya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”Dista..?”.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dista  tersenyum sambil membetulkan tali tas punggungnya. Yasmin memperhatikan  sesuatu yang berbeda;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”Dista….., kamu  lagi seneng ya pagi ini?”&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi Dista hanya mengacungkan telunjuknya  menempel di bibirnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;” Ssssttt…..”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin  mengangkat alisnya, namun dia membiarkan Dista dengan misteri  nya.Merekapun melangkah ke dalam kelas untuk mengikuti perkuliahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua jam berlalu tanpa kesan apapun, mahasiswa  keluar dari ruangan perkuliahan satu persatu. Yasmin dan Dita pun  berjalan beriringan, hanya sesekali,sesekali yang nampak seringkali bagi  Yasmin, Dista memeriksa pesawat Handphone-nya, atau mengetik sesuatu  melalui smsnya. Kampus yang ramai, namun sepi bagi Yasmin karena sejak  tadi Dista seolah-olah sendirian, sibuk dengan HP-nya, walau bersama  Yasmin di sampingnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seolah-olah dikomando, tanpa perjanjian langkah  kaki kedua gadis itu mengarah ke arah  bangku taman di dekat kolam,  tempat favorit keduanya saat menunggu jam kuliah berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu keduanya duduk di bangku itu, Dista sudah  akan memeriksa lagi pesawat HP-nya,namun sebelum jarinya menyentuh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;keypad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;, Yasmin menahan tangan Dista  lembut dan tersenyum sambil berkata :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”Halloo….apakah Dista masih  disitu?”.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dista menolehkan wajahnya dan melihat Yasmin dengan wajah  penuh tanda tanyanya . Dista tertawa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”Hihihi….penasaran nih yee”&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi  Yasmin tetap menahan tangannya di lengan Dista. Dista berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;” OK…OK,  aku lupa punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one curious girl&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;  di kampus ini hehe.Tapi janji yaa, ini cuman di antara kita aja”.&lt;/i&gt; Dista  lalu bercerita dengan suara perlahan seolah-olah tak ingin diketahui  rahasianya oleh orang banyak .  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malam itu, Yasmin di kamarnya sendiri duduk di  atas meja mengerjakan beberapa tugas dari dosennya. Dista sudah 3 hari  cuti pulang sementara ke tempat asalnya di Yogya. Jarum jam sudah  menunjukkan angka 11, namun mata Yasmin tak hendak  beristirahat.  Dibiarkannya waktu berjalan yang terasa lambat, dicobanya untuk  menikmati sayatan-sayatan kecil di hatinya yang masih agak terasa perih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dikenangnya lagi pembicaraannya dengan Dista di kampus beberapa hari  yang lalu tentang  rahasia kecilnya. Tentang seorang pemuda, satu kampus  dengan mereka, yang menjadi asisten dosen mereka selama ini dan juga  ketua Rohis di kampus, yang Yasmin “kagumi”selama 1,5 tahun ini namun ia  simpan itu sekedar sebagai sebuah semangat  saja. Pemuda itu, di  saat-saat Yasmin bersimpati dan menaruh sekuncup harapan, ternyata telah  melabuhkan harapannya sendiri terlebih dahulu kepada sahabatnya Dista.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  Ya, Syam - yang Yasmin kagumi kepintarannya, keshalehannya,- yang Yasmin  “melihat’ dari kejauhan kerinduannya akan gambaran-gambaran tentang  rumah tangga yang sakinah, mawadah warahmah akan lebih berseri  seandainya jika perahu itu didayungi bersama Syam, pemuda yang  seringkali pula membantunya dalam beberapa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;event&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; di kampus yang karenanya sempat pula Yasmin  mensyukuri kebersamaan itu, pemuda yang ternyata kini telah memilih  Dista untuk menjadi pendamping hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berita  “gembira” itu,  dikabarkan Dista dengan tenang, namun terasa bagai  halilintar di telinga Yasmin."Dia melamarku tadi malam Yasmin." Berdetak  kencang hati Yasmin, mengapa ia harus mendengar "Happy Ending" ini,  mengapa ia tidak sensitif selama ini jika Dista sering menceritakan Syam  kepadanya di kamar mereka,di kampus atau dimana saja setiap mereka  pergi bersama. Yasmin mengira Dista hanyalah fans Syam belaka yang  sering merasa tersanjung oleh perhatian pemuda itu,hanya saja berbeda  dengan Yasmin Dista lebih ekspresif mengungkapkan ketertarikannya.  Sementara dirinya hanyalah seorang gadis pemalu yang tak mungkin akan  mengumbar kegembiraannya setiap saat ia merasa Syam memperhatikannya.  Namun Yasmin bukanlah gadis yang dengki, berita sebesar apapun tidak  akan menggoyahkan kelembutannya dalam bersikap. Bahkan Yasmin memeluk  Dista erat, membisikkan do’a yang tulus di telinga sahabatnya dan  tersenyum tanda turut bergembira untuk kebahagiaannya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;" Selamat ya Dis,  aku tahu dia laki-laki yang baik, shaleh dan pantas mendapatkan gadis  seperti kamu. semoga pernikahan kalian diberkahi Allah, aku ikut  senang".&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mata Yasmin berkaca-kaca menatap Dista, ia ingin Dista menduga  itu adalah air mata bahagianya walau sesungguhnya kepedihan telah  bersenyawa didalamnya. Mereka berdua akhirnya tertawa-tawa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin  menekur di muka monitor, menatap beberapa foto yang diambil saat  pelaksanaan acara Bedah Buku di kampus, ada salah satunya foto dirinya,  Dista dan Syam dengan latar belakang mesjid kampus.Semua tersenyum dalam  foto itu, seharusnya menjadi kenang-kenangan yang indah menurut Yasmin,  tetapi mengapa air mata itu jatuh di pipinya, semakin lama semakin  tercurah, pundak Yasmin berguncang pelan, terdengar suara terisak dan  bisikan lirih Yasmin;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; ”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;Ya Allah,  Tuhanku….terima kasih telah Engkau karuniakan hamba saat-saat yang baik  ini. Dari sejak kecil hingga kini, tidak pernah Engkau mengecewakan  hamba. Ya Allah, sembuhkanlah luka hati ini, ringankanlah mata  penglihatan dan mata hati hamba jika melihat kebersamaan mereka.  Bahagiakanlah mereka Tuhan. Dan cukuplah bagi hamba Allah dan RasulNYA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  Mengalir air mata Yasmin, airmata keikhlasan, digelarnya sajadah ingin  melewatkan malam itu bersama Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari  pernikahan Dista dan Syam tidak kurang dari satu minggu lagi. Namun  berita menggemparkan itu memecah keasyikan. Dista mendapat kecelakaan  berat di tikungan jalan daerah Yogya saat sedang mempersiapkan  pernikahannya. Saat Yasmin tiba di Rumah Sakit di Yogya, ia melihat Syam  sendirian terpekur di sudut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;hall&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;,  berdesir hatinya, entah mengapa kini ia merasa iba melihat kekasih  sahabatnya itu bak burung yang terluka sayapnya, merasakan kesedihannya  yang luar biasa dan kekhawatiran akan kehilangan orang yang dicintainya.  Namun perhatian Yasmin terbelah, suara pekik orang-orang di ruang UGD  mengejutkannya. Yasmin melihat ibunda Dista menangis, dan Ayah Dista  berdiri lemas, dipapah kerabat beberapa orang. Berdegup kencang jantung  Yasmin, dan benarlah ternyata Dista dinyatakan telah meninggal  dunia.Yasmin terguncang hatinya, namun di saat-saat seperti itu sisi  lain dirinya menuntutnya untuk sadar, ada orang lain yang lebih “berhak”  untuk merasakan kepedihan besar itu, dialah Syam calon suami Dista.  Bergetar bibir Yasmin mengucapkan istirja:&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innalillahi wa inna ilahi rooji’uun, sesungguhnya kami semua  milik Allah,dan sesungguhnya kami semua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kepadaNYA akan  kembali.&lt;/span&gt;”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari-hari Yasmin dan Syam kini menjadi sendu.  Ditinggal orang yang dicintai dan dekat dengan mereka bukanlah hal yang  mudah. Namun kebersamaan mereka telah mendekatkan kembali taqdir yang  dahulu terasa jauh. Yasmin merasakan kini perhatian Syam kepadanya  bertambah setiap hari. Perasaan berbunga yang dulu pernah dirasakannya  kini datang kembali.Walau tidak sesemerbak dahulu karena jauh di lubuk  hatinya, ada perasaan rendah diri yang sulit terhapus, dirinya hanyalah  perempuan pengganti di sisi Syam setelah kepergian Dista. Namun ia  berusaha untuk selalu mensyukuri kebahagiaan itu, masa lalu tidak  mungkin dihapus, karena bagaimanapun itu telah terjadi.Yasmin mencoba  merangkai kehidupannya kembali dan membangun cita-citanya.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari  wisuda itu akhirnya datang juga. Orang tua Yasmin dan kedua kakaknya  datang dari Aceh. Kebahagiaan yang membuncah dihatinya, kedatangan  ibunya dan kelulusannya telah menambah seri di wajah cantik Yasmin,  apalagi saat disadarinya ternyata Syam pun hadir untuk dirinya menikmati  bersama kebahagiaannya. Itulah saat-saat yang mendebarkan hatinya dalam  kehidupannya. Di hari wisudanya, Syam melamar dirinya kepada orang  tuanya, memintanya untuk menjadi istrinya. Terasa terang benderang dunia  Yasmin dan penuh aroma yang menyenangkan, walau entah mengapa lututnya  saat itu terasa lemas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari-hari  Yasmin kini menjadi lebih berwarna. Tidak kurang dari 2 bulan lagi  pernikahannya akan digelar. Syam pun telah membawanya berkenalan dengan  kedua orang tuanya dan keluarganya. Keluarga Yasmin di Aceh pun sibuk  mempersiapkan pernikahannya. Namun ada sedikit kekhawatiran Yasmin,  mengingat telephone dari Syam malam tadi tentang keluhannya di bagian  pinggangnya. Memang sudah beberapa minggu ini, Syam terlihat semakin  sering mengeluh sakit. Namun Yasmin tidak pernah menyangka, seminggu  kemudian setelah tak kuat menahan sakitnya dan Syam dibawa ke Rumah  Sakit ternyata saat diperiksa oleh dokter ahli penyakit dalam, Syam  dinyatakan menderita kelainan ginjal, satu ginjalnya telah tak berfungsi  dengan baik, sedang satu ginjal yang lainnyapun dalam kondisi yang sama. Saat itu juga Syam diharuskan menjalani rawat inap  di Rumah Sakit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dua minggu sudah Syam dirawat di Rumah Sakit,  berat badannya turun drastis, keadaanya tidak semakin membaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin  amat berduka melihat kekasihnya terbaring di pembaringan rumah sakit  tanpa dirinya bisa merawat sepenuhnya. Statusnya yang belum menjadi  istri yang sah menghalanginya untuk dapat sekedar menyentuhnya. Hanya  kepada ibunda Syam ia dapat menitipkan sekedar buah tangan dan do’a  tulusnya yang tak henti-henti ia alirkan dari bibir dan hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedang  keadaan Syam semakin memburuk saja, dan dokterpun telah menyerah  sementara hari pernikahannya yang telah tertulis di dalam undangan telah  sangat dekat tak kurang dari 2 hari lagi. Hingga terucap dari bibir  tipisnya, kepada ibunda Syam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”Wahai ibu, saya tidak bisa duduk diam  seperti ini saja. Laksanakanlah pernikahan kami pada waktu yang  ditetapkan semula. Nikahkan kami sedang Abang Syam masih bisa mengenali  saya. Izinkan saya berbakti  kepadanya sebagai istri dalam keadaan  sakitnya ini Ibu”&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibunda Syam memandanginya haru, di saat-saat di  mana ia merasa tak pantas lagi mengharap cinta seorang bidadari untuk  putranya yang telah kehilangan ketampanannya, kegagahannya, di saat  dimana ia mengira hanya kasih orang tualah yang akan setia menemani  penderitaan putra tercinta,Yasmin mengajukan diri untuk tetap  melaksanakan pernikahannya hanya supaya dapat turut merawat sepenuhnya  sang putra. Ibunda Syam memeluk Yasmin dan menangis di pundaknya,  sementara Syam yang terbaring disamping mereka menitikkan air matanya  tanpa mampu berkata-kata.Ia merasa  baru sekarang ia menemukan permata sejatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tepat  seperti yang telah tertulis di dalam  kartu undangan, dilaksanakanlah  pernikahan itu. Syam sudah tak mampu duduk, namun ia mampu melafalkan  ikrar nikahnya walau dengan suara yang lemah. Semua yang hadir di kamar  rumah sakit itu tertunduk, atmosfir ruangan dipenuhi keharuan melihat  sepasang pengantin yang bersanding. Mempelai putri yang cantik  mengenakan kerudung putih berhias bunga sederhana duduk di kursi,  sementara Mempelai pria terbaring lemah di ranjang rumah sakit sedang  lengannya dipenuhi jarum infus dan obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka  dimulailah hari-hari penuh pengabdian Yasmin kepada suaminya di rumah  sakit. Bahkan ia pun kini harus ikut memikirkan biaya yang harus  ditanggung untuk perawatan dan pengobatan selama di rumah sakit. Jika  ada waktu, saat menunggui suaminya Yasmin merajut benang untuk dibuatnya  mainan atau topi-topi bayi yang lucu. Bukan untuk bayi mereka, tetapi  untuk Yasmin jual kepada beberapa teman yang merasa iba dengan  penderitaan keluarganya sebagai ikhtiarnya mencari nafkah karena  disadarinya suaminya belum mampu melaksanakan kewajiban itu saat ini.  Yasmin tidak tergoyah, rasa sedihnya tidak membuatnya berhenti tersenyum  untuk Syam suaminya.Setiap ada waktu berdua,Yasmin selalu menceritakan  hal-hal menarik yang ditemuinya, mulai dari rajutannya yang salah warna,  perawat shift malam yang judes tapi suka memberinya segelas kopi panas,  anak-anak teman mereka yang menitipkan hadiah untuk pernikahan mereka  dan sebagainya.Yasmin ingin suaminya tidak terlalu menderita, setidaknya  ia dapat melihat senyum di bibir Syam setiap hari sudah menjadi syurga  baginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;--------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin masih bersimpuh di atas sajadahnya, saat  tengah malam itu dari sudut matanya ia melihat tangan Syam mencoba  menggapainya. Yasmin segera bangkit, dan menangkap jemari suaminya lalu  didekapnya:&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;”&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/i&gt; apa  sayang?”bisiknya. Syam menatapnya lekat dan berbicara dengan suara  lemah: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;”Terimakasih…”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Syam  tercekat, lalu ia melanjutkan bicaranya: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;Abang rasa telah  dekat waktunya…., Abang&amp;nbsp; mensyukuri semua nikmat Allah selama  ini…bahkan penyakitku ini….&amp;nbsp; Tapi tidak ada nikmat Allah yang lebih besar  daripada dicintai dan menikahi Yasmin Nurul Aini.&amp;nbsp; Abang memohon kepada  Allah cukuplah Yasmin sebagai Bidadariku dan Abang ridha kepada adik  sebagai istriku. Maafkan Abang belum menjadi suami yang baik ya....&amp;nbsp;  tolong sampaikan&amp;nbsp; maaf Abang kepada Ibu, Bapak Abang. Tentu saja  Orangtuamu juga Dik. Sampaikan maaf Abang belum dapat  membahagiakanmu....... Abang janji,sesudah semua ini akan kusampaikan kepada Allah Tuhanku bahwa kamu telah memberikan yang paling berharga buat Abang. Setiap habis sholat, ikutkan Abang dalam do’amu  ya dik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin meneteskan airmatanya dan menganggukkan  kepalanya, pertanyaan bergelayut di pikirannya, adakah ini saatnya,  inikah saat-saat perpisahan itu?. Namun Yasmin tak ingin menangis  dihadapan suaminya, bahkan dalam saat yang kritis sekalipun Yasmin ingin  tetap tegar mengantar sang kekasih kepada Kekasihnya yang lebih  mengasihinya, IA lah Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin  mendekatkan bibirnya ke telinga Syam membisikkan kalimat-kalimat dzikir  dalam zona pendengarannya. Terus demikian hingga mendekati Shubuh, saat  akhirnya suaminya menarik nafas yang terakhir untuk berpulang kepada  Sang Khalik. Yasmin sendiri yang menutupkan mata lelaki yang dicintainya  itu. Dan tidak berhenti membacakan ayat-ayat AL-Qur’an di sisinya,  hingga perawat shift pagi datang dan mengetahui keadaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin masih berdiri di pantai itu. Kaki lembutnya  disibakki air ombak yang terus meninggi. Diperbaikinya lagi kerudungnya  yang dipermainkan angin laut. Yasmin menggerakkan bibirnya, berbisik  lirih :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;” Ya Allah, tak ada yang terbaik selain dari QudrahMU,  cukupkanlah hamba hanya denganMU. Terimakasih telah memilih hamba untuk  melalui salah satu jalan taqdirMU untuk bertemu orang-orang yang hamba  cintai walau diantaranya hanya sebentar saja, namun apalah arti sekejap  atau pun lama di hadapanMU, tutuplah dan dinginkanlah luka hati hamba ya  Rabby, jikalau ada alam lain tempat pertemuan para kekasih,  pertemukanlah kami kembali ya Allah, jikalau tiada maka cukuplah Engkau  saja bagi hamba”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yasmin memandang ke arah laut sekali lagi, matanya  basah oleh air mata beningnya namun hari telah senja, suara adzan  maghrib tidak lama lagi akan berkumandang. Yasmin memetik sekuntum bunga  perdu lalu membalikkan badannya, berjalan menyusuri pesisir , hatinya  bergetar oleh dzikir dan bibirnya melantunkan do’a-do’a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;--------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ffe599; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terimakasih untuk Rahma -19 bln-  yang tak bosan menghampiri dan duduk di pangkuanku saat menulis cerita  ini &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6492433340105973767?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6492433340105973767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6492433340105973767&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6492433340105973767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6492433340105973767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/permata-sejati.html' title='Permata Sejati'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3815457822077803377</id><published>2010-04-22T23:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T23:23:53.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><title type='text'>Lagu Pertama :)</title><content type='html'>Seorang teman yang seorang Musisi, meminta tulisanku untuk dijadikan sebuah lagu. Biasanya tema yang populer sekitar cinta dan kerinduan (walaupun obyeknya bisa berbeda-beda). So... saya buatkan untuknya seperti ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: #d0e0e3;"&gt;*Rindu Tlah Terlarang*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Seembun harapan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Terbang dijemput mentari&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Jejaknya membekas&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Di daun kenanganku...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Seberkas senyummu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Menggores kertas anganku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Bayangnya tertinggal&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Di dawai hatiku...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Sekilas tatapmu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Menyentuh relung sukmaku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Biasnya berpendar&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Di labirin khayalku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Reff:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Rindu rindu tlah terlarang kini...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Adakah satu penawar hati...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Meski tlah mengharu biru ...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc;"&gt;Ku tak ingin luruh layu...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri mengartikan rindu yang tlah terlarang itu adalah kerinduan terhadap segala godaan yang menarik-narik hawa nafsu kita. Kerinduan terhadap "dunia" yang dapat menjerumuskan. Tapi kalau nanti sudah dibuat menjadi lagu dan diaransemen, terserah kepada yang mendengar bagaimana mereka memaknainya, Do'ain ya...semoga menjadi lagu yang bagus...:).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3815457822077803377?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3815457822077803377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3815457822077803377&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3815457822077803377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3815457822077803377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/lagu-pertama.html' title='Lagu Pertama :)'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3803169724301943759</id><published>2010-04-21T22:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T22:39:24.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Titipan Tuhan....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8_fNO71IzI/AAAAAAAAAio/s8gMILTD4AE/s1600/rainydayo-l-ci.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8_fNO71IzI/AAAAAAAAAio/s8gMILTD4AE/s320/rainydayo-l-ci.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Seekor burung melayang di angkasa yang jingga&lt;br /&gt;Mengepak sayapnya yang berbulu keemasan&lt;br /&gt;Bersama kawan saudara telah melampaui dua benua&lt;br /&gt;Mencari dataran dimana musim telah menantinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati sebuah rumah megah beratap merah&lt;br /&gt;Dihias batu dan taman yang indah&lt;br /&gt;Terhampar rumput lembut dan kolam ikan&lt;br /&gt;Disemat di sudutnya sebuah ayunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang burung tersentak seiring silau di matanya&lt;br /&gt;Apakah itu ?&lt;br /&gt;sesuatu yang bercahaya datang dari jendela rumah itu&lt;br /&gt;Ia mengembangkan sayap menukik mendekat&lt;br /&gt;Kilau itu ternyata datang dari setetes air mata seorang anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kecil berambut coklat&lt;br /&gt;Bermata biru berteman kesedihan &lt;br /&gt;Duduk di kasur empuknya&lt;br /&gt;Dipeluk kesepiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anak...siapa kau ?.... ada apa dengan air matamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku anak yatim piatu. Air mataku tak bisa berhenti sejak aku dilahirkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau anak yatim? Kasihanku untukmu. Ayah Ibumu telah tiada nak? dimanakah batu nisannya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak menggelengkan kepalanya,ia menunjuk ke dalam rumahnya&lt;br /&gt;"Ibuku ada di dalam kebingungan , ayahku ada di luar pelukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang burung terheran-heran&lt;br /&gt;"Apa yang kau katakan nak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku disini tak bicara padaku&lt;br /&gt;Ia hanya menegurku jika aku memecahkan vas bunganya&lt;br /&gt;Ibuku disini tak bercanda denganku&lt;br /&gt;Ia hanya memarahiku jika aku mengotori lantainya&lt;br /&gt;Ibuku disini tak tersenyum padaku&lt;br /&gt;Ia hanya membentakku jika aku terlambat bangun pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak punya Ibu yang dijanjikan Tuhan&lt;br /&gt;Yang mengajakku lembut melihat dunia luar&lt;br /&gt;Yang memelukku jika aku kedinginan  &lt;br /&gt;Yang tertawa bersamaku jika aku merasa senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku disini tak berbincang denganku&lt;br /&gt;Ia hanya memelotokan matanya jika aku lupa janjiku&lt;br /&gt;Ayahku disini menepis tanganku tak menyambut pelukanku&lt;br /&gt;Ia hanya menceramahiku mengeluh kelelahan&lt;br /&gt;Ayahku disini tak bermain denganku&lt;br /&gt;Ia hanya berteriak padaku menyuruh pergi ke kamarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak punya ayah yang dijanjikan Tuhan&lt;br /&gt;Yang mengajari aku jika aku kebingungan&lt;br /&gt;Yang melindungi aku jika aku ketakutan&lt;br /&gt;Yang mencium dan mendo'akanku jika aku ke pembaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks...hiks..hiks&lt;br /&gt;Burung...&lt;br /&gt;Antarkan aku kepada Tuhan...&lt;br /&gt;Akan ku cari Ayah Ibuku disana yang tertinggal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang burung termenung risau&lt;br /&gt;Entah apa yang akan dikatakan &lt;br /&gt;Kepada kawan jika ditanyakan&lt;br /&gt;Oleh siapa ia telah tertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan saja wahai burung....kau telah tertahan....oleh seorang anak titipan Tuhan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;Link Foto&lt;/span&gt; : &lt;span style="color: #f9cb9c;"&gt;http://picture-book.com/node/7938&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3803169724301943759?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3803169724301943759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3803169724301943759&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3803169724301943759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3803169724301943759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/anak-yatimku.html' title='Titipan Tuhan....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8_fNO71IzI/AAAAAAAAAio/s8gMILTD4AE/s72-c/rainydayo-l-ci.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-407971406303756412</id><published>2010-04-20T22:03:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T02:37:35.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Persahabatan dan Award'/><title type='text'>Indahnya Persahabatan (^,^)</title><content type='html'>Setiap mendapat teman baru, khususnya di dunia internet ini, baik facebook maupun blog., teman yang baik dan tulus, entah mengapa ada yang berdesir dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu bagian dari fitrahnya manusia juga, karena mendapat kawan yang baik dalam segala makna dan bentuknya, adalah karunia besar yang Allah berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama kawan yang baik kita mendapat banyak jalan kebaikan lain yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Semakin meyakini apa yang diucapkan Nabi Muhammad saw, bahwa silaturahmi itu akan menambah umurmu&amp;nbsp; dan rezekimu&amp;nbsp; (masalah penafsiran diserahkan kepada ahlinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pendatang baru di dunia Blog ini. Saat pertama memasuki labirinnya, banyak hal indah yang saya temukan, namun terlalu misterius untuk saya. Diperlukan mata yang lebar dan otak yang berputar keras ditambah pengetahuan bahasa Inggris yang minim (hehehe.... karena penyedia blognya berasal dari "sono" ya maka petunjuknya pun menggunakan bahasa "sono" pula) untuk dapat semakin jauh memasuki ruangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam postingan2 awal saya yang sepi komentar, datanglah sahabat baru yang amat baik (sahabat yang lain pun teramat baik juga), ada dua orang yang saya akan sebut namanya sebagai bentuk penghormatan saya kepada keduanya. Dua wanita hebat di bidangnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ike Hermawan di linknya &lt;a href="http://pawonike.blogspot.com/"&gt;http://pawonike.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latifahhizboel Sang Cinta Hakiki di linknya &lt;a href="http://sabarya.blogspot.com/"&gt;http://sabarya.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dari Ike (teman sejak kecil mulai dari SD Citarip di Bandung dan SMAN 6 Bandung) pertama kali saya disarankan memiliki Blog sendiri untuk memuat tulisan-tulisan saya. Dari temanku ini saya mendapat&amp;nbsp; ilmu-ilmu baru tentang blog dan fotografi. Untuk itu saya memohon kepada Allah dengan karuniaNYA berupa kebahagiaan saya memiliki blog dan teman-teman baru sesama blogger, agar melimpahkan kepada Ike dan keluarganya keberkahan, perlindungan dan kebahagiaan. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, sang pemilik blog Cinta Hakiki mbak Latifah yang di awal saya sempat memanggil beliau adek, padahal ternyata lebih senior dari saya sendiri :). Untuk itu saya memohon maaf jika hal itu kurang berkenan di hati. Dari Mbak Latifah ini saya mendapat ilmu-ilmu baru pula seputar dunia blog. Dari beliau juga pertama kali saya mendapatkan Award di blog saya, sesuatu yang saya tidak terlalu mengharapkan karena saya menulis tidak berniat untuk mendapatkan apa-apa, hanya sekedar menulis dan menulis. Namun ternyata saat menerimanya saya merasa senang. So, ini award pertama saya yang saya dapatkan dari sahabat yang tulus Mbak Latifah Hizboel. Do'a yang sama untk mbak Latifah, semoga Allah menyayangi dan meridhai beliau.&lt;br /&gt;Dengan rasa bangga saya perlihatkan award dari mbak Latifah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S86FjMZArMI/AAAAAAAAAiY/EfeFM5asIbg/s1600/spring+award+dr+Latifahhizboel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S86FjMZArMI/AAAAAAAAAiY/EfeFM5asIbg/s320/spring+award+dr+Latifahhizboel.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Award yang cantik bukan...?&lt;br /&gt;Terima kasih banyak Mbak Latifah.&lt;br /&gt;Sesuai dengan amanatnya dan "kebiasaan baik" dari para blogger untuk saling membagikan award kepada teman-teman terbaiknya maka award ini saya serahkan juga untuk sahabat blogger saya Ike Hermawan, silahkan diambil awardnya Ike :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi komentator pertama dari kaum adam yang ingin saya berbagi award ini yaitu Mas Shidiq Purnomo, yang setia berkunjung di blog saya. Silahkan mas diambil awardnya semoga anda senang menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk meneruskan amanat yang telah memberikan award ini maka saya cantumkan pesan2 beliau ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CELANSU%7E1.UY-%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CELANSU%7E1.UY-%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Verdana;	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}span.apple-style-span	{mso-style-name:apple-style-span;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0	{mso-list-id:1869103766;	mso-list-template-ids:-1492465342;}@list l0:level1	{mso-level-tab-stop:36.0pt;	mso-level-number-position:left;	text-indent:-18.0pt;}ol	{margin-bottom:0cm;}ul	{margin-bottom:0cm;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;ol start="1" style="color: #cfe2f3;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Memberikan      award ini ke teman blogger lainnya, minimal satu orang. Hal ini akan      menjadikan antar sahabat saling menyapa sehingga memberikan efek      silaturahim yang memperpanjang umur, InsyaAllah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 12pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Menuliskan      minimal satu kalimat motivasi atau kalimat penyemangat atau nasihat yang      memacu pikiran positif untuk kita semua. Boleh mengutip dari kata-kata      motivator dunia ataupun dari manapun, asal disebut sumbernya ya.. &lt;img alt=":)" height="15" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ELANSU%7E1.UY-/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" v:shapes="_x0000_i1025" width="15" /&gt;Tapi kalau punya kalimat      sendiri atau nasihat dari orang tua/teman/saudara yang ingin dibagi,      pastinya boleh juga..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Semoga sahabat sudi menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;o:p&gt;Demikian rasa terimakasih ini saya ungkapkan, semoga kebaikan-kebaikan sahabat dibalas Allah dengan yang lebih baik. allahumma Aamiin.&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;o:p&gt;Bogor 21 April 2010&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-407971406303756412?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/407971406303756412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=407971406303756412&amp;isPopup=true' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/407971406303756412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/407971406303756412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/indahnya-persahabatan.html' title='Indahnya Persahabatan (^,^)'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S86FjMZArMI/AAAAAAAAAiY/EfeFM5asIbg/s72-c/spring+award+dr+Latifahhizboel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3483183318800813187</id><published>2010-04-20T21:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T23:27:43.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>"Kau adalah Dengan Siapa Kau Berteman..."</title><content type='html'>&lt;input autocomplete="off" id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="62e57481e5273372ee5c77a0b346bc54" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S857NyylzOI/AAAAAAAAAiQ/5EWRmHaOX7o/s1600/zahra+ama+ani.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S857NyylzOI/AAAAAAAAAiQ/5EWRmHaOX7o/s320/zahra+ama+ani.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung gak baca judulnya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan masih mau meneruskan baca kelanjutannya ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama diberi kesempatan menjalani fase demi fase kehidupan, kita  bisa baaanyak sekali belajar.&lt;br /&gt;Belajar tentang diri kita sendiri...&lt;br /&gt;Karena itu yang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita lihat, di dunia dengan keadaan yang semakin "terbesarkan"  dengan semakin canggihnya teknologi ini, masyarakat telah berubah  sedikit demi sedikit menjadi masyarakat yang pandai menilai orang lain  baik atau buruk. Tetapi sedikit waktunya untuk menilai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Membaca dan mengkaji, dari mana dirinya berasal, untuk apa dan kemana  akan menuju...&lt;br /&gt;*  Membuka kekurangan dan kelemahan diri disamping segala kesuksesan  yang telah diraihnya.&lt;br /&gt;*  Mencari tahu, darimana asalnya sesungguhnya semua keberhasilan yang  pernah dia dapat.&lt;br /&gt;*  Apakah benar, itu semua semata-mata karena perjuangannya,  kesungguh-sungguhannya, ketekunannya, integritasnya, loyalitasnya  dsb  yang semua itu merupakan sikap-sikap yang baik dan sepantasnya dimiliki  oleh orang-orang yang beriman. Ataukah ada faktor lain juga seperti  kesempatan, anugrah, karunia, keberuntungan yang siapa lagi yang dapat  memberi kecuali...Tuhan, yang Allah AsmaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keadaan ini telah merambah pada semua sisi kehidupan di masyarakat  manusia. Lebih parah terjadi pada tatanan sosial yang orang menyebutnya  "Kelas menengah ke atas", meskipun hal ini banyak pula menjangkiti  masyarakat "kelas bawah katanya". Yaah begitulah, "dunia dan segala  isinya" memang merupakan batu ujian yang menyilaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke topik awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak kita berteman dengan beberapa komunitas pertemanan, akan  terasa..."Atmosfir" yang berbeda-beda. Jika bergaul di"sini" begini  rasanya. "Disana" begitu rasanya. "Disono" lain lagi rasanya  ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara rasa, begitulah akan ada rasa yang berbeda-beda. Kenyamanan  dan ketidak nyamanan akan bergantung pada sikap bathin yang sedang kita  pegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menyaksikan, baik dengan mata kepala sendiri (di lingkungan  terdekat) maupun dengan mata kepala fihak lain (di media-media cetak  maupun elektronik) bagaimana nasib seseorang/keluarga/institu&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;si bisa tiba-tiba berubah karena sebuah  opini. Opini tersebut terbentuk bisa jadi pada awalnya merupakan  pendapat seseorang kemudian dengan bantuan fasilitas-fasilitas publik  menggelinding menjadi opini publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keadaan itu pada faktanya bisa mengangkat harkat dan martabat fihak  yang menjadi obyek opini tersebut, alangkah baiknya. Maksudnya, tentu  saja harus dalam koridor yang benar dalam pandangan umum (General view  of humanity) sesuai dengan keberadaan masyarakat yang beragam yang hidup  saling berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, justru fenomena yang ada saat ini (tanpa menafikan memang  telah terjadi banyak sekali pelanggaran hukum) dan hal ini merupakan hot  issue dalam aturan Islam, bahwa akan terjadi banyak benturan dalam  kehidupan bermasyarakat (sekarang ini ditambah ada komunitas/masyarakat  lain yaitu masyarakat dunia maya/internet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali pertikaian dan  konflik. Pada awalnya seseorang merasa  terganggu atau dirugikan atau bahkan mungkin dizalimi orang lain  (menurut pandangannya/komunitasnya)&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;  lalu hal itu disebar kepada umum sehingga  kemudian menjadi opini  publik. Padahal belum tentu apa yang dikeluhkannya itu Shahih dalam  pandangan hukum (ada yang nanya, hukum apa dulu nih...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak terjadi, jika kepentingannya terganggu maka ia berkeluh kesah  bahkan sampai menggugat, namun jika orang lain memiliki pandangan yang  berbeda dengan dirinya maka ia tidak suka.&lt;br /&gt;Dirinya merasa berhak mengeluh dan menggugat sedang orang lain yang  memiliki pandangan berbeda dianggap tidak tahu aturan dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu contoh saja, bagaimana lambat laun pandangan/paradigma  seseorang bisa saja berubah sedikit demi sedikit bergantung dengan siapa  dan berapa lama dia berteman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya...jika sudah tumbuh rasa "Paling benar sendiri", "Paling bisa  sendiri", "Paling Intelek sendiri" dsb, maka ia akan memandang orang /  fihak / komunitas lain lebih rendah dari dirinya disadari atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering ada istilah :"Jangan suka pilih-pilih teman. Berteman dengan  siapa aja". Seolah-olah kata itu datang dari orang yang bijak. Padahal  Nabi saw sendiri sudah mewanti-wanti bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bersabda, "Seseorang itu akan mengikuti "agama"  temannya, maka hendaklah setiap kalian memperhatikan dengan siapa kalian  berteman".&lt;br /&gt;(HR Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berhak menafsirkan hadist diatas karena saya bukan ahlinya.  Tapi kalau kita diperintah untuk "memperhatikan" dengan siapa kita  berteman ya "perhatikan" saja semampu kita sambil memohon perlindungan  Allah, semoga pertemanan kita dengan siapapun akan semakin mendekatkan  kita kepadaNYA, bukan sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini bukan berarti kita harus menjadi pribadi yang ekslusif, menutup  diri dan kebaikan2 kita kepada siapapun. Bahkan kita pantas untuk  berusaha bagaimana menjadi pribadi yang bisa meneruskan "kebaikan"   Allah kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengetahui kedudukan diri di hadapan Allah, semakin banyak  teman, insha Allah akan semakin memahami keberagaman dan tidak mudah  terjatuh pada sikap-sikap ekstrim yang membabi buta. akan semakin bijak  dalam memandang dan memutuskan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi berharap, semoga keberadaan saya sebagai teman siapapun  yang membaca tulisan ini tidak membuat anda semua tidak nyaman. Ingin  sekali membahagiakan siapapun, tapi sebagai manusia pasti akan banyak  sekali kekhilafan dan kekurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I'm sorry, good bye.  Eh...blm good bye dulu deh....masih ingin  berteman dengan kalian semua  :). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul 'quote"  seorang teman..... "Indahnya Dunia Maya"..... ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 20 April 2010 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Foto milik pribadi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penuh kasih sayang, Cinta Hakiki &lt;a href="http://sabarya.blogspot.com/"&gt;http://sabarya.blogspot.com &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="pipe"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3483183318800813187?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3483183318800813187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3483183318800813187&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3483183318800813187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3483183318800813187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/kau-adalah-dengan-siapa-kau-berteman.html' title='&quot;Kau adalah Dengan Siapa Kau Berteman...&quot;'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S857NyylzOI/AAAAAAAAAiQ/5EWRmHaOX7o/s72-c/zahra+ama+ani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1343364156524511399</id><published>2010-04-18T23:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:21:22.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kisah Daun Salam...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8v-ZBsKWHI/AAAAAAAAAiI/ypV-Vm19cHc/s1600/sehelai+daun.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8v-ZBsKWHI/AAAAAAAAAiI/ypV-Vm19cHc/s320/sehelai+daun.jpeg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sehelai daun salam .....Melayang-layang di langit senja...&lt;br /&gt;Ia baru saja lepas dari pohonnya...&lt;br /&gt;Yang memeluknya sejak awal kehadirannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun salam menangis pilu...&lt;br /&gt;Perpisahannya telah ditentukan sang waktu... &lt;br /&gt;Ingin menahan laju...&lt;br /&gt;Namun ia semakin jauh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun salam ditangkap angin malam...&lt;br /&gt;Membawanya jauh&amp;nbsp; menyebrangi&amp;nbsp; lautan...&lt;br /&gt;Daun salam bertanya...&lt;br /&gt;Hendak kemana ia akan dilabuhkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai angin hendak kemana kau bawa aku ?..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hendak membawamu ke tempat yang jauh....&lt;br /&gt;Ke tempat dimana ragamu akan semakin rapuh...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai angin malam, dapatkah yang akan rapuh mengajukan permintaan...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin malam gusar mendengar pertanyaan&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Apa yang kau inginkan ? sepanjang hidupku tak ada daun yang memiliki pilihan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun salam berkata:&lt;br /&gt;"Jatuhkan aku ke tengah lautan...&lt;br /&gt;Disana aku memiliki&amp;nbsp; teman...&lt;br /&gt;Yang tak akan mengecewakan..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin terheran-heran,&lt;br /&gt;"Apa yang kau katakan ?...&lt;br /&gt;Di sana hanya ada gelombang dan batu karang&lt;br /&gt;Siapakah yang kau maksudkan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia adalah buih di lautan...&lt;br /&gt;Makhluk yang disebut-sebut dalam Al-Qur'an...&lt;br /&gt;Telah menjadi&amp;nbsp; barang perumpamaan&lt;br /&gt;Tentang ketidak-berartian dan kefaqiran "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari ketinggian sana, aku telah sering menyaksikan...&lt;br /&gt;Betapa banyak manusia ditelan kesombongannya...&lt;br /&gt;Aku tak ingin hidup bersama mereka...&lt;br /&gt;Yang telah dikelabui hawa nafsunya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka mengira diri sempurna...&lt;br /&gt;Pandai dan cakap dengan sendirinya... &lt;br /&gt;Kepada sesama hamba kikir, dengki, saling menjatuhkan...&lt;br /&gt;Tak sadar semua hanya pinjaman..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawalah aku pada buih di lautan...&lt;br /&gt;Yang sadar akan kurang dan kelemahan...&lt;br /&gt;Diombang-ambing ombak di lautan...&lt;br /&gt;Tenggelam dalam syukur dan rasa kefaqiran....&lt;br /&gt;Tiada daya dan kekuatan melainkan karena bersama Tuhan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai angin malam...&lt;br /&gt;Antarlah aku kepadanya...&lt;br /&gt;Bersamanya aku ingin menghabiskan usiaku...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin malam tertunduk kesedihan....&lt;br /&gt;Tiada kata untuk menolak permohonan...&lt;br /&gt;Dibentang sayap menuju samudra dalam...&lt;br /&gt;Melepas daun yang kesusahan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Link Foto &lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #d5a6bd;"&gt;http://images.google.co.id/imglanding?q=sehelai%20daun&amp;amp;imgurl=http://farm4.static.flickr.com/3444/3385966468_3713a6d834.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://ruanghatikita.wordpress.com/2009/11/22/pesan-gugurnya-sehelai-daun/&amp;amp;usg=__gDO7Z6dJangfJKQxish3xJKXpr0=&amp;amp;h=500&amp;amp;w=357&amp;amp;sz=83&amp;amp;hl=id&amp;amp;um=1&amp;amp;itbs=1&amp;amp;tbnid=IRRGlx8htXfM1M:&amp;amp;tbnh=130&amp;amp;tbnw=93&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dsehelai%2Bdaun%26um%3D1%26hl%3Did%26tbs%3Disch:1&amp;amp;um=1&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;start=13#tbnid=IRRGlx8htXfM1M&amp;amp;start=17&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1343364156524511399?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1343364156524511399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1343364156524511399&amp;isPopup=true' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1343364156524511399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1343364156524511399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/ada-sehelai-daun-salam.html' title='Kisah Daun Salam...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8v-ZBsKWHI/AAAAAAAAAiI/ypV-Vm19cHc/s72-c/sehelai+daun.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-2701532000435845588</id><published>2010-04-17T08:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T04:12:31.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tersenyumlah...........</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8nah_csFKI/AAAAAAAAAhI/orDda_5Up-U/s1600/bumi+menangis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8nah_csFKI/AAAAAAAAAhI/orDda_5Up-U/s320/bumi+menangis.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi berkaca-kaca...&lt;br /&gt;Rintihnya memilukan hati...&lt;br /&gt;Ia bertanya-tanya....&lt;br /&gt;Tiada satupun yang menjawabnya...&lt;br /&gt;Ujarnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Hari ....&lt;br /&gt;Mengapa tak kutemukan terangmu ?......&lt;br /&gt;Kau tak tersenyum hari ini...&lt;br /&gt;Sedang DIA menciptakanmu&amp;nbsp; untuk menambah harapanku&lt;br /&gt;Apakah kau melihat manusia melakukan dosa di sinarmu ?&lt;br /&gt;Tersenyumlah matahariku...&lt;br /&gt;Tak semua telah membuatmu nestapa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Hujan....&lt;br /&gt;Mengapa tak kutemukan basahmu ?....&lt;br /&gt;Kau tak tersenyum hari ini...&lt;br /&gt;Sedang DIA menciptakanmu untuk menyuburkanku &lt;br /&gt;Apakah kau melihat manusia melakukan nista di pantulan airmu ?...&lt;br /&gt;Tersenyumlah pelangiku...&lt;br /&gt;Tak semua telah membuatmu lara....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Senja....&lt;br /&gt;Mengapa tak kutemukan jinggamu ?....&lt;br /&gt;Kau tak tersenyum hari ini...&lt;br /&gt;Sedang DIA menciptakanmu untuk ketentramanku&lt;br /&gt;Apakah kau melihat manusia melakukan khilaf di lembayungmu ?&lt;br /&gt;Tersenyumlah kelamku...&lt;br /&gt;Tak semua telah membuatmu duka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Angin...&lt;br /&gt;Mengapa tak kutemukan sejukmu ?&lt;br /&gt;Kau tak tersenyum hari ini...&lt;br /&gt;Sedang DIA menciptakanmu untuk mengasuhku...&lt;br /&gt;Apakah kau melihat manusia melakukan ma'siyat di selendangmu ?&lt;br /&gt;Tersenyumlah buaianku...&lt;br /&gt;Tak semua telah membuatmu bermuram durja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sshh.....sshh.....sshhh&lt;br /&gt;Heninglah....!!! &lt;br /&gt;Suara siapakah itu ?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sshh....sshh...sshh&lt;br /&gt;Wahai Bumi....&lt;br /&gt;Aku Embun di daun kering....&lt;br /&gt;Aku datang dari negeri yang jauh...&lt;br /&gt;Dituntun angin yang tak ingin kau tahu kehadirannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Bumi....&lt;br /&gt;Mengapa tak kutemukan ikhlasmu ?&lt;br /&gt;Kau tak tersenyum hari ini... &lt;br /&gt;Sedang DIA menciptakanmu untuk menangkup Qadha'-NYA&lt;br /&gt;Kau tempat semua yang diberi kehidupan berjalan...&lt;br /&gt;Kau tempat semua yang bernafsu terpuaskan...&lt;br /&gt;Kau tempat semua yang pasti mati terkuburkan...&lt;br /&gt;Tetapi...&lt;br /&gt;Kau pun tempatnya semua yang yakin beramal shaleh &lt;br /&gt;Kau jua tempatnya semua pendosa bertaubat&lt;br /&gt;Kau lagi tempat&amp;nbsp; semua perindu berdzikir&lt;br /&gt;.............................................................&lt;br /&gt;Tersenyumlah Permadaniku...&lt;br /&gt;Tak semua telah membuatmu berputus asa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #e06666;"&gt;Link foto &lt;/span&gt;:&lt;span style="color: #a2c4c9;"&gt; http://www.google.co.id/imglanding?q=bumi%20menangis&amp;amp;imgurl=http://dadangnugroho.files.wordpress.com/2008/09/earths_crying_ey1.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://dadangnugroho.wordpress.com/2008/09/19/bumi-menangis-bumiku-meleleh/&amp;amp;usg=__9_TkGSuxPzof0VDF629gnNpUjc0=&amp;amp;h=768&amp;amp;w=1024&amp;amp;sz=56&amp;amp;hl=id&amp;amp;itbs=1&amp;amp;tbnid=Yhd4RN2_76spRM:&amp;amp;tbnh=113&amp;amp;tbnw=150&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dbumi%2Bmenangis%26hl%3Did%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&amp;amp;gbv=2&amp;amp;tbs=isch:1&amp;amp;start=15#tbnid=Yhd4RN2_76spRM&amp;amp;start=19 &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-2701532000435845588?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/2701532000435845588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=2701532000435845588&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2701532000435845588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2701532000435845588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/tersenyumlah.html' title='Tersenyumlah...........'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8nah_csFKI/AAAAAAAAAhI/orDda_5Up-U/s72-c/bumi+menangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-8054973277169133530</id><published>2010-04-15T10:26:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T19:49:08.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Waktuku......</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8fPPpguyWI/AAAAAAAAAgo/udVVJkiJEFk/s1600/sore.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8fPPpguyWI/AAAAAAAAAgo/udVVJkiJEFk/s320/sore.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;Rabby.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di "telagaku" kutuliskan sesuatu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tentang waktuku.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Betapa yang paling berharga yang KAU anugrahkan padaku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Waktuku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kesempatanku...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Telah "terampas" di masa-masa yang lalu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Begitu banyak yang harus tumbuh berkembang telah kubiarkan layu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Begitu banyak yang harus berkilau bercahaya telah kubiarkan gulita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Semua demi memuaskan ambisi&amp;nbsp; bahkan&amp;nbsp; yang tak kukenal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Semua demi menambahkan kejayaan bahkan sesuatu yang tak kurasakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan hebatnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Demi semua itu telah kupertaruhkan segala yang kumiliki...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Waktuku.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kesempatanku.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Didalamnya ada "mutiara-mutiara mahal" yang tak kuhiraukan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Didalamnya ada "berlian permata tak ternilai" yang tak kuperdulikan.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Aku berkecimpung dalam sesuatu yang tak kumengerti dalam tahun-tahun terbaikku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sedang yang terbaik itu tak kan pernah kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rabby.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Telah KAU pilihkan jalan itu untukku....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;Segala yang datang daripadaMU adalah Zamrud tak ternilai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Bergelombang Rahasia MU dalam taqdirku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kusyukuri dalam jiwa terdalamku.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Adalah karunia besar apabila semua itu merupakan cahaya bagiku...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Menemukan jalan MU...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tak kusesali yang telah hilang dari waktuku...kesempatanku......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Jika itu harga yang harus kubayar untuk sampai kepadaMU......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;Hanya pada........................ MU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="color: #d9d2e9;"&gt;Link Foto:&amp;nbsp; http://www.google.co.id/imglanding?q=waktu&amp;amp;imgurl&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-8054973277169133530?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/8054973277169133530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=8054973277169133530&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8054973277169133530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8054973277169133530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/rabby.html' title='Waktuku......'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S8fPPpguyWI/AAAAAAAAAgo/udVVJkiJEFk/s72-c/sore.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1182525272886886152</id><published>2010-04-10T12:06:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T21:05:06.586-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Untuk Sebuah Kebersamaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cfe2f3;"&gt;Untuk sebuah kebersamaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Harus disediakan banyak sekali toleransi dan prasangka baik&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Karena ternyata&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Dalam sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Akan ditemui sedikit perbedaan cara pandang dan cara bertindak&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Harus disediakan banyak sekali kesabaran&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Karena ternyata&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Dalam sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Akan ditemui sedikit masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Harus disediakan banyak sekali&amp;nbsp; komunikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Karena ternyata&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Dalam sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Akan ditemui sedikit kesalahfahaman&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah kebersamaan&lt;br /&gt;Harus disediakan banyak sekali pelukan&lt;br /&gt;Karena ternyata&lt;br /&gt;Dalam sebuah kebersamaan&lt;br /&gt;akan ditemui sedikit ketakutan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Harus disediakan banyak sekali senyuman&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Karena ternyata&lt;br /&gt;Dalam sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Akan ditemui sedikit kekurang-mesraan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Untuk sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Harus disediakan banyak sekali do'a dan harapan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Karena ternyata&lt;br /&gt;Dalam sebuah kebersamaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;akan ditemui sedikit keputus asaan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Syukuri setiap detik kebersamaan yang kau miliki&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Kau tak pernah tahu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Bahwa kau akan menyesali perpisahan yang akan terjadi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Dimana kau akan mengerti&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Betapa berharganya kebersamaan yang kau punyai&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;Saat kau menyadari ... yang kau cintai telah pergi&lt;img src="http://images.multiply.com/common/smiles/wilted_rose.png" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #f4cccc; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Aku berlindung kepada Allah dari segala fitnah yang hendak menebarkan perpecahan dan permusuhan, baik di dalam keluarga, maupun umat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #f4cccc; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Kiranya Allah berkenan menyempurnakan nikmatNYA untuk mempersatukan kami didalam diriNYA...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b6d7a8;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1182525272886886152?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1182525272886886152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1182525272886886152&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1182525272886886152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1182525272886886152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/untuk-sebuah-kebersamaan.html' title='Untuk Sebuah Kebersamaan'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6495280773130978964</id><published>2010-04-07T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:47:31.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemberitahuan'/><title type='text'>Cerpen yang akan datang</title><content type='html'>Assalamu'alaikum sahabat-sahabat, cerpen yang akan terbit selanjutnya berjudul &lt;i style="color: #d5a6bd; font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;"Guruku Cantik Sekali".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan tentang seorang wanita bernama Reina seorang guru sekolah dasar berasal dari Bandung yang mendapat tugas mengajar di Bukit Tinggi Sumatra Barat.Banyak kisah menarik selama tugasnya disana bersama anak-anak didiknya yang sekaligus juga menjadi sahabatnya, ada beberapa warga sana yang mencemburui kehadirannya karena telah menarik perhatian banyak pemuda setempat karena kecantikannya, konflik perebutan lahan warga yang menyeretnya pada masalah yang tidak ia mengerti dan tentu saja...favorit para ibu...ada bumbu romans yang memberi cita rasa pada cerita ini,tentu saja berusaha masih pada koridor agama yaaa supaya bisa menjadi tauladan untuk para pembaca. Do'akan bisa terbit secepatnya Ok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasiiih.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Penulis ^,^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winny&lt;br /&gt;Bogor 8 April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6495280773130978964?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6495280773130978964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6495280773130978964&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6495280773130978964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6495280773130978964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/assalamualaikum-sahabat-sahabat-cerpen.html' title='Cerpen yang akan datang'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1787838280445999105</id><published>2010-04-03T12:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T22:02:35.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Yang Pemurah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6Itn3vVmbI/AAAAAAAAALQ/Vg020qwajWY/s1600-h/P03-03-10_13-52.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6Itn3vVmbI/AAAAAAAAALQ/Vg020qwajWY/s200/P03-03-10_13-52.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu masa di suatu tempat di Persia, hidup dua orang pemuda yang bersahabat. Keduanya sama bekerja sebagai pedagang disebuah pasar. Seorang berjualan kain bernama Salman sedang yang lain berjualan tepung gandum bernama Rustam.Keduanya tinggal di daerah yang sama hanya berbeda apartemen.Disamping mereka, ada juga seorang anak bernama Fahreza yang sering bertemu keduanya di pasar,karena orang tua Fahreza juga berjualan di pasar itu yang letak kiosnya bersebelahan dengan kios keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu siang, seperti biasa Salman sedang membereskan gulungan kain-kainnya di kiosnya. Pada saat yang bersamaan Rustam membawa dua karung gandum ke kiosnya lalu menumpahkan isinya kedalam kotak terdepan di kiosnya,karena terburu-buru, isi karung tumpah sebagian keluar dari kotak penyimpanannya sehingga tepung&amp;nbsp; gandum dan banyak "debunya" mengenai dan mengotori kain-kain jualan Salman.&lt;br /&gt;Rustam:"Wah tumpah lagi, maafkan aku ya Salman..."&lt;br /&gt;Salman:" Tidak apa-apa kawan,biar kubersihkan lagi kainnya,yang kotor cuma sedikit kok"&lt;br /&gt;Kejadian ini sering terjadi,namun Salman tidak keberatan karena Rustam selalu meminta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang lain,saat istirahat siang, Salman dan Rustam diajak makan bersama orang tua Fahreza di kiosnya, Keduanya dipersilahkan untuk mencicipi gulai kambing yang dimasak ibunda Fahreza. Saat Salman mengambil gulai ke dalam piringnya, gulai panas yang ada di sendoknya tanpa sengaja tumpah ke paha Rustam yang sedang bersila. Tanpa dikomando,Rustam mengaduh&amp;nbsp; kepanasan.&lt;br /&gt;Salman:"Innalillahi, Rustam maafkan saya,saya tidak sengaja..."&lt;br /&gt;Rustam tidak menjawab mulutnya hanya meringis saja. Ini yang kesekian kali Salman menumpahkan sesuatu ke bajunya, karena memang tangan Salman agak lemah setelah diserang penyakit&amp;nbsp; diwaktu masa kecilnya. Ayahanda Fahreza menuangkan gulai kedalam piring anaknya seraya berkata:"Ayo silahkan dimakan nanti keburu dingin gulainya".Mereka berempatpun makan dengan nikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari yang lain, dimana saat itu sedang hujan deras, Salman sedang didatangi pembeli yang&amp;nbsp; menawar kainnya. Tiba-tiba datang Rustam menghampiri Salman seraya berbisik kepadanya:&lt;br /&gt;"Salman,tolong aku sebentar ,kiosku bocor atapnya,bisa kau bantu aku mengangkat karung-karung tepungku takut kebasahan ?". &lt;br /&gt;Salman menatap Pembelinya dan sahabatnya, tanpa waktu lama Salman pamit sebentar kepada pembelinya untuk menolong sahabatnya karena fikirnya tepung-tepung milik Rustam tidak akan laku terjual jika kebasahan kena air hujan. Saat tepung-tepung itu selesai dipindahkan,Salman kembali ke kiosnya yang terletak disebelah kios Rustam,dilihatnya pembeli yang tadi menawar dagangannya telah pergi dan tidak kembali lagi hingga sore hari.Menyadari hal itu Rustam berkata:&lt;br /&gt;"Salman,aku minta maaf,gara-gara aku kau kehilangan pelangganmu hari ini".&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa kawan, rezeki kita kan sudah diatur,yang tadi berarti belum rezekyku".&lt;br /&gt;Rustam tersenyum,lalu melanjutkan lagi pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari berikutnya, Rustam sedang menimbang tepung gandumnya. Dari kejauhan ia melihat Salman sedang memikul gulungan panjang kain di pundaknya hendak dibawa masuk ke dalam kiosnya. tanpa sengaja, saat hendak berbelok ke pintu kiosnya, gulungan kain Salman yang panjang, ujungnya mengenai pundak Rustam agak keras,sehingga tangan Rustam yang sedang memegang cidukan tepung terlepas dan tepungnya berhamburan.Menyadari itu,Salman segera meminta maaf:&lt;br /&gt;"Ya Allah,Rustam maafkan aku,aku tidak hati-hati,kamu tidak apa-apa kan?"&lt;br /&gt;Salman bertanya khawatir. Rustam menepuk-nepuk tangannya yang penuh dengan tepung gandum yang tumpah:&lt;br /&gt;"Ya kalau cuma maaf gampang, tapi kalau sering tidak hati-hati begini, aku bisa rugi kawan,tuh tepungku jadi tumpah,pembeli mana mau tepung yang kotor".&lt;br /&gt;Salman meringis, ia sangat menyesal telah menumpahkan dagangan kawannya karena keteledorannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman dan Rustam sama-sama menyukai seorang gadis yang mereka kenal di pasar, namun gadis itu ternyata telah memilih dan menerima pinangan Rustam. Walaupun Salman telah mengetahui hal tersebut dan hatinya merasa kecewa, namun jika mereka bertemu Salman berusaha tetap ramah kepada gadis itu sehingga menimbulkan kecemburuan Rustam. Pada suatu siang di depan kios mereka, Salman dan Rustam nampak sedang berbincang-bincang, terdengar Salman berkata:&lt;br /&gt;"Rustam, bagaimanapun aku pernah mencintai gadis itu, maafkan aku jika aku telah lancang beramah-ramah kepadanya".&lt;br /&gt;Rustam diam, wajahnya tak bergeming, lalu ia berkata:&lt;br /&gt;"Sudahlah jangan minta maaf dulu, lebih baik kamu fikirkan apa kesalahanmu supaya tidak kau ulang lagi dimasa yang akan datang".&lt;br /&gt;Salman terdiam mendengar kata-kata sahabatnya. Rustampun melanjutkan :&lt;br /&gt;"Tapi Salman, akupun minta maaf telah mencintai dan meminang gadis yang juga kau cintai. Ternyata dia menerima pinanganku,bukan pinanganmu. Aku harap kau tidak apa-apa".Rustam menepuk pundak Salman. Salman tersenyum lalu berkata:&lt;br /&gt;"Tidak mengapa kawan, ini bermakna bahwa dia bukan jodohku,dialah jodohmu. Allah akan memilihkan untukku milikku.Insha Allah"&lt;br /&gt;Keduanya tersenyum lalu Rustam meninggalkan Salman untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa keduanya sadari, Fahreza menyaksikan semuanya selama ini. Dia selalu berada di tempat ayahnya tidak jauh dari kios Salman dan Rustam,sehingga mengetahui apa yang sehari-hari terjadi. Melihat Rustam telah pergi, ia berlari menghampiri Salman.&lt;br /&gt;Setelah keduanya bertemu,Fahreza bertanya kepada Salman:&lt;br /&gt;"Paman, mengapa kau maafkan dia saat dia memintanya karena telah mengotori kain-kainmu dengan tepung gandumnya. Sedang dia belum memaafkanmu saat kau memintanya karena&amp;nbsp; menumpahkan gulai ke kakinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman, mengapa kau maafkan dia saat dia memintanya padahal kau telah kehilangan pembeli karena membantu mengangkat karung gandumnya yang basah. Sedang dia belum memaafkanmu saat kau memintanya karena kau senggol tangannya sehingga tumpah gandumnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paman, mengapa kau maafkan dia saat dia memintanya karena telah mengambil gadis yang kau cintai,sedang dia belum memaafkanmu saat kau memintanya karena telah beramah-ramah dengan gadisnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan-pertanyaan Fahreza, Salman tersenyum, lalu merangkul pundak anak itu dan mengajaknya duduk di kiosnya,lalu Salman berkata:&lt;br /&gt;"Reza,kuharap kau mendengarkan kata-kataku agar kau mengerti. &lt;span style="color: #d9d2e9;"&gt;Paman Rustam tidak mudah memaafkan kesalahanku, karena ia ingin aku belajar dari kesalahanku supaya tidak aku ulangi lagi di lain hari. Sedang aku ingin mudah memaafkannya, karena aku ingin Allah Tuhanku-pun ,mudah memaafkanku saat aku memintanya. Dia Maha Pemurah, selalu terbuka maaf dan ampunannya bagi hamba-hambaNYA yang mau bertaubat. Aku ingin belajar memaafkan kesalahan orang tanpa perhitungan, karena aku merindukan Allah pun akan memaafkan kesalahanku tanpa perhitungan, sedang Dia itu Maha Pemurah, Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Fahreza mendapat pelajaran hari itu, kini ia mengetahui mengapa kedua pamannya begitu berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Bogor, 4 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan dan Foto Original by Winny&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1787838280445999105?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1787838280445999105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1787838280445999105&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1787838280445999105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1787838280445999105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/04/yang-pemurah.html' title='Yang Pemurah'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6Itn3vVmbI/AAAAAAAAALQ/Vg020qwajWY/s72-c/P03-03-10_13-52.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-1626083141953471015</id><published>2010-03-31T18:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T21:56:36.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Mewaspadai "Penyakit Persepsi"  by Roni Djamaleodin</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;Dari http://ronijamal.com/mewaspadai-penyakit-persepsi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;. Semoga tulisan ini menambah nilai ibadah beliau di sisi Allah karena sangat berbobot isinya.Insha Allah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry" style="color: orange;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;Nampaknya tak pernah disadari—apalagi  ditafakuri secara mendalam—bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada  sebuah kebiasaan yang “sebenarnya” tidak baik, tetapi justru  (seolah-olah) dijadikan sebuah budaya yang “layak” dilestarikan. Bahkan,  ia sebenarnya dilarang oleh syareat Islam. Kebiasaan tersebut adalah “&lt;i&gt;kecenderungan  melihat lebih dahulu siapa yang bicara, dari pada melihat isi  pembicaraannya&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memprihatinkan, kebiasaan ini dilakukan oleh  hampir semua lapisan masyarakat. Apakah golongan mereka yang  berpendidikan ataukah tidak. Lapisan intelek cendekia maupun yang etos  pikirnya biasa/rendah. Singkatnya, mayoritas masyarakat terjangkit virus  “&lt;i&gt;penyakit persepsi&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;Bukti jelasnya, terjadinya perbedaan perlakuan dalam menyikapi isi  perkataan seseorang maupun pada si pembicaranya. Tidak jarang tutur kata  yang “baik”, tetapi keluar dari mulut orang biasa, maka diremehkanlah  tutur kata tersebut. Sebaliknya, nasehat  “tidak baik” yang terlahir  dari orang yang dianggap mulia, terhormat, apalagi berkharisma, maka  diperjuangkanlah nasehat tersebut dengan penuh pengorbanan. Bahkan  sampai mati pun dihadapi dan diperjuangkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan ini kalau dibiarkan berlanjut, dapat  memperparah endemi “penyakit persepsi” yang selama ini ada. Menyuburkan  sikap diskriminatif satu sama lain, karena cenderung melihat kelebihan  (kemampuan) seseorang (mungkin juga kelompoknya) dan memandang remeh  yang kebetulan tidak punya kelebihan. Bisa menimbulkan faham-faham baru  yang pada saatnya nanti bisa berubah menjadi “bom waktu”. Pada  gilirannya, dapat merongrong nilai-nilai kebenaran, yang notabene  satu-satunya pemiliknya adalah Tuhan sendiri &lt;i&gt;(Al Haq min Rabbika)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teorema “Undhur”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan melihat siapa yang berbicara, adalah  sabda Nabi SAW: &lt;i&gt;&lt;b&gt;undhur maa qaala walaa tandhur man qaala, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;lihat/dengarkan  apa yang dikatakan dan jangan melihat siapa yang bicara. Larangan ini  bila dicermati secara mendalam, nampak ada sesuatu yang “&lt;i&gt;irrasional&lt;/i&gt;”.  Yaitu tidak boleh memandang situasi dan kondisi fisik lahiriah si  penyampai. Semisal  kedudukan, pengalaman, gelar, pangkat, kharisma,  ketenaran maupun status sosial. Padahal logikanya, fatwa seorang ulama  besar—apalagi telah bergelar kyai-profesor-doktor—tentu lebih kredibel  dan akurat di banding fatwa orang yang tidak pernah sekolah. Bukankah  hal seperti ini (dalam kacamata logika) merupakan sesuatu yang sangat&lt;i&gt;  irrasional&lt;/i&gt; (tidak masuk akal)?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah rupanya letak rahasia kalimat-Nya, Al  Haq min Rabbika, bahwa kebenaran itu mutlak milik/dari Tuhan semata. Ia  digenggam sendiri oleh-Nya. Sedang dalam diri manusia, hakekatnya tidak  ada kebenarannya. Malahan sebaliknya, tempatnya salah dan dosa (makanul  khatha’ wa nisyan), kejam lagi bodoh (zaluman jahula), perbuatannya  melebihi batas. Maka menjadi logis kiranya bila larangan melihat wujud  fisik si penyampai ini diberlakukan kepada semua manusia tanpa kecuali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, karena kebenaran tersebut digenggam  sendiri oleh-Nya, sedang secara substansi (secara wujud) Dia  tidak akan  menampakkan diri di hadapan manusia, maka menjadi kuasa-Nya pula bila  kemudian merealisasikan/menampakkan kebenaran tersebut melalui fisik  lahiriah hamba. Tentu saja bukan sembarang hamba yang Dia “titipi”  kebenaran, melainkan mereka yang benar-benar Dia pilih sendiri. Contoh  nyatanya penampakan lahiriah Nabi SAW sendiri. Beliau tidak pernah  mengenyam pendidikan di bangku sekolah (TK pun belum pernah). Apalagi  pengalaman lain semisal kepemimpinan, keorganisasian, menejemen dan lain  sebagainya. Tetapi nyatanya melalui fisik beliau-lah kebenaran-Nya  diturunkan. (Oleh karenanya, sangat logis sekali bila keberadaan beliau  kemudian ditentang oleh para tokoh dan ahli kitab di waktu itu).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, bagaimanapun, kebenaran itu tetap  mutlak menjadi milik-Nya. Ia tetap digenggam sendiri oleh-Nya. Kita  sebagai hamba harus mampu menangkapnya. Namun, untuk bisa menangkap  substansi kebenarannya, diperlukan kerja sama yang sinergis antara akal  sebagai prosesor utama dan hati nurani sebagai sang maharaja. Keduanya  harus bisa berjalan secara bersama, sebagai “team work” yang solid.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;b&gt;Nilai Rasional dan Siliring Qudrat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi fenomena di atas, hal mendasar yang  sangat penting dan seharusnya diprioritaskan adalah bagaimana membawa  diri menyadari dengan sesadar sadarnya bahwa manusia itu tempatnya salah  dan dosa. Zaluman jahula (kejam lagi bodoh). Menyadari pula bahwa  bagaimanapun hebatnya kemampuan hamba ini, tetap saja tempatnya salah  dan dosa. Sedangkan yang sebenarnya hebat adalah Yang Maha Sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;Sebab, bila “&lt;i&gt;alam sadar&lt;/i&gt;” yang demikian  telah terbuka, tentu akan memandang sama terhadap mereka-mereka yang  kebetulan mempunyai nilai “&lt;i&gt;lebih&lt;/i&gt;” dan yang kebetulan tidak  mempunyai kelebihan. Setidaknya, tidak terlalu berlebihan dalam  menyikapi (membedakan) keduanya. Yang seharusnya dipandang adalah nilai “&lt;b&gt;rasional&lt;/b&gt;”  dan nilai “&lt;b&gt;siliring qudrat&lt;/b&gt;”-nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu (yang datang dari Tuhan) dimanapun  tempat dan asalnya pasti rasional. Dapat ditangkap oleh akal pikiran  sehat. Sejalan dengan “agama itu sesuai dengan akal pikiran sehat”. Ia  bisa terlahir oleh siapa pun dan dari manapun. Sedang siliring qudrat  adalah “butiran ikhlas”. Yaitu perbuatan maupun tutur kata yang “tidak  diaku” sebagai hasil perbuatan dan tutur katanya. Ikhlas, bersih,  semata-mata karena Tuhan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. “Sumende”  (bersandar) pada ke-Mahakuasa-an Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;Ini yang harus ditekankan oleh setiap orang yang  punya potensi “bicara”. Demikian halnya mereka yang punya kemampuan  (kelebihan) yang kemudian diakses orang banyak. Ia harus menekankan  (baik pada dirinya sendiri maupun pendengar/ pembacanya) bahwa kebenaran  itu milik Tuhan semata. Sedang pada diri “saya” adalah tempatnya salah  dan dosa. Sehingga, apapun yang saya tutur/sampaikan, sangat mungkin ada  salah dosanya. Andai ada “nilai” kebenarannya, ia datang dan milik  Tuhan semata. Bukan dari/milik saya, walaupun terlahir dari saya.  Sebaliknya bila ada salahnya, ia adalah datang dan milik saya  sepenuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bila ternyata oleh Tuhan diberi  kelebihan tertentu, menjadi “dai kondang” misalnya, harus berusaha   untuk bisa merasa dan mengakui bahwa dirinya pun tempatnya salah dan  dosa. Tidak merasa mempunyai kelebihan sedikitpun, tidak mempunyai  keistimewaan apapun. Ini yang harus diperangi (jihadunnafsi) dengan  semangat jihad yang sesungguhnya, serta berusaha keras untuk  membumikannya dalam dada (hati nurani, roh, dan rasa). Walaupun orang  lain mengakui dirinya hebat dan istimewa, tetap saja harus mengakui  tempatnya salah dan dosa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya hanya “sak derma” (sekedar) menjalani apa  yang telah digariskan Tuhan kepadanya. Lir kadya godong asem sing  kumampul ing sak tengahing samudra (bagaikan daun asam yang  terombang-ambing di atas gelombang samudera). Bukan daun asamnya yang  bisa bergerak kesana kemari (apalagi merasa mempunyai nilai lebih),   melainkan karena semata-mata “katut” (mengikut) gelombang samudra Yang  Maha Kuasa. “&lt;i&gt;Nyelup&lt;/i&gt;” (menyelam) dalam ke kedalaman makna  kalimah&lt;i&gt; laa haula walaa quwwata illa billah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;Sebaliknya, bagi yang kebetulan sebagai  pendengar/pembaca, juga harus menyadari bahwa sehebat apapun kemampuan  manusia dalam bertutur kata, tetap saja harus diyakini tempatnya salah  dan dosa. Kebenaran tetaplah menjadi milik-Nya. Ia dapat terlahir oleh  dan melalui siapapun. Melalui orang hebat bisa, melalui orang yang tidak  pernah sekolah pun bisa juga. Jangan mudah terjebak oleh kehebatan  penyampainya. Sebagaimana pepatah timur tengah “&lt;i&gt;yang benar akan  selalu benar walaupun tidak seorang pun melakukannya, yang salah tetap  salah walaupun semua orang melakukannya&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;Jadi, sebagai pendengar/pembaca setia pun harus  punya “filter-pemikiran” yang baik. Jangan hanya karena difatwakan oleh  ulama “se dunia” misalnya, lantas meng-”iya”-kan (membenarkan) begitu  saja. Harus didahului oleh pemikiran yang mendalam. Otak dan akal  pikiran harus bekerja keras semaksimal mungkin sebelum akhirnya  memutuskan menerima/menolaknya. Demikian halnya ketika yang memberi  saran masukan kebetulan anak kecil (tidak pernah sekolah),  harus  dilakukan pemikiran serupa sebelum akhirnya memutuskan. Ingat, keputusan  apapun yang akan diambil, diri sendirilah yang nantinya bertanggung  jawab sepenuhnya. Bukannya ulama/ dai-kondang/ tokoh-hebat/anak kecil  yang diikuti fatwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capailah jiwa—berikut pemikirannya—yang merdeka sejati&amp;nbsp; sepenuhnya.  Jangan mudah terjebak oleh kehebatan si “tukang kata” apalagi  retorikanya. Sebab, bila nasi sudah menjadi bubur, tidak akan pernah  bisa kembali pada wujud asalnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan “buruk” melihat siapa yang berbicara,  secara perlahan harus dikikis habis. Jangan terbiasa melihat fisik  lahiriah penyampainya. Cermati nilai-nilai kebenarannya. Adakah disana  kebenaran yang sejalan dengan kehendak-Nya atau kebenaran yang sejalan  dengan kehendak penyampainya. Sebab, kebenaran yang datang dari  manusianya, belum tentu sejalan dengan kebenaran milik-Nya. Sedang  kebenaran milik/dari-Nya, logikanya, pasti sejalan dengan pemikiran  sehat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="color: #fce5cd;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-1626083141953471015?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/1626083141953471015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=1626083141953471015&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1626083141953471015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/1626083141953471015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/mewaspadai-penyakit-persepsi-by-roni.html' title='Mewaspadai &quot;Penyakit Persepsi&quot;  by Roni Djamaleodin'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-8958893970374365504</id><published>2010-03-27T14:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T21:58:51.523-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ada Seribu Masjid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S655Wmynh_I/AAAAAAAAAWc/lyHwSYFimsU/s1600/masjid+pomosda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S655Wmynh_I/AAAAAAAAAWc/lyHwSYFimsU/s320/masjid+pomosda.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Ada Seribu Masjid...&lt;br /&gt;Yang tidak di Utara, tidak pula di Selatan&lt;br /&gt;Tidak di Timur, maupun di Baratnya&lt;br /&gt;Namun ia pun bukanlah khayalan&lt;br /&gt;Tidak berada di negeri Awan&lt;br /&gt;Bukan pula di pulau angan-angan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Ada seribu Masjid...&lt;br /&gt;Masjid itu terkadang suram lampunya&lt;br /&gt;Terkadang Silau bercahaya&lt;br /&gt;Pelitanya bukan dari lilin&lt;br /&gt;Bukan pula dari lampu bertenaga listrik&lt;br /&gt;Ia dinyalakan oleh pemiliknya, sekehendaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Ada seribu Masjid...&lt;br /&gt;Selalu berpindah-pindah tempatnya&lt;br /&gt;Terkadang di kota lautan lampu dan keramaian&lt;br /&gt;Terkadang di puncak tinggi berbalut sepi dan kedamaian&lt;br /&gt;kadang berada di lautan yang ganas ombaknya&lt;br /&gt;Kadang di danau yang tenang airnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Ada seribu Masjid...&lt;br /&gt;Tidak tetap keadaannya&lt;br /&gt;Bisa jadi kotor berdebu&lt;br /&gt;Bisa jadi pula bersih mengkilap&lt;br /&gt;Bisa jadi pengap dan panas&lt;br /&gt;Bisa pula dingin dan menyejukkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Ada Seribu Masjid...&lt;br /&gt;Yang dimiliki semua hamba Tuhan&lt;br /&gt;Beraneka macam suara Adzannya&lt;br /&gt;Ada yang menyeru kepada kesenangan hawa nafsu pemiliknya&lt;br /&gt;Ada yang menyeru kepada kesulitan hawa nafsu pemiliknya&lt;br /&gt;Terdengar saling bersahutan di langit jagadnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Ada Seribu Masjid...&lt;br /&gt;Yang tak menentu apa yang dibicarakan jama'ahnya&lt;br /&gt;Terkadang bergaung seperti lebah&lt;br /&gt;Membacakan Al-Qur'an dan Mendzikiri Tuhannya&lt;br /&gt;Terkadang bising memekakan&lt;br /&gt;Membicarakan perdagangan dunianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S655KYru9-I/AAAAAAAAAWM/7TjxuCgPjXo/s1600/masjid+pomosda+sore.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S655KYru9-I/AAAAAAAAAWM/7TjxuCgPjXo/s320/masjid+pomosda+sore.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Kucari sebuah Masjid...&lt;br /&gt;Yang tidak berubah keadaannya&lt;br /&gt;Selalu bercahaya sinar lampunya&lt;br /&gt;Tidak pernah berkurang kemilau Nurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Kucari Sebuah Masjid...&lt;br /&gt;Yang tidak berpindah-pindah tempatnya&lt;br /&gt;Selalu berada di ketenangan rasa&lt;br /&gt;Senantiasa bernaung di keteduhan Dzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Kucari sebuah Masjid...&lt;br /&gt;Yang Tidak kusam ditelan kekotoran zaman&lt;br /&gt;Selalu dingin disirami mata air taubat&lt;br /&gt;Jendelanya berkilau menembus cakrawala ma'rifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Kucari sebuah Masjid...&lt;br /&gt;Yang berkumandang adzannya ke segala penjuru langit&lt;br /&gt;Senantiasa menyerukan Kalam Allah&lt;br /&gt;Menyeret hawa nafsu yang keberatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Kucari sebuah Masjid...&lt;br /&gt;Yang makmur setiap hari di sepanjang malam&lt;br /&gt;Yang digembirakan dengan kunjungan jama'ahnya&lt;br /&gt;Memenuhi segenap sudutnya dengan membesarkan Allah Azza wa Jalla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;Dimanakah Masjid itu...?&lt;br /&gt;Mungkin dia berada di dalam dadamu&lt;br /&gt;Mungkin dia bersemayam di dalam Hatimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6550fSUj3I/AAAAAAAAAWk/1IfkD4qOk0o/s1600/permata+hati+merah+di+sudut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6550fSUj3I/AAAAAAAAAWk/1IfkD4qOk0o/s320/permata+hati+merah+di+sudut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Link Foto: - warta-pomosda.blogspot.com/2009&lt;br /&gt;- http://meetabied.wordpress.com/2009/11/28/simbol-hati-merah-jambu-2/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-8958893970374365504?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/8958893970374365504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=8958893970374365504&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8958893970374365504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8958893970374365504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/ada-seribu-masjid.html' title='Ada Seribu Masjid'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S655Wmynh_I/AAAAAAAAAWc/lyHwSYFimsU/s72-c/masjid+pomosda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3788477298306939914</id><published>2010-03-25T21:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T00:15:37.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahagiaku'/><title type='text'>Akhirnya Rahma senyum lagi,  Alhamdulillah</title><content type='html'>&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6w5Afx5BqI/AAAAAAAAASA/cDPSLThIpBE/s1600/neng+lucu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6w5Afx5BqI/AAAAAAAAASA/cDPSLThIpBE/s320/neng+lucu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="background-color: black; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span style="background-color: white;" title="Setelah tiga hari dan tiga malam mengalami tidur buruk karena diare, akhirnya Rahma kecilku sejak tadi malam hingga siang ini sedang tidur nyenyak."&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="rainbow_text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: small;"&gt;Setelah tiga  hari tiga malam tidak enak tidur karena diare, akhirnya Rahma kecilku  tidur l&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;elaaaap sekali dari sejak malam sampai siang  ini. Dan terbangun dengan senyumnya.&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungimu selalu  ya nak...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt; &lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3788477298306939914?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3788477298306939914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3788477298306939914&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3788477298306939914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3788477298306939914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/akhirnya-rahma-senyum-lagi.html' title='&lt;blink&gt;Akhirnya Rahma senyum lagi,  Alhamdulillah&lt;/blink&gt;'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S6w5Afx5BqI/AAAAAAAAASA/cDPSLThIpBE/s72-c/neng+lucu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-5850522552431195878</id><published>2010-03-24T03:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T18:14:15.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Hak Cipta, Milik Siapa? .........</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak cipta, Hak Paten, Hak Kekayaan Intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu dulu tidak menarik perhatianku sama sekali. Hanya sedikit yang kufahami tentang kata-kata itu saat di televisi ada memberitakan tentang pembajakan yang dilakukan orang atas album-album artis tertentu atau film-film, dimana para pelaku seni yang memproduksinya meradang karenanya. Ada yang beralasan dengan pembajakan tersebut merasa karya seninya tidak dihargai sampai alasan hak Royalti yaitu imbalan/hak&amp;nbsp; atas hasil karya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu kini mulai menarik perhatianku. Sejak aktif menulis di dunia maya, saya sering menyertakan tulisan saya bersama gambar-gambar yang kebanyakan saya ambil dari Google Image,( dengan maksud sebagai ilustrasi untuk lebih memperjelas maksud tulisan-tulisan saya) disebabkan foto-foto hasil karya sendiri belum banyak dan belum memiliki hasil yang seindah foto-foto dari Google&amp;nbsp; (yaah banyak faktor juga sih, disamping kamera yang mungkin belum canggih juga ilmu fotografi yang minus ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dalam proses penulisan, berjalan lancar-lancar saja. Naah,justru pada saat mengaplikasikan gambar/foto dari Google-lah, saya beberapa kali lupa untuk mencantumkan sumbernya. Disitulah saatnya ada seorang sahabat yang&amp;nbsp; mengingatkan saya tentang pentingnya mencantumkan nama/sumber dimana tempat saya menggunakan hasil karya orang lain dalam hal ini foto dari Google Image.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memiliki teman-teman blog yang berkecimpung dalam dunia kuliner dan fotografi, dimana mereka sangat concern terhadap masalah copyright ini. Bahkan dalam beberapa tulisan di blog-blog mereka seringkali membahas tentang hal ini bilamana terjadi 'pencurian' foto-foto mereka oleh orang lain yang kemudian dipublikasi tanpa izin (ya iya laah, kalau mencuri berarti nggak pake izin yaa ^_^). Mereka menjelaskan tentang betapa sulitnya proses menuju hadirnya "hidangan/tampilan foody blog mereka dari mulai memproduksi masaknnya sendiri, mempersiapkan perangkat dan accessory hidangan untuk kepentingan foto masakan mereka hingga keberadaan kameranya itu sendiri yang kadang-kadang banyak bagi yang ingin memiliki kamera kualitas bagus harus menabung dulu untuk mewujudkannya dan hal itu saya alami sendiri,walaupun blog saya tidak bertema foody bloger. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi,saya setuju dengan pandangan tentang Hak Cipta ini. Apalagi sebagai muslim saya menyadari bahwa syari'at Islam juga mengatur tentang hak kepemilikan. Dimana sesuatu tidak bisa menjadi milik kita melainkan dengan keridhoan pemilik sebelumnya, baik dengan cara membelinya ataupun dengan izin lisannya (secara cuma-cuma) dan banyak penjelasan yang detail mengenai hal ini. Walaupun memang, masalah hak kepemilikan di bidang seni ini baru marak di era/ zaman kita sekarang karena di masa lalu belum ada karya seni bidang fotografi kecuali lukisan-lukisan. Ditambah lagi di negara kita telah diatur juga tentang masalah ini dengan hadirnya Undang-Undang Hak Cipta atau Hakki, sehingga tidak ada jalan lain bagi kita kecuali mematuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada sisi lain, saya juga punya banyak teman di kalangan para penulis relijius, yang keberadaan mereka telah memenuhi jagat maya ini dengan tulisan-tulisan indah yang mengingatkan kita tentang makna hidup. Di kalangan mereka, khusus tentang karya-karya tulis maupun gambar di internet yang mereka fahami sebagai ruang publik,dimana merupakan suatu resiko apabila hasil karya mereka atau siapapun akan disebar/ dicopy paste/ orang lain dengan ataupun tanpa izinnya. Tetapi nampaknya bagi mereka hal itu bukanlah hal besar yang harus diperso'alkan,karena bagi mereka justru semakin banyak karya-karya baik yang dibaca atau digunakan lalu disebar dengan cara apapun kepada massa yang lebih banyak akan memperbesar nilai mereka di hadapan Allah. Banyak diantara mereka yang bahkan menulis di Profil Pribadinya baik facebook, blog, E-mail atau apapun bahwa siapapun yang ingin memperbanyak tulisan atau foto-foto mereka tidak perlu meminta izinnya. Saya bisa menyebutkan diantara mereka ada Ustadz/ KH.&amp;nbsp; Muhammad Arifin Ilham, Jeanny Dive pada akun facebooknya dan banyak lagi yang saya belum dapat menyebutkannya satu persatu yang mempunyai sikap demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;Disini ada ruang bagi kita untuk saling memahami,khususnya saya pribadi bahwa kedua fihak yang berbeda dalam mensikapi Hak Cipta ini sama-sama memiliki alasan.Terserah kepada kita untuk meyakini yang mana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian hanya teringat kepada Baginda Rasulullah Muhammad saw. Nabi yang dikirim Allah kepada kita semua untuk menjadi contoh hidup terbaik. Beliau dikenal sebagai pribadi yang santun dan dermawan luar biasa. Pribadi yang tidak pernah menolak permintaan siapapun yang memerlukan pertolongannya semampu beliau. Jika beliau tidak mampu mengabulkan permintaan tolong seseorang maka beliau saw menyuruh orang itu untuk meminjam kepada orang lain atas nama beliau. Pribadi yang tidak pernah mendahulukan kepentingan diri dan keluarganya diatas kepentingan orang lain. Pribadi yang pada saat pembagian Ghanimah (Harta rampasan perang) tidak melebihkan diri dan keluarganya diatas diri dan keluarga pasukannya. Pribadi yang pada saat wafatnya berbaring di atas pembaringan beralas pelepah pohon kurma dalam keadaan menanggung hutang seorang beragama Yahudi yang dahulu pernah meminta pertolongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berkurang rezeky kita karena tulisan/foto/hasil karya kita diambil atau dicatut orang lain. Tidak berkurang rezeky kita karena jerih payah kita diklaim orang lain. Bahkan tidak berkurang rezeky kita jika datang perampok merampas harta dari tangan kita. Karena hakikat rezeky sesungguhnya adalah segala apa yang bisa dinikmati saat ini. Apa yang luput dari kita hari ini berarti bukan rezeki kita dari Allah,walaupun bertumpuk uang atau emas di Bank atas nama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Tapi.....Harus digaris bawahi, ini tidak berarti kita boleh berbuat melanggar hak orang lain&lt;/span&gt; seperti diceritakan di atas. Sebagai umat Nabi yang memiliki akhlak yang baik tetaplah kita wajib memiliki akhlak yang luhur, termasuk dalam menggunkan media internet ini.Segala peraturan yang mengikatnya harus kita fahami betul. Saya hanya menekankan agar kita juga &lt;span style="color: orange;"&gt;tidak cepat memvonis orang&lt;/span&gt; sebagai Plagiator atau Penjiplak begitu saja. Harus dilihat latar belakangnya,&lt;span style="color: orange;"&gt;mungkin orang itu belum tahu atau memahami tentang hak cipta ini,atau sekedar lupa mencantumkan sumber pengambilan tulisan atau gambarnya. Boleh diingatkan dengan cara yang baik.&lt;/span&gt; Apabila yang bersangkutan meminta maaf, maka maafkanlah seperti sifat Allah yang Maha Pemaaf. Toh pinternya kita juga kan karena Allah yang meminjamkan, bukan pintar karya kita sendiri ya ^_^.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bisa menjadi bahan tafakur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 24 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Catatan: Ilustrasi saya ambil dari Google&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-5850522552431195878?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/5850522552431195878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=5850522552431195878&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5850522552431195878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/5850522552431195878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/hak-cipta-milik-siapa.html' title='Hak Cipta, Milik Siapa? .........'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7545332275689399412</id><published>2010-03-18T03:41:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T01:29:49.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tafakur'/><title type='text'>Ibu Dimana ?..........</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi di TK Indria, ibu guru sedang bercerita tentang Keluarga Kelinci yang saling menyayangi. Semua anak terpesona dengan cerita gurunya yang menarik hati. Di akhir cerita, ibu guru itu lalu bertanya :"Anak-anak, coba sekarang Ibu ingin tahu, siapa orang di rumahmu yang paling kamu sayangi&amp;nbsp; ?. Anak-anak berebutan mengacungkan tangannya ingin menjawab pertanyaan ibu gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Alfian:" Ibu Guru,aku sayang Mama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru : " O ya? kenapa Alfian sayang Mama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfian: " Mama baik", Alfian menjawab singkat tetapi wajahnya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana: " Ibu Guru, aku paling sayang sama adekku, abis lucu". Ana yang cantik itu membayangkan wajah adiknya yang menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi: " Ibu Guru, Ibu Guru, kalo Andi sayang Bunda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mischa: " Aku sayang Papa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wida:"&amp;nbsp; Ibu Guru aku sayang Abel kucingku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru tersenyum, semua anak berteriak-teriak sambil mengacungkan telunjuknya, menyampaikan siapa yang disayanginya. Tetapi senyum sang Guru terhenti saat melihat ada satu muridnya bernama Adinda yang asyik memainkan kertas origami di sudut kelas, ia tidak tampak tertarik dengan semangat teman-temannya. Dihampirinya anak itu, lalu bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adinda, siapa yang paling kamu sayangi di rumah?". Ibu guru berusaha bertanya dengan suara yang tidak mengejutkan Adinda namun masih dapat didengar teman-temannya. Adinda menatap sekilas ibu gurunya, lalu dengan santai ia menjawab sambil terus memainkan origaminya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bibi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru: "Bibi ?" Maksudnya Bi Tini yang suka mengantarmu ke sekolah? kenapa sayang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda:" Abis Bibi baik, suka temenin Dinda sekolah, sama main".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru:"Kan Mama Dinda juga suka temenin Dinda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda: "Mama temenin Dinda cuman kalo ke Mall doang, sama jalan-jalan ke Bali. Kalo Bibi kan suka temenin Dinda kalo Dinda lagi sakit".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Guru tertegun, yang ia ketahui orang yang dipanggil Bi Tini ini adalah pembantu rumah tangga di keluarga Adinda. Setiap hari Bi Tini ini yang mengantar sekolah Adinda dan menjemputnya saat bubar sekolah. Ibu guru juga mengetahui, ibunda Adinda adalah seorang ibu rumah tangga, namun sangat sibuk. Hampir setiap hari pergi ke luar rumah untuk mengurus bisnis kecil-kecilannya. Ayah Adinda seorang pekerja kantoran yang setiap hari pergi pagi dan sampai ke rumah jika hari telah malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Adinda yang dengan polosnya menjawab pertanyaan-pertanyaannya, berkaca-kaca kedua mata sang Ibu guru. Rupanya, ada yang "tercatat dalam benak dan hati" gadis kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa orang yang selama ini paling banyak memberi makna dalam hidupnya adalah orang yang selalu menemaninya dimanapun ia berada. Walaupun sedang sibuk mencuci baju keluarga mereka, Bibi akan memburunya saat ia menangis karena terjatuh dan kakinya lecet, lalu menggambilkan obat merah di lemari sambil menghiburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi yang mengetahui kapan ia sedang merasa lapar atau haus lalu menyuapinya di gendongannya, walau harus menunda pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi juga yang memandikannya pagi-pagi, lalu memasangkan baju seragam dan sepatunya, menyiapkan sarapan dan mengantarnya ke sekolah dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi akan menghiburnya saat temannya di dekat rumah tidak mau mengajaknya bermain, lalu seperti biasa akan mengeluarkan cara-cara lamanya yaitu menyanyikan lagu Kasih Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kehadiran adiknya setahun yang lalu, Adinda juga mulai tidur satu kamar dengan Bibi. Sehingga Bibi lah kini yang menemaninya jika Adinda ketakutan melihat bayangannya sendiri di kamar, atau yang mengantarnya ke toilet jika tengah malam ingin buang air kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adinda ingat Mamanya akan mengajak serta Bibi jika mudik ke Solo saat Lebaran tiba, supaya beliau tidak direpotkan oleh rengekannya di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mata Adinda, orang-orang yang dipanggilnya Mama dan Papa adalah orang-orang baik yang akan memberinya uang jajan atau membelikannya dan adiknya baju dan sepatu baru. Yang sekali-kali mengajaknya pergi jalan-jalan atau nonton. Jika papanya tidak sibuk dan mengambil cuti, Adinda akan diajaknya bersama Mama dan adiknya liburan ke luar kota atau berenang bersama. Sementara Bibi,hanyalah orang yang "terlalu" rajin yang akan mencuci baju-baju kotor keluarganya, membereskan rumah mereka dan.......... menemani masa kecilnya.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama dan Papa banyak menemaninya di saat-saat senangnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Bibi banyak menemaninya di saat-saat gelisah, sedih dan takutnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Allah, betapa telah Engkau titipkan kepada kami, hamba-hamba kecilMU yang kami sebut mereka 'Anak kami' tetapi telah kami sia-sia kan tanpa kami sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rindunya mereka ditemani.... baik di saat senang apalagi di saat sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rindunya mereka dihujani kata-kata lembut dan senyum ramah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rindunya mereka akan maaf dan keridhoan kami di saat mereka melakukan kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rindunya mereka melihat kami lebih melihat keberhasilan-keberhasilan mereka dan berbangga dengannya daripada menyesali dan mengomeli kekurangan-kekurangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rindunya mereka mendengar nama mereka disebut-sebut&amp;nbsp; dalam do'a-do'a kami kepada Allah di penghujung malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa rindunya mereka, disaat hari tua kami dan masa dewasa mereka,dengan mudahnya menyayangi dan mencintai kami karena tak sedikitpun cela dan keburukan kami kepada mereka yang mereka bisa ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai anak-anak kami....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan Umy Abymu, Mama Papamu, Ayah Bundamu, Bapak Ibumu.....Jika belum dapat menjadi orang tua yang baik. &lt;br /&gt;Orang tua yang memiliki lautan maaf untuk kesalahan-kesalahan kecilmu. &lt;br /&gt;Orang tua yang berusaha membagi waktunya yang terbaik untuk membahagiakanmu. &lt;br /&gt;Orang tua yang memberikan samudra kelembutan dan senyuman yang akan menentramkan hatimu. Orang tua yang memahami kegelisahan dan kegundah gulanaanmu. &lt;br /&gt;Orang tua yang membuatmu bangga memilikinya. &lt;br /&gt;Orang tua yang kau rindukan saat kami wafat meninggalkanmu.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rabby, ampunilah kami yang belum dapat menjaga amanahmu sesuai KehendakMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa&amp;nbsp; faqirnya kami dihadapanMU,wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor , 18 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari kisah sebuah keluarga di lingkunganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&amp;nbsp; Gambar ilustrasi saya ambil dari Google&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7545332275689399412?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7545332275689399412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7545332275689399412&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7545332275689399412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7545332275689399412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/ibu-dimana.html' title='Ibu Dimana ?..........'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-6310754042242791183</id><published>2010-03-09T14:08:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T18:22:54.193-08:00</updated><title type='text'>Bukan sekedar password</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S5bGvR6gaCI/AAAAAAAAAJI/KeU3A-Up78Q/s1600-h/25028_109339065745566_100000084182559_236509_4085821_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S5bGvR6gaCI/AAAAAAAAAJI/KeU3A-Up78Q/s320/25028_109339065745566_100000084182559_236509_4085821_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sssttt......tenanglah...!&lt;br /&gt;Coba perhatikan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat bayi itu, sedang lelap tertidur, setelah seharian bermain-main  rupanya ia kelelahan.&lt;br /&gt;Kita pun orang-orang yang telah dewasa membutuhkan tidur untuk beristirahat, bertahan sekuat apapun  jika sudah kelelahan pasti tertidur juga. Di sofa ruang tamu, di tempat  tidur, di depan TV, di dalam bus atau kereta api, di tengah jam  perkuliahan, bahkan di trotoar-trotoar jalan sekalipun kita saksikan  banyak orang yang lelah tertidur dengan nyenyaknya. Tak ada yang bisa  menahannya, kecuali..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak selalu begitu juga...&lt;br /&gt;Kau tahu ? Banyak orang yang merasa kesulitan untuk bisa tidur. Mereka  menyebutnya 'Insomnia'. Berat terasa bagi orang yang mengalaminya.  Bayangkan, ia lelah luar biasa namun untuk bisa tertidur, sesuatu yang sejak  awal kehidupannya tidak pernah terlewatkan dan menyamankannya, ia sudah  tak bisa. Tidur, menjadi barang yang mahal harganya, kadang-kadang ia  harus membelinya dengan menukar seteguk obat agar dapat merasakannya.  Itupun hanya bersifat sementara, sedang tidur yang didorong obat-obatan tentu saja bukan tidur yang nikmat. Tak ada yang bisa menghadirkannya kecuali..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sssssttt.......coba perhatikan lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang itu tersenyum-senyum sendiri sambil mengerjakan sesuatu.  Coba kita intip apa yang ada di benaknya....Hmmm ternyata dia sedang  mencintai seseorang. Rasa itu hampir-hampir "meledakkannya". Tak tahan,  ingin melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Pantas ada sebuah  lagu yang mengungkapkan, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Menandakan,  orang yang merasakannya begitu terlena. &lt;br /&gt;Mencintai seseorang itu beraneka rupa bentuknya, tergantung kepada siapa  ia sedang mencinta. Seorang Ibu tak diragukan lagi, besar cintanya  kepada anak-anaknya. Jika ia bisa, akan dilakukannya untuk membahagiakan  buah hatinya.Atau Istri kepada suaminya atau sebaliknya. Bisa jadi anak  kepada orang tuanya. Atau seorang teman kepada sahabatnya. Jika takdir  menghendakinya berpisah dari orang yang dicintainya karena sesuatu  urusan atau bahkan kematian, kita lihat...orang dapat demikian terpukul.  Sampai-sampai rasa sakitnya menyesakkannya. Tak kuat menanggungkan  perpisahan dengan orang yang biasa dikasihinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada pula yang tak kuasa menahan benci. Demikian beratnya kebencian  membebaninya, sampai-sampai apapun akan ia lakukan untuk  melampiaskannya. Kita saksikan, kemarahan dan segala upaya untuk  menyakiti orang lain telah menjadi pilihan para pembenci sesamanya.  Walau kadarnya berbeda-beda namun siapa yang bisa menghalang-halangi  perasaan ini ?. Tidak ada, kecuali..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sssttttt.........Perhatikan sekali lagi.........&lt;br /&gt;Bagaimana jika orang tak menemukan makanan dan minuman? Tak ada yang dapat menanggungnya jika hal itu terjadi dalam jarak 15 jam. Apalagi barang seteguk air, tidak bisa orang bertahan tanpanya dlam sehari semalam. Menjadi lemas seluruh tubuh, tak kuat membawa beban dan aktivitas. Walau banyak orang kelaparan di dunia ini, tetaplah ia membutuhkannya walau harus mengambil sesuatu yang menjijikkan. Tidak ada yang dapat menolak lapar dan haus, kecuali.................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa menahan virus yang demikian kecil ukurannya..?  Bagaimana kita bisa menangkis sesuatu yang mata kitapun tak dapat  melihatnya memasuki tubuh kita ?. Bagaimanapun kita tidak  menginginkannya, mereka akan tetap masuk, mengobrak-abrik sistem pertahanan tubuh kita dan kadang-kadang memenangkannya ............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa menahan sel-sel kanker itu hidup dan berkembang di  dalam tubuh kita, merusak organ-organ penting tubuh kita. Memberikan  penderitaan yang luar biasa. Bagaimanapun kita tidak menginginkan  kehadirannya, mereka tetap masuk dan bekembang biak, memenuhi semesta tubuh kita .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssssttt.....diamlah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tafakuri....tanda-tanda apakah itu semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata.....ITU SEMUA KARENA KITA LEMAH....karena kita ini  FAQIR....dihadapan semua kekuatan-kekuatan itu. Sangat terbatas. Di  hadapan Tuhan yang Allah asmaNYA. So weak...so helpless. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat menahan TAQDIR, Kehendak yang tak terbatalkan dari  Sang Kreator, Maha Pencipta yang detail, yang terus Memelihara dan  Mengendalikan ciptaanNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah , ketika kita diajarkan bahwa untuk memulai segala aktivitas,  mulailah  dengan mengucapkan Basmalah  (Bismillaahirrahmaanirrahiim) ?  &lt;br /&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;Ternyata, Basmallah bukan hanya sekedar Password untuk memulai aktivitas  kita. Seolah-olah, hanya dengan mengucapkannya, maka aktivitas itu akan  bermakna dan bernilai bagi diri pelakunya. Benarkah demikian ?. Karena  burung Beo pun, jika dilatih mengucapkan Basmallah tentu ia pun dapat  fasih melafalkannya. Bahkan orang-orang yang tak meyakininya pun,dengan  mudah dapat meniru pengucapannya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimanakah letak kesakralan Basmalah jika demikian?&lt;br /&gt;Ternyata itu semua tergantung pada bagaimana kita memaknai kalimat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;Orang-orang sering menterjemahkannya :"Dengan menyebut Nama Allah yang  Maha Pengasih dan Penyayang".&lt;br /&gt;Saya bukan ahli bahasa, apalagi Bahasa Arab. Namun jika hanya berhenti  pada pengertian seperti tersebut dalam terjemahan itu, maka pantaslah  segala aktivitas kita itu menjadi tidak bermakna dan mendapat nilai  ibadah, Karena Nama sang Maha Rahman dan Rahim itu HANYA DISEBUT saja,  terucap didalam lisan&amp;nbsp; tanpa disertai Khidmat dan Takdzim hati kita kepadaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Basmalah seharusnya merupakan Ruh yang menyertai dan menjiwai segenap  aktivitas dan perbuatan kita. Dimana maknanya terpatri dalam hati,  kesadaran  bahwa Bersama Dzat yang disebut Allah asmaNYA,dengan seluruh  sifat Maha PengasihNYA dan PenyayangNYA maka segala perbuatan kita  terjadi. Karena tanpa bersamaNYA, dari sejak awal hingga akhirnya, kita  tidak memiliki daya dan kekuatan sama sekali. ibarat daun kering yang  terombang-ambing hantaman ombak di atas samudra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kesadaran bahwa Allah selalu Menyertai dan Meliputi (tidak dari  kejauhan,  namun dari kedekatan yang amat dekat, bahkan dapat terasa  kehadiranNYA di dalam rasa hati)  seharusnya menjadi TITIK TOLAK  agar  segala aktivitas ini dilakukan semata-mata demi untuk mensucikanNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran bahwa diri ini sangat terbatas dan sangat lemah dihadapanNYA,  bukan untuk mereduksi / mengurangi semangat kita. Namun untuk  mengembalikan pensikapan yang benar pada tempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat adalah "Api" yang harus terus kita tiupkan kedalam diri ini  untuk terus beramal shaleh, memperbanyak lakon pitukon di dunia ini,  semata-mata demi untuk memenuhi PerintahNYA. Bukan karena kita bisa,  karena yang mem"bisa"kan kita juga hanyalah DiriNYA Tuhan, Allah  namaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah santunnya Insan, yang senantiasa melantunkan dalam lisan dan  hatinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAH AL'ALIYYIL 'ADZIIM&lt;br /&gt;Tidak ada daya dan kekuatanku, kecuali yang dipinjamkan dari Allah yang  Maha Tinggi lagi Maha Agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lambishawwab&lt;br /&gt;Bogor 10 Maret 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-6310754042242791183?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/6310754042242791183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=6310754042242791183&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6310754042242791183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/6310754042242791183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/bukan-sekedar-password.html' title='Bukan sekedar password'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S5bGvR6gaCI/AAAAAAAAAJI/KeU3A-Up78Q/s72-c/25028_109339065745566_100000084182559_236509_4085821_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-2842037580515956019</id><published>2010-03-06T12:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:37:09.545-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Nyata'/><title type='text'>Gerobak Untuk Anak-Anakku</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Sejak kepindahan keluarga kami dari kota Bandung, sudah sekitar dua tahun lebih tidak melihatnya. Entah mengapa, sekarang aku teringat lagi kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Seorang Bapak pemulung yang setiap hari memutari perumahan tempat kami tinggal untuk memungut apa saja barang-barang dari tempat sampah warga perumahan yang bisa ia jual kembali. Barang-barang bekas dari plastik atau kardus yang telah menjadi sampah itu diletakkannya di dalam gerobaknya yang ia tarik setiap hari kemanapun ia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gerobak penuh barang-barang bekas itu duduk anak laki-lakinya yang berusia sekitar 2 tahun (pada saat itu) 'anteng' bermain-main dengan mobil-mobilan yang didapat ayahnya dari tempat mana lagi selain tempat sampah orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dibelakang gerobak yang ditarik sang bapak, berjalan istrinya dengan menggendong seorang bayi perempuan. Berjalan mengikuti kemana saja suaminya pergi,sambil sesekali ia pungut juga sesuatu yang belum terambil oleh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Demikian setiap hari, keluarga kecil itu beriringan berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain, "menyulap" sampah orang untuk dijadikan sebungkus nasi untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pemandangan yang menyentuh hati, menyaksikan ketabahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku sedang merawat tanamanku, atau menyapu halaman, kulihat dari sudut mataku, sang bapak berdiri diam di pintu pagar rumahku. Tidak mengatakan atau meminta sesuatu apapun kecuali menyapaku dengan kata-kata yang kadang-kadang sulit kumengerti karena baru tersadari bapak pemulung ini ternyata kurang fasih dalam berbicara sehingga terkesan seperti sedang bergumam tapi aku tahu pasti dia berbicara dalam bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah demikian, aku hanya tersenyum dan mengangguk saja. Awalnya ada rasa 'takut', tetapi setelah melihat anak-anak dan istrinya, rasa itu berganti menjadi iba. Jika ditawarkan sesuatu, makanan atau barang, maka nampak mimik senang di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama aku dan keluarga mereka semakin "akrab". Keakraban yang hanya bisa difahami oleh masing-masing hati kami, karena tidak pernah ada obrolan panjang diantara kami. Istrinyapun bahkan tidak pernah bicara, hanya mengggendong bayinya dan memperhatikan si sulung di dalam gerobaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika telah selesai "urusan"nya di rumahku, maka mereka akan segera melanjutkan perjalanannya ke gang-gang lain, dari satu pintu pagar ke pintu pagar yang lain, mengais-ngais sampah di halaman orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mereka menjauh, dari belakang sering kuperhatikan keluarga itu. Betapa hebatnya 'perumpamaan' yang Allah berikan melalui figur mereka. Seluruh "dunia"&amp;nbsp; mereka hanya sepenuh gerobak yang ditarik sang pemulung. Tak punya walau segubuk kumuh untuk tempat berteduh, tak ada janji makanan apa yang bisa ditemukan hari ini untuk istri dan anak-anak balitanya, tak ada ganti untuk pakaian kotor dan kumal. Betapa menakjubkannya Allah Tuhanku, dimana mereka berteduh jika datang hujan lebat?&amp;nbsp; kemana mereka pergi mendapatkan makan dan minuman? apakah berhasil menemukan nasi, yang cukup untuk empat orang? bagaimana dalam keadaan seperti itu, anak-anak mereka nampak gemuk dan sehat walau terlihat kotor dan lusuh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit kubayangkan jika kucoba membandingkan dengan keadaanku, saat istri pemulung itu hamil lalu melahirkan. Dimana bersalinnya dan siapa yang menolongnya?&amp;nbsp; Apakah mereka mendapatkan barang sedikit popok atau kain untuk bayinya?. Bagaimana jika salah satu atau kedua anak mereka sakit atau demam ? Apakah mereka tahu dan bisa membeli obat penurun panas untuk meredakan sakit anaknya? apakah mereka memiliki selimut untuk menghangatkan tubuh buah hatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang Maha Agung&lt;br /&gt;Jika DIA memberikan rezekyNYA kepada cacing-cacing tak bermata dalam tanah, atau belatung-belatung lemah dalam makanan busuk, atau dia berikan rezekyNYA kepada Kecoa, Kelabang, Tikus di got-got. Maka tentu telah DIA sediakan pula rezekiNYA yang Maha Luas bagi keluarga ini.Karena sesunguhnya DIA lah Sang Maha Pemelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku telah tinggal di tempat yang jauh dari mereka. Tidak kusaksikan lagi salah satu ayat Tuhan itu. Tidak pernah kudengar lagi berita tentang mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali pada suatu hari, alangkah gembiranya aku ketika mudik ke rumah orang tuaku&amp;nbsp; dimana tidak jauh dari rumahku dulu. Allah pertemukan kembali aku dengan mereka. Tidak berbeda dengan masa yang lalu, sang Ayah menarik tali gerobaknya yang tersangkut di pundak dan tangan di tiang gerobaknya. Hanya saja kala itu yang berada dalam gerobak bukan hanya Sang Kakak yang telah tumbuh besar, tetapi juga sang adik perempuan yang&amp;nbsp; telah berusia kira-kira dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada yang kurang....Dimana sang Ibu?&lt;br /&gt;Saat kutanyakan kepada bapak pemulung itu, dengan wajah murung ia mengabarkan bahwa ibu anak-anak telah pergi entah kemana. Meninggalkan suami dan anak-anaknya yang masih teramat kecil. Pergi karena tak kuat menahan penderitaan kehidupan mereka. Tanpa kabar,tanpa berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap anak-anak itu di dalam gerobak sang pemulung, sedang asyik bercengkrama. Tidak tahu kemana ibu mereka pergi. Hanya kepada Ayah tempat mereka bergantung kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan anak-anakku sendiri. Rahma satu tahunku. Bagaimana keadaannya jika tiba-tiba kutinggalkan pergi dan tak kembali. Sedang sehari-hari 24 jam dia bersamaku, menikmati hari-harinya bersama orang yang bisa dipanggilnya ibu. Bagaimana dengan mereka? anak-anak yang sebaya dengan anak-anakku? anal-anak kita semua?&amp;nbsp; Mereka balita, sangat polos dan lugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pertanyaan itu tak pernah terjawab, seiring berlalunya sang pemulung. Membawa jauh seluruh "dunia"nya, barang-barang rongsokan dan kedua buah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu Melindungi mereka, Menyelimuti mereka dengan Kasih dan SayangNYA, Membekalkan Ilmu ,&amp;nbsp; mengaruniakan kesehatan dan kesejahteraan, serta menghadiahkan Keselamatan.&lt;br /&gt;Allahumma ya Rabby,Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor 7 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bagi yang pernah tinggal di sekitar Jl.Kopo Bandung, mungkin mengenal sosok-sosok&amp;nbsp; itu, silahkan untuk turut mendo'akan *&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-2842037580515956019?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/2842037580515956019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=2842037580515956019&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2842037580515956019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/2842037580515956019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/gerobak-anakku.html' title='Gerobak Untuk Anak-Anakku'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-7900089309092870772</id><published>2010-03-03T11:52:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:37:45.815-07:00</updated><title type='text'>Hanya Soal Paradigma,Bismillah sajalah....</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Bismillahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm sudah berapa lama ya tinggal di rumah yang sekarang?...Dulu, di  rumah yang itu sudah tinggal berapa lama? Belum lagi sewaktu masih  tinggal dengan orang tua. Banyak bertemu orang, orang yang sama ataupun  orang yang berbeda-beda. Kini sejak ada facebook atau situs pertemanan  lainnya orang bisa bertemu lagi dengan orang-orang yang telah lama  berpisah darinya. Apakah kau temukan sesuatu yang khas dalam perjalan  hidup mu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku ada, sangat khas dan semua orang pasti melihat kekhasan itu pula,  ialah keadaan dimana kita menemukan orang-orang itu (termasuk diri kita  sendiri) jika tidak dalam keadaan Lemah  tentulah ia ada dalam keadaan  kuat. Lemah ataupun kuat dalam hal hartanya, bentuk rupa wajah dan  tubuhnya, status sosialnya, kedudukannya, profesinya, gender, bahkan  bisa jadi dalam hal ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam hal Harta, orang-orang akan menganggap kuat kepada  orang-orang  yang kebetulan memiliki harta yang lebih banyak dibanding  dengan harta miliknya. Rumah, furniture, kendaraan pribadi,  makanan-makanan yang diinginkan seleranya dan segala pernak-pernik yang  berkaitan dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau, dalam hal bentuk rupa wajah dan tubuh, orang-orang cenderung akan  menganggap dalam posisi yang kuat kepada orang-orang yang dianggapnya  lebih cantik/tampan dibanding dengan dirinya. Maka karena hal itu lah  maka ia menganggap dirinya lebih lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam hal status sosial dan kedudukan, orang yang dianggap lebih  kuat kebanyakan adalah para petinggi-petinggi atau pemegang  jabatan-jabatan penting dalam insitusi, apapun.Sehingga kepada orang  yang seperti itu, orang-orang cenderung akan lebih mmemberikan  penghormatan daripada kepada urang yang tidak berada pada posisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam hal profesi, orang akan menganggap  kuat kepada orang-orang  yang memiliki profesi yang dapat menghasilkan pendapatan yang lebih  besar daripada dirinya. Jka seorang pengusaha bisa memperoleh  pendapatannya Rp.5000 ,- maka pasti ia lebih kuat pendapatnnya dibanding  dengan misalnya seorang tukang kue pancong yang hanya bisa mendapat  penghasilan Rp. 5 ,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki pasti akan dianggap lebih kuat dibanding wanita karena  dinilai mampu mencari nafkah untuk keluarganya, atau lebih mampu  mengangkat benda yang berat dibanding wanita, dan lain-lain contoh  dimana banyak  fenomena terjadi di masyarakat,anda bisa mencari  contohnya  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang juga akan dianggap kuat ilmunya oleh orang-orang jika ia  mempunyai titel Insinyur, Doktor, Profesor, Ulama, Pendeta, Pemuka  agama, Seniman dsb, dibanding orang yang tidak berhasil mendapatkan  titel itu di dalam hidupnya. Dimana jika tidak memahami makna dan maksud  pencapaiannya,dapat memunculkan rasa 'aku' atau 'ego' terhadap  orang-orang yang memang memperolehnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah masalahnya..........&lt;br /&gt;Ternyata semuanya itu pada hakikatnya terbalik !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau sedikit bertafakur, tahu Bhiksu kan? &lt;br /&gt;Dikenal orang pada umumnya, para Bhiksu itu orang-orang yang sangat  santun, namun hidup berkelompok dengan sesama bhiksu lainnya di tempat  yang sunyi, jauh dari keramaian dan pergaulan, baju dan penampilan  sangat sederhana seolah tak dapat mengecap nikmat dunia. Membuat  orang-orang berfikir alangkah kasihannya mereka hidup dalam  komunitasnya.  Namun, jika diperhatikan, justru dalam keadaan yang  demikian itulah, mereka berhak menyandang predikat orang yang kuat,  karena disaat orang lain menginginkan bebas bergaul bersama  teman-temannya, mereka justru memutuskan untuk menyepi,mencari ilmu dan   mendamaikan hati bersama para guru dan temannya sesama bhiksu itu.  banyak ceritra-ceritra bersejarah yang mengisahkan kepahlawanan para  bhiksu ini. Di daratan China dan sekitarnya para bhiksu ini dikenal  sebagai para ahli bela diri yang mumpuni.Juga ahli obat-obatan. So, para  bhiksu itu justru lebih kuat karena mereka mampu bersabar menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah orang-orang miskin itu lebih kuat dibanding dengan orang-orang  yang kaya hartanya?. Jawabannya adalah YA !!. Karena disaat orang kaya  bingung memikirkan menu apa yang ingin disantapnya di rumah atau sebuah  restoran, maka sering orang-orang miskin itu dengan cepat dan berani  memutuskan untuk memakan habis nasi bungkus sisa makan orang lain yang  dibuang ke tempat sampah. Orang-orang tuna-wisma kuat tidur di pinggir  jalan hanya beralas kardus bekas dan tanpa berselimut. Betapa kuatnya  mereka,setiap hari melihat orang kaya berseliweran dengan mobil-mobil  bagus, baju-baju yang pantas dan sibuk memperhatikan penampilan dirinya   sedang mereka dengan cueknya berjalan tanpa ada beban walau berjalan  kiloan meter berjalan tanpa alas kaki dengan baju yang sudah kumal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang mendapat keterbatasan pada  tubuhnya namun tetap masih bisa beraktivitas untuk diri dan keluarganya  bahkan masyarakatnya? Tentu saja mereka oran-orang yang kuat mentalnya,  mereka bukannya tidak sadar orang-orang memandangnya aneh dan iba  melihat keadaan tubuhnya,namun ia kuat menghadapi pandangan-pandangan  orang itu tanpa marah dan emosi. Di situlah kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak terjadi kaum wanita yang disakiti oleh kaum lelaki,misalnya  suaminya. Mereka  mampu  bertahan didalam bahtera rumah tangganya dimana  dia dianggap lemah posisinya. Banyak wanita yang kita kenal  telah  ditinggal suaminya wafat, namun disisa usianya dia tidak pernah menikah  lagi, sendirian menafkahi dan membesarkan anak-anaknya sehingga dewasa  dan berhasil. Atau dalam kasus-kasus poligami dimana para istri  dengan  rela menyaksikan orang yang dicintainya menikah lagi dengan perempuan  lain, menunjukkan ketegaran hati dimana banyak wanita lain tidak sanggup  menghadapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anggapan-anggapan orang" itulah yang selama ini banyak menghakimi  kehidupan seseorang. Anggapan orang tentang kelemahan, ternyata pada  kenyataannya menunjukkan kekuatan. Semakin sering seseorang dianggap  lemah, sehingga tidak mudah untuk memenangkan "pertarungan hidup" maka  seharusnya akan semakin lepas dia dari beban pandangan orang bahwa dia  harus berhasil ini dan itu. Nah karena lepas itulah,dia bisa lebih bebas  mengekspresikan kemampuannya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa,  "Semakin sering kau jatuh, maka semakin tidak takut sakit".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekuatan itu hanya datang dari dan milik Allah saja,  kelemahan  diri yang disaksikan orang lain, tidak selalu berarti itulah yang  sesungguhnya. Selama masih memiliki cita-cita yang baik, maka teruslah  berjalan, Allah sendiri yang memperjalankanmu dari sejak dahulu dan  selamanya,demikian pula terhadap alam semesta ini. So, tetap semangat  kawan, Keep Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Winny-&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;br /&gt;Website: &lt;a href="http://winnywidya.blogspot.com/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;bc970060fb831eb7a745ff4ee6a1c1f7&amp;quot;, event)" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://winnywidya.blogspot&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-7900089309092870772?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/7900089309092870772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=7900089309092870772&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7900089309092870772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/7900089309092870772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/03/hanya-soal-paradigmabismillah-sajalah.html' title='Hanya Soal Paradigma,Bismillah sajalah....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-788227575627261067</id><published>2010-02-25T09:33:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:38:20.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>H a l i m u n</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukawana, nama sebuah daerah yang terletak 30 kilometer sebelah utara kota Bandung tepatnya di Lembang. Sejauh mata memandang, nampak hamparan perkebunan teh, bak permadani hijau yang menutupi tanahnya yang subur. Di arah selatan berdiri megah Gunung Tangkuban Perahu di mana lerengnya dinaungi hutan Pinus yang semerbak. Latar belakang biru muda dari langitnya dan  awan putih yang berarak-arak dihembus angin yang lembut  memayungi  jalan berbatu yang di kiri kanannya tumbuh pohon-pohon strawberry  yang berjajar rapih, menghalangi pandangan dari kandang-kandang sapi penduduk serta tempat pengolahan susunya. Di bukit-bukitnya, memancar mata air-mata air yang mengaliri  sisi-sisinya, jika terkena cahaya matahari, air yang dingin sejuk itu akan berkilau indah sekali, begitu murni karena penduduknya sungguh-sungguh menjaga sungai-sungai kecil mereka agar tetap dalam keadaan yang bersih sehingga dapat mereka gunakan untuk minum keluarganya.  Letak dataran ini cukup tinggi di atas permukaan laut membuat udaranya sangat lembab dan senantiasa diselimuti kabut tebal, masyarakat setempat sering menyebutnya halimun. Dari sekeping syurga dunia inilah, kisahnya dimulai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu matahari sudah cukup tinggi, para wanita petani pemetik teh dengan mengenakan topi besarnya yang mereka sebut caping dan berbalut kaus tangan asyik mencabuti pucuk-pucuk daun teh dan melemparkannya masuk ke dalam keranjang besar yang mereka lilitkan di bahunya. Sayup-sayup, dari kejauhan  terdengar suara orang memanggil-manggil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Miir…Amiiir…!!, seorang laki-laki separuh baya dengan kaus lusuh berlari-lari mengejar seseorang yang dipanggilnya Amir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mir, tunggu sebentar..hhhh!!. Orang yang dipanggil Amir itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya, lalu didekatinya orang tua itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Abah Toha,....ada apa Bah?”, Amir menghentikan langkahnya saat orangtua bernama  Toha itu mendekat. Pak Toha berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Mir, kamu ketemu si Dzul nggak siang ini?” Pak Toha masih tersengal-sengal. “Insha Allah pak, di masjid  ba’da dzuhur ini, kenapa pak?” Amir bertanya sambil tangannya mempererat ikatan kardus berisi buku-buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini, ada titipan dari non Martha buat dia, bilang sama Dzul, Abah nggak bisa ke Pesantren malam ini ya, Abah disuruh Pak Haji ke Bandung, ini buat dibawa ke pesantren Mir?. Pak Toha menyerahkan amplop ke tangan Amir sambil bertanya melihat satu kardus berisi buku-buku di tangan  Amir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir menjawab:”Iya Bah, buat nambah isi perpustakaan”. Amir menerima sehelai amplop besar dari tangan pak Toha, dimasukkannya ke dalam saku bajunya dan menyanggupi amanahnya. Keduanya bersalaman dan berpisah kembali pada pekerjaannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air pancuran di tempat wudhlu pria mengalir, segar terasa saat menyentuh tangan Dzulkifly. Dibasuhkannya air  pancuran itu ke wajahnya dan seluruh anggota wudhlunya, sejuk, seakan-akan luruhlah segala persoalan di kepala dan hatinya dengan air itu. Selesai berwudhlu, Dzulkifli yang di kalangan teman-temannya sering dipanggil hanya Dzul itu melangkahkan kakinya ke arah masjid, Tiba-tiba seseorang memanggilnya:&lt;br /&gt;”Dzul…!!!”. Amir menyimpan dus berisi buku-bukunya di teras masjid, lalu berlari kecil ke arahnya.&lt;br /&gt;”Dzul, Bah Toha titip ini, katanya sih dari Martha buat antum, nih..”. Amir menyerahkan amplop putih besar itu kepada Dzul. Amir adalah teman dekat Dzul, mereka berteman sejak kecil dan bersekolah di pesantren yang sama, namun Amir tidak melanjutkan sekolahnya setelah lulus dari pesantren, sedang Dzul melanjutkan kuliah di Perguruan tinggi di Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul memperhatikan  amplop berwarna putih itu, ada namanya tertulis di sana dari Martha. Martha seorang kristiani yang lama telah ditinggal wafat ibunya, adalah teman Dzul dan Amir juga. Sejak kecil mereka bertiga berteman akrab. Ayah Martha seorang pendeta keturunan Belanda yang cukup dikenal di desa itu. Kesadaran tentang perbedaan agama diantara mereka sejak kecil menambah hikmah dalam suasana pergaulannya. Rasa saling menghormati keyakinan satu sama lain tidak menahan keakraban mereka. Orang tua Dzul yang notabene keluarga yang religius tidak pernah membeda-bedakan teman-teman  anaknya. Seringkali Amir dan Martha makan siang di rumah orangtua Dzul. Jika bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tiba, Martha pun ikut menikmati atmosfirnya. Demikian pula ayah Martha, walaupun dia seorang pemimpin agama di gerejanya, tak pernah mempersoalkan berbaurnya pergaulan putrinya dengan warga setempat. Dia amat memperhatikan kepatutan dan kesantunan yang patut ia persembahkan kepada penduduk desa di mana ia tinggal sejak pertamakalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul membuka amplop itu, dan mengambil secarik kertas dari dalamnya, dibukanya lalu dibacanya surat dari Martha tersebut:                                                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada &lt;br /&gt;Dzul&lt;br /&gt;di tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul, malam ini aku diantar papaku ke Bandara, besok  pagi aku naik pesawat pertama ke London, do’akan aku ya Dzul. Salamku juga buat Amir. Enam bulan lagi aku balik.  Mau dibawain  oleh-oleh apa ? (Hihi, belum berangkat udah ngomong oleh-oleh nih). Okay, see you later.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Martha- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul melipat kembali kertas itu,lalu menoleh ke arah Amir:&lt;br /&gt;”Martha berangkat malam ini, dia salamin antum juga tuh”. Amir mendengar kata-kata Dzul sebentar kemudian beranjak untuk mengambil wudhlu. Martha berangkat ke London untuk melanjutkan pendidikannya di bidang sastra Inggris di sana. Sudah 3 tahun terakhir ini, Martha merasakan sesuatu yang istimewa kepada Dzul teman sedari kecilnya, ia tidak menemukan perasaan seperti itu kepada teman laki-lakinya yang lain baik di kampusnya maupun di desanya. Namun ia menyimpannya baik-baik sehingga Dzul tidak menyadarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah di masa yang lalu, saat mereka beranjak remaja Amir  diam-diam menyimpan rasa simpati kepada Martha, namun gadis cantik berkulit terang ini tidak menyadarinya karena perhatiannya tertuju kepada Dzul, pemuda sederhana yang sopan dan cukup menarik hatinya. Sering didapati Amir, Martha selalu memperhatikan Dzul. Walaupun posisi itu tidak menghalanginya untuk dapat mengungkapkan perasaannya kepada Martha, namun perbedaan keyakinan di antara mereka menahan Amir untuk melangkah lebih jauh, apalagi disadarinya Martha nampak lebih menyukai Dzul daripada dirinya. Hingga kini, Amir seolah tak mempermasalahkan itu lagi. Sedangkan Dzul sendiri, walaupun di beberapa kesempatan ia menangkap seperti ada binar yang lain di mata Martha jika sedang berbincang dengannya, namun ia tidak mengartikannya sesuatu apapun, karena Dzul sendiri, telah lama hatinya tertambat kepada seorang gadis, salah seorang santri wanita  di pesantrennya bernama Salima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima gadis manis dari Priangan yang pemalu, merupakan salah satu santri putri di pesantren Miftahul Huda. Dititipkan orang tuanya untuk menimba ilmu disana. Sejak kedatangannya di pesantren itu,Salima dikenal sebagai gadis yang manis berkulit sedikit gelap namun memiliki mata bak bintang kejora, pandangan matanya seakan mengandung  sinar yang  dapat menembus hati siapa yang memandangnya. Tetapi Salima selalu menundukkan pandangannya yang bersinar setiap kali berpapasan dengan lawan jenisnya, sperti yang selalu diajarkan orangtuanya untuk menjaga izzahnya. Gadis ini tak pernah berani menampilkan diri jika tidak karena disuruh oleh para ustadz-ustadzahnya mengambil beberapa berkas ke kantor pusat bersama seorang santri wanita temannya  di mana Dzul bekerja di sana sebagai sekretaris di Dewan Harian Pesantren Miftahul Huda. Di sanalah mereka pertamakali bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berjalan tanpa ada yang dapat menghentikannya kecuali Sang Pemilik, keadaan berubah satu persatu yang dahulu dekat mulai menjauh. Menjauh disebabkan beraneka sebab. Seperti yang terjadi pada Amir, dalam beberapa tahun ini Dzul semakin jarang  bertemu dengan sahabatnya ini. Bahkan saat ibunda Dzul sakit pun, Amir tidak ada datang menjenguk. Setiap kali Dzul mencari ke rumahnya, ibunda Amir hanya mengatakan ketidak tahuannya ke mana putranya pergi di setiap malam-malam tertentu. Sesuatu hal yang tidak biasa dari Amir yang dikenalnya dahulu, seseorang yang  sangat perhatian kepada orangtuanya. Jika ditanyakan tentang perkara itu, Amir hanya menjawab selintas saja, membuat Dzul berfikir bahwa hal itu memang bukan urusannya. Suatu hari Dzul datang kembali hendak mencari Amir ke rumahnya, di halaman depan nampak ibunda Amir sedang mengangkat nampan-nampan bambu berisi daun-daun teh muda yang selesai dijemur,Dzul mengucap salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Assalamu’alaikum Bu”, ibunda Amir menoleh dan melihat kawan anaknya berdiri dipintu pagar :&lt;br /&gt;”Alaikumsalaam..eeh ada Dzul. Silahkan masuk nak, ayo..”. Ibunda Amir tersenyum ramah kepada Dzul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih bu”. Dzul berjalan memasuki pekarangan rumah itu, lalu duduk di kursi teras yang tersedia di sana. Ibunda Amir menyimpan nampan bambunya di dapur,lalu bergegas menemui Dzul di terasnya&lt;br /&gt;”Nak Dzul sudah darimana? Kok nggak pake motor ?”.Ibunda Amir celingukan ke arah pagar rumahnya .&lt;br /&gt;”Ooh motor saya di bengkel Bu, biasa bannya bocor,jadi sambil menunggu saya kemari. Amir sedang di rumah Bu?”. Dzul menanyakan keberadaan Amir, Ibunda Amir menjawab :&lt;br /&gt;” Ooh Amir di rumah temannya di Bandung, sudah tiga hari, Ibu juga nggak tahu kapan pulangnya,  ada kegiatan katanya,  tapi ibu juga nggak tahu kegiatannya apa nak, Amir juga nggak pernah cerita. Ya begitulah nak Dzul, kadang-kadang Ibu juga merasa gimana ya, sering kalau Ibu sedang perlu bantuannya, Amir nggak ada dan itupun sulit dihubungi, HPnya sering mati. Nggak tahu lah Dzul, maklum Ibu kan udah tua, Bapaknya Amir juga sakit-sakitan, maunya Amir bantu antar bapaknya ke Puskesmas. Atau bantu angkat  karung-karung teh itu ke pangkalan, Ibu sekarang sering sakit punggung, sedang kita semua kan masih butuh makan, Amir sendiri pekerjaannya jadi sering terbengkalai”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Amir berterus terang tentang keadaanya, karena dia tahu Dzul adalah teman akrab Amir sejak kecil. Teriris hati Dzul dibuatnya, ia seorang pemuda yang amat berbakti kepada ibundanya, mendengar Ibunda sahabatnya mengadukan hal seperti ini membuatnya prihatin terhadap Amir. Dzulpun meminta izin kepada ibunda Amir untuk menjenguk ayah Amir yang sedang sakit. Saat Dzul memasuki kamar itu, hatinya berdesir, di kamar yang gelap itu karena hanya ada sebuah jendela kecil yang tertutup tirai lusuh, nampak laki-laki yang sudah sepuh itu terbaring lemah di atas kasur lepeknya, ada segelas air bening dan dua bungkus obat di atas meja kecil di sebelahnya. Dzul menghampiri orangtua itu dan mencium tangannya dengan takdzim bagai kepada ayahnya sendiri:&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Bapak”. Lelaki yang dipanggil bapak itu membuka matanya lalu mengawasi siapa yang mengajaknya bicara.&lt;br /&gt;”Saya Dzul Pak, teman Amir” Dzul mencoba mengingatkan khawatir orangtua itu telah lupa. Bapak itu&amp;nbsp; mengangguk lemah lalu berkata:&lt;br /&gt;”sendirian nak?” &lt;br /&gt;“Ya Pak, bagaimana kabar Bapak? Maafkan saya baru menjenguk lagi. Sekarang apa yang terasa pak?”. Ditanya demikian ayahanda Amir menunjuk dadanya, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tiba-tiba orangtua itu berguncang pundaknya  menangis tak tertahankan. Dzulpun memberanikan diri mengusap-usap tangan renta Pak Jaya, dan membisikkan do’a, dimohonnya bagi orangtua itu keringanan dari Allah dalam menghadapi penyakitnya. Suasana menjadi hening, hanya terdengar tangis lelaki tua yang dulu semasa Dzul dan Amir kecil sering mengajaknya naik ke bukit memetik teh sambil mengawasi mereka bermain. Ibunda Amir  berdiri di pintu kamar, matanya meneteskan airnya. Dzul mencoba menghibur Ibunda Amir, dalam keadaan seperti ini tentulah semakin berat beban yang harus ditanggungnya, melihat suami yang dicintai sakit adalah penderitaan tersendiri bagi seorang istri. Perasaan ini amat difahami oleh Dzul, karena ia pun menjadi saksi betapa sedih Ibundanya dahulu saat menyaksikan sakitnya almarhum ayahnya :&lt;br /&gt;”Ya gak apa-apa Ibu ,Ibu  tidak usah khawatir, mudah-mudahan Ibu dan Bapak selalu diberi kesehatan, saya ikut berdo’a Ibu. Insya Allah, besok saya kesini lagi, mungkin saya bisa minta tolong kawan saya seorang dokter di Puskesmas.  Ibu,  jika  Ibu memerlukan  bantuan, jangan sungkan telepon saya ya, saya anak Bapak dan Ibu juga kan Bu?”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Amir terdiam, entah kenapa hatinya terharu, dari teman anaknya ini ia mendapat kata-kata yang menentramkan hatinya sebagai orang tua. Sungguh ia berharap mendapatkannya dari anaknya sendiri. Ibunda Amir menjawab terbata-bata:&lt;br /&gt;”Terima kasih nak, kamu baik sekali,semoga Allah membalasnya,  nanti Ibu sampaikan kedatanganmu kepada Amir kalau sudah datang ya”. Dzul pun berpamitan karena hari sudah mulai gelap dengan diiringi pandangan kasih dari Ibunda sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas motornya dalam perjalanan pulang Dzul merenung, mengingat sosok Amir sahabatnya. Memang dalam setiap perbincangannya kini, Amir terasa lebih bersemangat saat menceritakan kondisi zaman, di mana telah terjadi banyak kerusakan di masyarakat sehingga harus dilakukan perubahan besar untuk memperbaikinya. Dzul merasa bersimpati atas semangat sahabatnya ini, walaupun kadang-kadang ada beberapa hal dimana Dzul sangat berbeda pendapat dengan  Amir, jika sudah demikian maka biasanya Dzul selalu mengalihkan pembicaraan. Apakah kegiatan yang diikuti Amir itu ?, Dzul tak tahu pasti. Ini fenomena di depan matanya yang kesekian kali setelah banyak hal yang sama disaksikannya terjadi pada beberapa temannya di kampus dulu.  Dzul membelokkan motornya ke rute menuju rumahnya yang kini telah diterangi lampu-lampu jalan, suara jangkrik dan katak mulai saling bersahutan menambah syahdu suasana malam di desa Cikahuripan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu awal musim penghujan, bumi Cikahuripan selalu diselimuti mendung, namun entah mengapa hati Salima terasa riang, apakah ini karena surat itu. Surat untuk Salima dari Dzul. Surat itu diterimanya melalui ustadzahnya Ibu Aminah yang juga bibi dari  Dzul yang mengajar di pesantrennya. Hanya kepada bibinya itu rupanya Dzul mempercayakan suratnya untuk disampaikan kepada Salima. Malam ini sudah ke tujuh kali Salima membuka surat dari Dzul, antara percaya dan tidak, Salima berulangkali membaca deretan huruf-huruf yang ditulis pemuda yang selalu membuat lututnya terasa lemas itu jika bersua di kantor pusat Pesantren Miftahul Huda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Januari 2000&lt;br /&gt;Kepada&lt;br /&gt;Salima Athifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhty Salima, saya Dzulkifly seseorang yang mungkin belum Ukhty kenal .  Saya pun  tak tahu apakah  akan Allah izinkan untuk dapat mengenal ukhty yang shalehah ini. Saya memberanikan diri menulis sepucuk surat ini karena saya pernah bermimpi, dan saya memohon kepada Allah agar mimpi itu terjawab dalam kehidupan saya sesungguhnya . Walaupun saya merasa malu, namun harus saya katakan.  Demikian ini mimpi itu Ukhty .  Saya telah bermimpi, dalam mimpi itu saya hendak  terbang ke Syurga menggunakan  sayap, tetapi sayap itu hanya satu,  sehingga saya tak  mampu melanjutkan perjalanan. Di kejauhan,  saya melihat ukhty  Salima pun demikian,  hendak terbang  ke sana, namun  hanya memiliki satu sayap. Maka kemudian  saya berharap  dan entah mengapa kemudian berani  bertanya kepada Ukhty, apakah kiranya Ukhty bersedia terbang bersama saya ke Syurga. &lt;br /&gt;Namun sayang, dalam mimpi itu Ukhty tidak menjawabnya.&lt;br /&gt;Ukhty Salima yang baik,  melalui surat ini kini saya hendak bertanya kepada ukhty, apakah kiranya  jawaban yang hendak  ukhty sampaikan  seandainya kita memiliki mimpi yang sama?  Sudilah kiranya Ukhty menjawabnya agar tak gelisah lagi hati saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf atas kelancangan ini &lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzulkifly  Hassan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbanglah  hati Salima menembus awan-awan, meluncur di pelanginya dan melayang-layang di antara embun sejuknya. Kupu-kupu dari kapas membawanya jauh ke negeri awan, membiarkannya menyentuh pelangi berwarna-warni lalu melepasnya dari ketinggian melemparkannya ke dalam air telaga berair jernih dan berenang-renang didalamnya. Salima mendekap surat itu dalam-dalam seakan-akan benda yang amat berharga yang disayanginya. Ingatannya hinggap pada saat-saat di mana ia menangkap senyum pertama Dzul yang ditujukan kepadanya di pesantren saat ada perayaan Milad Pesantren tahun lalu dan senyum-senyum Dzul berikutnya pada kesempatan-kesempatan lain. Surat itu tidak seperti surat biasa, lebih serupa dengan prosa atau fiksi sekaligus teka-teki  untuk Salima. Terpekur Salima kini, tak tahu hendak berbuat apa, mengapa Dzul menempatkannya pada keadaan membingungkan sekaligus membahagiakan seperti ini. Salima tak pernah menerima surat bermakna cinta dari seorang pria, kecuali sms-sms usil dari beberapa teman pria di pesantrennya yang ia pun tak tahu darimana mereka mendapatkan nomor hand phone-nya. Salima sungguh bimbang bagaimana ia harus mensikapi surat dari Dzul itu. Apakah harus dibalasnya ? orang mengirim surat tentulah mengharapkan balasan pikirnya. Namun, bagaimana ia akan menjawab “mimpi” seorang laki-laki yang sering membuatnya tergetar ini, sedang kali ini pun Salima merasa sedang bermimpi. Yang ada dalam hatinya jika  membaca surat itu hanya perasaan tersanjung dan bahagia saja. Ah  betapa rumitnya, tetapi indah rasanya. Salima beristighfar, sadar  dirinya baru saja terlena, ia pun pergi ke pancuran asramanya dan mengambil  air wudhlu, kemudian menggelar sajadah mengadukan senang sekaligus gundah hatinya kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu hari-hari Salima terasa indah, lingkungan pesantren yang sudah hampir dua tahun dia tinggali itu kini bagaikan istana Taj Mahl baginya,  dan menara Masjidnya seakan-akan menjadi Menara Eiffel yang dipersembahkan untuknya, orang-orang yang berpapasan dengannya seolah-olah turut merayakan kebahagiaannya membuat bibir Salima selalu menyunggingkan senyum termanisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh  Tuhan, segala Puji bagiMU…beginikah yang dinamakan orang jatuh cinta?” bathin Salima saat menatap air mancur di kolam pelataran asrama putri masih di lingkungan pesantren, Salima mendekap dua kitabnya sedang tas tergantung di pundaknya .” Assalamu’alaykum…!!!”. Salima terperanjat saat seseorang menepuk pundaknya, ternyata Lastry teman satu kelasnya,:&lt;br /&gt;”Lagi ngapain Sal? Laper ya..” Lastry tersenyum menyapanya. Salima tergagap, tak mengira kehadiran temannya itu:&lt;br /&gt;” oh eh….alaykumsalaam….hehehe nggak lah. Lastry kamu buka Shaum di mana nanti ? Ikut berbuka di Aula atau di kamarnya Hafsah?”  Salima memperbaiki letak tasnya.&lt;br /&gt;“Mmh belum tahu  Sal, aku ada pertemuan di Baitul Muslimah, mungkin aku nggak bisa ikut yang di Aula, liat nanti aja deh insha Allah. Eh Sal, udah jam 1 nih, kita berangkat yuk”. Lastry mengajak Salima segera pergi untuk mengikuti jadwal berikutnya, mereka berdua bergegas menuju kelasnya yang terletak  tidak jauh dari asramanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Lima bulan kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul baru saja pulang sore itu setelah rapat yang membuat badannya penat di pesantren, saat ia melihat seseorang sedang berbincang dengan ibunya di ruang tamu,&lt;br /&gt;”Martha…” bisik Dzul, diapun menghampiri keduanya di ruangan. Saat Dzul masuk, kedua wanita itu menoleh kepadanya, ibunda Dzul tersenyum dan berkata lembut,  :&lt;br /&gt;”Naah orangnya sudah datang, Dzul..nak Martha sudah lama nunggu, duduklah, Ibu bawakan teh dulu. Nak Martha, ibu tinggal ya..”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martha tersenyum  kepada ibunda Dzul dan menganggukkan kepalanya:”O ya  Ibu, silahkan..”. &lt;br /&gt;Ibunda Dzul bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur membawakan minuman untuk anaknya yang tampak kelelahan. Dzul pun tersenyum kepada Martha yang tampak lebih kurus setelah 6 bulan tinggal di London. Dia duduk di kursi menghadap ke arah Martha, diliriknya ada sebuah bungkusan di atas meja :&lt;br /&gt;”Kapan datang Mar?, Papa jemput ke Jakarta?” Dzul bertanya, tangannya  bergerak membuka jaketnya yang agak basah terkena gerimis di luar lalu sedikit merapihkan rambutnya. Martha tersenyum kembali:&lt;br /&gt;” Tadi malam Dzul, aku dijemput Papa di bandara, Papa kirim salam buat kamu. Ini ada oleh-oleh buat kamu, mudah-mudahan kamu seneng yaa”. &lt;br /&gt;Martha menyodorkan bungkusan di atas meja ke arah Dzul. Dzul tersenyum mengambil oleh-oleh dari Martha berbungkus kertas kado berwarna biru itu, lalu dibukanya ternyata isinya sehelai syal tebal berbahan wool. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alhamdulillah, bagus banget Mar, akhirnya punya juga barang dari luar negri hehehe” Dzul tertawa bersama Martha. Ibunda Dzul muncul dari pintu membawakan  secangkir besar teh manis hangat untuk anaknya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Waah, apa itu Dzul, bagus bener. Ibu juga dikasi baju dari Inggris loo sama nak Martha”. Ibunda Dzul tersenyum menyodorkan teh kepada Dzul, Dzul menerimanya lalu diseruputnya teh manis buatan ibunya tercinta, hangat membuat tubuhnya lebih nyaman. Mereka bertiga berbincang seputar kegiatan Martha selama di London, tentang kuliah-kuliahnya yang padat, tentang dosennya yang serius, teman-temannya yang banyak juga berasal dari Indonesia, sampai apartemennya yang sederhana tidak jauh dari kampusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martha juga menanyakan kabar Amir, hanya saja Dzul tidak bisa menjelaskan lebih banyak, akhir-akhir ini mereka berdua memang semakin jarang bertemu, entah apa kesibukan Amir lainnya, Dzul sendiri sibuk sebagai salah satu pengurus di Pesantren.  Selama kira-kira satu setengah jam mereka berbincang, kadang diselingi tawa, suasana yang hangat menyambut kepulangan Martha dalam liburannya kali ini. Tidak lama kemudian Martha pamit pulang, setelah bersalaman dengan ibunda Dzul, Martha pun pulang ditemani supirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu jam menunjukkan pukul 2.00, Dzul terbangun dari tidurnya karena mendengar suara pesawat selulernya berbunyi beberapa kali. Dalam keadaan masih mengantuk, Dzul mengangkat  hand phonenya:&lt;br /&gt;”Hallo…”. Jeda beberapa detik, dari seberang sana tidak segera menjawab seakan-akan hendak memastikan Dzul-lah yang menerima teleponnya, tidak lama terdengar suara seseorang berkata seperti berbisik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dzul, ini ana…Amir”. Dzul keheranan, tidak biasanya ia menerima telepon malam-malam begini kecuali dari pengurus kantor pusat jika sedang ada event-event penting, apalagi Amir dia belum pernah menelponnya malam-malam begini, kecuali ada sesuatu hal yang sangat penting.  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Amir..? Ini betul Amir? Ada apa Mir?”. Di seberang sana Amir kembali berbisik:&lt;br /&gt;”Dzul, bisa keluar sebentar? Ana tunggu di depan, dekat pohon Mangga. Tolong cepat ya”. Amir menutup teleponnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih keheranan, Dzul membetulkan sarungnya, dan mengenakan jaketnya lalu pelan-pelan ia keluar dari kamarnya, menengok sebentar kamar ibunya, Dzul agak khawatir sebentar lagi ibunya pasti bangun untuk shalat malam seperti kebiasaannya. Maka ia agak berjingkat keluar melalui pintu dapur menuju pekarangan rumahnya, di mana terdapat beberapa pohon mangga milik orang tuanya. Di sana ia mencari-cari di mana Amir berada, terdengar suara orang bersiul dua kali menyerupai suara burung dari arah sebuah pohon di sebelah barat, di situ rupanya Amir menunggunya. Dzul celingukan ke kanan dan kiri, tidak habis berfikir mengapa Amir harus bersembunyi seperti itu untuk menemuinya. Dzul mendekat, dan Amirpun berkata setengah berbisik:&lt;br /&gt;”Dzul ana nggak lama, ana mau minta tolong,  buku-buku ini tolong tak usah dibaca-baca dulu, langsung dibakar ya, pagi ini juga harus sudah dibakar, ana sudah gak sempat,  harus pergi sekarang juga. Dan tolong jangan ceritakan pada siapapun  kedatangan ana ini. Kapan-kapan ana cerita …tolong Dzul, demi persahabatan kita”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul melihat satu dus besar yang mungkin berisi buku-buku yang dikatakan Amir.  Amir menatap mata Dzul, seakan meminta kepastian amanahnya akan terjaga di tangan Dzul dengan baik.  Melihat mata itu, Dzul membaca, Amir tak bisa ditanya tentang apa dan mengapa dia berbuat seperti ini, persahabatan mereka sejak kecil dan rasa saling percaya di antara mereka membuat Dzul hanya bisa mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut kecuali satu:&lt;br /&gt;” Antum mau kemana Mir?”. Tapi Amir tidak menjawab, dia sudah berbalik dan berlari kecil menuju ke arah jalan di mana seorang laki-laki tertutup jaket tebal dan helm berwarna gelap sedang menunggunya di atas motor, dalam sekejap mereka berdua hilang dalam kegelapan malam. Dzul tertegun, memandangi kawan akrabnya yang menjauh, entah mengapa hati Dzul merasa tak enak, rahasia apakah yang sedang disimpan Amir, dan ingatan Dzul pun melayang kepada orang tua Amir, apakah mereka mengetahui kepergian anaknya ini? Terbayang guratan kesedihan di wajah ibunda Amir saat Dzul menemuinya tempo hari. Semoga Amir tidak mengecewakan mereka harap Dzul.  Angin malam yang menusuk kulit memaksanya untuk segera masuk, dijinjingnya ikatan dus besar berisi buku-buku milik Amir itu dan Dzul pun kembali masuk ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Tiga Hari Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis ini  suasana pesantren Miftahul Huda sangat  ramai, memang setiap hari kamis sampai jum’at pagi, juga hari sabtu hingga  Ahad pagi, rutin diselenggarakan dzikir dan tafakur bersama ratusan jama’ah, yang dipimpin oleh Pemimpin umum pesantren Miftahul Huda Bapak  KH. Misbach Arifin.  Para jama’ah satu-persatu datang dari berbagai pelosok untuk  mengikuti dan mendengar taujih dari sang Kyai. Pada saat-saat seperti itu para pengurus pondok pesantren serta para santri putra  dan putrinya menjadi tuan rumah yang sangat sibuk, sebagian mengatur acara, sebagian lain mengatur penempatan para tamu di di dalam dan di luar Masjid Al-Arifin Billah, ada juga yang mengatur kendaraan para tamu di pelataran parkir. Tidak ketinggalan para pedagang kecil turut berbaur di dalam kompleks pondok pesantren. Cuaca hari itupun amat ramahnya, tidak ada panas terik, tidak pula mendung hanya sinar siang yang menaungi lingkungan pondok pesantren itu menjadi teduh, angin sepoi-sepoi bertiup mengusap penghuninya. Lantunan nasyid dan ayat-ayat Al-Qur’an dari Audio system mengalun pada selain waktu-waktu shalat, mencerahkan hati yang mendengarnya, di “kota santri” ini  semua larut dalam suasana yang penuh semangat sekaligus menentramkan hati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima dan kawan-kawan santri putrinya tengah sibuk menyusun penganan dan kudapan ke dalam toples-toples, kue-kue basah ia letakkan di atas piring-piring lebar. Yang lain menyusun minuman mineral gelas bertumpuk rapih di ujung meja.  Sambil mengatur makanan di meja besar di tengah lapangan rumput bertenda besar itu, para santri putri  sesekali bercanda dan tertawa. Demikian pula Salima, hanya saja akhir-akhir ini ia sering menjadi sasaran godaan teman-temannya yang ternyata ada beberapa yang telah mengetahui bahwa Salima tidak lama lagi akan disunting pemuda paling simpatik, pintar dan cakap di seantero pesantren anak santri kesayangan Kyai Misbach yang bernama Dzulkifly. Salima tak mengerti entah darimana mereka mengetahui semua itu,apakah Dzul bercerita kepada teman-temannya yang kemudian menyebar beritanya, atau mungkin juga ada yang memergoki saat Ustadzah Aminah berkunjung ke kamar santri putri untuk menemuinya. Ah Salima bingung ,yang ada kini gadis itu sibuk menepis berondongan pertanyaan-pertanyaan  dari teman dan sahabat-sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima masih sibuk memasukkan makanan ke dalam toples, saat Lastry sahabatnya mencolek-colek tangan Salima dengan sikunya.&lt;br /&gt;“Sal….Sal”. Lastry memanggil nama sahabatnya dengan suara pelan. Salima menoleh :&lt;br /&gt;”Ya…kenapa Las?”.Salima memperhatikan sahabatnya itu sementara tangannya tidak berhenti bekerja.&lt;br /&gt;“Sal, lihat, siapa tuh yang berdiri di bawah menara, liatin kamu terus kayaknya hihihi”. Salima mengarahkan pandangannya ke tempat yang ditunjukkan Lastry, berdegup dada Salima saat nampak olehnya orang yang dimaksud oleh Lastry itu ternyata Dzul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul bersama seorang kawannya sesama pengurus di kantor Dewan Harian pesantrennya terlihat sedang mengatur posisi speaker di pelataran depan Masjid. Salima diam-diam memperhatikan lelaki yang telah terpaut hatinya oleh dirinya itu, namun sedang asyiknya ia mencuri pandang, dari kejauhan Dzul pun nampak sekali-kali memperhatikannya. Jika sudah begitu, Salima akan segera menundukkan wajahnya karena malu yang tak terkira tertangkap mata sedang memperhatikan. &lt;br /&gt;“Hey…ada yang lagi degdeg plas niih…aaahahaha”. Lastry tiba-tiba berseru membuat teman-teman yang lain tertuju perhatiannya kepada mereka berdua :&lt;br /&gt;”Iiiih apaan sih…”. Salima mendorong bahu Lastry dengan sikunya, merah pipinya tak bisa mengelak dari godaan teman-temannya. &lt;br /&gt;“Eh sssstt….ada yang datang tuh, ayo kerja kerja…”. Lastry tiba-tiba berbicara setengah berbisik. &lt;br /&gt;Rupanya mendekat ke arah kumpulan santri-santri putri itu, Dzul orang yang baru saja mereka bicarakan. Salima terkejut, tak mengira Dzul akan berani  mendekat kepadanya dihadapan kawan-kawannya. Salima salah tingkah, hendak berpura-pura sibuk sudah tidak bisa karena kue-kue itu sudah masuk toples dan tersusun di piring semua. Berdebar jantung Salima saat Dzul benar-benar berada di hadapannya dan mengucapkan salam.&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum ….”. Serempak kawan-kawan Salima menjawab salam dari Dzul, tentu saja sambil senyum-senyum sambil melirik ke arah Salima. “Waalaikum salaam warahmatullah wabarakatuh kak Dzul, huk huk ehm ehm”, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lastry menjawab salam paling keras diantara semua dan mengakhirinya dengan pura-pura batuk dan berdehem. Dzul tersenyum melihat reaksi teman-teman Salima, ada yang senyum-senyum, ada yang cekikikan ada pula yang ekspresif memperhatikan. Namun Dzul menjadi iba tatkala dilihatnya Salima bak kucing diguyur air kebasahan,  duduk di sudut tak tahu harus berbuat apa. Dzul lalu mendekat kepada Salima :&lt;br /&gt;” Apa kabar Ukhty ? sedang sibuk rupanya, mengerjakan apa?”. Salima menatap Dzul sekilas lalu berkata:”  Alhamdulilah……mmh ini Kak, menyusun penganan untuk tamu” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima berusaha keras untuk tersenyum ramah namun mengapa sekarang ia merasa kulit wajahnya dilumuri semen yang keras dan apa pula yang terjadi dengan telapak tangannya yang kini banjir berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oo begitu ya, mm…nanti malam Ukhty Salima datang ke masjid ikut taujihnya Bapak Kyai?”.Dzul mencoba bertanya lagi,:” Insha Allah Kak, bersama teman-teman”. Salima menjawab, suaranya hampir tak terdengar namun Dzul bahagia bisa menyapa gadis itu. Dzul tak ingin membuat Salima terus gelisah, bagaimanapun ini percakapan mereka berdua untuk pertama kali sejak Dzul berkirim surat dan demi menjaga kesopanan,maka Dzul pun cepat-cepat berpamitan;&lt;br /&gt;”Kalau begitu silahkan diteruskan, maaf sudah mengganggu ya”. Senyum tak lepas dari bibir Dzul, sedang teman-teman lain berpura-pura sibuk membereskan meja sambil mencuri-curi dengar percakapan Salima dan Dzul. Salima tersenyum dan menganggukan kepalanya kepada Dzul. Dzulpun mengucapkan salam kembali kepada santri-santri putri itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring langkah kaki Dzul yang menjauh entah mengapa terasa ada yang tercabut dari hati Salima, ini berhadapan-hadapan muka yang pertama baginya dan Dzul :&lt;br /&gt;”Tapi, kenapa cuma begitu saja ya” hati Salima bertanya-tanya, walau hatinya tak menentu ketika dekat, namun ia tak mengharapkan pertemuan yang secepat itu, ah Salima tak mengerti keinginannya sendiri. Diambilnya nampan, lalu mengajak Lastry ke dapur umum menjauh dari teman-teman yang tak berhenti menggodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Satu Minggu Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk desa Cikahuripan gempar, salah seorang pemuda penduduk desa itu ditangkap polisi berpakaian preman. Dari desas desus yang beredar dikabarkan bahwa pemuda itu ditangkap di rumahnya tengah malam. Entah apa sebabnya, orang tua  pemilik rumah yang disergap itu kini telah pindah ke rumah kerabatnya.  Dzul tak habis fikir, ia mengenal pemuda yang bernama Irwan itu seorang yang baik, bahkan Dzul tahu Irwan merupakan kawan dekat Amir juga. Ingatan Dzul kembali pada saat Amir mendatanginya tengah malam itu, adakah semua ini berhubungan?. Tetapi apakah hubungannya dengan buku-buku yang Amir suruh membakarnya ?. Dzul merasa khawatir dengan keberadaan Amir, tetapi sejak terakhir bertemu, Amir tak pernah berkirim berita lagi kepadanya. Dzul menghela nafas panjang seraya berdo’a di dalam hatinya :&lt;br /&gt;”Allahumma, lindungilah Amir. Tuntunlah dia dengan petunjukMU. Lindungi pula orang tuanya, Bapak dan Ibu. Tabahkanlah hati mereka berdua. Ya Rabby, kembalikanlah sahabatku ini kepada kami dalam keadaan yang Engkau ridhai… Allahumma aamiin”. Diusapkannya tangannya pada wajahnya yang bersih sebersih hatinya yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima masih merapihkan pakaiannya yang telah disetrika, dimasukkannya satu persatu ke dalam lemarinya. Salima membereskan kamarnya itu sendiri, teman satu kamarnya Lastry  masih  sibuk di perpustakaan  mencari  beberapa data untuk keperluan tugasnya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. Salima segera membenahi sprei tempat tidurnya dan merapihkan kerudungnya, dan bergerak membuka pintu kamarnya. Berdegup jantung Salima, ternyata yang datang adalah Ustadzahnya, Ibu Aminah,  bibi dari Dzul yang tempo hari menyerahkan surat dari pemuda itu. Dengan gugup ia mencium tangan wanita berwibawa itu dan mempersilahkannya masuk, tangannya terasa bergetar saat menggelar tikar di lantai kamarnya yang sederhana, :&lt;br /&gt;”Silahkan Ustadzah…”. Salima mempersilahkan Ibu Aminah duduk. Ibu Aminah tersenyum kepada Salima :&lt;br /&gt;” O ya terima kasih, kamu sendirian nak? kemana temanmu?” Pertanyaan Ibu Aminah mencairkan suasana yang terasa kaku,:&lt;br /&gt;”Oh, Lastry sedang ke Perpustakaan, Ustadzah. Suatu kehormatan untuk saya  dikunjungi Ustadzah. Mmh, sebentar saya buatkan minum ya”.  Salima hendak bangkit, tetapi tangan Ibu Aminah menahannya;&lt;br /&gt;”Tidak usah nak, Ibu tidak akan lama hanya menyampaikan suatu amanah saja. Duduklah ”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pertama kali Salima mendengar  Ustadzahnya ini memanggil dirinya sendiri ibu. Salima kembali duduk menghadap kepada ustadzah yang dihormati di pesantrennya ini walau hatinya tak menentu. Salima menundukkan wajahnya saat Ibu Aminah mulai berbicara:&lt;br /&gt;” Anakku Salima, kau santriwati yang pintar dan shalehah di pesantren ini. Ibu senang dengan apa sudah kau capai dalam dua tahun ini. Orang tuamu pun tentu lebih bangga lagi bagaimana keadaan Bapak dan Ibumu nak?”. Salima tersenyum dan menjawab hati-hati, ia senang ustadzahnya itu menanyakan kabar Ayah dan Ibunya:”Alhamdulillah, Umy dan Aby baik-baik saja, tadi pagi saya sudah menelponnya Ustadzah”. &lt;br /&gt;“ Ooo Alhamdulillaah, sampaikan salam Ibu untuk Umy dan Aby di rumah ya. Mm Salima, kedatangan Ibu ini sesungguhnya karena  diminta oleh seseorang yang mengirimkan surat untukmu minggu yang lalu, Dzulkifly…..Dzul keponakan Ibu, tetapi dia bagai anak Ibu sendiri, Ibu tahu dia sejak kecil, pemuda  yang baik, yang santun, yang shaleh. Ayahnya sudah meninggal waktu nak Dzul masih kecil usia 3 tahun” &lt;br /&gt;Ibu Aminah menatap Salima sejenak, gadis itu hanya tertunduk saja mendengar setiap kata-katanya. Ibu Aminah pun  melanjutkan ucapannya:&lt;br /&gt;”Salima, Dzul sangat menghormatimu, oleh karena itu dia meminta Ibu menemuimu dan menanyakan bagaimana keadaanmu setelah membaca pesannya. Apakah  Salima memahami maksudnya? Anakku, Dzul mempunyai niat ingin memperistrimu, dia meminta maaf jika ini terasa tiba-tiba, tapi dia mengatakan bahwa dia bersungguh-sungguh, apakah Salima menyetujuinya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima diam, dia sungguh tak menduga, dari hari ke hari perkembangannya sedemikian cepat. “Memperistri ? Menikah ?” Salima bergumam dalam hatinya. Hatinya tak menentu membuat wajahnya semakin tertunduk, penghormatannya kepada Ustadzahnya ini membuatnya teramat malu untuk dapat berterus terang. Namun Ibu Aminah pun seorang wanita, yang dahulu pernah merasakan keadaan yang serupa, bahkan beliau memiliki anak wanita yang beberapa telah menikah sehingga  amat memahami keadaan jiwa gadis itu saat ini. Dengan tangannya Ibu Aminah mengangkat pelan dagu gadis itu, ditatapnya wajah manis yang murni yang telah menjadi impian keponakannya .&lt;br /&gt;“Salima, kau tidak perlu menjawabnya sekarang nak, Ibu hanya menyampaikan amanahnya saja. Sebaiknya kau fikirkan dahulu ya, Shalat Istikharah, ajak bicara orang tuamu, bulan depan mungkin nak Dzul sendiri yang akan menemuimu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salima menatap wajah ibu Aminah,wajah yang teduh, membuat hatinya kembali tenang. Salima berkata:&lt;br /&gt;” Baik Ustadzah, saya akan bicarakan ini kepada Ummy”. Setelah berbincang sedikit hal lain, Ibu Aminah pun berpamitan, dengan takdzim Salima mencium tangan ustadzahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, seperti biasa Dzul telah bersiap untuk pergi ke tempatnya bekerja, di meja makan telah terhidang sarapan paginya dan segelas teh pahit hangat. Ibunda Dzul muncul dari dapur membawakan sekaleng kerupuk kesukaan anaknya, seperti biasa senyum yang ramah selalu hadir di wajah ibu yang lembut ini:&lt;br /&gt;”Dzuul, bagaimana…ada kabar apa dari bibimu semalam? Ibu sudah pengen cepet ketemu sama gadis itu, siapa namanya? Salma ya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul tersenyum sambil menyelesaikan kunyahan di mulutnya ia meralat:&lt;br /&gt;”Salima ibuu, bagus ya namanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul melanjutkan suapannya, lalu melirik ke arah ibunya, ia senang menggoda ibu yang disayanginya itu, Dzul tahu ibunya pasti sangat penasaran dengan pembicaraannya di telepon tadi malam dengan bibinya. Namun ia tidak tega membiarkan ibunya dalam kepenasaranannya, setelah meminum tehnya, Dzulpun bercerita apa pembicaraan dengan bibinya itu. Selesai menyantap sarapannya, Dzul pun berpamitan kepada ibunya, seteleh mencium tangannya - suatu kebiasaan yang hingga usianya yang ke 25 tahun ini tetap ia lakukan - Dzul menatap wajah orang tua yang dikasihinya itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ibu, do’akan Dzul berjodoh dengan Salima ya”. Ibunda Dzul menengadah menatap wajah putra satu-satunya ini, putra yang menemaninya selalu selama berpuluh tahun setelah suaminya meninggalkannya menghadap Sang Khaliq. Sambil mengusapkan tangannya yang telah  berkeriput pada rambut Dzul, beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Anak Yatimku, Allah mendengarkan harapan dan do’a-do’amu nak, tanpa diminta DIA sudah mengetahuinya, kita hanya disuruh menjalani saja dengan cara yang benar. Tentu saja Ibu selalu mendo’akanmu . Selagi Ibu masih ada, Ibu akan selalu  mendo’akanmu. “Allahumma sally’alaa sayyidinaa Muhammad wa’ala aali sayyidina Muhammad, Allahumma irhamhuu … irhamhuu….irhamhuuu….Allaahumma aamiin”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzulkifly damai hatinya dan matanya berkaca-kaca, mendengar Ibu yang melahirkannya berdo’a untuknya, seakan-akan seluruh pepohonan, daun-daun, rumput, awan dan burung-burung mengamininya turut memberi restu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sepuluh hari  Martha dapat menikmati liburan di  kampung halamannya, lusa  ia harus berangkat lagi ke Cengkareng untuk “mengejar” penerbangan pagi. Namun roman mukanya tidak menampakkan keceriaan. Selama delapan hari berada di Cikahuripan ia merasa kecewa, tidak sekalipun Dzul menelponnya atau mengirim sms kepadanya, apalagi sampai datang bertandang ke rumahnya. Meski mereka berdua orang-orang “berpendidikan” tinggi, namun Martha menyadari Dzul bukanlah seperti pemuda kebanyakan yang ia kenal. Dzul seorang yang santun, memahami bagaimana menghormati orang lain, apalagi mereka seolah berdiri di dua pulau yang berbeda yang dinamakan ‘agama’ yang ditumbuhi banyak doktrin dan kredo yang berbeda,   terpisah oleh lautan  ‘keyakinan’ bak ombak ganas yang  selalu menerjang, seolah tak akan memberi jalan bagi keduanya untuk dapat bertemu. Martha amat menyadari ini semua, itulah sebabnya ia  tidak pernah berani bahkan dalam benaknya sekalipun  untuk  mendahului mengungkapkan perasaannya kepada Dzul,  ia hanya menunggu dan menunggu “mu’jizat” itu datang. Hanya perhatian-perhatian kecil yang berani ia berikan kepada teman yang dikaguminya ini semisal memberi kado hadiah ulang tahun Dzul, mengirim kue-kue buatannya sendiri kepada ibunda Dzul, atau sekedar mengirim sms-sms ringan untuk  menunjukkan perhatiannya. Entah apalagi yang harus Martha tunjukkan kepada Dzul, namun tetaplah sampai detik ini tak ada satu deringpun panggilan dari Dzul di hand-phone nya. Martha seorang yang dididik oleh ayahnya kehormatan diri dan penyerahan   kepada Tuhannya. Selalulah Martha berdo’a baik saat kebaktian di gereja, saat menjelang tidur atau saat kapanpun dia merasakan kesedihan.  Dia tak hendak larut dalam kekecewaannya dan mencoba selalu memaklumi apapun yang dialaminya. Ketabahan, adalah warisan paling berharga yang telah diajarkan orang tuanya. Martha memperhatikan sebuah potret ukuran postcard berbingkai di atas mejanya, foto itu selalu dibawanya kemanapun ia pergi. Di dalam foto itu terdapat gambar dirinya, Dzul dan ibunda Dzul yang diambil dalam sebuah kesempatan pernikahan seorang teman. Martha bergumam dagunya ia letakkan diatas punggung tangannya yang bersandar di meja :&lt;br /&gt;”Dzul, apakah kamu tak bisa mengerti perasaanku sedikit  saja. Kamu nggak pernah tahu betapa menderitanya aku setiap dekat denganmu tanpa bisa yakin bisa memilikimu. Hhhh…….” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martha seakan mengajak berbicara gambar dalam foto itu, ia menghela nafas panjang seolah ada beban berat dipunggungnya yang ingin dilepaskannya. Masa liburan tinggal 2 hari lagi, Martha mulai membereskan beberapa buku yang ia bawa dari London ke dalam kopernya, bagaimanapun tugas-tugas kuliah itu tak bisa menunggunya mendapatkan cinta Dzul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul baru tiba di rumah sekitar pukul 9 malam, ia menaruh motornya di teras samping rumahnya yang rimbun dengan  tanaman menjalar. Saat membuka pintu rumah dilihatnya  Ibunya dengan kacamata menempel di hidung beliau, tengah duduk di kursi ruang tamu sedang menisik, menambal sarung bantalnya. Dzul mengucapkan salam dan menghampiri ibundanya, merunduk lalu mencium tangannya :&lt;br /&gt;”Assalaamu’alaykum, koq Ibu belum tidur?  Kenapa sarung bantalnya bu? Robek ya”. Ibunda Dzul tersenyum dan terus melanjutkan pekerjaannya :&lt;br /&gt;” yaa,  tadi siang Ibu belum sempat, ada tamu kemari  nyari  kamu Dzul, katanya teman waktu nyantri di pesantren  dulu, siapa ya namanya…??” Ibunda Dzul mencoba mengingat-ingat:&lt;br /&gt;”ooh Bahrudin…apa ya… mungkin Baharudin  nak, Ibu bilang kamu di kantor. Tuh dilemari makan ada ikan goreng sama sambal, kamu udah makan belum nak?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda Dzul matanya terus meneliti kain sarung yang sedang ditambalnya. Dzul tercenung, “Baharudin ?” tadi siang sekitar jam 2, Baharudin temannya itu memang datang  “main” ke kantornya, tapi dia tidak ada menyebut telah mencarinya terlebih dahulu ke rumahnya. Dzul melangkah ke kamarnya dan menjawab pertanyaan ibunya:” ya Bu, nanti saya makan, mau mandi dulu.Dzul bergegas ke masuk ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 11 malam, Dzul masih duduk bersila di atas sajadahnya sehabis melaksanakan shalat witir. Benaknya terus berputar  mengingat pembicaraannya dengan Baharudin tadi sore di kantornya. Baharudin adalah kawannya dan kawan Amir juga sejak masih menimba ilmu di pesantren dulu. Dzul mengingat lagi pembicaraannya dengan Baharudin di kantornya. Dalam suasana hangat mereka berdua asyik berbincang, :&lt;br /&gt;”Jadi kapan antum ketemu  Amir Dzul?” tanya Baharudin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul mencoba berfikir cepat untuk menjawab pertanyaan ini, banyak hal yang misterius dengan Amir sekarang, membuatnya harus berhati-hati menjawab pertanyaan orang-orang yang mengarah pada hubungannya dengan Amir :&lt;br /&gt;” wah sudah jarang sekali, nggak tau kemana dia, makin sibuk saja rupanya akhi kita satu itu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baharudin terdiam lalu berkata lagi:&lt;br /&gt;” Yaa, memang sudah tugas kita untuk sibuk kan?  Sibuk ibadah maksud ane. Cuma ibadah yang bagaimana dulu”. Dzul  tertarik dengan kata-kata Baharudin itu lalu bertanya  :&lt;br /&gt;” Jadi sibuk ibadah yang gimana nih harusnya akhy?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baharudin tidak menjawab pertanyaan Dzul, dia hanya tersenyum sambil  menghirup kopi panasnya, lagipula itu bukan pertanyaan yang harus dijawabnya, sebagai sesama anak didik K.H. Misbach Maulana Arifin, pemimpin umum Pesantren Miftahul Huda, Baharudin tahu Dzul tidak perlu diajari lagi pemahaman-pemahaman seperti itu. Namun Wajah Baharudin nampak berubah lebih serius sekarang, ia menggeser duduknya dan berbicara lebih pelan dari sebelumnya :&lt;br /&gt;” Dzul, apakah buku-buku milik Amir sudah kau bakar?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul terkejut, ia menatap Baharudin, tak mengerti bagaimana ia tahu tentang hal itu sedang tadi dia bersikap seperti sudah lama tak berkomunikasi dengan Amir.Baharudin menanyakan perkara buku milik Amir itu, rupanya ia mengetahui hal itu . Apakah Baharudin mempunyai urusan yang sama dengan Amir ?.Dzul mengangkat alisnya, mencoba menyusun kata-kata sewajar mungkin, ia teringat tidak semua buku milik Amir yang ia bakar sesuai permintaannya, ada beberapa dokumen yang ia penasaran ingin membacanya  maka ia simpan rapat di lemarinya dan sudah dibacanya lalu Dzulpun berkata :&lt;br /&gt;”ya tentu saja saya bakar Bahar, tapi Bahar ada apa ini sebenarnya ?   Dimana Amir ?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul menyemprot Baharudin dengan pertanyaannya. Baharudin kembali berbicara dengan suara yang terkesan sangat hati-hati :&lt;br /&gt;”Dzul, dia percaya sekali pada antum, dan jaga ini tetap tertutup suatu saat dia akan menjelaskan. Tapi sedikit saja yang ingin ana sampaikan akhy, apa yang  sedang kita bicarakan ini urusan besar, urusan menyangkut cita-cita  besar. Ini ibadah yang ana maksud kawan, kalau saudaramu memintamu menyimpan rahasianya, maka simpanlah, ini demi keselamatannya ”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul menarik nafas dalam-dalam, ditenangkannya hatinya sambil berdzikir, ia sudah mengira semua ini adalah mata rantai dari sesuatu yang masih misteri baginya. Dzul pun lalu bertanya :&lt;br /&gt;” Apakah penangkapan  Irwan tempo hari ada hubungannya dengan ini semua Bahar ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul menatap mata Bahar dalam-dalam,  mencoba menerka-nerka  jawaban temannya ini yang ternyata merupakan teman satu kelompok  dengan Amir dan Irwan. Baharudin  balas menatap Dzul, lalu ia berkata:&lt;br /&gt;” Dzul  antum lebih memahami, segala pilihan itu ada resikonya dan “resiko” dari perjuangan ini adalah Syurga walaupun semua orang mencemooh. Kerusakan di negeri ini sudah sangat parah Dzul, sudah hancur aqidah dan moral di mana-mana, bencana sudah begitu rupa Allah turunkan dan orang-orang kafir, fasik, dzalim itu semakin bebas dan seenaknya saja berkeliaran. Kalau antum sedikit saja membantu perjuangan karena Allah ini,  kau sudah berdiri di jalanNYA ,membela agamaNYA, Syurga balasannya akhy ?”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baharudin memberi tekanan pada kata terakhirnya. Dzul mencoba tetap tenang dan menjaga kata-katanya agar tidak menyinggung atau disalah fahami temannya itu :&lt;br /&gt;”Bahar, ana tidak mempermasalahkan kewajiban membela Agama Allah.  Tapi ada sedikit pertanyaan saja , bagaimana bisa antum memastikan mereka-mereka yang antum sebutkan itu adalah Kafir, Fasik, Dzalim ? Sebutan-sebutan itu kan ada konsekuensi hukumnya buat kita dalam bermu’amalah dengan mereka Akhy ?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul mencoba membangun sebuah diskusi. Baharudin menatap Dzul lalu ia mengutip sebuah ayat bahwa barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diperintahkan Allah maka ia telah fasik, dzalim bahkan kafir (Q.S Al-Ma’idah 44, 45,47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul langsung menggunakan ayat yang sama,ia berkata:” Jika demikian apakah antum atau pemimpin-pemimpin kelompok itu  memutuskan menurut perintah Allah juga untuk mendakwa mereka itu fasik/dzalim/kafir walaupun sama telah mengucap Laailaahaillallah ? Apakah mereka itu perlu dianggap musuh walaupun mereka shalat,zakat,berpuasa dan berhaji hanya karena tidak mengikuti kelompokmu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baharudin nampak ingin menyela, namun Dzul meneruskan kata-katanya.&lt;br /&gt;“Bahar,  kita sesama saudara satu aqidah -terlepas dari apakah sudah sempurna aqidahnya atau tidak- apakah hanya karena tidak satu kelompok/ haraqah   atau tidak seguru seilmu dengan kita, maka mereka layak kita nilai / sebut orang-orang fasiq, orang-orang dzalim, bahkan kafir? Sedang diantara mereka bisa jadi lebih bersih imannya, lebih tulus, lebih baik ibadahnya ?  Yang seperti ini besar konsekuensinya akhy, banyak penderitaan ditanggung umat ini, banyak pertumpahan darah antar sesama saudara seaqidah akibat dari sikap-sikap ekstrim ini. Ingat peristiwa Usamah radiallahu anhu Bahar?  Beliau dimarahi Rasulullah dalam perang Khaibar telah  membunuh seorang musuh yang memelas tak ingin dibunuh oleh Usamah, padahal dalam peperangan membunuh atau terbunuh itu adalah sebuah konsekuensi kan?, lalu ia mengucapkan kalimah syahadah di depan Usamah, tapi Usamah tak mempercayai ketulusannya lalu dibunuhnya ia. Kau tahu Bahar sejarah itu ?, Rasulullah murka kepada Usamah. Ini kata-kata Rasululah saw&lt;br /&gt;“APAKAH TELAH ENGKAU BELAH DADANYA LALU ENGKAU LIHAT ISI HATINYA ?  bahwa musuh itu tidak bersungguh-sungguh syahadatnya hanya taktik saja agar selamat dari pedang Usamah?. Ini menunjukkan betapa beratnya urusan klaim iman, kafir, fasik dan dzalim itu, bukan hak kita. Kita di dunia ini hanya sebagai saksi saja, seorang saksi tidak punya hak untuk menghakimi siapapun. Bagaimana menurutmu Bahar, sedang banyak orang-orang yang tidak satu pemahaman atau satu kelompok  dengan kita itu bisa jadi  Ibu kita sendiri, yang sudah melahirkan, membesarkan kita. Atau ayah kita, family kita, ustadz-ustadzah kita,  tetangga-tetangga muslim kita. Itu sebabnya, gelar-gelar fasik,dzalim, kafir itu ana bilang ada konsekuensi hukumnya. Sabda Rasulullah saw, JADILAH KALIAN HAMBA-HAMBA ALLAH YANG BERSAUDARA, sesungguhnya  muslim itu haram darahnya, haram hartanya, haram kehormatannya bagi muslim lainnya.  Maaf Bahar, itu hanya pandangan pribadi ana sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baharudin diam tak menjawab sepatah katapun tetapi ia menatap Dzul, meneguk sedikit air minumnya  lalu berkata:&lt;br /&gt;” Ciri-ciri itu sudah jelas dalam Al-Qur’an akhy, firman Allah, apa kau mau membantahnya? Dimana posisi antum? Ana kemari sebetulnya hanya amanat Amir saja, apa yang Amir katakan tentangmu ternyata berbeda dalam pandanganku. Ana kira antum bersama kami. Baiklah, ana hanya ingin memastikan apakah amanat Amir masih tetap aman ditangan antum? Karena jika tidak pasti akan ada konsekuensinya”. Baharudin menatapnya tajam, Dzul merasakan nada yang aneh dalam suara Baharudin. Kemudian Dzul berkata:&lt;br /&gt;” Tenanglah akhy, bagi ana Amir tetaplah saudaraku karena Allah, apa yang dia amanatkan untuk membakar buku-buku itu saya sudah lakukan”. Dzul mencoba tetap tenang dan berjanji dalam hatinya bahwa ia akan membakar buku-buku Amir yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzul melihat jam di mejanya, sudah tengah malam rupanya ia menolehkan kepalanya, menatap lemari baju yang didalamnya terdapat beberapa tulisan-tulisan Amir. Ia berencana akan membakar semuanya besok pagi dan tak hendak mengetahui lagi apa penyebabnya. Kini Dzul  teringat nasehat-nasehat  Kyainya di pesantren, salah satunya adalah:&lt;br /&gt;” Potensi terbesar dari Syaithan untuk menggelincirkan manusia itu adalah manakala manusia sudah berani ’Ngaku’, ngaku Ada (padahal yang Maha Ada itu hanya Tuhan karena asalnya kita makhluk ini memang tidak ada dan yang kekal abadi keberadaannya itu hanya Tuhan), Ngaku Punya (tidak sadar bahwa segala yang dia “genggam”dalam kehidupannya itu cuma milik dan titipan Tuhan), ngaku Pintar sendiri (merasa memang sudah bakatnya pintar/pandai), ngaku Benar sendiri (bahwa dirinya/kelompoknya berada di tempat yang paling benar sedang yang lain salah). &lt;br /&gt;Miris hati Dzul, berawal dari berani “ngaku” inilah kata sang guru, bisa disaksikan banyak orang berkelompok-kelompok sesuai dengan pemahaman dan keyakinannya,  setiap kelompok menyatakan dirinya di atas kebenaran, lalu satu sama lain saling menyakiti dan memerangi tanpa haq. Mengambil beberapa Nash Al-Qur’an maupun Hadist untuk melegalkan beberapa perbuatan yang justru dilarang agama. Pada akhirnya berujung kepada masalah kekuasaan. Sudah lupa kepada tujuan bertauhid yaitu menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan segala perbuatan, yang disembah, yang dicintai, yang diingat-ingat agar masing-masing diri bisa “pulang” kembali bertemu dengan Allah “sendiri” yang oleh sebab itu disebut Islam  (selamat).  Dzul menyungkur sujud merendahkan diri dihadapan Rabbul Izzaty seraya menghiba:&lt;br /&gt;”Alaahumma, kasihanilah kami umat RasulMU ini, yang telah tertipu hijab dunia. Ya Rabb, jangan Engkau biarkan kami terpecah belah, menjadi mangsa empuk musuh yang sesungguhnya. Persatukanlah kami di dalam agama keselamatan ini dalam mahabbah kepadaMU.  Tunjukanlah bagiku dan ahliku yang benar itu benar dan kokohkanlah hamba di dalam kebenaran itu, dan tunjukkanlah bagi hamba yang salah itu salah, dan jauhkanlah hamba sejauh-jauhnya, dan sampailkanlah hamba kepadaMU wahai yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dzul bangkit dari sajadahnya, menyetel jam bekernya lalu beranjak tidur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan tanpa akan kembali lagi. Tiga bulan setelah lamarannya kepada Salima melalui surat diterima, Dzul dan Salima merasakan kebahagiaan tak terkira. Di dalam Pesantren tempat mereka bertemu dan jatuh cinta, di hadapan guru, orang tua  dan kawan-kawannya sebagai saksi, Dzul dan Salima resmi mengikat tali pernikahan, Mitsaqan Ghaliza ikatan yang kokoh  dengan niat yang suci melaksanakan ibadah kepada Illahi dalam ikatan rumah tangga yang diberkahi.Dzul dan Salima melaksanakan akad nikahnya di masjid Al-Arifin Billah yang dipenuhi kawan-kawan dan kerabat mereka, suasana pesantren sangat ramai, umbul-umbul yang dibuat dari janur oleh santri-santri putra dipancangkan di berbagai sudut kawasan pesantren. &lt;br /&gt;Lantunan nasyid-nasyid ceria bertemakan pernikahan menggema, berpot-pot tanaman hias yang dipelihara para santri di pajang menambah segar suasana. Begitupun kursi-kursi dan tenda-tenda besar disiapkan untuk para tamu,karena bagaimanapun Dzul adalah orang yang cukup penting di pesantren itu serta banyak koleganya yang ingin turut merayakan kebahagiaannya.  Semua turut bergembira dengan pernikahan kedua “Bintang dan “Bulan” Miftahul Huda itu, serta turut mendo’akan untuk kebahagiaan mereka. Salima dan Dzul untuk pertama kalinya saling memandang  satu sama lain tanpa ada kecanggungan lagi, dan saling memberikan senyum yang paling manis, diam-diam dalam hati keduanya sama-sama mengucap syukur, telah Allah berikan “Hadiah” yang terindah. &lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan berdua, Dzul mengambil tangan istrinya dan berkata ;”Adik Salima, terima kasih telah berkenan menggenapi sayapku, mulai hari ini kita sama-sama “berjalan ke Syurga” ya”. Salima menatap mata suaminya dalam-dalam, tiada kata yang terucap dari bibirnya hanya mata yang berkaca-kaca dan anggukan kepalanya. &lt;br /&gt;“Baarokallohulaka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fiikhoir…Semoga Alloh memberi berkah kepadamu berdua baik dalam senang maupun susah dan mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan”&lt;br /&gt;Kebahagiaan kedua insan itu disaksikan banyak orang dari desa Cikahuripan dan begitu pula Martha, namun ia tetap tak dapat merayakan kebahagiaan mereka itu,&amp;nbsp; bermil-mil jauhnya dari tempat pernikahan mereka Martha bahkan ingin terbang sejauh-jauhnya ke ruang angkasa atau menyelam sedalam-dalamnya ke bawah samudra,agar ia tak bisa mendengar "suara ramainya" pernikahan Dzul dan Salima. &lt;br /&gt;Di hari pernikahan Dzul dan Salima, Martha tengah mengasingkan dirinya di Apsley House, salah satu istana dari Duke of Wellington yang kini telah menjadi Museum dan Art Galerry di London. Martha berusaha mengumpulkan kepingan-kepingan hatinya yang terserak saat mendengar kabar pernikahan sahabatnya dengan Salima. Kasih tak sampai, namun Martha akan tetap bertahan untuk bangkit kembali membangun cita-citanya dan demi kebahagiaan ayahnya. Martha berjalan menyusuri lorong museum itu, saat tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilnya. “Martha…!" , nampak dari kejauhan kawannya yang bernama Thelma melambaikan tangannya, Martha mengusap air mata di pipinya "Thelma..." kemudian berlari ke arah Thelma, seakan-akan ingin meninggalkan bekas lukanya yang tertinggal di kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Bulan Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu hari yang kelabu bagi Dzul, telah datang kabar duka dari rumah yang dulu sering dikunjunginya, yang pernah menjadi tempat bermainnya bersama Amir dan Martha. Ayahanda Amir meninggal dunia, sakit paru-parunya yang lama diderita telah mengantarkannya kepada sang Pencipta. Dahulu ayahanda Amir sering mengajak mereka bertiga berjalan ke atas bukit, menerbangkan layang-layang atau membuat benda-benda lucu terbuat dari batang-batang teh. Sambil menemani mereka bertiga bermain, ayah Amir bekerja memetik teh milik perusahaan. Dahulu, Dzul sering berkhayal, ayah Amir adalah Ayahandanya sendiri karena dia sudah tak memilikinya lagi sejak usianya yang ke tiga tahun. Betapa pedih hati Dzul, saat masuk ke liang lahat itu bersama beberapa laki-laki yang lain hendak meletakkan jenazah laki-laki yang walaupun bukan orang tuanya namun amat ia kasihi, diterimanya jasad itu hati-hati dengan tangannya lalu dengan hati-hati diletakkannya di liang lahat, menghadapkan jasad itu ke arah kiblat. Dzul sendiri yang mengumandangkan adzan di kuburnya walau parau suaranya ditelan kesedihan, lalu Dzul menutup  kembali kuburnya dengan tanah dan rangkaian bunga sebagai penghormatan terakhirnya. Dicari-carinya wajah Amir sang putra, namun Dzul tak menemukannya. Hanya sosok wanita tua yang terkulai lemas dipapah keponakannya, dialah Ibunda Amir, mengantar kepergian suaminya tanpa kehadiran anak kandungnya yang telah mereka rawat sejak kecil namun kini tiada kabar beritanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang Maha Agung, tidaklah Allah menciptakan segala kejadian dengan sia-sia. Bagi Dzul semua peristiwa memiliki makna besar bagi orang-orang yang “memperhatikan”. Ia menghampiri Salima  yang kini tengah mengandung calon putranya di dalam rahimnya, digenggamnya jemari istrinya dalam-dalam seolah tak ingin lepas lagi, mereka berdua menyusuri tanah makam itu beriringan dengan yang lain, Dzul berjanji di dalam hati akan menjaga diri dan keluarganya dari hebatnya nafsu dunia dan gangguan syaithan yang ingin menghancurkan dan menggagalkan perjalanan sucinya menuju kepada yang Maha Besar yang Allah asmaNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Cikahuripan kini sedang diselimuti halimun, demikian pula hati Dzul, namun semoga halimun itu akan segera berganti dengan cerahnya sinar Mentari yang diberkahi, Allaahumma aamiin  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laahaula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirampungkan penulisannya pada 25 February 2010, di Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-788227575627261067?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/788227575627261067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=788227575627261067&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/788227575627261067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/788227575627261067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/02/h-l-i-m-u-n.html' title='H a l i m u n'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4915896404389880158</id><published>2010-02-10T21:47:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:39:19.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Gelas-gelas  Kaca  Nina</title><content type='html'>Jam menunjukkan pkl.05.00, Nina sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk suami dan ke-tiga putra putrinya. Suara alat-alat memasak yang beradu dan desis bawang merah yang masuk ke dalam minyak panas terdengar meriah dari arah kamar Dandy suaminya. Dandy berjalan menuju kamar anak-anak,dilihatnya si sulung Alya sedang bersiap membereskan buku-bukunya ke dalam tas sekolahnya, Azka putra keduanya masih terhuyung-huyung baru saja membuka mata dari tidur nyenyaknya, segera Dandy menangkapnya dari arah belakang putra laki-laki satu-satunya itu dan membawanya ke arah kamar mandi,membantunya melepas pakaiannya dan menyiapkan air hangat didalam ember.Sebelum menuju ruang makan Dandy menyempatkan mengecup anak perempuan bungsunya yang masih berumur 3 tahun, Aisha yang masih bergelung di boxnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina mengatur makanan hangat di atas meja makan, diperhatikannya tata letak piring dan gelas diatasnya agar nampak cantik dan memudahkan anak-anak dan suaminya untuk bersantap disana.Dilapnya sedikit nasi yang tercecer disamping gelas,selesai sudah semuanya sudah rapi ;&lt;br /&gt;"Alyaaa......Azkaaa....sarapan dulu naak.." Nina memanggil kedua anaknya sambil berjalan menuju kamar tidurnya hendak memeriksa Aishaa yang tetap terlelap diselimuti boneka-bonekanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian rutinitas keseharian keluarga itu selama 10 tahun, Dandy seorang pegawai BUMN, mengantar kedua anaknya yang masih di tingkat sekolah dasar setiap pagi sebelum berangkat kerja kecuali hari minggu dengan motor vespa tuanya yang setia menemaninya dari sejak masa kuliah dulu. Nina seorang ibu rumah tangga biasa yang sibuk dengan pekerjaan rumah dan sekitarnya,ditambah dengan kehadiran si Bungsu menambah aktivitasnya semakin berwarna.Tidak ada kejenuhan dalam keluarga ini karena Dandy dan Nina selalu berusaha agar hari-hari mereka senantiasa istimewa bagi ketiga mutiara hati mereka. Kemesraan dan keceriaan tak lelah-lelah mereka hadirkan di dalam rumah sederhana itu,remangnya lampu di rumah mereka karena tak mampu membayar daya listrik yang lebih besar tak mampu menutupi terangnya perasaan penghuninya yang selalu terdengar gembira, suara celoteh anak-anak dan tawa mereka setiap hari terdengar dari jendela rumah tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga di suatu sore...Nina baru saja selesai memandikan Aisha dan memakaikannya baju,saat terdengar telephone berdering dari sudut ruang,diangkatnya dan disapanya: "Assalamu'alaykum...". Dari seberang sana terdengar suara gemerisik dan sayup-sayup suara orang menjawab salamnya,namun Nina merasa asing dengan suara orang itu:" Maaf, apakah saya bicara dengan Istri Pak Dandy Nugraha?". Nina menjawab dengan hati masih dipenuhi rasa heran:" Ya betul,saya istri pak Dandy, maaf saya bicara dengan siapa ya?".Suara dari seberang kembali menjawab:"Saya Iwan teman di kantor pak Dandy bu, maaf ibu tenang ya,tadi suami ibu jatuh di kantor,mungkin pusing bu,sudah dibawa teman-teman ke rumahsakit di Jl.Ahmad Yani   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina melangkah tergesa-gesa di loby rumahsakit,mencari dimana lokasi UGD tempat suaminya dirawat,sepuluh menit kemudian barulah Nina menemukan ruangan yang dicari, nampak Dandy terbaring diatas ranjang terkulai lemas tak bergerak,hanya matanya nampak berkaca-kaca menatap ke arahnya. Nina memburu suaminya,hatinya berdebar,entah apa yang telah terjadi,selama ini didalam keluarga,Dandy orang yang paling jarang sakit. Nina tak ingin membuat suasana semakin menakutkan,bagi dirinya apalagi suaminya, rona di mata Dandy menunjukkan kekhawatiran yang dalam,maka Nina berbicara perlahan kepadanya seraya tangannya membelai tangan suaminya yang terasa tak bertenaga:"Mas tenang ya,aku nggak akan kemana-mana,anak-anak sudah kutitipkan sama Bu Mira, ini aku bawakan kaset Murottal,nanti aku nyalakan ya". Nina berusaha bersikap tenang, walau hatinya sangat galau.Dandy menunjuk dengan tangan kanannya lemah ke arah tangannya yg lain dan kedua kakinya berusaha berkata-kata namun nampak kesulitan,:"Nin, aku tak bisa...."Dandy mengucapkan tiga kata itu dengan susah payah, bibirnya nampak tak simetris lagi.Berdegup dada Nina,apakah Dandy terkena stroke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman itu Nina menunggui suaminya sedang fikirannyapun bercabang kepada anak-anak yang ditinggal di rumah mereka terutama kepada si kecil Aishah yang masih harus ditemani jika pergi tidur,tentulah Aishah rewel malam ini,pikirnya.Namun fikiran itu tertunda lagi, ia sibuk menelpon kesana-kemari meminta bantuan orang yang bisa menolongnya.Sang adik yang tinggal di Bekasi menyanggupi untuk datang malam itu juga untuk menunggui dan mengurus anak-anaknya selama Dandy di Rumah Sakit. Setelah mendapat ruangan untuk perawatan inap bagi suaminya Nina menenangkan hatinya dengan dzikir, diambilnya air wudhlu  dan mendirikan shalat di samping ranjang suaminya, diperiksanya sekali-sekali rekaman murottal yang dinyalakannya pelan untuk didengar Dandy. Dugaan nina semakin kuat jika suaminya terkena stroke, di usianya yang sudah kepala empat bukan mustahil Dandy bisa terkena penyakit itu, walau Nina tak menduga akan separah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya  setelah serangkaian pemeriksaan laboratorium dan CT Scan dilakukan,dokterpun memastikan penyakitnya.Walau dicobanya untuk tegar,tak urung Nina tersentak juga penyakit stroke yang menimpa suaminya tergolong serius,ada pembuluh darah yang telah pecah di bagian otak suaminya, dokter memberikan beberapa gambaran tentang penyakit itu kepadanya, agar Nina dan keluarga siap dengan segala kemungkinan,walau tetap saja Nina merasa dunianya kini terasa sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belas hari sudah Dandy dirawat di Rumah Sakit,namun tak ada tanda-tanda dia dapat menggerakkan walau jarinya sekalipun.Lumpuh tak berdaya,apapun dilakukan di atas tempat tidur dibantu Nina,hanya Nina.Nina tak memperkenankan orang lain membantu dan membersihkan suaminya kecuali untuk urusan pemeriksaan dan pengobatan. Nina saja yang menyeka badan suaminya setiap pagi dan sore,membersihkan kotorannya, memasangkan pakaian, menyuapinya makanan dan minuman, menata side table-nya serapih mungkin, memasangkan bunga di atasnya yang khusus ia pesan kepada teman yang menengok suaminya. Hingga keluarga tak mampu lagi menanggung biaya rumah sakit yang  semakin membengkak,maka diambillah keputusan membawa Dandy pulang untuk dirawat di rumah.Hingga saat itu Nina amat bersyukur, biaya rumah sakit yang cukup besar itu ditanggung sebagian oleh perusahaan tempat Dandy bekerja, walau ia harus merelakan seluruh perhiasan emasnya terjual untuk menutup sisanya.Maka pulanglah kembali mereka ke rumah dimana sedang menunggu  tiga buah hati yang mereka rindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dinding menunjukkan pukul 10.15 malam itu,namun Nina tak bisa tidur bahkan ia berusaha untuk menahan kantuknya, setelah membuatkan susu untuk Aishah dan membenahi selimut suaminya, Nina duduk di atas meja makan,di atasnya terdapat beberapa Vas bunga dan botol-botol cantik yang diselimuti mozaik keramik, benaknya menyimpan banyak rencana. Selama berumah tangga bersama Dandy, Nina memang memiliki kegemaran membuat barang-barang cantik dari barang-barang bekas. Botol-botol kaca bekas kecap, saus, toples bekas, gelas bekas dan sebagainya ia gunakan sebagai "kanvas" lalu melukisnya dengan berbagai macam warna dari cat minyak. Dulu, ia selalu bisa menyisihkan uang belanjanya untuk membeli cat-cat minyak itu untuk menyalurkan hoby melukisnya. Semakin lama, semakin banyak barang-barang bekas yang tak luput dari keterampilan tangannya, ia sulap menjadi barang-barang cantik di rumahnya untuk ia tata dan memajangnya di atas credenza atau lemari kacanya, sehingga siapapun yang datang ke rumahnya selalu mengagumi karya-karya cantiknya yang membuat rumah yang sederhana itu menjadi nampak artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia kumpulkan barang-barang koleksinya itu di atas meja makan, yang setelah dihitung-hitung ternyata cukup banyak untuk bisa diikutkan dalam sebuah pameran yang akan digelar dua minggu ke depan. Tetangganya Ibu Anis telah berbaik hati menawarkan kesempatan kepadanya untuk memajang karya-karyanya dalam sebuah pameran di counternya di sebuah mall di Tangerang. Ibu Anis sendiri sering ikut pameran memajang tanaman-tanaman langka dan maha.Nina tak ingin membuang kesempatan,setelah beberapa kali pembicaraan dengan tetangganya itu, disepakati Nina akan membawa 50 buah koleksinya untuk dijual di pameran tersebut.Berdebar-debar hati Nina,dalam sujudnya ia mencurahkan seluruh harapannya:" Allahumma ya Allah....ini kesempatan pertamaku...Engkau Maha Mengetahui ikhtiarku ini,bukanlah sekedar pelampiasan kegemaranku lagi saat ini,Engkau sedang Mengasihi suami hamba,Setelah Engkau anugrahi kesehatan bertahun-tahun lamanya dia tak berdaya kini,kutitipkan jiwa dan raganya yang kepunyaanMU kepadaMU ya Allah wahai sebaik-baik yang dititipi, demikian pula anak-anak kami,anugrahmu yang lemah yang kepada hamba lah tumpuan harapan mereka kini.Maka hamba memohon kepadaMU wahai yang menggenggam semesta alam ini, kemurahanMU di dalam segala urusanku. Minggu depan hamba ikut pameran ya Allah, mudahkanlah bagiku rezeky kami sekeluarga,Allaahumma Aamiin. Nina mengusap wajahnya dan tetesan airmata di pipinya, kepalanya menoleh,matanya menatap wajah Suami dan anak-anaknya yang tertidur lelap, hatinya merintih  mengharap kemurahan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada waktu tiga hari menjelang digelarnya pameran di kotanya,namun hati Nina sudah merasa senang,diucapnya syukur berkali-kali,setiap dia menjemput anak-anaknya dari sekolah karena dagangan Es Lilinnya yang dititipkan setiap hari di kantin sekolah anaknya laris manis hari itu. Cuaca panas di Tangerang saat ini memang cocok untuk usaha dagangnya saat ini. O ya, Nina memang sudah merintis berjualan es lilinnya dua hari setelah Dandy dibawa pulang dari rumahsakit. Nina membuat es yang terbuat dari campuran susu dan coklat atau strawbery dibantu Alya anak sulungnya setelah jam pulang sekolah, dimasukkannya ke dalam kulkas dan dibawa keesokan paginya dengan termos es yang khusus ia beli untuk dibawa dan dititipkan di sekolah Alya sambil mengantar Alya dan Azka sekolah.Nina membawa termos es itu di motor vespa suaminya yang kini terpaksa diakrabinya.Walau susah payah mengendarai motor tua besar itu, Nina masih dapat bersyukur,Allah menghendaki mereka masih memiliki kendaraan untuk membantu mereka beraktivitas. Saat menerima uang setoran dari kantin sekolah anaknya,Nina bergumam:" Ya Allah,semoga ini salah satu pertanda baik dari MU". Nina pulang bersama kedua anaknya dengan hati riang di atas motor vespanya,walau hampir saja ia menyenggol abang tukang sayur di belokkan menuju rumahnya,setelah meminta maaf ia injak kembali pedal gas motornya dan tersenyum geli mendengar sayup-sayup umpatan si tukang sayur dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari "besar" itu tiba,Nina mematut diri di depan cermin,lalu memasukkan beberapa berkas ke dalam tasnya. Digendongnya Aishah yang selalu membuntutinya, Nina mengambil bantal yang tersenggol tangan Dandy dan meletakannya di atas kasur dimana Dandy sudah nampak segar sehabis ia mandikan pagi ini."Mas sarapan dulu ya,aku ambilkan nasinya". Nina melirik ke arah jam dimeja,masih ada waktu pikirnya. Diletakkannya Aishah didekat Dandy membiarkannya bercengkrama dengan ayahnya yang sedang sakit itu. Nina mengambil sepiring nasi bersama dengan lauk yang telah ia masak sejak subuh tadi,diambilnya kursi dan meletakkannya di pinggir ranjang lalu menyuapi suaminya,Aishah tertawa-tawa di pangkuan lemah Dandy. Sambil menyuapkan makanan ke mulut suaminya Nina berkata :"Mas, jam 8 ini aku berangkat ya,pake mobil bu Anis,barang-barang sudah disimpan di ruang tamu.Bagaimana, ada lagi yang Mas perlukan? aku sudah titip pesan sama mbok Parni siapkan makan siangmu, nanti Aishah biar Alya yang asuh,dia kan libur. Sering-sering telpon aku ya Mas kalau Mas kangen..."Nina mengedipkan matanya sambil tersenyum kepada Dandy,membuat Dandy berbesar hati melepas istrinya pergi,walau terbersit kesedihan di hatinya melihat istri yang dikasihinya kini harus berjuang untuk keluarga mereka.&lt;br /&gt;Terdengar kesibukan di ruang tamu,Ryan anak Ibu Anis mengangkat barang-barang yang telah dibungkus rapih Nina ke dalam mobil. Nina masuk kedalam kamar menemui suaminya:"Mas, aku pergi sekarang do'akan ya",Nina mengambil tangan Dandy ,diciumnya dalam-dalam ditempelkannya di dahinya sebagai penghormatannya yang tulus memohon keridhoan suaminya. Dandy mengangguk pelan,:"Hati-hati ya dik". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terasa berjalan lambat, pameran yang ditunggu-tunggunya tak seperti yang ada dalam bayangannya. Banyak sekali stand dan counter-counter yang memajang produk-produknya, demikian pula pengunjung yang datang di dalamnya, akan tetapi orang-orang hanya memperhatikan sekilas gelas-gelas cantik miliknya. Mata mereka tidak bereaksi seperti reaksi tamu-tamu yang datang ke rumah Nina. Mereka hanya melihat-lihat sebentar lalu berlalu begitu saja. Sudah lima jam seperti itu, hanya satu dua orang yang mau berdiri agak lama dan menanyakan harganya kepada Nina, tapi sama dengan sebelumnya akhirnya mereka pergi, berganti melihat-lihat stand lain. Nina menghela nafas dalam-dalam:" ya Allah,sibukan hamba denganMU,semua ini atas kehendakMU,Hasbunallah ni'malmaula wa ni'mal wakiil" demikian berulang-ulang Nina membasahi hatinya dengan kalimat-kalimat dzikir membuatnya menjadi lebih tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu,Nina tak patah semangat,dalam waktunya yang padat mengurus suaminya yang sakit,anak-anaknya yang masih kecil serta usaha berjualan es dan Handycraftnya dia terus berusaha menebarkan kegembiraan kepada keluarganya.Sambil mengisi plastik dengan es buatannya Nina selalu menyajikan dongeng-dongeng khayalannya untuk putra-putrinya yang tiduran diatas tikar disampingnya. Atau mengajak bercanda Dandy saat ia menggantikan pakaian suaminya yang lumpuh itu. Nina tidak akan merasa sedih jika harus kehilangan waktunya untuk beristirahat agar Dandy bisa diajaknya berlatih duduk dan berdiri atau meremas-remas bola karet untuk melatih syaraf-syaraf motoriknya. Atau menerangkan kepada Azka dan Alya betapa fantastisnya  pemandangan saat bunga Matahari di kebun Pak Matoala sedang mekar, atau saat melihat kumbang mengisap sari bunga dipinggir selokan, atau saat air meluap waktuhujan di depan rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina melonjak gembira,pagi itu ia mendapat telepon dari Bu anis tentang koleganya yang hendak memesan produk-produk buatannya yang ia lihat saat pameran tempo hari,tidak tanggung-tanggung ia memesan 50 buah toples cantik dengan warna bervariasi diserahkan kepada Nina modifikasinya sementara down paymentnya akan dikirim separuhnya ke rekeningnya dan siang ini juga pemesan akan datang ke rumahnya untuk bernegoisasi. Berbarengan dengan itu, salah seorang atasan suaminya yang menjenguk mereka  kemarin juga berjanji akan mengirim tongkat khusus untuk penderita stroke sore ini. Nina meletakkan teleponnya, lalu menyungkur sujud,mencurahkan segala puja dan puji kepada Tuhannya,bersyukur atas kesempatan ini:" Ya Allah, Tuhan...Engkau dengar itu...mereka memesan barang-barangku ya Allah,terima kasih...terima kasih ya Allah". Nina menyeka air matanya dan segera bangkit, berlari kecil menuju kamar untuk mengabarkan berita gembira ini kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanan itu akan diambil dalam waktu satu minggu,tak membuang waktu,segera Nina menyiapkan bahan-bahan untuk produk pesanan pertamanya,seisi rumah merasakan semangatnya,oleh karenanya Dandy berusaha untuk tidak "terlalu mengganggu" istrinya, ia seolah memiliki extra spirit untuk dapat mandiri lebih cepat,diam-diam Dandy sering berlatih sendiri menggerakkan syaraf dan otot-ototnya baik di tangan,kaki atau pun wajahnya.Ia tahu, ini akan menjadi hari-hari yang melelahkan untuk Nina seiring dengan berdatangannya pesanan dagangannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lima hari,Nina menekuni gelas-gelas kacanya,membuat pola, mengecatnya, membiarkannya kering lalu menambahkan beberapa ornamen cantik di atasnya,untuk menambah inspirasinya Nina rajin mengamati gelas-gelas kaca pabrikan dari beberapa toko saat menjemput Azka dari sekolahnya,lalu memindahkan visinya ditambah dengan banyak imajinasinya tentang paduan warna-warna indah di alam. Metamorfosa yang mengagumkan, toples biasa yang nampak "dingin" dalam sentuhan tangan Nina menjadi Maha Karya  yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih 12 buah toples kaca yang belum Nina rampungkan dan Ninapun  masih bersemangat saat dirasanya Alya agak berbeda pagi itu,Alya sedikit meringis memegang kepalanya :"Mama...kepala Alya sakit".Nina meraba dahi putri sulungnya itu,panas. Nina mengambil thermometer dikamarnya untuk mengukur suhu badan Alya,ternyata benar suhu badannya mencapai 38.5"C. Memang sudah dua hari ini badan Alya agak hangat,namun anak itu masih nampak ceria bermain dengan teman atau adik-adiknya.Hari ini tak bisa ditawar lagi,Nina menghentikan pekerjaannya,digendongnya putri shalehah kesayangannya yang sering membantunya membuat eslilin untuk dijual di sekolahnya itu:" Kemari shalehah,mama gendong..anak mama yang cantik ini sakit ya,Ya Allah..Alya sakit,Ya Allah..Alya suka bantu Mama,Alya anak yang baik..sayangi Alya ya Allah". Nina membisikkan do'a itu dekat di telinga Alya dalam gendongannya.  Dibaringkannya Alya di atas kasur,Nina mencari obat penurun panas didalam kotak obatnya,diberikannya  satu tablet untuk Alya.&lt;br /&gt;Di atas ranjangnya Alya menatap wajah mamanya lama, Nina tersenyum kepada putrinya:"Apa yang terasa sekarang nak? sabar ya sayang..."Nina mengusap-usap kepala  putrinya lembut. Alya tak menjawab pertanyaan ibunya,bahkan ia balik bertanya dengan suara kecilnya:"Mama, Mama bilang Allah itu baik,sayang sama kita, tapi kenapa Allah kasih Alya sakit? kenapa Papa juga dikasih sakit nggak bisa jalan lagi?".Nina tercenung menatap putrinya,pertanyaan kanak-kanak biasa,tetapi jika disampaikan dalam keadaan Alya terbaring sakit seperti ini dan suami yang tak segagah dahulu lagi,Nina perlu menata hatinya sejenak yang terasa disapu sutra berduri:"Sayang, Allah memang Sangat Baik, Allah kasih Papa sakit sebentar supaya Mama bisa ketemu Papa setiap hari,pagi,siang,malam. Supaya Mama bisa suapin Papa seperti Mama suapin Alya,de Azka sama de Aishah...kan Mama sayang kalian,sayang Papa juga. Kalau Papa sama Alya dikasi sakit,dosa-dosa Papa dan Alya nanti Allah hapus kalau Papa sama Alya nya sabar". Alya terus menatap Nina,sebelum akhirnya tertidur.Nina menempelkan kompresan air hangat di dahi Alya,dan sambil menahan serangan kantuknya ia kembali menekuni gelas kacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian,berbulan-bulan, bertahun-tahun kehidupan Nina penuh dengan romantika. Namun semua itu mampu dihadapi Nina dengan tabah Tak terasa pada tahun kedelapan bisnis Nina di bidang produksi barang-barang terbuat dari kaca semakin berkembang,kini ia telah memiliki galery sendiri yang ia bangun di garasinya.Rumah mereka yang terletak di lokasi yang tidak terlalu ramai tidak menghalangi berdatangannya pelanggan-pelanggannya. Demikian pula atas pendampingan Nina yang tulus atas keadaan suaminya,membuat Dandy semakin mandiri,walau kedua kakinya masih tak mampu berjalan,namun dengan kedua tangannya dia mampu kembali bekerja sebagai seorang programer untuk mengerjakan beberapa proyek-proyek.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nina masih belum tidur malam itu,ketika Alya yang telah menjelma menjadi gadis dewasa menghampirinya dan membaringkan kepalanya di atas pangkuannya:" Mama, satu minggu lagi Alya menikah,Alya takut Ma...Alya takut nggak bisa seperti Mama".Alya berbicara pelan. Nina mengangkat wajah putrinya dan menatapnya lekat, walau besok lusa dia akan menikah menjadi "milik" suaminya, Alya tetaplah Alya "bayi cantik" yang dicintainya dan terasa berat menyadari bahwa tak akan lama lagi anak ini akan dibawa suaminya jauh dari pelukannya:"Anakku sayang....kita tak perlu takut tidak bisa menjadi sesuatu, lihat gelas-gelas kaca Mama...gelas-gelas itu benda yang sangat rapuh, tersenggol sedikit dia akan jatuh dan pecah. Tapi kamu ingat nak, dari gelas-gelas yang rapuh itulah Allah "mengangkat" nasib keluarga kita. Mama melukisnya menjadi benda yang indah agar orang-orang mau membelinya.Dari sana Mama bisa membeli obat untuk Papa,kursi rodanya, biaya sekolahmu dan adik-adikmu, biaya makan kita dan bahkan untuk pernikahanmu nanti Nak. Hanya dengan mau sedikit bersyukur, apapun pemberian Tuhan dalam segala bentuknya pasti bisa kau muliakan dan manfaatkan. Jaga hatimu tetap bening ya Nak,seperti gelas-gelas kaca Mama". Kedua hamba-hamba tuhan itu, ibu dan anak itu saling menatap, ada bulir-bulir mutiara di mata mereka, Bening sebening gelas-gelas kaca Nina &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor 12 Februari 2010-Winny&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4915896404389880158?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4915896404389880158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4915896404389880158&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4915896404389880158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4915896404389880158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/02/gelas-gelas-kaca-nina.html' title='Gelas-gelas  Kaca  Nina'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-3640088561235473969</id><published>2010-02-08T21:42:00.001-08:00</published><updated>2010-02-08T22:54:37.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In Our Memory'/><title type='text'>Air Mata Kami di Pagi Kamis 17 Desember 2009.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S3D8XRlsA5I/AAAAAAAAABE/QncN4b0r_Q0/s1600-h/mamah+ibu+bapa+aki.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S3D8XRlsA5I/AAAAAAAAABE/QncN4b0r_Q0/s400/mamah+ibu+bapa+aki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436122227024855954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda kami ..........Nenek dari anak-anak kami.............&lt;br /&gt;Telah sampai pada akhir perjalanannya.......................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tahun-tahun terakhir kehidupan beliau yang ditemani derita sakit di tubuh lemahnya&lt;br /&gt;Serta diiringi berbagai perpisahan dari orang-orang terkasihnya......&lt;br /&gt;Beliau masih setia bertahan dalam sujud-sujud panjangnya di keheningan Malam ataupun di keteduhan Dhuha........&lt;br /&gt;Mengharap belas kasih Tuhannya.......yang tentu nama kami anak-anaknya merupakan barisan terdepan dalam untaian do'a-do'anya................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu demikian...sejak kami dilahirkan.....&lt;br /&gt;Nama kami disebut dihadapan Tuhan..lebih dahulu dari nama beliau sendiri..........karena cintanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kelebihan dan kekurangan Ibu sebagai manusia.........Ibu tetaplah Ibu kami yang menyayangi dan mencintai kami anak-anaknya...........&lt;br /&gt;Tidak pernah cukup waktu dan harta benda.......seberapapun kami berusaha untuk menggantinya............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tetes air susu Ibu yang kami isap.......tumbuh menjadi darah dan daging kami&lt;br /&gt;Setiap keringat Ibu yang menetes.........dari lelah mengurus, merawat dan menjaga kami.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap titik air mata Ibu..........dari setiap kesedihannya merasakan penderitaan kami diwaktu kami demam tinggi..... atau jatuh terluka kaki kami...atau direbut anak lain mainan kami.....atau rewelnya tangis meminta apa yang tak bisa beliau beli.....atau....saat suara kami meninggi mengabaikan keinginannya, melawan kehendaknya.......atau saat kami mulai memilih teman hidup..yang disadarinya kami akansegera meninggalkannya.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari setiap bahagianya untuk kebahagiaan kami......yang untuk itu beliau tak pernah berhenti berusaha dan berdo'a....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan.....Allah Tuhan Kami yang Maha Dekat dan Maha Penyayang......&lt;br /&gt;Engkau Perintahkan kami untuk berbakti kepada ibu kami selama hidup kami di sisi beliau....&lt;br /&gt;Tetapi betapapun kami berusaha melaksanakannya.......keikhlasan kami tidak akan pernah bisa menyamai keikhlasannya dalam merawat kami........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,Apapun yang hilang dari hak Ibu atas bakti kami......semoga Engkau mengampuni kami...&lt;br /&gt;Biarlah....Allah sendiri yang akan Menggenapi.....Mencukupi.....Membalas setiap mutiara kasih sayangnya kepada kami dengan Mutiara yang lebih baik didalam lautan Kasih SayangMU...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Tuhanku ....Ampunilah Ibu ...........Bahagiakanlah Ibu..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Didedikasikan untuk Al-Marhumah Ibu Hj.Ayi Sumiyati (72 th) Ibunda dari Suami yang saya hormat dan sayangi Elan Suherlan Karnadimadja. Semoga apa yang terserak di dunia ini, Allah kumpulkan bagi Ibu di Akhirat kelak....Aamiin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-3640088561235473969?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/3640088561235473969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=3640088561235473969&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3640088561235473969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/3640088561235473969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/02/air-mata-kami-di-pagi-hari-kamis-17.html' title='Air Mata Kami di Pagi Kamis 17 Desember 2009.....'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_cFpTXw0s7P4/S3D8XRlsA5I/AAAAAAAAABE/QncN4b0r_Q0/s72-c/mamah+ibu+bapa+aki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-641417015557533074</id><published>2010-02-08T16:57:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:40:08.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Persembahan Terakhir</title><content type='html'>Pada suatu hari di daerah Bandung bagian selatan, seorang ibu tua dengan berjalan terseok-seok, membawa tubuhnya yang ringkih karena penyakit reumatik yang dideritanya bertahun-tahun ….seperti hari-hari sebelumnya selama belasan tahun berkeliling dari perumahan satu ke perumahan yang lain, kadang-kadang menyusuri pemukiman kumuh melewati gang-gang sempit menjual makanan hasil olahannya sendiri ‘Gemblong’ namanya makanan daerah terbuat dari tepung ketan hitam dibalut gula merah, yang disimpan di dalam sebuah baskom kaleng berukuran besar. Dibawanya diatas kepalanya yang beralas kain sambil meneriakkan dagangannya di setiapkali melewati rumah-rumah atau tempat-tempat dimana terdapat ramai orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulitnya yang berkerut dimakan usia dan menghitam terbakar matahari setiap hari, menunjukkan ketabahannya menjalani taqdir yang dikehendaki Tuhannya. Hidup sebatangkara di rumah kontrakan sangat sederhana yang ia bayar sendiri dari penghasilannya berjualan gemblong. Anak laki-laki satu-satunya sudah sangat lama tak pernah lagi menjenguknya atau sekedar menanyakan kabarnya sejak meninggalkannya merantau ke Papua bertahun-tahun yang lalu. Sedang seorang anak perempuannya , walau tinggal sekota tidak dapat menolongnya karena kerasnya kehidupan yang menghimpitnya. Maka tinggallah sang Ibu sebatangkara di tengah ganasnya persaingan usaha mencari nafkah untuk kehidupan. Bertahan dengan penyakit yang ia derita karena tak sanggup untuk membayar dokter untuk berobat,walau jarak rumah kontraknnya ke puskesmas hanyalah dua puluh langkah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya, matahari tepat di atas ubun-ubunnya… panas menyengat kulit tangannya yang memegang erat dagangannya dan menempel di pinggangnya. Gemblong jualannya masih tersisa separuhnya. Langkahnya gontai…semakin lama semakin lemah,hingga terduduk ia di pelataran masjid besar di sebuah perumahan. Dibelinya segelas minuman mineral yang terasa kesat di lidah tuanya. Dalam sisa tenaganya, sang ibu tua penjual gemblong itu melangkah perlahan mengambil air wudlunya, perutnya belumlah terisi nasi sejak pagi, hanya sebuah gorengan dan lontong dari warung langganannya yang sanggup ia beli. Kepalanya sedikit pusing,sesuatu hal yang sudah biasa ia rasakan sejak muda…maka tak ia hiraukan. Tetapi tubuhnya semakin lemah saja,maka sembahyang pun ia lakukan sambil terduduk di sudut belakang masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun jama’ah masjid yang memperhatikan perempuan itu, kecuali seorang bapak tua penjaga mesjid yang setiap hari merawat dan membersihkan masjid *Marbot Masjid*. Ia sudah sangat mengenal perempuan tua itu karena setiap dzuhur ia selalu shalat dan beristirahat di tempat itu. Bapak marbot tersebut memperhatikan sang ibu tua yang masih terduduk bersandar di dinding masjid. Mukenanya belumlah ia lepaskan,namun saat ibu penjual gemblong itu melihat bapak marbot sedang melihat ke arahnya,dengan lemas ia berusaha melambaikan tangannya meminta supaya dia mendekat. Rupanya bapak marbot itu menangkap maksudnya,maka diapun mendekatlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah bapak marbot itu berada dihadapannya,si ibu berkata kepadanya:”Bapak yang baik, bolehkah saya meminta tolong Bapak sekali ini saja?”. Bapak penjaga masjid itu terdiam,ia mengira si ibu penjual ini sedang tidak enak badan :”Baik Ibu, Ibu ada keperluan apa?”&lt;br /&gt;Ibu tua itu mengeluarkan sesuatu dari balik mukenanya, selembar uang Lima Ribu Rupiah,lalu diserahkannya kepada bapak itu dan berkata:”Saya menitipkan kepada bapak uang ini untuk Sari di kampung Baru dekat sini,bilang sama dia jualan saya belum habis terjual,saya Cuma bisa kasih segini.Tolong ya pak,dia butuh uang ini”.&lt;br /&gt;Bapak marbot menerima uang selembar uang Lima Ribu rupiah itu dengan hati bertanya-tanya,namun saat ia akan bertanya lebih lanjut kepada ibu penjual gemblong tersebut,sang ibu sudah terpejam matanya,nafasnya tiada lagi. Innalillaahi wa innaailaihi raaji’uun…sang penjual sederhana tersebut rupanya telah wafat,masih terbungkus pakaian sembahyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari setelah wafatnya Ibu penjual gemblong itu,Bapak marbot mencoba melaksanakan wasiatnya. Ia pergi menuju tempat yang ditunjukkan sang penjual. Seharian ia mencari, bertanya kepada orang-orang dimanakah wanita bernama Sari itu tinggal. Akhirnya,setelah pencarian yang melelahkan bertemulah ia dengan wanita yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berceritalah bapak penjaga masjid itu kepada Sari pertemuan terakhirnya dengan Ibu penjual gemblong itu di masjid. Maka meledaklah tangis wanita yang bernama Sari itu. Marbot bertanya dengan hati-hati:”Maaf Nak, apakah Ibu itu ibumu?”&lt;br /&gt;Sari kembali tersedu,namun ia menggelengkan kepalanyalalu ia berkata:” Bukan pak,bukan ibu kandung saya, tapi saya menganggap beliau ibu saya sendiri. Kami sama-sama hidup dalam kekurangan,Ibu kasihan kepada saya karena anak saya banyak,suami saya meninggal karena kecelakaan dua tahun yang lalu. Setiap hari, Ibu itu datang ke tempat saya dan memberi saya uang Sepuluh Ribu rupiah,katanya untuk nambahin keperluan anak-anak. Waktu saya tolak,karena saya tahu ibu pun orang miskin, beliau menjawab: ”Nak Sari, biarlah ibu bisa menabung sedikit kebaikan dari rejeki ibu.Ibu kepingin ketemu Tuhan nak.Kalau ibu kasih uang ini buat anak-anakmu,mudah-mudahan Tuhan “seneng” dan mudah-mudahan Tuhan pengen ketemu sama Ibu nanti”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sari tak kuat lagi menahan tangisnya,begitupun sang marbot tua itu. Rupanya, di hari wafatnya,ibu itu masih berusaha menggapai cita-citanya ingin bertemu Tuhan kelak dengan mensedekahkan hartanya yang sangat sedikit dalam perhitungan manusia walau hanya dengan separuh penghasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga engkau benar-benar sudah bertemu Tuhan, Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terinspirasi dari sosok yang benar-benar ada dan saya kenal di Bandung*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor 2 Februari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-641417015557533074?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/641417015557533074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=641417015557533074&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/641417015557533074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/641417015557533074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/02/persembahanan-terakhir.html' title='Persembahan Terakhir'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-8404377081738794710</id><published>2010-02-08T08:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:40:31.063-07:00</updated><title type='text'>...Lihat Albumku,Tuhan...</title><content type='html'>Tuhanku.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini bukan hari ulang tahunku, bukan ulangtahun  suamiku, bukan pula anak-anakku. Tetapi,tidak harus pada hari ulang tahun orang mentafakuri perjalanan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba membuka "Album kenangan hidupku", kuamati satu persatu, dan kudapati "gambar-gambarnya" yang beraneka tema dan cerita.  Mulai gambar2 masa kecilku hingga masaku kini, dan mencoba membayangkan akan seperti apa gambaranku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tercenung...... menatap satu potret di tengah halaman "albumku" itu...."Selembar foto" masa belasan tahunku, hidup di dalam idealisme yang kutemukan disaat-saat pencarianku akan makna kehidupan. Dimana hal ini pernah membawaku pada kegairahan untuk bekerja bahkan berjuang demi sirnanya haus jiwaku akan sesuatu yang kuanggap kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme yang tumbuh, yang diawali oleh rindu hatiku kepada Tuhan yang Mencipta segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa itu,segala gelombang kehidupan kuhadapi dengan gigih dan kekuatan ide yang kupegang teguhi. Bahkan sampai pada fase dimana secara sadar,kubawa anak-anakku...,buah hatiku hidup di dalam lingkarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kujalani kehidupan itu....,hingga pada suatu titik,dimana hatiku bertanya...."Dimana Tuhan yang kucari? ....Yang untuk itu kujalani hidup dengan tabah....&lt;br /&gt;Mengapa hanya simbol-simbolNYA saja yang ditinggikan, sedang kepada DiriNYA aku merasa semakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belasan tahunku berganti menjadi kegundah gulanaan. Adakah idealisme yang dipancangkan di atas dasar kebenaran,justru menjauhkan insan dari Penciptanya dan dari tuntunan utusanNYA....???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Kebenaran yang mengajarkan kemuliaan akhlaq,justru menjauhkan insan dari menyayangi sesamanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersungkur dalam sujud dan air mata, do'aku...............Kiranya Tuhan menunjukkan padaku Kebenaran itu.&lt;br /&gt;Kebenaran yang hakiki, bukan idealisme yang angkuh, idealisme yang dipimpin oleh nafsu, idealisme yang haus kekuasaan, yang memandang manusia lain lebih rendah dan sesat ,yang karena itu merasa memiliki musuh dimana-mana.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersadar aku...Bahwa manusia membutuhkan pembimbing........&lt;br /&gt;Namun bukan pembimbing yang penuh otaknya dengan isi kitab-kitab agama atau "berbuih" mulutnya dengan Nash2 Al-Qur'an dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia membutuhkan Pembimbing yang Allah sendiri yang memilihnya bagi mereka dan lalu penerusnya yang berhak dan sah hingga akhir zaman.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap albumku......Semua tentang perjalananku....&lt;br /&gt;Perjalanku  yang merindukanMU Tuhan, yang untuk itu kuhabiskan waktuku mencariMU.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Allah Tuhanku, bersama Sang Pembimbing, harapku.....Tak lama lagi...,dapat selamat berjumpa dengan MU......aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sebuah pengalaman pribadi*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-8404377081738794710?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/8404377081738794710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=8404377081738794710&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8404377081738794710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/8404377081738794710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/02/lihat-albumkutuhan.html' title='...Lihat Albumku,Tuhan...'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2802716263194750195.post-4880438489769511366</id><published>2010-02-08T05:13:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T01:45:38.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Permata Sejati</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cfamily%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Angin laut masih berdesir, membelai-belai dedaunan pohon-pohon kelapa di pesisir laut Jawa, ombak-ombak kecil dan besar bergulung-gulung menghempas batu-batu karang, dan Yasmin pun masih berdiri  disana, diatas kelembutan pasirnya. Kerudung putihnya melambai-lambai dipermainkan angin, sesekali diperbaikinya tutup kepalanya itu jika telah mengganggu pandangannya yang jauh ke tengah laut. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seakan-akan, nampak jauh disana peristiwa dua tahun yang lalu, saat-saat di mana peristiwa itu telah meninggalkan bekas di hatinya. Peristiwa yang tak pernah masuk di dalam barisan do’a-do’anya dahulu,namun ternyata hati yang “besar” akan sanggup menampung seberapapun kenyataan hidup,seperti yang dialaminya……&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin… Mahasiswi sebuah perguruan tinggi di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, berasal dari Aceh. Tinggal merantau jauh dari orang tua, namun mampu menjaga kehormatan dirinya, wanita muda yang anggun dan sederhana,berkhidmat pada pesan kedua orang tuanya untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu di “kampung” orang. Menyewa sebuah kamar kost sederhana bersama kawan perempuannya satu fakultas Dista. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pertemanan mereka berkembang menjadi persahabatan. Satu sama lain saling membantu, saling menolong, walau terkadang adakalanya terjadi perbedaan pendapat, namun hal itu tidaklah mengganggu persahabatan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pagi itu seperti biasa, Yasmin telah berada di kampusnya untuk mengikuti perkuliahan pagi dari dosennya. Tiba-tiba,dari arah belakang seseorang menepuk pundaknya,”Dista..?”. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dista tersenyum sambil membetulkan tali tas punggungnya. Yasmin memperhatikan sesuatu yang berbeda;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;”Dista….., kamu lagi seneng ya pagi ini?”.Tapi Dista hanya mengacungkan telunjuknya menempel di bibirnya:” Ssssttt…..”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin mengangkat alisnya, namun dia membiarkan Dista dengan misteri nya.Merekapun melangkah ke dalam kelas untuk mengikuti perkuliahan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dua jam berlalu tanpa kesan apapun, mahasiswa keluar dari ruangan perkuliahan satu persatu. Yasmin dan Dita pun berjalan beriringan, hanya sesekali,sesekali yang nampak seringkali bagi Yasmin, Dista memeriksa pesawat Handphone-nya, atau mengetik sesuatu melalui smsnya. Kampus yang ramai, namun sepi bagi Yasmin karena sejak tadi Dista seolah-olah sendirian, sibuk dengan HP-nya, walau bersama Yasmin di sampingnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seolah-olah dikomando, tanpa perjanjian langkah kaki kedua gadis itu mengarah ke arah  bangku taman di dekat kolam, tempat favorit keduanya saat menunggu jam kuliah berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Begitu keduanya duduk di bangku itu, Dista sudah akan memeriksa lagi pesawat HP-nya,namun sebelum jarinya menyentuh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keypad&lt;/span&gt;, Yasmin menahan tangan Dista lembut dan tersenyum sambil berkata : ”Halloo….apakah Dista masih disitu?”. Dista menolehkan wajahnya dan melihat Yasmin dengan wajah penuh tanda tanyanya . Dista tertawa :”Hihihi….penasaran nih yee”. Tapi Yasmin tetap menahan tangannya di lengan Dista. Dista berkata:” OK…OK, aku lupa punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;one curious girl&lt;/span&gt; di kampus ini hehe.Tapi janji yaa, ini cuman di antara kita aja”. Dista lalu bercerita dengan suara perlahan seolah-olah tak ingin diketahui rahasianya oleh orang banyak .  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Malam itu, Yasmin di kamarnya sendiri duduk di atas meja mengerjakan beberapa tugas dari dosennya. Dista sudah 3 hari cuti pulang sementara ke tempat asalnya di Yogya. Jarum jam sudah menunjukkan angka 11, namun mata Yasmin tak hendak  beristirahat. Dibiarkannya waktu berjalan yang terasa lambat, dicobanya untuk menikmati sayatan-sayatan kecil di hatinya yang masih agak terasa perih. Dikenangnya lagi pembicaraannya dengan Dista di kampus beberapa hari yang lalu tentang  rahasia kecilnya. Tentang seorang pemuda, satu kampus dengan mereka, yang menjadi asisten dosen mereka selama ini dan juga ketua Rohis di kampus, yang Yasmin “kagumi”selama 1,5 tahun ini namun ia simpan itu sekedar sebagai sebuah semangat  saja. Pemuda itu, di saat-saat Yasmin bersimpati dan menaruh sekuncup harapan, ternyata telah melabuhkan harapannya sendiri terlebih dahulu kepada sahabatnya Dista. Ya, Syam - yang Yasmin kagumi kepintarannya, keshalehannya,- yang Yasmin “melihat’ dari kejauhan kerinduannya akan gambaran-gambaran tentang rumah tangga yang sakinah, mawadah warahmah akan lebih berseri seandainya jika perahu itu didayungi bersama Syam, pemuda yang seringkali pula membantunya dalam beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;event&lt;/span&gt; di kampus yang karenanya sempat pula Yasmin mensyukuri kebersamaan itu, pemuda yang ternyata kini telah memilih Dista untuk menjadi pendamping hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Berita “gembira” itu,  dikabarkan Dista dengan tenang, namun terasa bagai halilintar di telinga Yasmin."Dia melamarku tadi malam Yasmin." Berdetak kencang hati Yasmin, mengapa ia harus mendengar "Happy Ending" ini, mengapa ia tidak sensitif selama ini jika Dista sering menceritakan Syam kepadanya di kamar mereka,di kampus atau dimana saja setiap mereka pergi bersama. Yasmin mengira Dista hanyalah fans Syam belaka yang sering merasa tersanjung oleh perhatian pemuda itu,hanya saja berbeda dengan Yasmin Dista lebih ekspresif mengungkapkan ketertarikannya. Sementara dirinya hanyalah seorang gadis pemalu yang tak mungkin akan mengumbar kegembiraannya setiap saat ia merasa Syam memperhatikannya. Namun Yasmin bukanlah gadis yang dengki, berita sebesar apapun tidak akan menggoyahkan kelembutannya dalam bersikap. Bahkan Yasmin memeluk Dista erat, membisikkan do’a yang tulus di telinga sahabatnya dan tersenyum tanda turut bergembira untuk kebahagiaannya:" Selamat ya Dis, aku tahu dia laki-laki yang baik, shaleh dan pantas mendapatkan gadis seperti kamu. semoga pernikahan kalian diberkahi Allah, aku ikut senang". Mata Yasmin berkaca-kaca menatap Dista, ia ingin Dista menduga itu adalah air mata bahagianya walau sesungguhnya kepedihan telah bersenyawa didalamnya. Mereka berdua akhirnya tertawa-tawa&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin menekur di muka monitor, menatap beberapa foto yang diambil saat pelaksanaan acara Bedah Buku di kampus, ada salah satunya foto dirinya, Dista dan Syam dengan latar belakang mesjid kampus.Semua tersenyum dalam foto itu, seharusnya menjadi kenang-kenangan yang indah menurut Yasmin, tetapi mengapa air mata itu jatuh di pipinya, semakin lama semakin tercurah, pundak Yasmin berguncang pelan, terdengar suara terisak dan bisikan lirih Yasmin; ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Allah, Tuhanku….terima kasih telah Engkau karuniakan hamba saat-saat yang baik ini. Dari sejak kecil hingga kini, tidak pernah Engkau mengecewakan hamba. Ya Allah, sembuhkanlah luka hati ini, ringankanlah mata penglihatan dan mata hati hamba jika melihat kebersamaan mereka. Bahagiakanlah mereka Tuhan. Dan cukuplah bagi hamba Allah dan RasulNYA&lt;/span&gt;". Mengalir air mata Yasmin, airmata keikhlasan, digelarnya sajadah ingin melewatkan malam itu bersama Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hari pernikahan Dista dan Syam tidak kurang dari satu minggu lagi. Namun berita menggemparkan itu memecah keasyikan. Dista mendapat kecelakaan berat di tikungan jalan daerah Yogya saat sedang mempersiapkan pernikahannya. Saat Yasmin tiba di Rumah Sakit di Yogya, ia melihat Syam sendirian terpekur di sudut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hall&lt;/span&gt;, berdesir hatinya, entah mengapa kini ia merasa iba melihat kekasih sahabatnya itu bak burung yang terluka sayapnya, merasakan kesedihannya yang luar biasa dan kekhawatiran akan kehilangan orang yang dicintainya. Namun perhatian Yasmin terbelah, suara pekik orang-orang di ruang UGD mengejutkannya. Yasmin melihat ibunda Dista menangis, dan Ayah Dista berdiri lemas, dipapah kerabat beberapa orang. Berdegup kencang jantung Yasmin, dan benarlah ternyata Dista dinyatakan telah meninggal dunia.Yasmin terguncang hatinya, namun di saat-saat seperti itu sisi lain dirinya menuntutnya untuk sadar, ada orang lain yang lebih “berhak” untuk merasakan kepedihan besar itu, dialah Syam calon suami Dista. Bergetar bibir Yasmin mengucapkan istirja: ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innalillahi wa inna ilahi rooji’uun, sesungguhnya kami semua milik Allah,dan sesungguhnya kami semua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kepadaNYA akan kembali.&lt;/span&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;------ &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hari-hari Yasmin dan Syam kini menjadi sendu. Ditinggal orang yang dicintai dan dekat dengan mereka bukanlah hal yang mudah. Namun kebersamaan mereka telah mendekatkan kembali taqdir yang dahulu terasa jauh. Yasmin merasakan kini perhatian Syam kepadanya bertambah setiap hari. Perasaan berbunga yang dulu pernah dirasakannya kini datang kembali.Walau tidak sesemerbak dahulu karena jauh di lubuk hatinya, ada perasaan rendah diri yang sulit terhapus, dirinya hanyalah perempuan pengganti di sisi Syam setelah kepergian Dista. Namun ia berusaha untuk selalu mensyukuri kebahagiaan itu, masa lalu tidak mungkin dihapus, karena bagaimanapun itu telah terjadi.Yasmin mencoba merangkai kehidupannya kembali dan membangun cita-citanya.   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hari wisuda itu akhirnya datang juga. Orang tua Yasmin dan kedua kakaknya datang dari Aceh. Kebahagiaan yang membuncah dihatinya, kedatangan ibunya dan kelulusannya telah menambah seri di wajah cantik Yasmin, apalagi saat disadarinya ternyata Syam pun hadir untuk dirinya menikmati bersama kebahagiaannya. Itulah saat-saat yang mendebarkan hatinya dalam kehidupannya. Di hari wisudanya, Syam melamar dirinya kepada orang tuanya, memintanya untuk menjadi istrinya. Terasa terang benderang dunia Yasmin dan penuh aroma yang menyenangkan, walau entah mengapa lututnya saat itu terasa lemas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Hari-hari Yasmin kini menjadi lebih berwarna. Tidak kurang dari 2 bulan lagi pernikahannya akan digelar. Syam pun telah membawanya berkenalan dengan kedua orang tuanya dan keluarganya. Keluarga Yasmin di Aceh pun sibuk mempersiapkan pernikahannya. Namun ada sedikit kekhawatiran Yasmin, mengingat telephone dari Syam malam tadi tentang keluhannya di bagian pinggangnya. Memang sudah beberapa minggu ini, Syam terlihat semakin sering mengeluh sakit. Namun Yasmin tidak pernah menyangka, seminggu kemudian setelah tak kuat menahan sakitnya dan Syam dibawa ke Rumah Sakit ternyata saat diperiksa oleh dokter ahli penyakit dalam, Syam dinyatakan menderita kelainan ginjal, satu ginjalnya telah tak berfungsi dengan baik, sedang satu ginjal yang lainnyapun dalam kondisi yang tidak terlalu baik. Saat itu juga Syam diharuskan menjalani rawat inap di Rumah Sakit. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dua minggu sudah Syam dirawat di Rumah Sakit, berat badannya turun drastis, keadaanya tidak semakin membaik.Yasmin amat berduka melihat kekasihnya terbaring di pembaringan rumah sakit tanpa dirinya bisa merawat sepenuhnya. Statusnya yang belum menjadi istri yang sah menghalanginya untuk dapat sekedar menyentuhnya. Hanya kepada ibunda Syam ia dapat menitipkan sekedar buah tangan dan do’a tulusnya yang tak henti-henti ia alirkan dari bibir dan hatinya.Sedang keadaan Syam semakin memburuk saja, dan dokterpun telah menyerah sementara hari pernikahannya yang telah tertulis di dalam undangan telah sangat dekat tak kurang dari 2 hari lagi. Hingga terucap dari bibir tipisnya, kepada ibunda Syam:”Wahai ibu, saya tidak bisa duduk diam seperti ini saja. Laksanakanlah pernikahan kami pada waktu yang ditetapkan semula. Nikahkan kami sedang Abang Syam masih bisa mengenali saya. Izinkan saya berbakti  kepadanya sebagai istri dalam keadaan sakitnya ini Ibu”. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ibunda Syam memandanginya haru, di saat-saat di mana ia merasa tak pantas lagi mengharap cinta seorang bidadari untuk putranya yang telah kehilangan ketampanannya, kegagahannya, di saat dimana ia mengira hanya kasih orang tualah yang akan setia menemani penderitaan putra tercinta,Yasmin mengajukan diri untuk tetap melaksanakan pernikahannya hanya supaya dapat turut merawat sepenuhnya sang putra. Ibunda Syam memeluk Yasmin dan menangis di pundaknya, sementara Syam yang terbaring disamping mereka menitikkan air matanya tanpa mampu berkata-kata.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ia merasa baru sekarang ia menemukan permata sejatinya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tepat seperti yang telah tertulis di dalam  kartu undangan, dilaksanakanlah pernikahan itu. Syam sudah tak mampu duduk, namun ia mampu melafalkan ikrar nikahnya walau dengan suara yang lemah. Semua yang hadir di kamar rumah sakit itu tertunduk, atmosfir ruangan dipenuhi keharuan melihat sepasang pengantin yang bersanding. Mempelai putri yang cantik mengenakan kerudung putih berhias bunga sederhana duduk di kursi, sementara Mempelai pria terbaring lemah di ranjang rumah sakit sedang lengannya dipenuhi jarum infus dan obat-obatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka dimulailah hari-hari penuh pengabdian Yasmin kepada suaminya di rumah sakit. Bahkan ia pun kini harus ikut memikirkan biaya yang harus ditanggung untuk perawatan dan pengobatan selama di rumah sakit. Jika ada waktu, saat menunggui suaminya Yasmin merajut benang untuk dibuatnya mainan atau topi-topi bayi yang lucu. Bukan untuk bayi mereka, tetapi untuk Yasmin jual kepada beberapa teman yang merasa iba dengan penderitaan keluarganya sebagai ikhtiarnya mencari nafkah karena disadarinya suaminya belum mampu melaksanakan kewajiban itu saat ini. Yasmin tidak tergoyah, rasa sedihnya tidak membuatnya berhenti tersenyum untuk Syam suaminya.Setiap ada waktu berdua,Yasmin selalu menceritakan hal-hal menarik yang ditemuinya, mulai dari rajutannya yang salah warna, perawat shift malam yang judes tapi suka memberinya segelas kopi panas, anak-anak teman mereka yang menitipkan hadiah untuk pernikahan mereka dan sebagainya.Yasmin ingin suaminya tidak terlalu menderita, setidaknya ia dapat melihat senyum di bibir Syam setiap hari sudah menjadi syurga baginya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;--------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin masih bersimpuh di atas sajadahnya, saat tengah malam itu dari sudut matanya ia melihat tangan Syam mencoba menggapainya.Yasmin segera bangkit, dan menangkap jemari suaminya lalu didekapnya:”&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; apa sayang?”bisiknya. Syam menatapnya lekat dan berbicara dengan suara lemah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Terimakasih…”&lt;/span&gt; Syam tercekat, lalu ia melanjutkan bicaranya: &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abang rasa telah dekat waktunya…., Abang&amp;nbsp; mensyukuri semua nikmat Allah selama ini…bahkan penyakitku ini….tapi tidak ada nikmat Allah yang lebih besar daripada dicintai dan menikahi Yasmin Nurul Aini.&amp;nbsp; Abang memohon kepada Allah cukuplah Yasmin sebagai Bidadariku dan Abang ridha kepada adik sebagai istriku. Maafkan Abang belum menjadi suami yang baik ya....&amp;nbsp; tolong sampaikan&amp;nbsp; maaf abang kepada Ibu, Bapak Abang. Tentu saja Orangtuamu juga Dik. Sampaikan maaf Abang belum dapat membahagiakanmu....... Setiap habis sholat, ikutkan Abang dalam do’amu ya dik&lt;/span&gt;”. Yasmin meneteskan airmatanya dan menganggukkan kepalanya, pertanyaan bergelayut di pikirannya, adakah ini saatnya, inikah saat-saat perpisahan itu?.Namun Yasmin tak ingin menangis dihadapan suaminya, bahkan dalam saat yang kritis sekalipun Yasmin ingin tetap tegar mengantar sang kekasih kepada Kekasihnya yang lebih mengasihinya, IA lah Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin mendekatkan bibirnya ke telinga Syam membisikkan kalimat-kalimat dzikir dalam zona pendengarannya. Terus demikian hingga mendekati Shubuh, saat akhirnya suaminya menarik nafas yang terakhir untuk berpulang kepada Sang Khalik. Yasmin sendiri yang menutupkan mata lelaki yang dicintainya itu. Dan tidak berhenti membacakan ayat-ayat AL-Qur’an di sisinya, hingga perawat shift pagi datang dan mengetahui keadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin masih berdiri di pantai itu. Kaki lembutnya disibakki air ombak yang terus meninggi. Diperbaikinya lagi kerudungnya yang dipermainkan angin laut. Yasmin menggerakkan bibirnya, berbisik lirih :” Ya Allah, tak ada yang terbaik selain dari QudrahMU, cukupkanlah hamba hanya denganMU. Terimakasih telah memilih hamba untuk melalui salah satu jalan taqdirMU untuk bertemu orang-orang yang hamba cintai walau diantaranya hanya sebentar saja, namun apalah arti sekejap atau pun lama di hadapanMU, tutuplah dan dinginkanlah luka hati hamba ya Rabby, jikalau ada alam lain tempat pertemuan para kekasih, pertemukanlah kami kembali ya Allah, jikalau tiada maka cukuplah Engkau saja bagi hamba”.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yasmin memandang ke arah laut sekali lagi, matanya basah oleh air mata beningnya namun hari telah senja, suara adzan maghrib tidak lama lagi akan berkumandang. Yasmin memetik sekuntum bunga perdu lalu membalikkan badannya, berjalan menyusuri pesisir , hatinya bergetar oleh dzikir dan bibirnya melantunkan do’a-do’a.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;--------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Terimakasih untuk Rahma -19 bln- yang tak bosan menghampiri dan duduk di pangkuanku saat menulis cerita ini &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2802716263194750195-4880438489769511366?l=winnywidya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://winnywidya.blogspot.com/feeds/4880438489769511366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2802716263194750195&amp;postID=4880438489769511366&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4880438489769511366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2802716263194750195/posts/default/4880438489769511366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://winnywidya.blogspot.com/2010/02/permata-sejati.html' title='Permata Sejati'/><author><name>Winny  Widyawati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03114060148614475608</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Fc93yLWsQ3g/TaxK-GuXTdI/AAAAAAAAA-c/FSPnbn7opkw/s220/abdi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
